MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 58


__ADS_3

"Dia punya cara unik untuk membuat kita tersenyum Al." lirih Lisa. Aldi tersenyum dan mengangguk.


Aldi merangkul pundak Lisa dan sedikit menggeser duduknya lebih dekat dengan istrinya itu. Ia menyandarkan kepalanya di pundak Lisa, dan menenggelamkan wajahnya di leher Lisa sesekali ia juga mencium leher istrinya itu. Membuat Lisa sedikit kegelian.


"Aku kangen banget sama kamu sayang." lirih Aldi.


"Setiap hari kita kan ketemu Yah." ucap Lisa.


"Tapi 2 bulan kamu cuekin aku, rasanya seperti 2 abad kamu buat aku menahan rindu ini." ucap Aldi.


"Maaf kalo 2 bulan kemarin aku udah nyusahin kamu." ucap Lisa lirih. Aldi menggeleng.


"Kamu nggak pernah buat aku susah." ucap Aldi sambil menatap wajah Lisa. Lisa tersenyum lalu mengusap pipi sebelah kiri Aldi.


"Aku janji akan menebus semuanya nanti malam." ucap Lisa membuat mata Aldi langsung berbinar.


"Serius nanti malam lagi?" tanya Aldi antusias. Lisa mengangguk dengan senyum kecil. Aldi langsung memeluk erat Lisa.


"Aku sangat-sangat mencintaimu sayang." ucap Aldi.


"Aku juga sangat mencintaimu Ayah." balas Lisa tersenyum dalam dekapan Aldi. Aldi juga tersenyum mendengarnya.


Cukup lama Lisa dan Aldi berpelukan, sampai terdengar suara Davin memanggil Lisa.


"Undaa."


Lisa dan Aldi refleks melepas pelukannya.


"Kenapa nak?" tanya Lisa menatap Davin.


"Ninih." Davin menunjuk mangkuk baksonya yang tinggal sedikit. Di atas meja itu juga sedikit berantakan karena ulahnya.


"Udah makannya?" tanya Lisa. Davin mangut-mangut.


"Mimi Unda (minum Bunda)." ucap Davin seraya merentangkan tangannya ke arah Lisa.


"Sama Ayah ya? Bunda beresin ini dulu." ucap Lisa sambil mengusap kepala Davin. Davin menatap Aldi. Membuat Aldi menautkan 1 alisnya.


"Papa (Apa)?" tanya Davin pada sang Ayah.


"Yeee.. ya udah sih, nggak usah minta bantu Ayah." ucap Aldi cuek lalu memalingkan wajahnya.


"Yayah.. Yayah.." Tiba-tiba Davin merengek seraya mengulurkan tangannya ke arah Aldi. Aldi tersenyum lalu meraih tubuh mungilnya.


Benar kata Lisa, Davin seperti itu hanya untuk mencari perhatian orangtuanya. Ya you know lah, Davin sering di bentak saat diculik oleh Valerie. Mungkin itu yang membuatnya sedikit trauma dan kekurangan kasih sayang.


"Mau apa?" tanya Aldi lembut.


"Mimi Yayah (minum Ayah)." jawab Davin menatap Aldi.


"Ayo buat dulu susunya." ajak Aldi.

__ADS_1


"Mimi tatat Yayah (minum cokelat Ayah)." celoteh Davin.


"Iya sabar jagoan." balas Aldi


*********


Aldi tengah membuatkan putranya susu coklat dengan Davin di gendongannya.


"Ninih." Davin menunjuk gula di samping botol susunya.


"Udah dong, masak dikasih terus. Nanti bisa kencing manis loh." ucap Aldi seraya menutup botol susu milik putranya.


"Cincing anis (kencing manis)?" ulang Davin. Aldi tersenyum dan mengangguk.


"Nih mimi nya." ucap Aldi seraya memberikan botol susunya ke Davin.


"Tatacih Yayah (makasih Ayah)." celoteh Davin.


"Cama-cama Apin." Aldi sedikit menirukan ucapan Davin seperti biasanya. Lisa yang melihat itu tersenyum kecil.


"Nana (disana)." Davin menunjuk sofa yang tadi didudukin oleh Ayahnya. Aldi menurutinya lalu mendudukkannya di sofa sampingnya dan Davin mulai meminum susunya.


"Udah selesai Bun?" tanya Aldi yang melihat meja itu kembali bersih.


"Udah, kamu makannya udah ?” tanya Lisa balik.


"Udah ah, udah kenyang banget bun. Kamu mau makan?"


"Kamu mau kebawah lagi?" tanya Aldi


"Iya." jawab Lisa.


"Nggak usah. Biar aku telponin OB aja."


Aldi beranjak dari duduknya lalu menelfon OB. Lisa hanya bisa menghela nafas. Aldi kembali duduk di samping Davin, lalu meneguk sprite yang dibuka tadi.


"Yayah nanak (Ayah nggak enak)." pekik Davin tiba-tiba seraya menunjuk sprite yang diminum Aldi.


"Nanak Yayah, tuh nanak (nggak enak Ayah, itu nggak enak)." jelas Davin.


"Kan itu Davin, bukan Ayah “ ucap Aldi sedikit meledek.


"Papa? Ninih Apin tatat (apa? Ini cokelatnya Davin)." Davin menunjukkan botol susunya ke Aldi.


"Enakan ini dong. Nyess beerrr." ucap Aldi menggoda putranya.


"Pepel (berber). Ninih ne pel (ini nyes ber)." Davin mangut-mangut sambil menatap botol susunya. Lisa dan Aldi langsung tertawa mendengarnya.


"Ngomong apaan sih Vin?" tanya Aldi.


"Papa (apa)?" tanya Davin sedikit kesal. Aldi terkekeh lalu memeluk putranya.

__ADS_1


"Sayang Davin." lirih Aldi.


"Yayan Yayah (sayang Davin)." balas Davin juga.


TOK, TOK, TOK.


"Masuk." sahut Lisa yang sedari tadi berdiri.


CEKLEK


"Permisi, saya mau mengambil mangkuk yang tadi Bu." ucap seorang OB yang bernama Jono itu.


"Oh iya silahkan mas." ucap Lisa. Jono pun menurut dan langsung mengambil mangkuk kotor yang ada di ruangan Aldi itu.


"Baiklah, saya permisi Pak, Bu." pamit Jono.


"Iya, terima kasih."


"Sama-sama pak, bu. Mari." Lisa dan Aldi tersenyum dan mengangguk


******


Sore harinya ..


Aldi, Lisa dan Davin sudah dalam perjalanan pulang. Namun, Aldi tidak langsung pulang. Ia mengajak Lisa dan Davin ke sebuah rumah besar dan mewah yang bak istana itu. Terlihat masih bagus dan terawat. Padahal rumah itu terlihat cukup sepi penghuni.


"Ini rumah siapa Yah?" tanya Lisa heran. Aldi hanya tersenyum tanpa menanggapi pertanyaan dari istrinya itu.


"Ayo masuk." ucap Aldi. Dengan perasaan yang masih bingung Lisa mengikuti langkahnya dengan menggendong Davin.


Ting Nong


Aldi memencet bel rumah itu.


CEKLEK


"Eh Tuan.. Silahkan masuk." ucap seorang wanita paruh baya yang bernama Marni itu. Aldi tersenyum dan mengangguk.


"Pak Rahmat mana Bi?" tanya Aldi. Pak Rahmat adalah suami dari Bi Marni


"Bapak masih dibelakang, lagi bersihin taman disana Tuan." jawab Bi Marni. Aldi mangut-mangut mengerti.


"Saya buatkan minum dulu ya Tuan." pamit Bi Marni lalu pergi ke dapur.


"Ayah." panggil Lisa lirih.


"Apa?" tanya Aldi lembut seraya duduk di sofa.


"Sebenarnya ini rumah siapa? Kamu.. kamu nikah lagi?" tanya Lisa dengan sedikit terputus dan detak jantungnya yang sudah berdegup kencang.


Bersambung ..

__ADS_1


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


__ADS_2