
Tadi pagi Mas Dirga sudah berangkat ke Kalimantan.
Hari ini kebetulan hari Minggu, siangnya Aldo datang berkunjung ke rumah Lusiana.
"Tumben Lus..mas Dirga hari ini ga datang?" tanya Aldo.
"Mas Dirga ke Kalimantan Al...tadi pagi berangkat," jawab Lusiana.
"Owh...pantesan sepi Lus...lalu bagaimana dengan Pak Nino sama bosmu Hendra Lus?" tanya Aldo.
" Pak Nino ternyata udah punya isteri Al...dan bosku Hendra baru saja menikah," Lusiana memberitahu.
"Benarkah...? wah berarti sainganku berkurang dong Lus," canda Aldo.
"Kamu bisa aja Al...," Lusiana tertawa.
Terdengar suara motor berhenti di depan rumah Lusiana, Lusiana ke depan untuk melihat siapa yang datang.
"Halo Lus....," sapa tamu Lusiana.
"Rina...tumben datang sendirian, Gio ga diajak?" tanya Lusiana.
" Minta minum dulu Lus aku haus," pinta Rina setelah turun dari sepeda motornya.
"Masuk Rin...," ajak Lusiana.
"Ada tamu?" tanya Rina.
"Iya ini Aldo, Rin...tunggu bentar ya aku ambilin minum," Lusiana melesat ke dapur.
"Iya teman Lusiana waktu di SMA," Rina sedang ngobrol dengan Aldo saat Lusiana kembali.
"Ini Rin, minum dulu."
"Iya Lus makasih, haus banget," Rina meneguk air minumnya hingga tandas.
"Tumben Rin...ada apa ke sini? biasanya kamu kan kalau hari Minggu sama Gio," Lusiana bertanya heran setelah duduk.
"Ada hal penting yang mau aku sampaikan Lus," jawab Rina lalu melirik ke arah Aldo.
Aldo yang dilirik langsung berasa.
"Aku cari Tante aja...lagi di mana mamamu Lus?" tanya Aldo tersenyum.
"Samperin aja lagi di dapur Al..." jawab Lusiana.
"Sori ya Al...pinjam bentar aja Lusiananya," Rina tertawa, ia merasa tidak enak sudah "mengusir" Aldo.
Aldo nyengir, ia lalu melangkah ke arah dapur mencari mama Lusiana.
"Ada apa sih Rin, sepertinya serius amat," tukas Lusiana heran.
"Ini tentang Eni dan Fendi," jawab Rina tegang.
"Ada apa dengan mereka berdua?" Lusiana tegang, ia takut terjadi apa-apa pada mereka.
__ADS_1
"Aku harus cerita dari mana ya?" Rina terlihat serius.
"Kamu bikin aku deg- degan aja Rin, ada apa sama mereka?" desak Lusiana tidak sabar.
"Apa kamu tidak bisa menghubungi Eni?" tanya Rina.
"Iya...sudah lama aku wa ke Eni, pesannya cuma centang satu...terus aku udah coba telepon Eni tapi ponselnya ga aktif," jawab Lusiana.
" Nah itu dia Lus, kamu tau apa sebabnya?" tanya Rina misterius.
" Enggak...cepetan Rin ke intinya saja...ada apa sih?" Lusiana tambah penasaran.
"Eni merasa bersalah sama kamu Lus, ia sengaja menghindari kamu...tadi ia baru menjelaskan semua alasannya padaku," cerita Rina.
Lusiana mengerenyitkan keningnya, ia masih belum mengerti.
"Lalu mengapa Eni menghindari ku?" tanya Lusiana bingung.
"Perasaan Eni ga punya salah apa-apa," sambung Lusiana lagi.
"Lus...Eni udah menikah sama Fendi di Taiwan," kata Rina hati- hati.
Lusiana menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya, ia kaget...
Lalu Lusiana tiba- tiba tertawa...Rina yang melihatnya jadi bingung.
"Astaga Eni....kirain ada apa....syukurlah dari tadi bikin sport jantung saja," Lusiana berkata lega.
" Kamu tidak marah Lus?" tanya Rina.
"Kenapa harus marah? aku malah bersyukur mereka berdua tidak apa-apa," jawab Lusiana tersenyum.
"Nanti pakai ponselku saja...sementara nomor kamu diblokir sama Eni," ucap Rina.
"Diblokir? kok aku ga kepikiran Eni blokir nomor aku ya?" tanya Lusiana.
"Sebenarnya mereka terpaksa menikah karena tidak sengaja Lus," jelas Rina.
"Maksudnya?" Lusiana tidak mengerti.
"Eni cerita...Eni dan Fendi menghadiri pesta ulang tahun pernikahan teman Fendi...salah satu teman yang punya acara pengen ngisengin sepasang suami isteri yang ultah pernikahan itu dengan memasukkan obat pe****s**g ke minuman mereka."
" Cuma entah bagaimana...minuman itu bisa tertukar dengan punya Eni dan Fendi...lalu terjadilah hal itu," Rina mengakhiri ceritanya.
"Fendi terpaksa mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia menikahi Eni tanpa memberitahu kita."
Lusiana manggut- manggut.
" Lalu mengapa Eni merasa bersalah padaku?" tanya Lusiana.
"Eni merasa udah merebut Fendi darimu, ia malu...sementara ia pernah berjanji untuk menjaga Fendi agar ga macam- macam di sana...Eni berharap kamu sama Fendi bisa jadi pasangan...tapi nyatanya malah dia yang menikah sama Fendi," cerita Rina.
Lusiana manggut- manggut, ia lalu tertawa...
"Pinjam ponselmu Rin, akan ku omelin habis- habisan anak itu," tukas Lusiana.
__ADS_1
Tut....
"Halo Rin...," terdengar suara Eni.
"Ini Lusiana bukan Rina, begitu cara kamu menghindar dariku ya?" Lusiana pura- pura marah.
"Lu..sia..na," Eni terbata.
" Iya...ini Lusiana...hebat kamu ya....menikah diam- diam sama Fendi...menghilang tanpa kabar...begitu cara kamu menyelesaikan masalah?" omel Lusiana menahan tawa.
Sementara Eni terdengar gugup dan merasa bersalah.
"Ma...af. ...Lus...sungguh aku minta maaf...semuanya ga sengaja...aku ga pernah bermaksud merebut Fendi darimu...sungguh...," Eni tergugu, ia terisak.
" Siapa yang bilang kamu merebut Fendi hah?....selamat ya En....semoga berbahagia bersama Fendi...jangan menangis lagi...aku cuma bercanda...aku udah merelakan Fendi En...kami ga mungkin juga bisa bersama," Lusiana berkata lembut.
Eni tambah terisak...
"Hei....jangan menangis En....sungguh aku ga marah...mana Fendinya? aku mau bicara sama dia."
Eni memberikan ponselnya pada Fendi yang berada di sampingnya.
"Halo Lus....," sapa Fendi.
"Halo Fen...kenapa kamu ga cerita sama aku? nikah kok diam- diam? selamat ya Fen....kamu harus bahagia bersama Eni. Janji sama aku...kalian harus bahagia," ucap Lusiana tulus.
"Makasih Lus....maafkan aku dan Eni ya," ucapnya.
" Ga perlu minta maaf....kalian salah karena menghindar dan menghilang...tapi aku udah maafin....cuma lain kali ga boleh gitu lagi," omel Lusiana.
"Suruh Eni buka blokirannya, awas kalau begitu lagi," ancam Lusiana pura- pura marah.
"Siap bos," tawa Fendi.
"Cepat bikin ponakan buat aku ya, harus sayang sama Eni ya Fen....awas kalau kamu bikin Eni nangis...," ancam Lusiana lagi.
Terdengar suara tawa Fendi di ujung sana....
Mereka lalu menutup ponselnya setelah semua urusan " clear".
"Lus....kamu beneran ga marah?" tanya Rina belum yakin.
"Apa aku kelihatan marah Rin?" Lusiana bertanya balik.
"Syukurlah...aku ikutan lega," jawab Rina.
"Aku malah senang Rin, dua sahabat kita saling menjaga satu sama lain," sambung Lusiana.
"Aku ke sini udah gemetaran aja Lus, sampai tenggorokan berasa kering," tawa Rina.
"Pantesan....baru nyampe udah minta minum," Lusiana tertawa.
"Panggil Aldo Lus....aku juga pengen lebih dekat sama Aldo....sepertinya cocok sama kamu," ledek Rina.
"Al....sini duduknya," Lusiana memanggil Aldo di dapur yang asyik mengobrol dengan mama Lusiana.
__ADS_1
" Udah selesai?" tanya Aldo.
"Udah Al...