
Lusiana pagi- pagi sudah sampai di kantornya, hari ini ia mendapat tugas bertemu klien perusahaannya yang ada di Kota Sungailiat, kota yang jaraknya kurang lebih harus ditempuh satu jam dari Kota Pangkalpinang.
Sungailiat terkenal dengan tempat wisata pantainya yang indah. Banyak turis lokal dan mancanegara yang berkunjung ke sana.
"Mang Kosim sudah siap berangkat sekarang?" tanya Lusiana pada sopir kantor yang bertugas mengantarnya kalau mendapat tugas ke luar lapangan.
"Ayo neng, kita berangkat sekarang. Apa berkas- berkasnya udah siap. Jangan sampai ada yang ketinggalan neng, yang paling penting neng juga jangan ketinggalan," Canda Mang Kosim.
" Mang Kosim bisa aja, he...he.."
Lusiana segera masuk ke dalam mobil yang segera dibawa Mang Kosim ke tempat tujuan mereka.
Satu jam kemudian, mereka tiba di tempat tujuan, sebuah kantor yang lumayan megah.
Lusiana segera masuk dan kedatangannya disambut oleh Wati salah satu staff di situ yang memang sudah dikenal Lusiana.
" Apa kabar Lus, makin cantik aja. Ayo udah ditunggu sama Pak Nino."
"Kabarku baik mbak Wati, terima kasih pujiannya, jadi malu. Ngomong-ngomong Pak Nino siapa mbak? biasanya urusannya kan sama Pak Dendi."
" Pak Dendi dipindah tugaskan di kantor cabang kami yang baru Lus, sekarang digantikan sama Pak Nino."
" Ayo ke ruang meeting, nanti dikenalin sama Pak Nino Lus."
Setelah mengetuk pintu Wati dan Lusi masuk ke ruangan meeting. Di sana sudah menunggu seorang pria muda yang lumayan ganteng. Pria itu segera berdiri setelah melihat tamu yang ditunggu sudah datang.
__ADS_1
Pria itu terlihat bertubuh tinggi dan posturnya tegap.
"Kenalin Lus, ini Pak Nino. Pak Nino, ini Lusiana atau Lusi panggilannya."
Pak Nino segera mengulurkan tangannya, yang disambut Lusi dengan sopan.
"Wah, cantiknya tamu kita ini."
Lusiana langsung merona, ia tak terbiasa menerima pujian secara terang-terangan.
" Makasih Pak pujiannya."
" Oke saya tinggal dulu ya Lus, masih ada tugas di depan," Kata Wati lalu ia segera keluar dari ruangan itu.
" Udah mau tiga tahun Pak."
" Kamu masih muda, masih single atau sudah berkeluarga?"
" Masih single Pak," Lusiana merasa risih juga, dalam hatinya bergumam seperti ia diwawancara saja.
" Wah bagus kalau begitu, saya boleh dong dikasih kesempatan?"
" Maaf Pak, saya bersedia berteman sama siapa aja. Tapi maaf sekali lagi, kalau boleh kita mulai ke urusan kantor, karena sehabis dari sini saya masih ada pekerjaan," Lusiana mengelak dengan sopan.
" Ok maaf, ayo kita selesaikan pekerjaan kita, saya periksa dulu berkas- berkasnya," Lusi segera menyerahkan berkas- berkas yang ia bawa.
__ADS_1
Setelah selesai, Nino segera menandatangani berkas- berkas yang dibawa Lusiana.
" Nanti pembayaran seperti biasa akan segera ditranfer, pihak kami akan menghubungi kalau sudah beres."
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu. Makasih."
" Oke tapi nanti boleh ya saya kapan-kapan main ke kantor kamu, sekalian mau bertemu sama bos kamu."
"Silahkan saja Pak, permisi."
Nino mengantar Lusiana sampai di tempat parkir, Lusiana jadi merasa agak kikuk karenanya.
Tatapan Nino seperti ada sesuatu yang tidak biasa.
Lusiana segera masuk ke mobil dimana Mang Kosim sudah siap membawanya kembali ke kantor mereka.
Setengah perjalanan menuju ke Kota Pangkalpinang, hp Lusiana berbunyi tanda ada pesan masuk.
" Halo cantik, apa sudah sampai ke kantor kamu? Saya Nino."
Lusiana mengerutkan keningnya, pasti Pak Nino meminta nomor whatshapnya dari Wati.
" Aku kok tiba- tiba kebayang sama wajah kamu yang manis, padahal kita baru ketemu." Pesan kedua masuk.
Lusiana hanya membaca pesan itu tanpa berniat membalasnya.
__ADS_1