Lusiana Cantik

Lusiana Cantik
Nino berkunjung


__ADS_3

Jam istirahat siang di kantor, suasana kantor agak lengang. Para pegawai biasanya memanfaatkan waktu istirahat untuk keluar makan. Lusiana masih sibuk dengan pekerjaannya. Ia hanya mengganjal perutnya dengan sebungkus roti.


Hendra keluar dari ruangannya dan pandangannya langsung tertuju pada Lusiana yang masih berkutat di depan komputernya.


"Ini jam istirahat, waktunya makan siang. Jangan sampai nanti kamu sakit, lalu menyalahkan perusahaan ya!" Hendra menegur Lusiana dengan suara agak keras.


Lusiana langsung menoleh ke arah sosok yang menegurnya.


"Iya Pak, ini bentar lagi selesai. Lagi nanggung."


"Kamu udah makan? mau ikut makan siang sama sama saya?"


" Ga usah Pak, saya udah makan roti, udah kenyang...makasih tawarannya."


Hendra hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu bergegas menuju arah keluar.


Telepon di meja Lusi tiba-tiba berdering. Lusiana segera mengangkatnya.


"Halo Lusi, ada tamu buat kamu lagi nunggu di lobi." sapa Susan operator kantor.

__ADS_1


"Siapa mbak Susan?" Lusi bertanya heran, ga biasanya ada tamu yang sengaja mencarinya. Selama ini tamu yang datang biasanya relasi Hendra.


"Ngakunya sih relasi Pak Hendra, Lus. Katanya ada urusan juga sama kamu Lus. Segera ke depan ya."


"Oke mbak Susan, makasih ya." Lusiana menutup teleponnya. Ia menutup layar komputernya lalu berjalan menuju lobi kantor.


Lusiana melihat seorang pria yang duduk di sofa tamu lobi yang arah duduknya memunggungi, pria itu sedang memainkan hp nya lalu menoleh pada saat Lusiana tiba.


" Pak Nino." Sapa Lusiana agak heran dengan kedatangan Nino, ada urusan apa kiranya Nino datang ke kantor mencarinya.


" Halo Lusi cantik, selamat siang dan gimana kabarnya?" Nino langsung berdiri dan tersenyum sumringah.


"Saya baik Pak, ada apa Pak Nino mencari saya?" tanya Lusiana heran.


" Eh iya maaf Pak, silahkan duduk." Lusiana menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Lusiana lalu duduk di sofa yang ada di seberang meja. Nino duduk di tempat semula.


"Maaf mungkin kedatangan saya mengganggu, saya ke sini sekalian mau bertemu Pak Hendra. Tapi kata Bu Susan Pak Hendra lagi keluar makan siang."

__ADS_1


"Waktu kamu datang tempo hari ke kantor saya, kan saya pernah meminta izin mau berkunjung ke sini, kamu bilang boleh kan..."


Lusiana mengira waktu itu Nino cuma berbasa-basi, dan Lusiana mengiyakan sebagai sopan santun.


"Saya ingin menjadi teman kamu, kalau kamu mengizinkan bolehkan kita berteman?"


"Saya tidak berkeberatan berteman dengan siapa aja Pak."


"Kalau begitu kenapa tempo hari pesan WA saya tidak kamu balas?"


Lusiana jadi tak enak hati, ia memang tidak berkeberatan berteman dengan siapa aja, cuma Nino baru dikenalnya dan sudah berani memanggilnya dengan sebutan cantik.


Lusiana mengenal beberapa jenis lelaki, dari yang pernah ia temui ada banyak jenis lelaki yang seperti Nino kalau berbicara mulutnya manis, ada yang perhatian dan sopan seperti Fendi teman SMA nya, atau yang seperti Hendra si bos galak tapi kadang perhatian juga tapi ga pernah bersikap kurang ajar.


Lusiana sedikit banyak bisa menebak sifat buaya dalam diri Nino. Lusiana bukannya suka disebut cantik sama Nino, yang ada rasa risih. Mungkin terhadap wanita lainpun, Nino sudah biasa bersikap manis dan suka merayu.


"Jadi kalau kita boleh berteman, bolehkah saya main ke rumah kamu?"


Lusiana ingin menghindar, dan memutar otaknya bagaimana cara menolak yang tidak membuat Nino tersinggung.

__ADS_1


" Saya minta alamat rumah kamu boleh?" lanjut Nino.


Lusiana sedikit bingung untuk menjawab, tiba-tiba pintu lobi terbuka, Lusiana dan Nino langsung menoleh ke arah pintu lobi.


__ADS_2