Lusiana Cantik

Lusiana Cantik
POV Lusiana : Akhir yang Bahagia


__ADS_3

Hari Minggu Om Ferdi dan Kak Yanti berkunjung ke rumahku.


Butik Desi sedang rame- ramenya, aku membantu Desi di butiknya sementara mama menjaga Putri di rumah.


Kak Yanti menyusul ke butik memanggilku.


"Lus, bisa ke rumah sebentar? ada yang ingin kami bicarakan," kata kak Yanti.


"Pergilah Lus, di sini masih bisa ditangani kok," ujar Desi.


Aku lalu mengikuti Kak Yanti ke rumah, pasti ada sesuatu yang penting.


"Halo Om," sapaku sambil menyalami Om Ferdi.


"Duduk sini Lus," om Ferdi menunjuk sofa di sebelahnya.


Aku menurut, lalu duduk di sebelah Om Ferdi.


Mama duduk di seberang sambil menggendong Putri yang terlelap.


"Lus, Om dan Kak Yanti mu datang kemari sebenarnya karena Tantemu," Om Ferdi memulai pembicaraan.


" Tante mu sedang sakit sekarang, ia merasa bersalah beberapa waktu ini hingga stress sampai sakit," jelas Om Ferdi.


"Lus, maafkan mama ya....," Kak Yanti menatapku.


"Sebenarnya pada saat kami kecelakaan waktu itu karena mama bertengkar dengan mas Aldo di dalam mobil," Kak Yanti memulai ceritanya.


Flashback:


"Aldo, sebenarnya Tante lebih suka kamu yang jadi menantu Tante daripada Herman, sepupumu itu," Tante Linda berujar pada Aldo.


" Herman cocok sama Yanti Tan...Herman laki- laki yang baik dan penyayang," jawab Aldo.


" Mama apa- apaan sih?" Yanti menyela.


"Kamu diam saja, mama lagi bicara sama Aldo...kamu jangan ikut campur," ketus Tante Linda.


Yanti langsung bungkam, mama nya keras kepala tidak akan terima jika diberitahu.


"Aldo...apa sih yang kamu lihat dari Lusiana? perempuan miskin seperti itu kok kamu suka?" tanya Tante Linda pada Aldo.


" Karena Aldo mencintai Lusiana, lagi pula Lusiana gadis yang baik kok tidak neko- neko," bela Aldo.


"Belum tau saja kamu Aldo...Lusiana itu sama seperti mama nya...perempuan gatal," Tante Linda menghina Lusiana.


"Tolong Tante jaga ucapan Tante...," Aldo mulai terpancing, ia menahan rasa marah.


Ia tidak terima Lusiana dan mamanya dihina di depannya.


"Kamu akan menyesal kalau menikahi gadis itu...perempuan miskin tidak tau diri," Tante Linda semakin menjadi- jadi.


" Tolong hentikan Tante....jangan hina Lusiana dan mamanya," Aldo mulai berteriak.


"Mereka memang pantas untuk dihina...mengapa kamu harus marah?" balas Tante Linda tidak mau kalah.


"Kalau Tante berani menghina mereka lagi....saya tidak akan segan- segan lagi," jawab Aldo.


"Oh....kamu bela mereka? memang mereka itu pintar cari muka...cih...laki- laki sudah kena pelet kamu," Tante Linda semakin kelewatan.


Aldo tidak bisa menahan kemarahannya lagi, ia menoleh ke belakang.


"Iya mereka memang pantas untuk dibela," teriak Aldo.

__ADS_1


"Mas Aldo...awas...," teriak Yanti.


Dari arah depan mereka ada truk besar yang sedang melaju dengan kencang.


Aldo kaget, ia spontan membanting setir untuk menghindari tabrakan.


Tapi mobil mereka yang juga sedang melaju lumayan kencang kehilangan keseimbangan.


Mobil mereka terbalik dan menabrak tiang pembatas jalan.


***


Kak Yanti terisak, ia menyudahi ceritanya.


" Waktu pemakaman, mama bersikap kasar padamu Lus...sebenarnya itu untuk menutupi rasa bersalahnya...mama memang keras kepala...ia melempar kesalahan padamu karena rasa bersalahnya," Kak Yanti menghapus air matanya.


"Beberapa waktu ini ia harus dihantui oleh mimpi buruk...ia mau meminta maaf tapi rasa gengsinya sangat tinggi," tambah Kak Yanti.


Aku terdiam mendengar cerita Kak Yanti, ternyata mereka kecelakaan karena Aldo bertengkar dengan Tante Linda dan ia membelaku.


Air mataku turun dari sudut mataku tanpa aku sadari, begitu besar rasa cinta Aldo padaku...ia melindungiku sampai ajal menjemputnya.


Rasa haru menyelimuti hatiku.


"Kami ke sini mewakili Tante Linda mu untuk minta maaf Lus," ucap Om Ferdi.


"Maukah kamu nanti menjenguk Tante Linda?" tanya Om Ferdi.


"Lusiana nanti akan ke sana Om...," jawabku.


"Katakan pada Tante Linda, Lusiana sudah memaafkannya," tambahku lagi.


"Syukurlah...kamu memang gadis yang baik," Om Ferdi menepuk pelan bahuku.


"Kalau begitu kami permisi dulu, terima kasih sudah mau memaafkan Tante mu itu," ujar Om Ferdi.


*********


"Lusiana sudah lama memaafkan Tante," jawabku.


Tante Linda memeluk tubuhku.


"Terima kasih sayang....," ucapnya.


"Nadya....aku juga minta maaf padamu...selama ini aku masih menyimpan dendam dari masa lalu...maukah kamu memaafkan semua kesalahanku?" Tante Linda beralih pada Mama.


"Aku juga minta maaf Lin, kalau selama ini aku sudah menyinggungmu," jawab mama tulus.


Tante Linda lalu memeluk mama, aku terharu.


Ada rasa lega dalam hatiku, bagaimana pun jika ada yang tidak menyukai kami ..maka akan ada rasa tidak enak.


"Yanti dan Herman akan segera menikah....," Tante Linda memberitahu kami dengan antusias.


"Lusiana dan Puteri angkatku Desi juga akan segera menikah," mama terlihat bahagia.


"Bagaimana kalau kita lakukan bersamaan dalam satu acara? pasti meriah," Tante Linda terlihat bersemangat.


Mama menoleh ke arahku, aku mengedikkan bahu.


"Nanti kita bahas lagi....kita kumpulkan keluarga besar kita," jawab mama.


"Baik.....," senyum Tante Linda sumringah.

__ADS_1


***********


Bang Vano dan Bang Vino pulang bersama anak- anak dan isteri mereka.


Rumah sederhana kami menjadi ramai.


Tiga gaun pengantin sudah selesai dijahit dari butik Desi hasil desain dari Desi.


Bibi Lusi atau bibi Sisi juga sudah datang dari Surabaya, begitu juga dengan Paman Didi.


Mas Dirga masih suka bercanda dengan Bang Vino.


"Akhirnya kamu jadi adik iparku juga," kata Bang Vino sumringah.


"Sekarang menjadi tanggung jawabmu menjaga rumah ini dan keluarga kita," sambung bang Vino.


*********


Tiga pasang pengantin di sebuah acara resepsi pernikahan.


Menjadi salah satu acara yang paling unik, karena sangat jarang terjadi.


Tamu- tamu sudah berdatangan, terlihat sangat meriah.


Mereka memilih ruangan yang besar juga karena pernikahan dari tiga pasangan pengantin tentu saja akan menampung tamu- tamu yang lebih banyak.


Lusiana terlihat cantik dengan gaun pengantinnya, di sebelahnya pengantin pria tidak berhenti menatapnya.


"Mas Hendra jangan menatapku seperti itu," Lusiana merona.


"Kamu sangat cantik," Hendra menatap mesra pasangannya.


Mereka diapit kiri dan kanan oleh mama Lusiana yang didampingi Vano dan Mama papa Hendra.


Di sebelah Vano duduk sepasang pengantin cantik Desi dan Dirga diapit oleh mama papa Dirga.


Dan satu lagi sepasang pengantin Yanti dan Herman yang diapit Tante Dewi dan suaminya bersama Tante Linda dan Om Ferdi.


Ketiga pengantin terlihat sangat cantik, semua tersenyum bahagia.


Tamu- tamu berebut mengambil foto mereka, karena keunikan sebuah acara resepsi pernikahan dengan tiga pasang pengantin di dalamnya.


Nampak pula wartawan lokal yang meliput, selain karena ini adalah pernikahan dari putera pengusaha Beyudha juga karena keunikan dari acara pernikahan tersebut.


Lusiana tidak berhenti tersenyum, akhirnya ia memilih pelabuhan terakhir untuk cintanya berlabuh.


Hendra akhirnya mempersuntingnya dengan restu dari orang tua nya.


Beyudha sudah menyesali perbuatannya, dan kali ini ia ingin Hendra memilih sendiri pasangan hidupnya.


Ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, dengan sepenuh hati ia sudah menerima Lusiana menjadi menantunya.


Papa dan mama Aldo juga datang menghadiri pernikahan mereka, mereka memeluk Lusiana dengan penuh haru.


"Tetaplah menjadi Puteri kami," ucap mama Aldo sambil mengusap air matanya.


"Jangan menangis ma, Lusiana tetap menjadi Puteri mama dan papa," Lusiana balas memeluk kedua orang tua Aldo dengan tidak kalah haru.


Desi dan Dirga akhirnya juga memutuskan menjadi pasangan hidup, karena Dirga juga telah jatuh cinta pada Desi dan Putri, orangtua nya juga mendukung karena mereka ingin Dirga segera mendapatkan isteri yang baik.


Desi yang sudah menjadi Puteri angkat Nadya, tentu Vino juga sangat senang Dirga menjadi adik iparnya, hubungan mereka sekarang menjadi hubungan keluarga.


..................TAMAT..........

__ADS_1


Catatan: Cerita ini hanya fiktif semata, hasil imajinasi penulis.....Terima kasih untuk para pembaca setia yang sudah membaca cerita ini hingga tamat.


Baca cerita lainnya," suara dari alam lain". dijamin seru......


__ADS_2