MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 85


__ADS_3

******


6 bulan kemudian.


Kini usia kandungan Lisa telah memasuki bulan ke-7. Hari ini adalah acara 7 bulanan kandungannya. Semua keluarga dan kerabat dekat Lisa dan Aldi sudah berada di rumah mewah Aldi, untuk mengikuti acara syukuran yang akan dimulai sebentar lagi.


"Ayah, udah rapi belum?" tanya Lisa menatap Aldi yang tengah asyik bermain games bersama Davin di tabletnya.


"Aldi iihh!" kesal Lisa karena tak digubris oleh Aldi.


"Eh iya kenapa Bun?" Aldi langsung menatap ke arah Lisa.


"Aku udah rapi belum?! Kamu mah aku ajak ngomong malah asik nge-game sama Davin." omel Lisa. Aldi tersenyum.


"Jelek ah, gendut." ucap Aldi.


"Iiihh, tuh kan." Lisa memanyunkan bibirnya. Aldi terkekeh lalu mendudukkan Davin di sofa sampingnya.


"Davin main sendiri dulu ya." ucap Aldi seraya menatap putranya. Davin hanya mangut-mangut karena ia masih fokus dengan game yang sedang ia mainkan yang tak lain adalah game Angry Bird. Aldi mencium pipi putranya lalu menghampiri Lisa yang sedang berdiri di depan cermin. Aldi memeluk tubuh Lisa dari belakang, walau sedikit terhalang oleh perut buncit Lisa.


"Kamu tuh selalu tampil cantik dengan keadaan apapun. Gendut aja udah seksi, apalagi kalo langsing coba." Aldi menyandarkan kepalanya di bahu Lisa.


"Bohong banget sih." ucap Lisa tak percaya


"Ngapain bohong coba. Kamu pake baju muslim kayak gini makin cantik loh." ucap Aldi. Membuat pipi Lisa langsung memerah.


"Jangan gombal." ucap Lisa menunduk karena malu. Aldi tersenyum lalu melepas pelukannya. Ia memegang kedua pipi Lisa dari belakang, agar Lisa menatap cermin yang ada di depannya itu.


"Lihat, makin imut kan kalo hamil?" ucap Aldi.


"Iihh, Aldi udah. Aku kan jadi malu." Lisa langsung menutup wajahnya yang memerah. Membuat Aldi terkekeh dan gemas. Ia kembali memeluk Lisa dan mengusap perut buncit istrinya itu.


"Cepet lahir ya dek. Biar Bundanya bisa hamil lagi." ucap Aldi ngasal. Lisa langsung melepas tangannya dan menatap Aldi tajam.


"Sembarangan aja kalo ngomong!" ucap Lisa.


"Kenapa? Kan biar makin imut yang."


"Kamu mah hobinya produksi mulu. Aku nya yang capek bolak balik lahiran." kesal Lisa. Aldi malah tersenyum melihat istrinya yang sedang kesal itu.


"Kan biar rame rumahnya. Biar Davin banyak temennya." ucap Aldi.


"Ya tapi selesai lahiran nggak langsung bikin lagi kali. Modus terus kerjaannya. Nafsu kamu besar banget sih Al." cerocos Lisa.


"Ya, gimana nggak nafsuan kalo istrinya seseksi kamu yang. Makanya setiap kali aku deket sama kamu, bikin aku langsung bergairah tau nggak sih." ucap Aldi tepat di telinga Lisa. Membuat Lisa sedikit kegelian dan Lisa hanya memutar bola matanya kesal. Ini salah satu tanda Aldi jika omesnya sudah kumat😌


"Minggir deh, aku mau pakai hijab dulu!" ucap Lisa.

__ADS_1


"Ya udah sih pakai hijab aja." ucap Aldi yang masih memeluk Lisa.


"Aldi kamu minggir sana! Gimana aku geraknya kalo kamu kek gini." ucap Lisa.


"Gerak apanya?" tanya Aldi, Lisa mendengus kesal.


"Itu nya."


"Itu nya apa?"


"Itu nya ini nih! mau?!" Lisa mengepalkan tangannya tepat di wajah Aldi.


"Yassalam, jahat amat sih." ucap Aldi.


"Makanya jangan omes mulu! Tobat kek, banyakin amal ibadahnya. Ini mah malah kebanyakan dosa dasar." celetuk Lisa.


"Sama-sama banyak dosanya. Kan kita bikin Davin dulu sebelum nikah."


"Aldi!" sentak Lisa. Aldi malah nyengir dengan watados nya.


"Minggir atau aku injak kaki kamu!" cetus Lisa.


"Jangan pecicilan deh. Perut gede gitu pake mau nginjak segala. Kalo brojol sekarang gimana?" celetuk Aldi.


"Aldi!!!" teriak Lisa kesal dengan tingkah suaminya itu. Aldi langsung melepas pelukannya.


"Punya suami omes banget. Kalo bukan suami sendiri udah aku tabok tuh mulutnya pake panci." gerutu Lisa.


"Aku dengar ya sayang." ucap Aldi.


"Biarin! Aku nggak peduli!" ketus Lisa. Aldi menelan kasar saliva nya.


"Galak amat bini gue." batinnya.


*******


Lisa, Aldi dan Davin menuruni anak tangga untuk menemui para tamu yang sudah berkumpul untuk mengikuti acara syukuran 7 bulanan usia kehamilan Lisa.


"Lisa." Panggil seseorang yang membuat Lisa langsung menoleh.


"Nana." ucap Lisa tersenyum saat melihat sahabatnya yang tengah berdiri tak jauh darinya bersama suami dan putri kecilnya yang kini berusia 8 bulan itu. Lalu Lisa berjalan menghampirinya.


"Iiihh, makasih ya udah dateng." ucap Lisa lalu cipika-cipiki dengan Nana.


"Ya harus dong. Masa acara 7 bulan sahabatnya nggak dateng." ucap Nana. Lisa tersenyum lalu menatap si cantik mungil yang berada di gendongan Fandi.


"Halo Kania, ih udah besar ya sekarang." ucap Lisa mencubit pelan pipi bayi cantik itu.

__ADS_1


"Papa." Bayi mungil yang bernama Kania Khadzana Utami ini bertepuk tangan riang.


"Itu Tante sayang." ucap Fandi


"Tata." celoteh Kania. Membuat semua terkekeh.


"Dedek." ucap Davin seraya menunjuk Kania.


"Iya, itu dedek nya Om Fandi." ucap Aldi.


"Dedek Om Didi?" ulang Davin. Aldi mengangguk.


"Dedek Apin nana (adiknya Davin mana)?" Davin bertanya seraya menatap polos Aldi. Aldi tersenyum.


"Dedek nya Davin masih disini." Aldi menyentuh perut besar milik Lisa. Davin menatap polos perut Bundanya itu.


"Ninih piyut Undaa nana dedek (ini perut Bunda bukan dedek)." ucap Davin geleng-geleng.


"Kan dedek nya di dalam Vin." jelas Aldi.


"Yayam (dalam)?" ulang Davin.


"Iya." ucap Aldi.


"Yayam nana Yayah (dalam mana Ayah)?" tanya Davin lagi. Aldi menghela nafasnya.


"Iya, susah kalo dijelasin. Davin masih kecil, nggak bakalan ngerti." ucap Aldi.


"Apin ticil, nana ati (Apin kecil, nggak ngerti)?" ucap Davin.


"Iya, masih kecil." Aldi tersenyum lalu menatap Fandi.


"Apa kabar bro?" Aldi merangkul Dicky ala anak muda. Padahal udah pada jadi bapak-bapak. *eh🤭


"Baik dong. Lo sendiri gimana?" balas tambah tanya Fandi.


"Seperti yang lo lihat." ucap Aldi santai


"Gila ya lo, udah mau punya 2 anak aja."


"Duh, iya dong. Gue mah selalu semangat kalo bikin." ucap Aldi bangga. Tidak tau apa kalo Lisa yang berada di sampingnya sudah menatapnya kesal.


Bersambung ..


Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2