Lusiana Cantik

Lusiana Cantik
POV Nadya: masa lalu 2


__ADS_3

Aku akhirnya menamatkan SMA ku, setelah lulus SMA aku memutuskan untuk kursus menjahit.


Papa mama mendukung keputusanku, aku tidak melanjutkan kuliah untuk mengurangi beban Papa mama, karena aku tau untuk kuliah membutuhkan uang yang tidak sedikit.


Aku ingin mempunyai keahlian yang bisa dipakai untuk menghidupi diriku sendiri nantinya.


Hanya dalam waktu setahun, aku sudah bisa menguasai teknik menjahit.


Aku lalu mulai menerima jahitan di rumah.


Mulanya hanya satu dua tetangga saja yang memakai jasaku membuat pakaian untuk mereka.


Tapi lama kelamaan, dengan promosi dari mulut ke mulut langganan ku udah mulai banyak.


Aku mulai banyak menerima pesanan, langgananku rata- rata puas dan suka dengan hasil kerjaku, rapi kata mereka.


Dari hasil kerja kerasku, aku bisa menabung.


Pekerjaanku juga tidak mengganggu hubunganku dengan Anto.


Anto juga sudah bekerja, ia menjadi pedagang sayur di sebuah pasar tradisional di kotaku.

__ADS_1


Setiap malam Minggu, Anto selalu datang menemuiku. Kadang hanya untuk sekedar mengobrol atau keluar nonton teater, makan, atau jalan- jalan.


Begitupun di hari Minggu sore, Anto sering mengajakku main ke pantai dengan naik motor Vespanya.


Dunia terasa hanya milik berdua, cinta kami tumbuh semakin bersemi.


Dewi sahabatku sudah menikah dengan Rudi. Sementara Linda kudengar dari Anto berpacaran dengan Ferdi, adik Anto.


Dunia ternyata sangat sempit, orang yang selalu memusuhiku akan jadi calon iparku.


Ternyata Ferdi, diam- diam dari dulu sudah menyukai Linda.


Sampai sekarang, Linda masih memusuhiku walaupun ia sudah berpacaran dengan Ferdi.


Toh, aku juga tidak pernah mengganggu hidupnya.


Anto memutuskan untuk segera melamarku, kami akan segera menikah.


Kedua pihak keluarga sudah merestui hubungan kami berdua.


Di hari dimana Anto akan melamarku, keluargaku sudah menyiapkan segala sesuatunya. Hanya keluarga besar yang kami undang, rencananya di hari resepsi pernikahan kami barulah akan mengundang tetangga, kenalan, dan teman- teman.

__ADS_1


Kami akan melaksanakan lamaran dan pernikahan kami secara sederhana untuk menghemat biaya.


Kak Lusi bersama suami dan seorang anaknya sudah datang dari Surabaya.


Kak Lusi yang merias wajahku, kakakku emang pintar merias wajah. Di hari lamaran, aku tampil dengan dress sederhana berwarna merah.


Linda tanpa kuduga pagi itu menemuiku, matanya bengkak seperti habis menangis.


Masih kuingat kata- kata kasarnya pada saat itu.


" Dasar perempuan murahan, ga tau diri. Kamu merebut Anto dariku. Harusnya aku yang dilamar Anto hari ini bukan kamu, pelet apa yang kamu pakai untuk mendapatkannya."


Aku terkejut, ku sangka selama ini ia sudah menerima hubunganku dengan Anto. Bukannya dia sudah menjadi pacar Ferdi?


Ternyata dugaan ku selama ini salah, Linda masih belum bisa melupakan Anto.


Aku tidak ingin terpancing dengan kata- katanya karena aku tidak ingin merusak hari bahagiaku.


" Linda, maafkan aku kalau aku tanpa sengaja menyakiti hatimu, aku dan Anto saling mencintai. Tolong lupakan Anto, biarkan ia bersamaku," kataku membujuknya.


"Bukankah kamu juga udah jalan sama Ferdi? cintai Ferdi, kalau kamu tidak bisa melupakan Anto kamu akan menyakiti Ferdi, apalagi mereka kakak beradik. Kita juga akan segera jadi ipar."

__ADS_1


" Tidak bisa, sampai kapanpun aku ga akan merelakan Anto jadi milikmu, camkan itu," Linda berlalu tanpa permisi.


Aku hanya bisa menghela napasku, aku dengan tulus mendoakannya agar Linda mendapatkan kebahagiaannya bersama Ferdi, kekasihnya.


__ADS_2