Lusiana Cantik

Lusiana Cantik
Bertemu Eni dan Rina


__ADS_3

Lusiana janjian bertemu Eni dan Rina di salah satu rumah makan. Sepulang kerja Lusiana langsung menemui kedua temannya.


Eni dan Rina sudah duluan sampai di rumah makan tempat mereka akan bertemu.


Kedua teman semasa SMA nya itu sudah menunggu Lusiana dan sudah memesankan jus jeruk buat Lusiana.


Mereka melambaikan tangannya ketika Lusiana celingak - celinguk mencari Eni dan Rina.


Dengan senyum sumringah Lusiana segera menghampiri Eni dan Rina.


"Sori prend...aku telat, nunggu angkotnya lama," kata Lusiana sambil duduk di tempat yang sudah disiapkan teman- temannya untuk Lusiana.


" Maka nya buruan cari pacar, biar ga naik angkot mulu," Eni meledek Lusiana.


" Cariin dong prend...." Lusiana balas meledek Eni.


" Tuh kayak Rina kemana- kemana dianterin sama doi," ucap Eni lagi.


" Sentimen amat sih hari ini prend...," Lusiana tertawa....


" Tapi aku sendiri juga naiknya angkot mulu. he...he..." kekeh Eni...


"Maka nya cepetan cari pacar, biar ga naik angkot mulu," Lusiana membalikkan kata- kata Eni.


Pecahlah tawa tiga sahabat itu.


Mereka tidak peduli, beberapa pasang mata dari pengunjung lain melihat ke arah mereka.


" Ngomong- ngomong Aldi ga diajak ngumpul?" tanya Lusiana.


" Lagi lembur dia," jawab Eni.


" Lus, aku mau minta tolong sama kamu...mau ya?" tanya Eni pada Lusiana.


" Minta tolong apa En?"


" Gini, kamu kan masih jomblo..terus Abang aku mau nikah, mau ga kamu dampingi aku.... yang jagain buku tamu?"


" Lalu apa hubungannya sama aku masih jomblo En?"


" Maksudnya kalau Rina ga bisa karena udah punya pacar, dia pasti datang bareng pacarnya....gitu maksudnya."


"Owh...kirain apa....


"Mau ya Lus....biar aku juga ga bosan nanti .."


" Oke prend kalau begitu...."


" Oh iya, aku juga minta Fendi datang ke undangan abangku Lus. Aku paksa dia pulang dari Taiwan. Pasti dia kangen tuh sama kamu...."


" Kita reunian kecil....lima sahabat kumpul..." sambung Rina girang.


" Napa sih Lus kamu ga sama Fendi aja, udah lama lho dia nungguin kamu," ucap Eni.


" Terus kamu kenapa juga ga sama Aldi?" Rina meledek Eni.


" Mau sih, tapi Aldi nya ga nembak- nembak ha...ha..."


" Ya kamu aja yang nembak dia duluan, gitu aja kok repot...."


" Belum mau pacaran ah, aku juga ada tawaran kerja di Taiwan sama sepupu aku yang tinggal di sana, gajinya lumayan menggiurkan," kata Eni lalu menyedot minumannya.


" Aku mau pesan mie ayam, kalian berdua mau makan apa?" Eni menulis pesanannya ketika pelayan rumah makan itu datang menghampiri mereka.


" Samain aja En, aku mie ayam juga....kamu Lus?" tanya Rina.


" Aku nasi goreng aja," jawab Lusiana.


Eni lalu menulis semua pesanan mereka lalu menyerahkannya pada pelayan yang sudah menunggu.


" Terus kamu jadi pergi ke Taiwan En? wah bisa bareng sama Fendi dong. Satu kota ga tuh sama Fendi?" tanya Rina.


" Iya satu kota. Di kota Kaohsiung," jawab Eni.


" Tapi masih dipikirin jadi atau enggaknya, ini juga masih lama setelah abangku nikah."

__ADS_1


" Dekat sama Fendi, malah nanti kamu jadian sama Fendi En," ledek Lusiana.


" Ada yang cemburu ternyata...ha..ha..," Eni meledek Lusiana.


" Tenang Lus, Eni malah jagain Fendi buat kamu biar bisa ngawasin Fendi di sana," Rina yang menjawab sambil tertawa.


" Bagaimana perasaan kamu sebenarnya sama Fendi sih Lus?" tanya Rina.


" Enggak tau Rin, jujur rasa suka sih ada..tapi kalau diajak pacaran jarak jauh kayaknya aku belum mau prend...kalau emang nanti Eni yang berjodoh sama Fendi ya ga apa- apa juga," ucap Lusiana serius.


" Udah tenang jodoh ga akan kemana Lus.....aku lihat sih kamu nya aja yang masih banyak pertimbangan Lus," tambah Rina.


" Nanti disambar orang baru nyesel," goda Eni.


" Disambar Eni nanti ha...ha...," Rina yang menyahut ledekan Eni.


kring....


Ponsel Lusiana tiba- tiba berdering... Lusiana merogoh tasnya dan mengambil ponselnya.


Nama bang Vino yang muncul di layar.


" Tunggu bentar ya...dari bang Vino...," Lusiana menunjuk ke arah ponselnya.


Teman- teman Lusiana menggangguk kompak.


Lusiana mengangkat telepon genggamnya.


" Iya halo bang Vino..."


" Halo Lus.... ini aku mas Dirga."


Lusiana mengerutkan keningnya, mengapa mas Dirga yang menggunakan ponsel abangnya.


" Iya mas Dirga, bang Vinonya mana?'


" Lagi ke kamar mandi, abangmu suruh telepon Lus katanya nanti mau dijemput pulang jam berapa?"


Lusiana memang sudah memberitahu abangnya Lusiana mau bertemu dengan teman- temannya, tapi Lusiana tidak minta dijemput.


Abangnya ada- ada aja, pasti Dirga dikerjain sama bang Vino...pikir Lusiana.


" Aku belum tau mas pulangnya jam berapa, ini masih ngobrol...," jawab Lusiana.


" Ya udah satu jam lagi kami susul ke sana ya, di rumah makan mana Lus?"


" Rumah makan " Mentari" mas."


" Oke... Lus nanti kalau kita belum sampai, kamu tunggu di sana ya..," lanjut Dirga lagi.


" Oke mas Dirga...makasih ya."


" Sama- sama Lus," Dirga lalu menutup sambungan teleponnya.


Lusiana lalu menyimpan ponselnya di dalam tas.


" Ada gebetan baru rupanya. Mas Dirga siapa Lus?" teman- teman Lusiana ingin tau.


" Temannya bang Vino," jawab Lusiana.


Pelayan sudah datang membawa pesanan mereka. Lalu meletakkannya satu persatu di meja.


Mereka makan sambil mengobrol.


" Ganteng ga Lus?" tanya Eni kepo.


" Ganteng En...kayak aktor Korea...."


" Gantengan mana sama Fendi Lus?" tanya Rina juga ingin tau.


" Gantengnya mas Dirga ganteng mateng....kalau Fendi gantengnya ganteng setengah mateng ha....ha..," jawab Lusiana becandain kedua teman- temannya.


" Astaga Lus, kayak buah aja pake mateng...setengah mateng..," Rina menepuk jidatnya.


" He...he...intinya dua- duanya ganteng prend...cuma lihat dari sudut mana. Sudut depan, samping, apa belakang...," Lusiana tertawa sambil mengelap matanya yang berair karena kebanyakan tertawa.

__ADS_1


Rina dan Eni tertawa....seru banget kalau mereka udah ngumpul.


" Udah ah ketawa mulu, habisin makan dulu ah, entar malah keselek," ucap Lusiana.


ketiga sahabat itu segera menghabiskan makanan mereka.


"Rin, kamu sendiri kapan ngundang?" tanya Eni pada Rina.


" Masih lama En...kumpulin duit dulu, lagian masih muda ngapain buru- buru nikah, iya ga Lus?"


" Betul Rin, nikmatin dulu masa muda," sahut Lusiana tertawa kecil.


Ponsel Eni berdering...


Eni merogoh tasnya, lalu mengambil ponselnya.


" Mamaku telpon, bentar ya..."


Eni menyalakan speaker handphone nya, sehingga Lusiana dan Rina bisa mendengar suara mamanya.


" En... belum pulang juga?"


" Belum ma, bentar lagi pulang," jawab Eni.


" Jangan kemaleman pulangnya, anak gadis pulang malam bahaya...," terdengar suara mama Eni dari seberang sana.


" Iya ma, abis ini Eni segera pulang."


" Ya udah hati- hati di jalan. Mama tutup dulu teleponnya."


" Iya . Bye ma..."


Eni menutup teleponnya.


" Ya ga seru deh, anak gadis udah disuruh pulang," ledek Rina.


" Ga bareng aja pulangnya En, nanti tungguin bang Vino aja sama temannya kan mau ke sini. Tar minta anterin kamu sekalian."


" Ga usah Lus, ngerepotin. Ya udah aku cabut dulu ya ..jangan lupa Lus di acara Abang aku ya.. nanti aku kirim dress seragamnya ke rumah kamu."


Eni lalu memanggil pelayan untuk membayar pesanan makanan dan minuman mereka.


" Patungan aja En...," ucap Lusiana mengeluarkan dompetnya.


" Ga usah Lus, hari ini aku yang bayar. Kan aku yang ajak kalian ke sini," Eni mengeluarkan uangnya dan membayar tagihan kepada pelayan.


" Kalian berdua ngobrol aja, kan jemputan kalian belum datang...aku duluan ya. Nanti kontekan lagi. Bye...."


" Bye En, makasih ya...ttdj..." ucap Lusiana.


"Makasih En....hati- hati..," sambung Rina.


"Sama- sama...."


Eni bangun dari kursinya. Lalu berjalan keluar rumah makan setelah melambaikan tangan pada kedua temannya.


" Kamu udah hubungin pacar kamu Rin, dijemput jam berapa?" tanya Lusiana pada Rina.


" Bentar lagi juga nyusul ke sini Lus, nanti bareng aja...kalau bang Vino udah nyampe ke sini baru kita cabut."


" Ngomong- ngomong kamu beneran Lus belum mau pacaran?" tanya Rina.


" Tergantung Rin...."


" Tergantung apa?"


" Situasi dan kondisi," jawab Lusiana tertawa.


" Maksudnya?"


" Ya sekarang sih belum mau Rin, tapi kan ga tau misalkan ada yang benar- benar sreg lalu jadian kan bisa aja..."


Rina manggut- manggut.


Tiba- tiba dari arah belakang ada yang memanggil.

__ADS_1


" Lusiana.......


Lusiana dan Rina menoleh ke arah orang yang memanggil Lusiana....


__ADS_2