
Alur cerita novel ini terlalu cepat? Memang aku sengaja mempercepat alur cerita novel ini. Karena aku lebih suka cerita yang to the point aja, ngk suka cerita yang bertele-tele 😌 takutnya para readers akan bosan kalo alur cerita novel ini terlalu panjang dan bertele-tele. Maaf kalo novelku ini masih jauh dari kata sempurna 🙏 Dan terimakasih banyak atas dukungannya teman-teman 🙏🤗 Happy reading 🥰
***********
BRUKKK
Tiba-tiba ada seseorang yang menabrak tubuh Aldi
“Aduh maaf saya nggak sengaja.” ucap seorang gadis cantik yang menabrak Ayahnya Davin ini
“Iya nggak papa. Lain kali hati-hati ya.” ucap Aldi tersenyum kecil. Gadis itu tersenyum dan mengangguk
“Ini adiknya ya Mas?” tanya gadis itu dan hal itu membuat mata Lisa langsung membulat mendengar pertanyaannya
“Hehe ini....”
“Ganteng ya kakaknya. Persis lagi kayak adiknya sama-sama ganteng.” ucap gadis itu memotong ucapan Aldi sambil tersenyum manis
“Makasih hehe.” Aldi tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu, lalu ia melirik Lisa yang tengah menatapnya dengan tajam
“Oh iya, kalo gitu saya duluan ya Mas. Buru-buru soalnya.” pamit gadis itu. Aldi mengangguk.
Gadis itu tersenyum manis, lalu pergi dari hadapan Lisa, Aldi dan Davin. Eh ralat, hadapan Aldi saja maksudnya.
Setelah gadis itu pergi, Aldi langsung menatap ke arah Lisa
“Sayang.” panggil Aldi
“Bagus ya, anak sendiri nggak diakui.” cetus Lisa menatap sinis Aldi
“Enggak. Bukan gitu Bunda, tadi aku mau bilang kok kalo Davin...”
“Bukan anak kamu ya kan? Emang bukan deng, kan yang brojolin dia itu aku. Situ kan Kakak-nya.” Potong Lisa seraya menekan kata KAKAK di akhir perkataannya
“Aku kan yang buat. Jadi Davin anak aku juga sayang.” ucap Aldi mencoba membujuk Lisa yang sepertinya benar-benar marah padanya
“Iya anak yang nggak diakui.” ketus Lisa
“Bunda, jangan marah dong. Nggak malu apa sama Davin, dari tadi dia ngeliatin terus loh.” ucap Aldi. Lisa menghiraukan perkataan dari suaminya itu, lalu ia memakai kacamata hitam milik Aldi yang ia rebut tadi.
“Masuk mobil sekarang!” ucap Lisa cuek dan berjalan duluan. Aldi menghela nafas
“Marah kan? Ngaco sih cewek tadi.” dumel Aldi, lalu menatap sang putra
“Vin, Bunda kamu marah tuh.” ucap Aldi
__ADS_1
“Unda tuh Yah.” Davin malah menunjuk Bundanya yang berjalan semakin menjauh
“Yaelah, udah tau kali Vin. Kamu ngerti nggak sih yang Ayah omongin.” dengus Aldi kesal. Dan Davin malah tertawa melihat Ayahnya yang sedang kesal itu
**********
Jam sudah menunjukkan pukul 3 siang. 1 jam yang lalu Lisa, Aldi dan Davin baru sampai dirumah. Davin tertidur saat perjalanan pulang tadi mungkin karena kelelahan berkeliling di Kebun Binatang tadi. Sedangkan Lisa hanya cuek setiap kali Aldi mengajaknya berbicara
“Sayang.. Udah dong marahnya, please.” ucap Aldi memelas saat Lisa tidur membelakanginya.
Lalu Aldi pun ikut berbaring di samping istrinya itu. Lisa hanya diam sambil memejamkan matanya. Aldi pun langsung memeluk perut Lisa dari belakang dan menaruh kepalanya di ceruk leher Lisa.
“Kamu denger aku kan? Jangan pura-pura tidur, aku tau kamu belum tidur.” lirih Aldi
“Apa sih, lepasin!” Lisa mencoba menepis tangan Aldi yang melingkar diperutnya, namun Aldi malah makin mengeratkan pelukannya
“Sumpah aku tadi mau bilang Davin anak aku.” jelas Aldi
“Bohong!” sentak Lisa
“Buat apa aku bohong? Kamu tau sendiri aku yang dulu sangat menginginkan anak dari rahim kamu. Dan kamu juga tau aku sayang banget sama dia. Buat apa aku nggak akuin dia depan orang lain.” lirih Aldi. Lisa hanya terdiam. Lalu Aldi menarik tubuh Lisa agar menghadapnya. Ia menatap lekat mata Lisa seraya tangan kanan kirinya memegang pipi Lisa sesekali mengelusnya
“Davin itu malaikat kecil aku yang paling aku sayang Bunda. Mana mungkin aku setega itu sama anak aku sendiri.” jelas Aldi lagi dengan suara yang lirih. Lisa langsung memeluk tubuh Aldi dengan erat
“Kamu nggak bohong kan? Dan akan terus setia sama aku.” ucap Lisa. Aldi membalas pelukan Lisa lalu mencium kepala Lisa
“Sikap nekat kamu.” lirih Lisa. Aldi langsung terkekeh
“Aku berani nekat cuma sama kamu kok.” ucap Aldi sambil mencubit gemas pipi Lisa
“Iiihh dasar!” ucap Lisa seraya memukul pelan dada Aldi. Aldi pun langsung tertawa
“Udah dimaafin belum?” tanya Aldi. Lisa mengangguk dan Aldi pun kembali memeluk Lisa
“Aku sayang banget sama kamu Bunda.” ucap Aldi tulus
“Aku juga sayang kamu Ayah.” balas Lisa
“Kamu nggak usah minum pil KB lagi ya.” ucap Aldi membuat Lisa mengernyitkan alisnya
“Hah kenapa?” tanya Lisa heran
“Aku pengen punya anak lagi.” ucap Aldi. Mata Lisa langsung membulat mendengar ucapan Aldi yang menurutnya sangat gila itu
“Nggak! Aku belum siap.” tolak Lisa cepat
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Aldi
“Davin itu masih kecil Al, apalagi dia agak bandel. Gimana ngurusin nya kalo dia punya adik nanti.” protes Lisa kesal
“Ayolah sayang.” rengek Aldi
“Enggak Aldi! Nanti aja kalo Davin udah umur 3 atau 4 tahun aja.” kekeh Lisa. Aldi melepas pelukannya, lalu beranjak dari ranjang. Kemudian ia berjalan menuju meja rias Lisa, dan membuka laci meja rias itu.
“Aldi kamu mau ngapain?” tanya Lisa
“Mau buang ini.” ucap Aldi sambil memegang pil KB yang setiap hari Lisa konsumsi, lalu ia membuka tutup botol pil KB itu dan membuang semua isi pil KB itu ke tempat sampah yang ada di dalam kamar mereka.
“Aldi pil KB aku!” pekik Lisa lalu berdiri menghampiri Aldi
“Kok kamu buang sih?! Aku belum minum hari ini!” kesal Lisa sambil menghentakkan kakinya di lantai
“Ya bagus dong. Biar lebih cepet prosesnya.” ucap Aldi tersenyum puas
“Gilak! Ini masa subur aku Aldi!” sentak Lisa
“Nah itu lebih bagus lagi.” ucap Aldi santai lalu kembali berbaring ke ranjangnya
“Iihh Aldi nyebelin nyebelin...” Lisa memukuli tubuh Aldi membuatnya sedikit meringis. Aldi menahan tangan Lisa, lalu ia menarik tangan Lisa hingga Lisa terjatuh di atas tubuhnya
“Kamu mau usaha lagi hem?” tanya Aldi seraya mengusap lembut pipi istrinya itu
“Nggak! Lepasin.” Lisa memberontak. Lalu Aldi mengubah posisinya menjadi di atas Lisa
“Mumpung Davin masih tidur loh.” ucap Aldi sambil mengusap pipi Lisa
“Nggak mau Aldi. Aku capek tau nggak!” ucap Lisa terus berusaha mendorong tubuh Aldi
“Sebentar aja, please.” ucap Aldi memelas
“Nggak mau. Davin tolongin Bunda dong Vin…” teriak Lisa yang langsung dibekap oleh Aldi
“Berisik. Nanti Davin ke bangun.” ucap Aldi pelan. Lisa langsung menepis tangan Aldi dan menatap Aldi dengan tajam
“Biarin! Daviiinn eemmphht…” Aldi langsung mencium bibir Lisa, saat Lisa ingin berteriak lagi.
Ia mencium bibir Lisa dengan sangat lembut. Karena tubuh Lisa cukup lelah, membuat ia tidak bisa memberontak dan Lisa pun hanya bisa pasrah dan membalas ciuman dari suaminya itu. Lalu Aldi menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya dan Lisa.
Bersambung ..
Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗
__ADS_1
Ig : @mutiakim