MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 41


__ADS_3

Part ini mungkin bakalan aku percepat ceritanya🙏


********


"LEPASIN ALDI!" teriak Lisa semakin histeris. Aldi menggeleng, air matanya semakin deras mengalir melihat istrinya histeris seperti itu


CEKLEK


"Astaghfirullah. Istri kamu kenapa Al?" pekik Tante Anne yang datang dengan Davin dan juga Claudia. Beliau terkejut melihat menantunya histeris seperti itu. Memang tadi Aldi sempat menghubungi orangtuanya dan orang tua Lisa, ia memberitahukan bahwa Lisa dibawa ke rumah sakit.


"Claudia panggilkan Dokter cepet!" Bukannya menjawab pertanyaan dari Mommy nya, Aldi malah menyuruh adiknya untuk memanggil Dokter


"I..iya kak." Claudia langsung berlari keluar


"Lepasin! Aku benci sama kamu! Kamu nggak sayang sama anak aku!" teriak Lisa. Ia terus memberontak dalam dekapan Aldi


"Diem sayang. Aku mohon hiks." ucap Aldi terdengar sedikit terisak


"Enggak! Lepasin!"


Tiba-tiba Dokter datang bersama Claudia dan seorang Suster


"Dokter tolongin istri saya." lirih Aldi dengan suara parau nya. Dokter itu pun langsung mengangguk


"Yayah." panggil Davin. Aldi menatap putranya itu dan mencoba tersenyum


"Sebentar ya nak." ucap Aldi lembut lalu keluar dari ruang rawat istrinya. Tante Anne dan Claudia menatap anak dan kakaknya itu iba


"Unda Apin Mama (Bunda Davin Oma)." ucap Davin seraya menunjuk sang Bunda yang sedang di periksa oleh Dokter itu


"Bundanya lagi sakit sayang. Sama Oma aja ya." ucap Tante Anne


"Unda atit (Bunda sakit)?" tanya Davin. Tante Anne mengangguk dengan senyum kecil


********


Aldi terduduk bersandar di tembok toilet. Ia kembali menangis disana. Merasakan beban yang cukup membuat perih di hatinya


"Ya Allah.. Ini lebih sakit dari ujian yang kau berikan dulu." ucap Aldi lirih seraya memegang dada dan menjambak rambutnya sendiri


"Jangan buat istriku tertekan seperti ini Tuhan.. Aku tidak sanggup melihatnya seperti ini, hiks." ucap Aldi mulai terisak. Bukannya cengeng, tapi ia tak tega melihat istrinya histeris seperti tadi


Lalu Aldi mengambil ponselnya. Entah apa yang akan ia lakukan. Setelah itu ia menelfon Mark asisten pribadinya lagi


"Halo Mark, gimana?“ tanya Aldi pada Mark


"...."


"What? Kalian kehilangan jejak Valerie? Gimana bisa?"


"...."


"Pokoknya cari dia sampai ketemu! Saya tidak mau tau."

__ADS_1


Tut, Tut, Tut


"Shitt, kemana cewek sial*an itu bersembunyi." umpat Aldi sambil mencengkram kuat ponselnya.


Tanpa disadari Aldi, ada seseorang berambut pendek seperti laki-laki dengan memakai topi dan kacamata serta memakai kumis, tengah menguping pembicaraan Aldi tadi. Namun, ia langsung keluar dari toilet menuju mobilnya di luar


"Hah lo pikir, lo bisa nyari gue? Bagus deh kalo istri lo keguguran Haha." ucap orang itu sambil tertawa puas. Lalu ia melepas topi, wig dan juga kumisnya. Dan kalian tau siapa? Ya benar sekali. Dia adalah Valerie yang ternyata sedari tadi mengikuti Lisa dan Aldi.


"Sebelum kalian bertindak. Gue yang akan bertindak duluan. Well, tunggu tanggal mainnya sayang." ucap Valerie tersenyum licik lalu melajukan mobilnya meninggalkan Rumah Sakit.


********


"Yayah." Davin merentangkan tangannya saat Aldi memasuki kamar rawat Lisa. Aldi tersenyum lalu menggendong putra kecilnya itu. Sangat terlihat mata Aldi yang sedikit bengkak, juga hidungnya yang memerah akibat menangis.


"Yayah anis (Ayah nangis)?" tanya Davin menatap wajah Aldi. Aldi hanya bisa tersenyum kecil


Setelah Dokter menyuntikkan obat penenang ke Lisa, perlahan Lisa mulai tenang dan mulai memejamkan matanya.


"Bagaimana Dok?" tanya Aldi parau. Terlihat air matanya yang masih sedikit mengalir


"Istri anda hanya sedikit tertekan sehingga membuatnya histeris seperti tadi." ucap dokter itu membuat Aldi tertunduk


"Tolong jaga kondisi istri anda, jangan sampai drop ya Tuan. Saya permisi dulu." pamit Dokter itu, lalu keluar dari ruang rawat Lisa.


"Sebenarnya ada apa ini Al?" tanya Tante Anne bingung melihat kondisi putra dan menantunya seperti itu.


"Lisa keguguran Mom. Dan dia nggak bisa terima ini semua." ucap Aldi lirih


"Kok bisa keguguran Kak?" tanya Claudia


"Ceritanya panjang Mom, Clau." Aldi mencoba menahan isak tangisnya, ia belum berani untuk menceritakan hal yang sebenernya terjadi pada istrinya kepada Mommy dan adiknya itu.


"Yayah anis (Ayah nangis)?" tanya Davin lagi. Aldi menggeleng


"Enggak kok nak. Ayah hanya kelilipan tadi." elak Aldi mencoba tersenyum di depan jagoan kecilnya ini


"Yiyipan (kelilipan)." ulang Davin. Aldi tersenyum dan mengangguk


"Yayah Unda." Davin menunjuk Bundanya lagi. Aldi menatap Lisa lirih yang tengah terbaring di atas ranjang rawat rumah sakit itu


"Yayah Unda Yayah." Davin terus menunjuk ke arah Bundanya yang tengah tertidur itu dengan suara mungilnya, membuat Aldi yang tadi melamun jadi tersadar.


"Bundanya bobo nak, Bunda lagi sakit." ucap Aldi lirih. Jujur mata Aldi mulai berkaca-kaca lagi. Namun, ia mencoba menahannya.


"Unda atit (Bunda sakit).." ucap Davin


"Iya nak. Bunda lagi sakit, makanya Bunda bobo." ucap Aldi seraya mengusap kepala Davin lembut


"Apin bobo mama Unda Yah (Davin mau tidur sama Bunda Yah)." ucap Davin menatap Aldi. Aldi tersenyum lalu mencium pipinya. Setelah itu ia menurunkan Davin di samping Lisa


"Unda Apin atit (Bunda Davin sakit)." gumam Davin lalu tidur di samping Bundanya, dengan memeluk perut Lisa walau tidak ke peluk sepenuhnya.


"Walaupun calon anak kedua kita tidak selamat. Tapi kamu jangan lupain putra pertama kita yang sangat pintar dan menggemaskan ini. Dia sumber kebahagiaan kita sayang." batin Aldi lirih

__ADS_1


*********


Sudah 2 bulan ini kondisi Lisa cukup memperihatinkan. Lisa lebih sering diam, bahkan ia jarang keluar kamar. Selalu menatap dengan pandangan kosong, siapapun yang bicara selalu Lisa hiraukan. Lisa masih terpuruk karena kehilangan calon anaknya. Atau juga karena kelakuan Aldi hari itu? Entahlah.


Miris memang ..


Keluarga Lisa dan juga Aldi selalu menatap Lisa iba jika melihatnya seperti itu.


Aldi sampai mengambil cuti demi merawat Lisa dan Davin. Perusahaannya saat ini di handle oleh Om Darwin dan dengan bantuan Pak Robert dan Mark. Ia berusaha merawat Lisa dengan baik. Sungguh suami idaman Aldi ini. *Eh apakah iya?


"Sayang." panggil Aldi lirih. Lisa hanya menatap Aldi sekilas, dan memalingkan wajahnya lagi. Lalu Aldi pun duduk di samping Lisa.


"Mau ikut aku nggak?" tanya Aldi lembut. Lisa hanya terdiam


"Kita jalan-jalan ke taman yuk, sama Davin juga." ucap Aldi seraya menyentuh lengan Lisa. Lisa menatap Aldi kembali.


"Ayo sayang." Aldi menarik lengan Lisa lembut. Setelah itu merangkul pundak istrinya itu keluar kamar. Lisa hanya diam mengikuti langkahnya.


Di samping Lisa, Aldi memejamkan mata untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya


"Ya Tuhan.. Kuatkan lah hamba ini." batin Aldi


Sesampainya di ruang tengah. Aldi melepas rangkulannya, lalu beralih menggendong Davin yang tengah bermain di atas karpet ditemani oleh Oma dan Opanya.


"Unda." panggil Davin menatap sang Bunda. Lisa hanya diam menatapnya


"Davin diem ya. Bundanya masih capek." bisik Aldi. Davin menatap sang Ayah.


"Unda Yayah." ucap Davin. Memang, bocah tampan ini jarang mendapat perhatian dari Bundanya semenjak kejadian 2 bulan yang lalu. Kasihan Davin, ia kekurangan kasih sayang dari Bundanya. Walaupun ia sering cari perhatian pada Lisa, tetapi Lisa hanya menghiraukannya.


"Iya, nanti ya nak." Aldi mencoba memberi pengertian pada putranya itu. Davin pun langsung diam


"Aku bawa mereka jalan-jalan dulu ya Mom, Dad." pamit Aldi


"Kamu mau berangkat sama siapa Al?" tanya Om Darwin


"Sama Pak Maman kok Dad." jawab Aldi


"Ya sudah kalian hati-hati ya." Aldi tersenyum dan mengangguk, lalu merangkul Lisa lagi keluar rumah


"Kasian Dad, Lisa jadi terpuruk seperti itu." ucap Tante Anne lirih. Om Darwin langsung memeluk istrinya itu


"Semua cobaan pasti ada hikmahnya sayang. Semoga saja Aldi bisa cepat membuat Lisa kembali ceria seperti dulu lagi. Kasian Davin, ia jadi kekurangan kasih sayang dari Bundanya." ucap Om Darwin sedih melihat menantunya seperti itu dan ia juga sedih melihat sang cucu yang kurang perhatian dan kasih sayang dari Bundanya.


Tante Anne hanya mengangguk


"Semoga saja Dad." balas Tante Anne lirih


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2