MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 14


__ADS_3

***


“Aldi.. hiks.” Lisa yang baru datang langsung duduk di atas ranjang rawatnya Aldi.


“Kamu kok kesini?” tanya Aldi sedikit terkejut dengan kedatangan istrinya itu.


“Kamu ngapain nyuruh Kak Rama bawa aku pulang! Hiks,” ucap Lisa kesal dan terus menangis.


“Aku suruh kak Rama jemput kamu itu, biar kamu istirahat dirumah sayang,” ucap Aldi lembut. Disana hanya ada keluarga Aldi saja yang menjaga.


“Nangis terus dia Al. Nggak mau tidur di rumah, makan aja harus dipaksa. Di jalan dia ngoceh-ngoceh terus sambil nangis pula,” sahut Rama. Lalu Aldi menatap Lisa.


“Kenapa?”


Aldi tersenyum mendengar ucapan Rama. Ia tau, jika Lisa merasa lelah atau capek pasti akan uring-uringan tidak jelas, apalagi Lisa sangat manja akhir-akhir ini.


Aldi yang masih berbaring di ranjangnya menyentuh tangan Lisa yang kini ada di sampingnya itu.


“Kamu maunya sekarang gimana hem?” tanya Aldi lembut


“Hiks, nggak mau pulang. Aku mau tidur sama kamu,” rengek Lisa manja membuat semua orang yang di dalam ruang Aldi terkekeh termasuk Aldi.


Aldi pun menggeser tubuhnya sedikit kepinggir.


“Istirahat disini mau?” tanya Aldi sambil menepuk ranjangnya. Lisa langsung mengangguk lalu berbaring di samping Aldi walaupun sedikit sempit.


“Ck, sasar bumil manja.” dengus Rama membuat semua orang yang di dalam ruang rawat Aldi tertawa, kecuali Aldi dan Lisa.


“Hiks Aldi, aku diketawain,” ucap Lisa mengadu dan kembali terisak. Aldi langsung memeluk Lisa dan menyembunyikan wajah Lisa di dadanya.


“Jangan di dengerin. Udah malem, waktunya adek bayi tidur,” bisik Aldi seraya mengusap perut datar istrinya itu. Lisa tersenyum kecil dalam pelukan Aldi lalu memejamkan matanya.


“Hati-hati perut kamu Al,” ujar Tante Anne. Aldi pun hanya mengiyakan perkataan Mommy nya itu.


Lisa tertidur lelap di pelukan Aldi. Terlihat jelas wajah Lisa yang sembab dan sedikit pucat.


“Kak Lisa sekarang makin manja ya Mom,” ucap Claudia.


“Namanya juga lagi hamil Clau. Kebanyakan bawaan orang hamil seperti itu,” balas Tante Anne.


“Tapi manjanya lucu, hihi,” ucap Claudia sambil terkekeh. Tante Anne hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


“Dia kalo lelah memang seperti itu. suka uring-uringan. Orang aku baru sadar aja udah diomelin sama dia.” ujar Aldi.


“Dia kelelahan Al. Pasca diculik dia memang berada disini terus. Nggak mau disuruh pulang. Kami sampai khawatir dengan keadaannya yang juga tengah mengandung,” ucap Om Darwin. Aldi tersenyum mendengar perkataan dari Daddy nya itu.


“Pantesan akhir-akhir ini sensian dan manja banget lagi. Eh ternyata lagi ngisi,” gumam Aldi sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu.


“Jaga baik-baik kalo kamu udah sembuh. Jangan sampai menantu dan calon cucu Mommy mengalami kejadian seperti ini lagi.l,” ucap Tante Anne


"Iya siap Mom."

__ADS_1


“Emmm, kamu ditinggal disini nggak apa-apa kan Al? Soalnya ada pekerjaan yang belum Daddy selesaikan,” ucap Om Darwin.


“Nggak papa Dad, Fandi bentar lagi kesini kok,” jawab Aldi.


“Yakin?” ucap Tante Anne memastikan.


“Iya Mommy ...”


CEKLEK!


“Assalamualaikum,” ucap seorang pemuda yang baru masuk.


"Waalaikumussalam."


“Tuh kan orangnya dateng, baru aja di omongin,” ucap Aldi.


“Nak Fandi, Tante titip Aldi ya. Nggak apa-apa kan jagain Aldi disini?” ucap Tante Anne pada pemuda yang tak lain adalah Fandi.


“Iya Tante nggak apa-apa kok, serahin aja sama Fandi,” balas Fandi sopan.


“Ya sudah, kami pulang dulu ya?” pamit Om Darwin. Aldi dan Fandi langsung mengangguk.


“Gue juga mau pulang dulu Al, Fan. Cepet sembuh ya Al, tolong jagain adek gue baik-baik,” pamit Rama langsung di angguki oleh Aldi dan Fandi.


“Iya kak, hati-hati di jalan.” Rama mengangguk dan langsung keluar dari ruang rawat Aldi.


Fandi menatap Aldi setelah keluarga Aldi dan Rama keluar dari ruang rawatnya.


“Banget bro,” jawab Aldi terkekeh. Fandi pun langsung tertawa.


“Nggh …” Tiba-tiba Lisa menggeliat, mengalungkan tangannya di leher Aldi dan sedikit menariknya sehingga jarak Lisa dan Aldi sangat dekat.


“Eh Lisa kok tidur disitu Al?” tanya Fandi.


“Tadi sore dia pingsan, gue nyuruh Kakaknya bawa dia pulang. Eh bangun-bangun malah nangis kejer gara-gara dibawa pulang ke rumah mertua,” jelas Aldi.


“Manja banget sih,” celetuk Fandi.


“Biarin kali, namanya juga lagi ngisi.” protes Aldi


“Hah? Ngisi apaan?” tanya Fandi penasaran


“Dia itu lagi ha... “


“Eh tunggu-tunggu, jangan bilang lo sama dia lagi... Ngisi benih ya dibalik selimut,” celetuk Fandi asal dan memotong ucapan Aldi.


“Eh somplak! Lo mau gue lempar gelas hah?! Asal ngomong aja lo!” kesal Aldi pada sahabatnya yang suka asal ceplas-ceplos itu. Padahal dia juga seperti itu.


“Terus tangan lo dibalik selimut itu ngapain?” tanya Fandi kepo. Dengan kesal Aldi membuka selimut yang menutupi sebagian perutnya dan Lisa.


“Tuh liat? Gue cuma mau ngasih sentuhan sama jabang bayi gue paham!” ucap Aldi yang memang tangannya sedang berada di atas perut Lisa.

__ADS_1


“Jabang bayi? Maksud lo Lisa hamil?” tanya Fandi lagi


“Gue kan tadi mau ngomong itu. Tapi malah lo potong Bambang,” ucap Aldi kesal.


“Hehe sorry,” ucap Fandi cengengesan. Aldi langsung mendengus kesal.


“Nggh Aldi …” Tiba-tiba Lisa berucap parau. Aldi langsung menatap istrinya itu.


“Kenapa sayang?” tanya Aldi lembut.


“Dingin …” lirih Lisa. Aldi segera memasang selimutnya lagi dan langsung memeluk Lisa.


“Aku peluk ya? Nanti nggak akan dingin lagi,” ucap Aldi. Lisa pun hanya mengangguk


“Dih dasar modus!” celetuk Fandi


“Syirik aja lo!” ucap Aldi tak mau kalah. Fandi kembali tertawa


“Gimana? Lo udah urus si nenek lampir itu kan?” tanya Aldi tentang Jessica pada Fandi.


“Semua akan beres kalo gue sama Kak Rama yang ngurus,” ucap Fandi bangga.


“Ya elah, ngurusnya berdua aja bangga. Kirain lo sendiri doang yang urus,” ucap Aldi.


“Kan satunya buat jadi saksi bro,” ucap Fandi.


“Serah lo dah, yang penting dia di penjara. Kalo bisa sih seumur hidupnya, seenaknya aja main kekerasan sama istri gue,” ucap Aldi kesal.


"Tenang aja Al, gue pastiin dia bakal membusuk di penjara," ucap Fandi tersenyum miring dan langsung dihadiahkan jempol oleh Aldi.


“Oh ya, mukanya Lisa masih memar Al?” tanya Fandi.


“Lihat aja bibir sama wajahnya,” ucap Aldi. Fandi langsung menatap wajah Lisa.


“Nggak separah waktu kemarin-kemarin kok Al,” ucap Fandi. Aldi mengernyitkan keningnya.


“Maksud lo gimana Fan?” tanya Aldi bingung.


“Kemarin lusa lebih parah kalo lo tau. Pipi Lisa merah bekas tamparan, sudut bibirnya juga lebam keunguan hitam gitu,” jelas Fandi.


“Emang dasar tuh orang. Dia juga hampir nyuruh anak buahnya buat perkosa istri gue. Untung gue cepet datang. Kalo gue terlambat, gue bersumpah bakal habisin dia,” ucap Aldi dengan rahang yang sudah mengeras dan mata yang sudah memanas.


“Gue habis nonjok dia dong. Hampir gue bunuh waktu itu karena gue cekik dia, hahaha.”


Aldi yang tadi nya marah langsung tertawa mendengar perkataan sahabatnya yang sebelas duabelas dengannya itu.


Aldi dan Fandi baru tertidur jam 02.00 pagi setelah beberapa jam mengobrol. Terlihat Lisa dan Aldi tertidur nyenyak dengan saling berpelukan. Sedangkan Fandi, ia tertidur di sofa ruang rawat Aldi.


Bersambung..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗

__ADS_1


Ig : @mutiakim09


__ADS_2