Lusiana Cantik

Lusiana Cantik
POV Nadya: masih tentang masa lalu


__ADS_3

Setelah acara lamaran, kedua keluarga besar menentukan tanggal dan hari pernikahan aku dan Anto.


Anto terlihat bahagia karena akan mempersuntingku, aku juga merasa sangat bahagia karena sebentar lagi Anto akan menjadi suamiku.


Walaupun aku tidak terlalu ambil pusing, tetapi terasa ada sedikit hal yang mengganjal di dalam hatiku.


Sikap Linda yang masih memusuhiku, seakan- akan akulah yang telah merebut Anto darinya. Kebencian dan kemarahannya padaku membuatku merasa tidak nyaman.


Padahal semua orang tau, Anto tidak pernah tertarik pada Linda sedikitpun.


Aku tau pasti, Anto selalu menolak Linda dan selalu berusaha menghindar kalau Linda menemuinya.


Anto tidak ingin menyakiti hati Linda karena Anto tau adiknya Ferdi sangat mencintai Linda, dan tidak lama lagi Linda juga akan menjadi salah satu bagian dari keluarga besar mereka.


Anto selalu terbuka kepadaku, ia akan selalu menceritakan semua hal padaku tanpa ada yang disembunyikan.


Jadi aku selalu tau jika Linda masih berusaha mendekati Anto, walaupun sudah menjadi pacar Ferdi, adik Anto.


Aku tidak tau apakah Ferdi mengetahui hal ini, atau ia sengaja tutup mata dan tutup telinga karena rasa saking cintanya Ferdi pada Linda. Entahlah...

__ADS_1


Ketika hari pernikahanku tiba, kami mengadakan resepsi pernikahan kami secara sederhana.


Keluarga besar kedua pihak keluarga kami menghadiri pernikahan kami dan kami hanya mengundang teman , kenalan dan tetangga dekat kami.


Walaupun dilaksanakan secara sederhana, acara tetap terasa sakral dan meriah.


Linda tidak datang menghadiri pernikahanku, padahal Anto adalah kakak dari Ferdi, kekasih Linda.


Ferdi beralasan Linda sedang tidak enak badan jadi tidak bisa datang, ketika hal itu kutanyakan pada Ferdi.


Anto tidak terlalu memperdulikan hadir atau tidaknya Linda di pernikahan kami.


Dewi dan Rudi menjadi penerima tamu, Dewi terlihat sangat antusias di pesta pernikahan kami.


Teman- teman SMA ku yang lain yang aku undang semuanya datang.


Kami seperti mengadakan reuni, karena teman- temanku berkumpul, berfoto, sambil tertawa gembira.


Pernikahanku dan Anto diadakan di rumah baru Anto, walaupun rumahnya sederhana tetapi Anto bisa membeli sebuah rumah dengan hasil kerja kerasnya.

__ADS_1


Anto ingin kami bisa hidup mandiri setelah kami menikah. Rumah yang dibeli Anto lokasi rumahnya tidak jauh dari rumah Dewi dan Rudi.


Ternyata Rudi yang membantu mencari rumah untuk Anto. Rumah itu dibeli dengan harga yang termasuk murah kata Rudi, karena pemilik rumah sebelumnya sudah pindah ke Jakarta.


Pemilik rumah sebelumnya melepas rumah itu dengan harga miring, daripada dibiarkan kosong dan tidak terawat, begitu yang kudengar dari Rudi dan Dewi.


Rumah itu memiliki Tiga kamar tidur, ruang tamu, ruang tengah, dapur, dan satu kamar mandi. Ada halaman yang cukup luas di depan teras rumah.


......................


(Sebagai tambahan dari Author, di kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka- Belitung pada masa itu rata- rata di sana tiap rumah memiliki halaman yang luas.


Karena author adalah kelahiran Kota Pangkalpinang dan besar di sana sebelum author menikah.


Dulu Kota Pangkalpinang tidak seramai sekarang, apalagi author tinggal di daerah pinggiran kota Pangkalpinang.


Rumah tetangga tidak berdempet- dempetan seperti di Jakarta. Halaman rumah di sana banyak ditanami tanaman buah seperti rambutan, duku, durian sehingga rumah terasa sejuk dan asri.


Pulau Bangka banyak terdapat tempat wisata pantai yang indah dan sekarang bukitpun sudah dijadikan tempat wisata yang menyediakan berbagai fasilitas menginap, tempat makan, dan tempat bersantai untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitas.

__ADS_1


Sebagai tambahan, di Pulau Bangka penduduknya sangat menjunjung tinggi toleransi antar suku dan agama. )


__ADS_2