
Dirga membelokkan mobilnya masuk ke halaman rumah Lusiana setelah mengantar mbak Tin terlebih dahulu.
Mereka bertiga turun dari mobil setelah Dirga mematikan mesin.
" Ayo masuk ke rumah bro," ucap Vino pada Dirga.
Lusiana masuk ke dapur mengambilkan dua gelas air putih buat Dirga dan Vino.
" Lusi udah pulang Ma," sapa Lusiana pada mamanya.
Mama Lusiana sedang memasak di dapur, menyiapkan makanan untuk mereka.
" Iya Nak...."
" Nanti suruh abangmu ajak Dirga untuk makan bersama Lus," kata mamanya.
" Emang tadi bang Vino dari bandara diantar sama mas Dirga ke sini ma?" bisik Lusiana pada mama.
" Iya tuh, tumben abangmu pulang ga ngasih tau."
" Lusiana ke depan dulu ya ma, anterin minum."
Mama Lusiana menggangguk sambil meneruskan pekerjaannya menumis sayuran.
Di ruang tamu terdengar gelak tawa abangnya dan Dirga.
" Minum dulu mas Dirga," Lusiana meletakkan gelas di atas meja tamu.
" Bang Vino disuruh mama nanti ajak mas Dirga untuk makan bersama," kata Lusiana menatap Vino.
" Jangan ngerepotin Lus," jawab Dirga
" Udah bro santai aja, ga ada yang ngerepotin," Vino yang menyahut.
" Iya mas ga ngerepotin kok," sambung Lusiana tersenyum.
" Duduk sini Lus, " kata Vino menepuk bangku di sebelahnya.
" Nanti aja Bang...Lusi mau mandi dulu, udah lengket."
" Mas Dirga ngobrol aja ya... Lusi tinggal mandi dulu."
" Silahkan Lus."
Lusiana meninggalkan ruang tamu lalu masuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi, Lusiana berjalan menuju ke ruang tamu. Sudah ada mama Lusiana yang ikut ngobrol bersama bang Vino dan Dirga.
Lusiana melihat bang Vino tertawa meledek Dirga.
" Maka nya cepetan cari isteri bro..." entah topik apa lagi yang jadi candaan bang Vino nya.
" Ya kalau belum ketemu jodohnya gimana dong bro?" jawab Dirga.
__ADS_1
" Tuh calonnya datang," tunjuk bang Vino pada Lusiana.
" Apaan sih bang, becanda aja," kata Lusiana sambil duduk di sebelah Vino.
" Ma, Dirga ini punya toko emas lho...," Vino ga bisa berhenti menggoda Dirga.
" Itu toko kongsian bro, kongsi sama adik aku . Dia juga yang urus tokonya."
" Mas Dirga kerja di mana? " tanya Lusiana.
" Tuh lagi diwawancara sama calon isteri bro, pengen tau dia ha....ha..."
Lusiana mencubit pinggang abangnya.
" Ini orang dari dulu ngeselin ya..." kata Lusiana gemas.
Mama Lusiana hanya tertawa melihat tingkah laku kedua anaknya.
" Udah bro, bisa serius ga sih. kasian Lusiana dari tadi digodain ga ada abisnya," ucap Dirga terkekeh.
"Cie....yang dibelain calon suami..." belum puas Vino menggoda adiknya yang sudah melotot ke arahnya.
" Ma....bang Vino ngeselin," Lusiana minta bantuan mamanya.
Vino ga berubah, adiknya selalu jadi bahan ledekan. Kalau udah ketemu, ga lengkap kalau Lusiana ga jadi korban candaannya.
" Udah...udah Vin, malu tuh diliat sama Dirga. Udah punya anak....masih suka ledekin adiknya," bela mama.
Dirga hanya ikut tertawa dan geleng- geleng kepala melihat ulah temannya itu.
" Ngurus swalayan Tan.., baru jalan dua tahunan ini, kerja sama dengan UMKM pembuatan makanan. Jadi di swalayan Dirga khusus jual makanan buat oleh- oleh gitu, semacam kerupuk, kemplang, sama makanan khas Bangka lainnya," jelas Dirga.
" Wah hebat Nak Dirga bisa buka lapangan kerja sendiri," puji mama Lusiana tulus.
" Iya dong ma, cocok kan untuk dijadiin calon mantu...Au.....," Lusiana mencubit lagi, kali ini dengan kencang.
Lusiana sebal abis sama abangnya ini, " menjatuhkan" mukanya di depan Dirga.
Diam- diam Dirga mencuri pandang pada Lusiana.
Dirga melihat wajah cantik berhidung bangir dengan bibir mungilnya. Hatinya bergetar....
..............................
Setelah selesai makan, Lusiana membereskan piring bekas makan mereka sementara Vino dan Dirga ngobrol di teras rumah.
Mama Lusiana duduk di ruang tengah menonton televisi, menunggu lanjutan drama Korea kesayangannya.
" Bro, aku serius... kamu boleh pacarin adikku kalau suka," ucap Vino pada Dirga.
" Tapi adikmu masih muda bro, mana mau dia sama aku yang udah tua,"
jawab Dirga.
__ADS_1
" Cuma beda 6 tahun bro...., emang kamu udah merasa tua? aku aja berasa masih muda. ha....ha...," Vino tertawa.
Dirga hanya mesem- mesem, temannya ini kalau bicara memang suka ceplas- ceplos apa adanya.
Tapi hal ini yang membuat Dirga merasa cocok berteman dengan Vino.
Vino teman yang menyenangkan, suka bercanda.
Dirga tentu tidak keberatan kalau mengubah status mereka dari teman menjadi ipar.
Dirga tertarik dengan sosok Lusiana, terlihat dari sikapnya gadis itu seorang gadis yang anggun dan elegan.
" Bengong aja bro, ayo ngelamunin apa ngaku....," Vino menggoda Dirga.
" Lusiana emang belum punya pacar bro?"
" Kata mama aku sih belum bro, tapi kudengar ada beberapa cowok yang lagi ngejar- ngejar adikku itu."
" Wajar banyak yang suka...Lusiana cantik..."
" Tuh ngaku kan bilang adikku cantik, aku tambahin lagi bro adikku itu baik, rajin, dan jadi kesayangan keluarga aku."
" Maka itu bro, adikmu cantik...banyak cowok yang suka, mana bisa aku saingan sama mereka yang muda- muda."
" Minder aja kamu bro, kayak berasa udah kakek- kakek aja...kita cuma beda 6 tahun sama adikku itu.. 6 tahun ga beda banyak bro..."
" Dulu aja waktu kita masih kuliah, aku sering pergi bareng Lusiana dan dikira kami ini pacaran bro..." lanjut Vino lagi.
" Aku pengennya pas aku jauh dari sini, ada yang bantu jagain Lusiana sama mama bro..."
" Dan orang itu harus orang yang bisa dipercaya, aku ga kenal sama cowok- cowok yang lagi ngejar- ngejar adikku.
Jadi aku lebih suka kalau seandainya kamu yang jadi pacar adikku."
" Tapi aku ga bisa memaksa juga, perasaan kan ga bisa dipaksa. Itu terserah Lusiana dan juga kamu bro..."
" Aku hanya berusaha mendekatkan kalian berdua, mau lanjut silahkan...mau enggak juga tidak apa- apa bro," Vino panjang lebar mengeluarkan apa yang ada di kepalanya.
" Tapi aku berharap sih semoga kalian berjodoh."
Dirga hanya manggut- manggut, Dirga dengan senang hati seandainya Lusiana mau jadi pacarnya.
Tapi tidak mungkin, dalam waktu perkenalan yang begitu singkat mereka langsung pacaran.
Dirga juga menyadari, semua hubungan butuh proses panjang... tidak bisa hanya dalam beberapa hari saja.
Harus menciptakan kedekatan hubungan batin, baru bisa menjalankan hubungan ke arah yang lebih serius.
"Ngomong- ngomong kapan kamu balik ke Cianjur bro?" tanya Dirga.
" Aku ambil cuti seminggu bro, hari ke enam udah harus balik."
" Ya udah nanti aku ajak kamu jalan- jalan selama kamu berada di sini."
__ADS_1
" Oke sekalian ajak Lusiana, biar kalian bisa dekat, kalau aku udah balik Cianjur kamu sering- sering aja datang ke sini bro."
" Ashiap...."