MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 57


__ADS_3

"Hati-hati sayang." pesan Aldi.


"Iya." balas Lisa, lalu keluar dari ruangan Aldi.


"Undaa." panggil Davin yang melihat Bundanya keluar.


"Bunda keluar sebentar nak. Davin makan yuk sama Ayah." Aldi mengaduk mie ayamnya lalu menyuapi sedikit mie ke mulut Davin. Bocah tampan ini menerimanya.


Davin mengunyah sedikit demi sedikit mie itu. Giginya yang masih tumbuh beberapa membuat ekspresinya sangat lucu ketika ia mengunyah.


"Enak nggak nak?" tanya Aldi.


"Nyinyi (ninih/ini)." ucap Davin dengan mulut penuh dengan makanan seraya mangut-mangut membuat Aldi terkekeh. Ia ikut melahap mie ayam itu sambil memandang wajah putranya.


"Ganteng banget sih kamu. Anak siapa sih?" tanya Aldi sambil mentoel hidung Davin.


"Yayah." jawab Davin.


"Pinter. Terus mirip siapa?" tanya Aldi lagi.


"Undaa."


"Eh, mirip Ayah dong Vin. Kok mirip Bunda sih." protes Aldi tak terima


"Undaa Yayah. Apin Undaa." celoteh Davin. Aldi mendengus kesal.


"Mirip Ayah sama Bunda deh kalo gitu." ucap Aldi pasrah.


"Yayah Undaa." ucap Davin mangut-mangut. Aldi mencium pipinya.


"Lagi nggak mie-nya?" tanya Aldi.


"Aji Yah (lagi Yah), Tuh." ucap Davin sambil menunjuk mangkok mie ayamnya. Aldi tersenyum lalu menyuapinya sedikit lagi.


*********


15 menit kemudian


Lisa kembali ke ruangan Aldi dan mendapati mereka tengah makan bersama.


"Davin makan apa nak?" tanya Lisa menatap Davin yang tengah mengunyah.


"Ninih Unda." jawab Davin seraya menunjuk mie ayam yang masih tersisa 3/4.


"Kok kamu kasih itu sih Yah?" tanya Lisa menatap Aldi.


"Nggak aku kasih apa-apa juga ini. Kuah beningan doang, tanpa saos sama sambel. Lagian baru 3 suap juga." Aldi memperlihatkan isi mie ayamnya. Lisa hanya geleng-geleng kepala.


"Davin makan bakso aja ya. Udah Bunda potongin nih bakso nya." ucap Lisa seraya memotong kecil-kecil bakso itu dengan sendok.


"Mamam Apin! Tuh mamam Apin (itu makanan Davin)." seru Davin antusias saat melihat makanan kesukaannya, yaitu Bakso.


"Iya ini mamam nya Davin ya. Sini Bunda suapi." ucap Lisa tersenyum. Davin turun dari pangkuan Aldi dan berjalan menghampiri Lisa.


"Ada nasinya Bun?" tanya Aldi.


"Iya ada, tadi aku suruh ngasih dikit." jawab Lisa, Aldi mengangguk.


"Atan yiyi Undaa (makan sendiri Bunda)." ucap Davin sambil menatap Bundanya.


"Nggak boleh, Bunda suapi aja ya." ucap Lisa. Davin menurut. Tumben nurut, biasanya juga keras kepala, *eh.


"Kamu makannya biar aku yang suapi ya." ucap Aldi seraya mengedipkan sebelah matanya.


"Genit banget sih." ucap Lisa sedikit terkekeh.

__ADS_1


"Nggak papa lah, sama istri sendiri juga." Aldi menggeser duduknya didekat Lisa.


"Udah ah, ada Davin loh." ucap Lisa.


"Yayah Undaa Apin, Yayah nana. (Ayah ini Bunda Davin, Ayah sana)." protes Davin menatap Aldi.


"Enak aja main ngusir-ngusir. Dasar bocah." dumel Aldi menatap kesal putranya.


"Nana! Unda Apin." Davin sedikit mendorong ke samping kaki Aldi, lalu ia naik ke atas sofa. Tepat berada ditengah-tengah orangtuanya.


"Ck, Davin selalu deh gangguin acara Ayah." ucap Aldi berdecak kesal. Davin malah bersedekap dada ala anak kecil seraya memanyunkan bibirnya.


"Udah ngalah, kan tadi udah." ucap Lisa terkekeh. Aldi hanya mendengus kesal.


"Nih Aaa' lagi." ucap Lisa kembali menyuapi Davin. Davin mengunyah lalu menatap Ayahnya.


"Yayah." panggil Davin.


"Apa?!" ketus Aldi.


"Yayah atan (Ayah nakal)!" Davin memukul paha Aldi karena panggilannya dijawab sewot oleh Ayahnya


"Apa sih Vin?!" protes Aldi.


"Atan (nakal)!" sentak Davin.


"Davin tuh yang nakal. Ayah udah ngapain coba."


"Undaa, Yayah atan (Bunda, Ayah nakal)." Adu Davin menatap Lisa.


"Jangan di dengerin ya Ayahnya." ucap Lisa seraya mengusap kepala Davin.


"Dasar tukang ngadu." celetuk Aldi sambil memakan mie ayamnya. Davin langsung menatapnya m.


"Papa (Apa)?" Davin melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan menatap Aldi seolah menantang.


"Tatang (nantang)." ucap Davin lalu turun dari sofa. Bukan ke arah Aldi malah ia berjalan sempoyongan menuju kulkas kecil yang terdapat di ruangan Aldi.


"Davin mau ngapain?" tanya Lisa yang melihat Davin menarik-narik pintu kulkas.


"Ninih, Undaa tatak (Bunda buka)." ucap Davin. Aldi meletakkan mangkuk mie ayam yang ia bawa di atas meja, lalu menghampiri putranya.


"Mau ngapain nak?" tanya Aldi lembut. Walaupun sedang kesal dengan Davin, tapi Aldi tidak akan bisa marah dengan putranya yang menggemaskan ini.


"Ninih.. Tatak Yah (buka Yah)." ucap Davin. Aldi membuka pintu kulkasnya.


"Ntuh papa Yah (itu apa Yah)?" tanya Davin menunjuk botol minuman berwarna hijau di atas.


"Itu namanya sprite nak." jawab Aldi.


"Apin au patpat (Davin mau sprite)." celoteh Davin seraya menunjuk sprite. Aldi langsung membulatkan matanya mendengar ucapan dari putranya itu.


"Apa? Davin nggak boleh minum ini." ucap Aldi.


"Au tuh, Apin au tuh Yayah (Davin mau itu Ayah)." kekeh Davin.


"Davin masih kecil nak. Nggak baik buat kesehatan." ucap Aldi.


"Au tuuh!" ucap Davin kesal seraya menatap Aldi. Ya ampun keras kepala sekali ini anak.


"Nanti minum ini, kepala Davin tambah sakit loh." Aldi mencoba beralibi dengan menunjuk kepala Davin yang diperban. Davin hanya diam menatapnya.


"Mimi susu aja ya Davin." bujuk Aldi.


"Ninih atit?" tanya Davin seraya menunjuk kepalanya sendiri. Aldi tersenyum dan mengangguk. Davin mendongak menatap minuman yang ia inginkan. Namun, tiba-tiba Davin memandang serius ke minuman yang ada di depannya.

__ADS_1


"Apin ninih." Davin maju selangkah lalu mengambil botol pocary sweat.


"Jangan minum yang dingin. Nanti Davin pilek loh." Aldi ingin mengambil botol pocary yang diambil oleh Davin.


"Ninih, Apin ninih." rengek Davin yang langsung duduk selonjor dilantai.


"Jangan duduk disitu, kotor Vin banyak kumannya loh." Aldi langsung menggendong tubuh mungil putranya ini.


"Patpat (sprite)." Davin menunjuk minuman sprite yang dekat dengannya.


"Nggak boleh sayang." ucap Aldi.


"Patpat!" teriak Davin.


"Kamu kok jadi nakal gini sih Vin?" heran Aldi.


"Ninih Yayah.. Patpat.. Patpat." Davin merengek di gendongan Aldi.


"Biarin Yah, ambilin aja. Awas ya nanti kalo nggak mau diminum." ucap Lisa tiba-tiba. Aldi langsung menatap ke arah Lisa.


"Bunda, tapi ini..."


“Nggak akan diminum semua. Percaya deh sama aku. Dia cicip dikit juga udah nggak akan mau." Potong Lisa.


"Au (mau)." celetuk Davin membuat Lisa dan Aldi menatapnya. Pintar sekali menanggapi ucapan Bundanya sepanjang itu.


"Awas ya kalo nggak mau. Bunda jewer Davin nanti." ucap Lisa


"Wewel (jewer)." ucap Davin mangut-mangut. Lisa menghela nafasnya. Benar kata Aldi, putranya jadi semakin nakal setelah kecelakaan yang menimpanya waktu itu.


"Ambilin aja Yah." suruh Lisa. Aldi hanya menurut.


"Patpat (sprite)." Davin langsung merebut botol sprite itu dari tangan Ayahnya. Aldi hanya geleng-geleng dengan tingkah putranya ini.


"Nana (sana)." Davin menunjuk sofa yang Lisa duduki. Aldi kembali lalu mendudukkan Davin di sebelah Lisa.


"Papa (apa)?" Aldi membulatkan matanya saat Davin meliriknya seperti sebelumnya.


"Unda tatak (Bunda buka)." Davin menyodorkan botol sprite nya ke Lisa. Lisa langsung menerima dan membukanya.


"Nih, awas aja kalo nggak habis." ucap Lisa. Lalu meminumkan perlahan ke dalam mulut Davin. Davin langsung memicingkan wajahnya dan mengecap-kecap kan mulutnya.


"Nanak.. Auu (nggak enak.. nggak mau)." ucap Davin geleng-geleng kepala.


"Dibilangin juga apa? Bandel sih Davin." ucap Aldi. Davin menatap Ayahnya.


"Ayo habisin." ucap Lisa.


"Auu, nanak (nggak mau, nggak enak)." Davin menggeleng cepat.


"Katanya tadi mau."


"Auu (nggak mau)!" teriak Davin lalu turun dari sofa. Ia langsung menyambar baksonya yang berada di atas meja.


"Anak kita agak gesrek deh Bun kayaknya." celetuk Aldi sambil menatap Lisa.


"Apanya?" tanya Lisa.


"Otaknya. Nakal banget loh, dia nantangin mulu." ucap Aldi. Lisa tersenyum.


"Dia hanya sedang manja dengan kita. Mungkin dia masih trauma dengan penculikannya kemarin." ucap Lisa. Aldi menghela nafasnya


"Tapi makin gemesin walaupun ngeselin." lirih Aldi.


"Dia punya cara unik untuk membuat kita tersenyum Al." lirih Lisa. Aldi tersenyum dan mengangguk

__ADS_1


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


__ADS_2