Lusiana Cantik

Lusiana Cantik
POV Hendra: suka atau tidak


__ADS_3

Aku bekerja di perusahaan Papaku, Papaku mempercayakan perusahaannya padaku karena aku anak satu- satunya. Papaku seorang yang perfect, semuanya harus sempurna seenggaknya mendekati sempurna. Sementara mamaku lebih terbuka dan simple ga ribet.


Aku lebih dekat ke mama, karena kalau sama Papa sifatnya tegas dan ga bisa bercanda.


Di kantor, aku punya seorang pegawai yang menurutku cantik, anggun, dan rajin. Lusiana namanya.


Beberapa bulan ini, entah kenapa aku suka marah-marahin dia, bentak- bentak dia. Kadang dia juga suka nyolot kalau dikasih tau, kadang bikin emosiku jadi naik kadang ada rasa gemes kalau ngeliat dia.


Setelah aku putus dengan Nadine, belum ada satu orang wanita pun yang bisa membuatku terusik.


Lusiana ku lihat berbeda dari wanita kebanyakan termasuk Nadine, dia lugu, sederhana, polos tapi lincah.


Aku tak tau apa aku mulai menyukai gadis itu atau hanya karena dia pegawai ku satu-satunya yang belum menikah.


Pegawai ku yang lain, rata-rata sudah berumur matang dan sudah punya anak. Hanya Lusiana yang paling muda dan masih lajang. Mungkin itu juga penyebab dia lebih sering kumarahi walaupun kadang dia tidak melakukan kesalahan.

__ADS_1


Ah, kadang aku tersenyum sendiri melihat reaksinya yang tidak dibuat-buat dan tidak cari muka.


Eit, tunggu dulu kenapa ini selalu tentang Lusiana. Apa aku yang mulai suka, aku menepuk jidatku sendiri.


Tapi, sungguh tanpa kusadari debar- debar halus ini mulai kurasakan kalau menatap wajahnya yang cantik dan polos.


Lusiana termasuk gadis yang rajin, selama menjadi pegawai ku, ia selalu datang tak pernah telat, ia juga tidak pernah absen, kecuali sakit atau ada keperluan yang benar-benar penting.


Mungkin rasa suka ku dimulai dari rasa kagum karena Lusiana memang termasuk pegawai yang menurutku pegawai berkualitas.


Untungnya, Mamaku ga pernah ikut-ikutan Mama karena mama bilang semua ada waktunya.


Mama menyerahkan semua keputusan padaku, mama juga ga setuju dengan yang namanya perjodohan.


Kata mama rumah tangga ga akan kuat, jika tidak ada cinta di dalamnya.

__ADS_1


Aku punya banyak teman wanita yang suka mencari perhatianku. Tapi malah tidak ada yang bisa membuatku tertarik, karena menurutku wanita yang mengejar-ngejar pria tidak mementingkan harga dirinya.


Entah mengapa, hanya Lusiana yang ada dalam pikiranku akhir-akhir ini. Selain cantik, menurutku ia tidak murahan. Ia bisa menjaga sikapnya.


Lusiana... Lusiana...nama itu seperti sebuah pemacu semangat bagiku. Aku ga tau nantinya, apa Lusiana akan menyukaiku.


Aku juga belum memutuskan, akan mendekati Lusiana atau tidak karena aku juga tidak ingin Lusiana merasa tidak nyaman.


Dan juga Papaku mungkin tidak akan menyetujui, karena aku tau Papa hanya mementingkan bibit, bebet, bobot.


Ah, aku mendesah kadang segala sesuatu tidak terlihat mudah yang bagi orang lain terlihat mudah.


Aku hanya menjalani saja seperti air yang mengalir, yang akan ikut kemana aliran arus membawanya. Karena bila melawan arus, akan berasa berat dan butuh energi yang besar.


Aku juga belum terlalu menyelami kehidupan pribadi Lusiana. Selama ini aku hanya berhubungan antara atasan dan bawahannya, tidak lebih.

__ADS_1


Lusiana...Lusiana...akankah kau kan kugapai.


__ADS_2