Lusiana Cantik

Lusiana Cantik
POV Lusiana: ultah Mas Dirga


__ADS_3

Hari ini setelah pulang kerja, bang Vino memaksaku ikut pergi dengan bang Vino dan Mas Dirga.


Aku tadinya tidak mau ikut, aku tidak ingin menjadi " korban" keisengan abangku itu.


Tapi, mama juga "sekongkol" dengan bang Vino agar aku ikut dengan mereka.


Mama juga diajak, katanya kalau aku tidak ikut mama juga tidak ikut.


Kata bang Vino, hari ini adalah ulang tahun Mas Dirga.


Mas Dirga ingin merayakan ulang tahunnya hanya dengan keluarga dan sahabat dekatnya.


" Ayo Lus, jangan kecewakan mas Dirga, kasian dia udah reservasi tempat buat kita, bangkunya udah dihitung buat beberapa orang,' rayu bang Vino padaku.


Aku akhirnya luluh dengan rayuannya, bukan demi bang Vino...ini demi Mas Dirga yang sudah bersusah payah memesan tempat buat kami.


" Tapi aku belum nyiapin kado buat mas Dirga, bang..."


" Udah bang Vino siapin...tenang saja, kamu kalau mau ngasih kado special buat mas Dirga nanti bisa nyusul," jawab abangku itu.


"Buruan....ganti baju sama dandan yang cantik sana...," ucap bang Vino sambil mendorongku.


Aku mengganti pakaianku dengan sebuah dress simple berwarna biru langit.


Lalu aku merias wajahku seadanya...memberi bedak tipis di wajahku..bibirku hanya kulapisi dengan lipgloss.


Setelah selesai aku menemui bang Vino, mama, dan mas Dirga yang sudah menungguku di ruang tamu. Mereka dari tadi sudah siap berangkat.


Mas Dirga menatapku dengan tatapan seperti "kagum" yang tidak bisa ia sembunyikan dari pandangannya.


" Ayo bro ..jangan bengong aja, terpesona sih terpesona...tapi jangan lama- lama," tawa bang Vino bergema.


Mas Dirga gelagapan, ia salah tingkah. bang Vino emang jagonya jadi tukang ledek.


Mama aku lihat cuma tersenyum kecil.


Aku mengunci pintu rumah, lalu naik ke mobil sedan milik mas Dirga.


Bang Vino seperti biasa duduk di bangku depan, aku dan mama di belakang.


Kami sampai di depan restoran " Biru Laut". Mas Dirga memarkirkan mobilnya tepat di depan restoran tersebut.


" Ayo Tan...Lus..kita masuk," ajak Mas Dirga pada aku dan mama.


Bang Vino berjalan berdampingan dengan Mas Dirga, sementara aku menggandeng tangan mama mengekori mereka.


" Itu mereka sudah sampai.....," seorang wanita paruh baya berteriak ke arah kami.


" Kenalin ini mama...papa...adekku dan isterinya, Dilan dan Nely," Mas Dirga memperkenalkan keluarganya setelah kami mendekat ke arah mereka.


" Dan kenalin ini mama Vino dan adiknya Lusiana," Mas Dirga memperkenalkan aku dan mama pada keluarganya.


Mereka menyambut kedatangan kami dengan ramah.


Setelah saling menyalami, kami dipersilahkan untuk mengambil tempat duduk yang sudah mereka siapkan.

__ADS_1


"Vino...adikmu cantik sekali," kata mama Dirga.


" Makasih Tan..pujiannya," ucapku pada mama Dirga.


" Iya dong Tan...abangnya juga ganteng," canda bang Vino yang kulihat membuat semua anggota keluarga Dirga tertawa.


Dasar bang Vino...


" Lusiana udah punya pacar?" tanya mama Dirga padaku.


" Belum Tan...," jawabku kikuk.


"Sama Dirga cocok ga Tan?" Ucap bang Vino. Aku langsung menendang kakinya dari kolong meja.


" Kalau Lusiana nya mau sama Dirga, cocok banget Vin," kata mama Dirga, papa Dirga tertawa.


Pengen aku sumpal mulut bang Vino pake tisu, sebal banget aku.


Seorang pelayan pria datang membawa kue ulang tahun yang lilinnya sudah dinyalakan.


" Make a wish," teriak Dilan.


Mas Dirga memejamkan matanya sejenak, lalu membuka matanya. Kebahagiaan tampak dari sorot matanya.


" Selamat ulang tahun...semoga panjang umur....," semua bernyanyi sambil bertepuk tangan...


" Tiup lilinnya...tiup lilinnya...tiup lilinnya sekarang juga....sekarang juga...," Dirga meniup lilin....semua dengan gembira bertepuk tangan.


Dirga memotong kue ulang tahunnya dan membagi- bagikannya kepada kami.


Seorang pelayan wanita mengisi gelas kosong dengan air hangat.


Tampak suasana hangat dengan diiringi canda tawa saat kami menikmati semua hidangan.


Perutku terasa kenyang....


"Ada yang mau tambah pesanan lagi?" tanya Mas Dirga.


Aku menggeleng.


" Udah kenyang bro," jawab bang Dino.


Yang lain juga menjawab sudah kenyang.


" Vin, ajak mama dan adek kamu main ke rumah dong...jangan hanya kamu saja," ucap mama Dirga pada bang Vino.


" Tuh dengar ga bro...ajak Lusiana main ke rumahmu," Vino malah meledek Dirga .


" Iya Tan....nanti suruh Dirga aja...saya kan bentar lagi mau balik ke Cianjur Tan...," jawab Vino pada mama Dirga.


" Kapan kamu balik Vin?" tanya papa Vino.


"Sabtu sore om...," jawab bang Vino.


" Sepi deh Dirga...beberapa hari ini dia bareng terus sama kamu Vin," ucap mama Dirga.

__ADS_1


" Suruh Dirga cepat cari isteri Tan...," bang Vino tertawa.


" Tante sih maunya begitu Vin, tapi tau sendiri Vin...," mama Dirga melirik Dirga.


Mas Dirga hanya nyengir....


Dilan dan Nely pamitan pulang duluan, karena katanya ga bisa lama- lama ninggalin bayinya pada pengasuh.


Tinggallah kami berenam yang masih asyik berbincang. Kulihat mama Dirga pindah tempat duduk di sebelah mama.


" Enak ya jeng punya anak gadis... cantik lagi," mama Dirga melirikku dan tersenyum.


" Sama aja jeng, menantu perempuan sama kayak anak perempuan juga..," jawab mama.


" Iya maksudnya aku pengen punya mantu kayak Lusiana....," tawa mama Dirga.


Mama membalas mama Dirga dengan tertawa.


Papa Dirga hanya geleng- geleng melihat isterinya yang cepat akrab dengan mamaku.


............................


Mas Dirga mengantar kami pulang....


" Gimana Lus? calon mertua baik kan?" bang Vino meledekku lagi.


Entah ngidam apa sewaktu mamaku hamil bang Vino, ini orang ga ada diemnya. Heran aku...


" Bang Vino, bisa ga jadi orang tau malu dikit?" saking kesalnya ku omelin abangku ini.


" Emang kenapa Lus? abangmu ini ga tau malu?"


" Malu sama mas Dirga tuh bang, kayak adek Abang ini sok kecakepan aja," jawabku sebelll...


" Emang adek Abang cakep kok, iya ga bro?" bang Vino menyikut lengan mas Dirga.


" Abang malu- maluin....," ucapku.


" Ha.....ha.....adik Abang marah...."


" Udah Vin, kamu ini tiap hari kerjaannya godain adek kamu aja," mama akhirnya buka suara membelaku.


" Biar Lusiana kangen Ama bang Vino nya ini ma...kalau udah balik Cianjur ga ada yang ledekin dia lagi...ha....ha...," bang Vino terbahak.


" Kalau jauh emang ngangenin bang...kalau dekat nyebelin...," jawabku.


" Kangennya wakilin buat mas Dirga aja Lus...ha...ha...."


"Bang Vino mulai deh," ucapku cemberut.


Dua hari lagi bang Vino udah mau balik ke Cianjur, tentu saja aku merasa kehilangan dan sepi.


Walaupun abangku suka menjahiliku, tapi aku pasti merindukan kejahilannya.


Jarak yang jauh memisahkan kami sehingga tidak bisa selalu bertemu.

__ADS_1


Aku ingin berlama- lama bersama bang Vino, tapi apa boleh buat bang Vino bekerja jauh di sana dan sudah berkeluarga pula.


__ADS_2