MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 77


__ADS_3

********


Di bandara, seorang gadis tengah kebingungan ke arah mana ia akan pergi. Ia baru saja turun dari pesawat 5 menit yang lalu.


"Aku harus kemana? Aku lupa jalan disini." gumam gadis itu yang terus kebingungan di dalam bandara.


"God, help me please." gumamnya lagi.


"Awww." rintih gadis itu saat bertabrakan dengan seseorang.


"Kalo jalan lihat-lihat dong mbak." ucap pemuda yang ditabraknya tadi. Gadis itu menatap kedua pemuda yang berdiri dihadapannya.


"Maaf Mas, saya lagi kebingungan soalnya." ucap gadis itu.


"Memangnya mbak lagi nyari siapa?" tanya pemuda satunya.


"Panggil Bella aja ya, jangan mbak." ucap gadis itu tersenyum.


"Oh Bella. Oke, gue Kiki." ucap pemuda itu sambil melepas kacamatanya lalu menjabat tangan dengan gadis bernama Bella ini. Tentu tidak asing bagi kalian yang membaca dari season pertama😁


"Kiki?" ulang Bella. Kiki mengangguk.


"Eemm oke, kalo ini siapa?" tanya Bella pada pemuda di samping Kiki itu.


"Ini Rizal, abang gue." jawab Kiki


"Abang." ucap Bella mangut-mangut seraya mengingat kata-kata itu.


"Abang itu kakak ya?" tanya Bella tiba-tiba. Membuat Kiki mengerutkan keningnya.


"Lo bukan asli sini ya?" tanya Kiki balik.


"Aku asli sini kok, cuma waktu SMP aku pindah ikut orang tua ke Los Angeles. Jadi, udah agak lupa sama bahasa Indonesia." jelas Bella. Kiki hanya mangut-mangut.


"Terus? Lo kesini mau kemana?" Kali ini Rizal yang bertanya.


"Aku mau ke alamat ini, tapi nggak tau jalannya kemana." ucap Bella sambil menunjukkan secarik kertas yang berisi alamat rumah seseorang.


"Ini kan.. Alamat rumah Lisa sama Aldi." pekik Kiki sedikit berpikir tadi.


"Aldi? Ah iya, namanya Aldi." ucap Bella antusias. Kiki menatapnya sedikit tak suka.

__ADS_1


"Lo siapanya Aldi?" tanya Kiki berubah menjadi datar. Namun, Bella malah tersenyum senang, entah karena apa. Mungkin karena Kiki tau orang yang dia cari.


*******


Di rumah Aldi sendiri, tepatnya diruang keluarga, suasana tampak sangat ramai dengan candaan Ayah dan anak ini. Ya, Aldi tengah mengejar putranya dengan posisi merangkak. Mereka sudah baikan ternyata.


"Aaaaa Yayah.. hahaha." Davin terus berlari sempoyongan menghindari sang Ayah yang terus mengejarnya.


"Hayoo, kena kamu habis ini." Aldi terus merangkak mengejar putranya.


"Aaaaa hahaha Yayah." Davin malah teriak diikuti tawanya yang riang.


"Nah, kena kan." Aldi menangkap putranya lalu mendekap di pangkuannya.


"Aaaaaa nana.. Apin nana (Davin kena)." teriak Davin yang tertawa sangat riang.


"Kena ya? Siapa dulu yang ngejar?" tanya Aldi.


"Yayah." ucap Davin mangut-mangut. Aldi tersenyum lalu mencium kepalanya.


Lisa yang duduk di sofa, hanya tersenyum melihatnya.


TING NONG


"Ada tamu Yah." ucap Lisa.


"Biar Ayah aja bukain Bun." ucap Aldi.


"Nggak usah, kamu disini aja jagain Davin." ucap Lisa lalu beranjak menuju pintu utama.


TING NONG


"Iya sebentar." ucap Lisa lalu membuka kunci pintunya.


CEKLEK !


Tampaklah seorang gadis cantik berambut pirang dihadapan Lisa.


"Kayak pernah ketemu dia." batin Lisa yang melihatnya dari atas sampai bawah.


"Cari siapa ya?" tanya Lisa ramah.

__ADS_1


"Aldi nya ada nggak?" tanya gadis itu balik


DEG


"Aldi?" ulang Lisa. Gadis itu tersenyum dan mengangguk.


"Aldi nya ada kan?" tanya gadis itu lagi.


"Kamu siapa?" tanya Lisa sedikit ketus.


"Aku Bella." jawab gadis itu yang ternyata Bella. Lisa mencoba mengingat gadis yang bernama Bella itu. Dan... Nah,


"Ka..kamu kan yang dulu pernah ketemu Aldi di Paris." ucap Lisa yang mulai teringat. Bella mengangguk antusias.


"Mana Aldi?" tanya Bella.


"Kamu siapa nya Aldi?!" tanya Lisa.


"Aku pacarnya." jawab Bella enteng. Membuat mata Lisa langsung membulat.


"Pacar..." lirih Lisa. Bella mengangguk.


"Kamu siapa nya Aldi sih?" tanya Bella. Lisa hanya diam menahan sesak di dadanya.


"Hello, kamu..."


"Bunda, ada sia..pa.. Bella." pekik Aldi.


"Aldi." ucap Bella tersenyum manis. Ia berjalan mendekati Aldi lalu memeluknya.


"Kangen banget sama kamu." lirih Bella. Aldi membalas pelukannya.


"Sama dong kalo gitu. Kapan datang? Kok nggak bilang sih sayang. Entar kan bisa gue jemput lo di bandara." Entah sadar atau tidak Aldi berucap seperti itu. Membuat hati Lisa semakin hancur mendengarnya dan air matanya pun juga sudah menetes. Ini pacar atau selingkuhannya? pikir Lisa.


Bersambung ..


Di bab selanjutnya akan menjelaskan siapa sebenarnya Bella✌️


Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2