Lusiana Cantik

Lusiana Cantik
POV Lusiana: Aldo dan Fendi


__ADS_3

Aku masih berbaring di kasurku, pagi ini mama tidak mengizinkan aku untuk bangun pagi. Tadi malam, mama sudah mewanti- wantiku untuk mengistirahatkan tubuhku dari aktivitas.


Kebetulan hari ini kalender merah, jadi kantorku libur. Aku bisa memanfaatkan waktuku untuk istirahat tanpa memikirkan pekerjaan.


Kemarin, si bos galak datang menjengukku. Dia datang membawa parcel buah dan juga mengembalikan pakaianku yang kutinggal di butik mamanya.


Pakaianku dikembalikan dalam keadaan terbungkus rapi, habis dilaundry. Si bos pasti yang meminta Mbak Niken untuk melaundrynya. Si bos walaupun galak, tapi perhatian juga.


Aku ga berani kegeeran dengan perhatian- perhatiannya. Si bos memang suka menindasku, tapi setelah kupikir- pikir ia kadang baik juga.


Buktinya kemarin, dia mau datang menjengukku. Ia tak bisa menyembunyikan sikapnya yang jelas- jelas mencemaskan aku.


Tapi itu pasti bukan karena ia menyukaiku, tapi lebih ke rasa peduli pada pegawainya.


Mama masuk dan memanggilku sarapan.


" Udah sehat kan Nak, ayo keluar kita sarapan," lembut suara mamaku.


Besar kurasakan kasih sayang mama padaku, apalagi aku adalah puteri satu- satunya, yang paling bontot lagi.


Kami sarapan bersama, mama membuat Sop sayur baso, pepes ikan, dan ayam kecap. Masakan mama selalu nikmat, apalagi nafsu makanku udah kembali.


Kusantap semua masakan mama dengan lahap, tak kupedulikan tatapan mama yang melihatku sambil senyum- senyum."


" Pelan- pelan makannya, ga ada yang mau merebutnya," ledek mama.


" Itu tandanya masakan mama paling enak dan anak mama udah sehat," balasku tak mau kalah.

__ADS_1


" Oh iya habis sarapan, mama mau cerita sesuatu sama kamu."


" Cerita apa ma, kenapa ceritanya ga sambil makan aja?"


" Habiskan dulu makananmu, nanti kita ngobrol santai aja di ruang tengah."


Aku mengangguk, penasaran mama ingin cerita apa, sepertinya penting.


Sehabis sarapan dan membereskan piring kotor, kami duduk di ruang tengah tempat biasanya kami bersantai sambil nonton televisi.


" ini kemarin ada hubungan sama mama disuruh datang ke rumah Tante Dewi ," mama memulai ceritanya.


Aku mendengar cerita mama dengan serius dan penasaran apa inti dari cerita mama.


"Kamu kan tau, Si Aldo keponakan Tante Dewi yang sudah berapa kali main ke sini sama Tante Dewi ."


" Aldo kata Tante Dewi sekarang udah sukses, punya perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor."


"Denger dulu, cerita mama belum selesai, ini ada hubungannya sama kamu Nak."


Aku mengerenyitkan keningku, apa hubungannya sama aku. Aku dan Aldo memang sudah beberapa kali bertemu dan sempat ngobrol juga.


" Gini, kata Tante Dewi Aldo itu naksir sama kamu dan berniat mau melamar kamu kalau kamu ga keberatan."


Aku terkejut mendengar cerita mama, apa ga salah Aldo naksir aku padahal ia baru beberapa kali ngobrol denganku.


"Tante Dewi juga bilang tidak harus langsung menikah, kalian tunangan dulu sambil mengenal satu sama lain."

__ADS_1


"Lalu mama jawab Tante Dewi apa?"


"Mama cuma bilang, mama ga berani memutuskan, mama menyerahkan semua keputusan sama kamu Nak."


" Terus kenapa Aldo ga langsung bertanya sama Lusi dulu ma, kenapa meminta Tante Dewi yang nyampein ke mama?"


" Kata Tante Dewi sih, Aldo serius sama kamu. Karena Tante Dewi sahabat mama, dia minta tolong nyampein ini ke kamu lewat mama, katanya karena dia menghormati kita."


"Lusi belum ada kepikiran ke sana ma, Lusi juga anggap Aldo sebagai kenalan biasa."


" Mama mau tanya, apa karena kamu suka sama bos kamu?"


" perasaan mama bilang, bos kamu itu naksir sama kamu Nak."


"Ih mama, siapa juga yang suka sama bos yang galak kayak gitu, mending Lusi sama Fendi," jawabku sambil tertawa.


" Oh iya bagaimana kabar si Fendi, teman kamu itu? masih di Taiwan dia?"


" Iya ma, Fendi kadang- kadang masih kontekan sama Lusi biarpun jarang banget."


" Kamu suka sama Fendi?"


" Sebenernya Lusi ada rasa suka sama Fendi ma, cuma Lusi ga mau pacaran jarak jauh, serahin sama waktu aja kalau emang Fendi jodoh Lusi ia ga akan lari kemana- mana pasti balik lagi," kataku sambil tergelak.


Mama mengacak rambutku dengan gemes.


"Anak mama banyak yang suka, cantik dan ngemesin sih," kata mama sambil mencubit hidungku.

__ADS_1


" Kan anak mama, cantiknya nurun dari mama kan," kukecup pipi mama dan kukalungkan tanganku ke leher mama dengan manja.


" Dasar kolokan, kesayangan mama..."


__ADS_2