
Hari berganti menjadi bulan, bulan berganti menjadi tahun. Dan saat ini Davindra Eadric sudah berusia 1 tahun. Jagoan Lisa dan Aldi tumbuh menjadi bayi yang sangat aktif dan pintar. Buktinya sekarang dia sudah bisa berceloteh ria jika orang tuanya atau siapapun berbicara.
“Nah udah wangi. Sekarang Davin bangunin Ayahnya gih.” ucap Lisa yang baru saja selesai memandikan dan memakaikan baju untuk Davin.
“Yayah.” Davin menatap Lisa bingung
“Ayah bangun…” ucap Lisa pelan memberi contoh padanya. Davin tertawa riang lalu merangkak mendekati Aldi yang masih tertidur
“Yayah anun (Ayah bangun)... Yayah anun (Ayah bangun)…” ucap Davin berceloteh. Aldi tidak terusik sama sekali. Lalu Davin merangkak lalu naik ke atas perut Ayahnya, membuat Lisa terkekeh
“Yayah anuunn Yayah (Ayah bangun Ayah)...” Davin memukul wajah Aldi, membuat Aldi terbangun
“Eenggh Davin.. Ayah ngantuk nak.” ucap Aldi serak
“Unda yuyuh anun (Bunda suruh bangun).” ucap Davin seraya menunjuk ke arah bundanya. Lalu Aldi menatap Lisa
“Apa? Mau protes? Memang aku yang nyuruh Davin bangunin kamu.” ucap Lisa memasang wajah garangnya
“Aku masih ngantuk, aku tidurnya jam 5 subuh tadi.” ucap Aldi parau. Davin memukul wajah ayahnya lagi
“Aduh Vin, sakit tau nggak kamu pukuli ayah terus.” protes Aldi
“Apin tutah anun (Davin sudah bangun).” ucap Davin
“Terus?” tanya Aldi
“Ayah anun (Ayah bangun)...” Davin ingin memukul lagi wajah Ayahnya. Namun, dengan cepat Aldi memegang tangan mungilnya. Ia mendekap putranya lalu menggulingkan ke sampingnya
“Nakal ya kalo dibilangin. Hem…” Aldi menciumi perut Davin sampai membuatnya tertawa karena kegelian
“Yayah.. Hahaha.” tawa Davin dengan riang
“Ayah udah iihh, entar dia nggak nafsu makan.” omel Lisa. Aldi menghentikan aktifitasnya lalu memeluk putranya lagi
“Kamu ngapain tidur jam 5 subuh?” tanya Lisa
“Nih anak kamu, mentang-mentang hari ini dia ulang tahun terus bangunnya jam 2. Tumben-tumbenan banget kan.” jelas Aldi
“Masa sih?” Aldi mengangguk
“Undaa.. Yayah…” Davin memberontak dalam pelukan Aldi
“Diem ya ganteng.” Aldi tetap memeluk erat putranya itu
“Aauuu (ndak mau).. Undaa.. Yayah Undaa…” adu Davin dengan suara imutnya
“Hhmmm.. Gemes tau nggak.” Aldi mencium pipi Davin kencang sampai membuatnya menangis kejer
“Undaaa…” tangis Davin seraya menatap sang Bunda
BUGH
“Aduh, sakit Bunda.” rintih Aldi saat Lisa memukul wajahnya dengan bantal
“Kamu tuh susah banget ya di bilangin! Jangan jahil sama Davin. Udah tau kulit anaknya gampang merah.” omel Lisa. Memang kulit Davin agak sensitif, ke tekan sedikit aja kulitnya langsung merah. Apalagi kalo terkena paparan sinar matahari pasti kulitnya langsung memerah, namanya juga anak keturunan bule.
“Lagian punya kulit putih banget. Kayak orang cina aja. Padahal aku yang blasteran Indo-Jerman nggak kayak gitu putihnya.” celetuk Aldi
“Ya iyalah apa kamu lupa, Papa aku kan ada keturunan Cina nya.” ucap Lisa
__ADS_1
“Heh kok malah sebut Papa sih, Ayahnya Davin itu aku atau Papa?” protes Aldi
“Ya kamulah, gimana sih? Masa iya lupa yang ngasih aku obat perangsang itu siapa.” sindir Lisa lalu mengambil Davin yang masih menangis dan memangku nya
“Pastinya ingat dong. Yang langsung jadi agresif itu kan?” Aldi yang malah memanasi istrinya itu, dan langsung membuat Lisa mendengus kesal pada suaminya itu
“Mimi dulu ya nak. Diem ya anak pintar.” Lisa memberikan ASI-nya untuk Davin agar ia berhenti menangis. Davin menerimanya dan seketika langsung diam sesekali sesenggukan.
“Uluh, uluh, uluh. Davin cengeng wle.” Aldi mencoba menggoda sang anak dengan menjulurkan lidahnya saat Davin menatapnya. Davin langsung melepas ASI-nya lalu menangis kembali
“Hiks.. Undaaa…” tangis Davin kembali pecah
“Aldi!” sentak Lisa
“Heh! Panggil Ayah!” protes Aldi
“Kamu bisa nggak sih diem sehari aja!” kesal Lisa
“Gemesin tau sayang.” Aldi mencubit gemas hidung Davin. Dan itu membuat Davin menangis semakin kencang
“Aldi!!!” geram Lisa
PLAKKK
“Aduh sakit! Kamu mukulnya kencang amat sih. Ini mah KDRT namanya.” kesal Aldi saat Lisa memukul pahanya dengan sangat kencang
“Kamu itu kalo dibilangin nggak mempan! Mintanya dikeraskan dulu.” ucap Lisa marah
“Ya nggak usah pake mukul juga kali.” cetus Aldi sinis. Lisa langsung menatapnya tajam
“Mandi nggak?!” titah Lisa ke suaminya
“Nggak!”
“Eh enak aja. Nanti malem jatah aku sama kamu begadang kali.” protes Aldi
“Nggak ada jatah-jatahan pokoknya malem ini!” ketus Lisa
“Eh nggak bisa gitu dong. Iya-iya aku mandi sekarang.” Aldi langsung beranjak dari ranjangnya
“Dasar! Bisanya ngancem mulu.” dumel Aldi seraya berjalan ke kamar mandi
“Aldi aku denger ya.” ucap Lisa
“Aku nggak ngomong apa-apa juga.” dusta Aldi dari dalam kamar mandi. Lisa hanya menggelengkan kepalanya
“Cup, cup, cup sayang. Diem ya anak ganteng Bunda.” Lisa sedikit menimang Davin yang berada di pangkuannya itu
“Yayah Unda.. Hiks.” tangis Davin sesenggukan. Lihatlah, wajahnya saja sampai memerah gitu. Apalagi hidungnya.
“Ayahnya udah Bunda marahin. Diem ya sayang. Mimi lagi ayo.” ucap Lisa kembali memberi Davin ASI. Dan Davin menerimanya kembali. Lisa tersenyum lalu mengusap air matanya
“Hiks.. Hiks…” terdengar Davin yang sesekali sesenggukan
“Kamu tumbuh jadi anak yang pintar. Bunda sayang kamu Davin.” batin Lisa lalu mencium pipi sang anak dengan lembut
********
CEKLEK
__ADS_1
“Davin... Ayah datang...” ucap Aldi yang baru keluar dari kamar mandi, langsung mengagetkan putranya yang tengah bermain mobil-mobilan di atas ranjang
“Undaa…” Davin merangkak cepat untuk mendekati Lisa yang tengah merias
“Uuuhh, hati-hati nanti jatuh nak.” Aldi dengan cepat mengangkat tubuh mungil putranya
“Jangan jahil lagi! Dia baru diem.” ketus Lisa
“Iya-iya aku tau.” Kalo sudah begini, Aldi selalu mengalah ketika Lisa sudah berubah menjadi galak seperti singa betina
“Auu Undaa (Mau Bunda).” gumam Davin
“Ngapain sama Bunda? Sama Ayah aja.” ucap Aldi seraya mencium pipi Davin
“Auuu (ndak mau).” Davin menggelengkan kepalanya
“Hhmm ya udah, nggak jadi ambil kue tart nya Davin lo ya.” Davin diam menatap Ayahnya
“Tatat? Au tatat (mau cokelat).” ucap Davin sambil bertepuk tangan
“Heeehh, siapa yang bilang cokelat?” protes Aldi
“Au tatat Yayah (mau cokelat Ayah).” ucap Davin menatap sang Ayah
“Nggak boleh ya ganteng.” Aldi menggeleng pelan
“Au tatat (mau cokelat)!” Davin ingin memukul wajah Aldi lagi
“Nih anak mukul mulu dah. Ayah pencet lagi nih hidungnya.” kesal Aldi
“Pencet aja pencet, nanti tidur diluar ya!” cetus Lisa membuat Aldi menatap istrinya itu
“Hehe, enggak kok sayang.” ucap Aldi cengengesan
“Udah sana ganti baju dulu.” titah Lisa
“Oke muuachh. Bentar ya jagoan, Ayah mau ganti baju dulu.” ucap Aldi seraya mencium pipi Davin lagi, lalu menurunkannya di atas ranjang
“Tatat Yah tatat.” ucap Davin menatap Aldi yang tengah mengambil bajunya di lemari
“No, nggak boleh makan cokelat sayang.” Aldi menggeleng lalu masuk ke dalam kamar mandi
“Unda...” adu Davin pada Lisa
“Nggak boleh ya sayang.” ucap Lisa lembut
“Bunda ganti kek bajunya Davin. Masa iya pake baju pink sih.” protes Aldi saat Lisa memakaikan Davin baju berwarna pink
“Kenapa emang? Sama aja kok. Pink lebih unyu tau.” ucap Lisa
“Unyu dimana nya coba? Davin itu cowok bunda, pake baju warna merah atau biru kek gitu lebih bagus dari warna pink itu.” ucap Aldi kesal
“Nggak usah protes deh Ayah!” Lisa menatap Aldi tak kalah kesal. Aldi menghela nafasnya. Memang wanita itu selalu benar.
“Terserah ah, kamu mah susah di bilanginnya.” ucap Aldi, lalu ia mengangkat putranya ke dalam gendongannya. Lisa tersenyum jail melihat ekspresi dari Aldi
“Ayo berangkat.”
Bersambung ..
__ADS_1
Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗
Ig : @mutiakim09