Lusiana Cantik

Lusiana Cantik
POV Nadya: masa lalu


__ADS_3

Aku sekolah di salah satu SMA swasta favorit di kota kelahiranku, walaupun aku bukan berasal dari keluarga berada tapi orang tuaku mampu menyekolahkanku di sekolah favorit pada zamannya di masa itu.


Papaku seorang pegawai negeri, walaupun hanya sebagai pegawai kecil yang tidak punya jabatan tinggi, Papa bisa mencukupi kebutuhan keluarga kami.


Aku punya satu orang kakak perempuan dan satu adik laki- laki. Kak Lusi dan Didi nama mereka.


Kakak perempuanku sudah menikah dan diboyong suaminya ke Surabaya, adikku Didi masih duduk di bangku SMP.


Mamaku seorang guru SD negeri tamatan SPG ( Sekolah Pendidikan Guru) di kala itu.


Pada zaman itu, Papa mamaku sudah termasuk orang berpendidikan karena masih belum banyak orang di masa mereka yang bisa sekolah sampai setingkat SLTA dan bisa diterima sebagai pegawai negeri.


Kala itu aku sedang dekat dengan kakak kelasku yang bernama Anto.


Anto sering datang ke rumahku dan sudah kenal dengan keluargaku.


Mama papaku tak pernah melarangku dekat dengan siapapun, asalkan aku bisa menjaga diri.


Waktu itu aku mengenal Anto dari Dewi, sahabatku. Anto adalah teman baik dari Rudi, kekasih Dewi.

__ADS_1


Anto dan Rudi adalah kakak kelas satu tingkat di atas kami, mereka teman sekelas.


Anto juga merupakan Abang dari Ferdi, teman sekelas kami.


Linda, salah satu teman sekelasku menyukai Anto karena Anto dan Rudi sering main ke kelasku di jam istirahat jadi mereka juga mengenal beberapa orang teman sekelasku termasuk Linda.


Linda kuketahui adalah anak orang berada karena papanya seorang tuan tanah yang punya lahan berhektar- hektar.


Papa Linda sangat terkenal di kotaku saat itu, selain punya banyak tanah sewaan ia juga punya banyak rumah sewaan.


Linda juga punya penampilan yang lebih "wah" dibandingkan teman- temanku yang lain, wajar saja ia mampu membeli apapun yang ia inginkan.


Linda hanya mau berteman dengan teman dari keluarga berada.


Mana mau dia berteman denganku yang dianggapnya tidak selevel dengannya.


Aku sih menanggapinya biasa tidak mau ambil pusing. Aku mau berteman dengan siapa saja yang tentu saja jika mereka mau berteman denganku.


Dewi dan aku adalah sahabat dari kecil, Linda mau berteman dengan Dewi karena Dewi termasuk anak orang berada.

__ADS_1


Suatu hari Anto menembakku, karena aku memang menaruh hati padanya aku mau menjadi pacarnya.


Kami resmi pacaran, dan Anto mengumumkannya di depan teman- teman sekelasku, termasuk Linda.


Saat itu Linda langsung marah dan menunjukkan telunjuknya padaku.


"Dasar kamu murahan, kamu tidak pantas jadi pacar Anto, kamu pasti pakai guna- guna."


Aku tentu saja kaget, tidak menyangka Linda akan berkata kasar seperti itu.


" Dan kamu Anto, apa sih yang kamu lihat dari Nadya. Dia tidak pantas jadi pacar kamu!"


Linda lalu keluar dari kelas dengan marah, teman- teman yang lain terdiam dan semua mata memandang Linda dengan heran. Lalu ku lihat Ferdi, adik Anto ikut keluar menyusul Linda.


Dari cerita Anto, Linda sering datang ke rumah Anto dan ia pernah menyatakan cintanya pada Anto, tapi ditolak Anto.


Walaupun sudah ditolak Anto, Linda masih sering datang mencari Anto sambil membawa buah tangan, entah itu buah, kue, atau makanan lainnya.


Anto selalu menghindar kalau Linda datang, terkadang Anto berpura- pura ada urusan lalu buru- buru pergi atau ngumpet di kamarnya pura- pura tidur sambil mengunci pintu kamarnya.

__ADS_1


Hanya Ferdi yang menemani Linda mengobrol sampai Linda pulang.


__ADS_2