
********
Lisa, Aldi dan Davin berjalan menuruni anak tangga menuju ke ruang makan. Sedari tadi, putra pertama dari Lisa dan Aldi ini tidak mau melepas tabletnya. Ia tengah asyik bermain Angry Bird. Padahal bermainnya juga sembarangan alias asal-asalan.
"Duh, cucu Oma yang tampan ini lagi sibuk ngapain sih?" tanya Tante Anne yang melihat Davin terus fokus pada tabletnya. Davin hanya diam menghiraukan pertanyaan dari Oma nya.
"Davin... Ditaruh dulu tabletnya. Omanya tanya Davin loh itu." ucap Lisa yang sudah duduk di kursi makan sambil memangku Davin
"Ninih Undaa.. Ani Bibit (Angry Bird)." Davin yang berada di pangkuan Bundanya itu, malah menunjukkan permainannya pada Bundanya.
"Iya tabletnya ditaruh dulu nak.. Katanya mau makan roti bakar rasa cokelat." ucap Lisa.
"Tatat (cokelat)." Davin langsung melepaskan sembarang tabletnya dan menatap ke arah meja makan, beruntung dengan cepat Lisa menangkap tablet itu.
"Subhanallah anak ini..." gumam Lisa. Semua yang melihat tingkah Davin terkekeh gemas. Bagaimana tidak? Giliran menyebut cokelat saja dia sampai semangat sekali.
"Tatat Undaa (cokelat Bunda)." Davin beralih menatap Lisa.
"Iya sebentar nak." ucap Lisa memberikan tablet itu pada Aldi, lalu mengambilkan roti bakar isi selai coklat untuk Davin.
"Nih roti bakarnya." ucap Lisa.
"Tatatt Undaa.. Tatatt." Protes Davin pada sang Bunda.
"Iya, cokelatnya di dalam nak." ucap Lisa.
"Tatat (cokelat)!" Davin memukul lengan Bundanya. Membuat Lisa menghela nafas, lalu membuka celah 2 buah roti bakar itu.
"Ini cokelatnya. Ada kan?"
"Tatatt." pekik Davin girang seraya ingin menyentuh cokelat itu dengan tangannya.
"Eiizzt.. No Davin." Aldi menahan tangan Davin, membuat si kecil ini diam menatap polos Ayahnya.
"Nggak boleh, nanti kotor tangannya." ucap Aldi.
"Ntuhh tatat Yayah (itu cokelat Ayah)." Davin menunjuk cokelatnya.
"Iya nak. Davin disuapin Bunda ya." ucap Aldi.
"Atan yiyi (makan sendiri)." ucap Davin.
"Dari kemarin maunya makan sendiri terus. Nanti mukanya Davin bisa kotor sama cokelat loh." ucap Lisa.
"Atan yiyi Undaa (makan sendiri Bunda)." ucap Davin seraya menatap Bundanya.
"Kamu potong kecil-kecil aja nak rotinya." saran Tante Anne.
"Iya Mom." balas Lisa menurut, lalu memotong kecil roti bakar itu menjadi beberapa bagian.
"Nih udah. Pelan-pelan ya makannya." ucap Lisa.
"Atan tatat.. Atan tatat.. (makan coklat)." celoteh Davin lalu meraih garpu kecil yang Lisa berikan tadi
"Kamu mau makan apa Yah?" tanya Lisa menatap Aldi.
"Eeemm.. Nasi goreng aja deh Bun." jawab Aldi. Lisa mengangguk lalu mengambilkan nasi goreng untuk suaminya.
"Nih Yah." Lisa memberikan nasi goreng itu pada Aldi.
"Makasih Bunda." ucap Aldi tersenyum. Lisa pun ikut tersenyum dan mengangguk.
"Kakak nggak makan?" tanya Claudia pada Lisa.
"Nanti aja Clau." jawab Lisa tersenyum. Claudia mengangguk.
"Kalian mau ke kantor bertiga?" tanya Om Darwin.
"Iya Dad, kenapa?" tanya Aldi balik.
"Nggak papa. Tapi jangan sampai anak kamu drop ya. Jaga keaktifannya karena dia belum sembuh total." nasehat Om Darwin.
"Pasti Dad. Lagian cuma buat mengalihkan tangisannya dia tadi kok." ucap Aldi.
"Davin nangis lagi Al?" tanya Tante Anne. Aldi mengangguk
"Iya Mom, waktu di gantiin perbannya lagi." jawab Aldi.
"Yasudah.. Nanti kalian hati-hati ya." ucap Tante Anne. Aldi dan Lisa mengangguk.
"Serius amat Vin." celetuk Claudia membuat sang empu yang di panggil namanya langsung menatap ke arah Claudia.
__ADS_1
"Tatatt Ante (cokelat Tante)." ucap Davin.
"Bukan. Itu roti bakar Vin" ucap Claudia yang ingin menggoda ponakannya itu
"Tatat ante.. Tatatt." kekeh Davin
"Dibilangin itu roti bakar."
"Tatat!"
"Roti bakar Vin." Claudia terus saja kekeh dengan ucapannya.
"Tatat..." Davin melempar garpu kecilnya ke arah Claudia yang tepat berada di depannya.
"Iiihh.. Apa sih Vin? Tante cium nih."
"Auu (nggak mau)." Davin melipat kedua tangannya seperti memeluk tubuhnya sendiri.
"Claudia udah ih, kamu ini." Omel Tante Anne namun, malah dihiraukan oleh Claudia.
"Tante makan roti bakarnya ah..." Claudia mengambil ancang-ancang untuk mengambil roti bakar Davin.
"Tatatt.. Tatat Apin.. (cokelat Davin)." Davin jingkrak-jingkrak dipangkuan Lisa tanda ia tidak mau.
"Eehmm.. Dapet deh." ucap Claudia yang berhasil mengambil piring berisi roti bakarnya. Davin langsung menangis seketika.
"Tatatt Apin (cokelat Davin)..." tangis Davin seraya menunjuk piringnya.
"Eh nangis.. Aduduh.. Mommy sakit iihh..." ucap Claudia diikuti ringisan saat Tante Anne menjewer telinganya.
"Kamu dibilangin susah sekali. Seneng banget liat Davin nangis." Omel Tante Anne lagi saking kesalnya
"Aduh Mom.. becanda doang ih. Lepasin dong, sakit nih." keluh Claudia. Tante Anne melepas jeweran nya dengan kesal. Sedangkan Claudia mengusap telinganya yang memerah.
"Tatat Apin Unda.. Hiks hiks." ucap Davin terisak.
"Ambil lagi ya? Mau? Nih, coba ambil sendiri." Lisa memberikan garpu pada Davin. Bocah kecil ini langsung diam dan menatap garpu yang ia pegang.
"Itu ambil, masih ada tinggal 1 roti bakarnya." ucap Lisa menunjuk piring roti bakar yang masih tersisa 1 buah.
"Tatat.. hiks." ucap Davin sesenggukan seraya mencoba mengambil rotinya.
"Eitz.. Punya Tante ini." Claudia langsung memegang ujung piringnya membuat Davin menatapnya dan kembali menangis.
"Hehe.. Peace kakak." Claudia mengangkat jari telunjuk dan tengahnya sambil nyengir.
"Diemin anak kakak!" sentak Aldi.
"Ogah. Biarin aja nangis, imut tau kak." celetuk Claudia membuat Aldi semakin kesal.
"Kamu..."
"Hiks.. Tatat Apin..." isak Davin seraya memeluk leher Bundanya
"Ambil gih, Tantenya cuma bercanda kok." ucap Lisa.
"Auu (nggak mau). Ante atan (Tante nakal) hiks." ucap Davin yang masih menangis dengan bersembunyi di leher Lisa.
"Ikut Ayah yuk, kita ambil kotak bekal ya." Aldi mengangkat tubuh mungil putranya dari pangkuan Lisa.
"Tatat Apin Yayah.. Hiks hiks." isak Davin menatap Aldi.
"Ambil kotak bekal ya. Terus kita bawa ke kantor.. Oke jagoan." ucap Aldi sambil berjalan menuju dapur dan mengusap air mata putranya.
"Kamu ini bandel sekali sih Clau." ucap Tante Anne
"Elah Mom nangisin sekali doang juga." ucap Claudia dengan wajah tanpa dosanya.
"Walaupun begitu, kamu ini tidak mau menenangkan Davin! Malah terus menggodanya." Omel Tante Anne.
"Iya-iya maaf deh." ucap Claudia seraya mengerucutkan bibirnya.
"Kamu ini." dengus Tante Anne kesal.
Tak lama Aldi datang dengan membawa kotak bekal berwarna merah dan biru ditangan kanannya.
"Kok bawa 2 Yah?" tanya Lisa heran.
"Satunya buat kamu. Kan kamu belum sarapan. Nih masukin, nanti kamu sarapan di kantor aja ya." Aldi memberikan kotak itu pada istrinya. Lisa tersenyum dan mengangguk
"Nih punya Davin." Lisa memberikan kotak bekal berwarna merah berisi roti bakar cokelat untuk Davin. Putra tampan Lisa dan Aldi ini langsung mengambil dan memeluk bekalnya dengan wajah yang masih sesenggukan.
__ADS_1
"Biasa aja kali ngeliatnya. Iya tau kalo Tante itu cantik." celetuk Claudia saat Davin terus menatapnya.
"Atan (nakal)!" ucap Davin.
"Biarin wle, dasar cengeng." ucap Claudia tak mau kalah sambil menjulurkan lidahnya.
"Claudia! Kamu bisa diam?! Jangan godain Davin terus!" ucap Om Darwin.
"Elah.. Percaya dah banyak yang belain tu bocil. Udah ah, Claudia berangkat sekolah aja kalo gitu." ucap Claudia lalu mencium punggung tangan orang tuanya. Setelah itu berdiri di hadapan Davin.
"Mau apa kamu?!" ketus Aldi. Claudia nyengir dan langsung mencium gemas pipi Davin. Setelah itu ia berlari keluar rumah.
"Ataaann (nakal)!!" teriak Davin yang memajukan bibir bawahnya tanda ingin menangis.
"Usstt.. Udah ya, nggak boleh nangis." Aldi segera membujuknya agar putranya itu tidak menangis
"Ante atan (Tante nakal)." Adu Davin sambil menatap sang Ayah. Aldi tersenyum
"Merah ya pipinya. Nanti biar Ayah marahin Tantenya ya." ucap Aldi.
"Ayahin (marahin)." ucap Davin mangut-mangut. Aldi tersenyum lalu menatap Lisa.
"Udah Bun?" tanya Aldi pada Lisa.
"Udah nih, mau berangkat sekarang?" tanya Lisa balik
"Iya, keburu siang entar makin macet." jawab Aldi seraya melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 07.45 pagi.
"Ya udah, yuk kita berangkat sekarang." ucap Lisa, lalu meraih tas kerja Aldi.
"Kami berangkat dulu ya Mom, Dad." pamit Lisa mencium punggung tangan kedua mertuanya dan diikuti oleh Aldi
"Iya, kalian hati-hati ya." pesan Tante Anne. Lisa dan Aldi mengangguk.
"Davin sini. Cium dulu sama Oma." lanjut Tante Anne.
"Mama..." ucap Davin menunjuk sang Oma. Aldi tersenyum lalu mendekatkan tubuh mungil putranya ke sang Mommy.
"Merah ya pipinya gara-gara dicium sama Tante Claudia?" ucap Tante Anne seraya mencium kedua pipi dan kening cucunya.
"Ninih.. Ante Cilo atan (ini, Tante Clau nakal)." Davin mengadu seraya menunjuk pipinya. Membuat orang tua dan Oma Opanya terkekeh.
"Nanti Oma jewer ya." ucap Tante Anne
"Wewel." Davin mangut-mangut.
"Kami berangkat dulu ya." pamit Aldi. Tante Anne dan Om Darwin mengangguk.
"Assalamualaikum." ucap Lisa dan Aldi.
"Waalaikumussalam." balas mereka.
"Tata Mama (dada Oma), tatah Papa (dada Opa)..." Celoteh Davin sambil melambaikan tangan pada Oma dan Opanya. Mertua Lisa ini langsung membalasnya dengan senyum mengembang.
"Nggak nyangka ya Mom, kita mempunyai cucu selucu dan sepintar Davin." ucap Om Darwin.
"Iya Dad. Semua itu tergantung bagaimana cara orang tua mendidik anaknya." ucap Tante Anne. Om Darwin tersenyum dan mengangguk.
********
Saat ini Aldi, Lisa dan Davin sedang dalam perjalanan menuju kantor. Aldi memilih jalan pintas agar cepat menuju kantornya, karena ia tau pasti jalan raya sangat macet pagi ini. Sedari tadi Davin hanya diam menatap jalanan dari kaca mobil.
"Ayah." panggil Lisa.
"Apa Bun?" tanya Aldi yang masih fokus ke jalanan.
"Apa kita akan terus bergantung pada orang tua?" ucap Lisa dan membuat Aldi menoleh sekilas
"Maksud kamu gimana?"
"Kita kan sudah berumah tangga. Apa kita nggak hidup mandiri aja? Nggak enak sama orang tua kita."
"Aku sih rencana udah ada rumah untuk keluarga kecil kita. Tapi..." Aldi menggantungkan ucapannya.
"Kenapa?" tanya Lisa. Aldi menggenggam tangan kanan istrinya itu.
"Kita bicarakan dulu ya sama orang tua aku. Kita ambil keputusan sama-sama." ucap Aldi. Lisa tersenyum dan mengangguk.
Bersambung ..
Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗
__ADS_1
Ig : @mutiakim