MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 90


__ADS_3

Mohon untuk bijak dalam membaca part inišŸ™


***


"Kalo gitu kamu makan gih, nanti nggak enak makanannya kalo udah dingin," ucap Aldi.


Lisa tersenyum dan mengangguk dan mereka berdua langsung menyantap makanan yang sudah terhidang di atas meja itu.


"Oh ya, aku punya sesuatu buat kamu," ucap Aldi seraya mengambil paper bag dari bawah meja.


"Apaan Al?" tanya Lisa penasaran.


"This is for you," ucap Aldi seraya memberikan paper bag tersebut pada Lisa.


"Isinya apaan Al?" tanya Lisa lagi.


"Pokoknya nanti pas mau tidur pake itu ya." ucap Aldi sambil menaik turunkan alisnya. Lisa yang langsung mengerti isi dari paper bag pemberian dari suaminya itu hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Sejak kapan kamu beli ini?" tanya Lisa heran.


"Kemarin, waktu kita pergi ke mall," jawab Aldi, Lisa langsung mengerutkan keningnya.


"Kapan? Kok aku nggak tau."


"Kemarin waktu kamu lagi sibuk milih baju, aku diem-diem suruh staf tokonya buat bungkus lingerie itu, terus aku taruh di paper bag baju aku, biar nggak ketahuan sama kamu," ucap Aldi seraya nyengir kuda. Lisa hanya bisa geleng-geleng mendengar ucapan suaminya itu.


"Nanti pake itu ya."


"Nggak." tolak Lisa cepat.


"Dosa loh nolak permintaan suami," ucap Aldi.


"Cih bisanya ngancem aja," batin Lisa menggerutu. Dan Lisa terus memikirkan agar ia bisa menolak ajakan suaminya itu.


"Tapi kan ada Davin tidur di kasur."


"Kalo itu sih gampang tenang aja. Kan nanti bisa di sofa, di kamar mandi atau bisa diluar sini," ucap Aldi santai, membuat mata Lisa langsung melotot pada Aldi.


"Ngeliatnya nggak usah kayak gitu kali, tau kok kalo suami mu ini tampan dan keren," ucap Aldi percaya diri. Lisa mendengus kesal.


"Mesum banget sih kamu," ucap Lisa.


"Ini lah suami mu sayang.l," ucap Aldi santai.


Lisa langsung memutar matanya malas. Bisa-bisanya aku menikah dengan laki-laki mesum seperti dia, pikirnya


Makan malam pun telah selesai. Lisa dan Aldi masuk ke dalam kamar inap mereka. Kemudian Lisa pergi mengganti pakaian dengan lingerie yang Aldi berikan di kamar mandi.


Walaupun sebenarnya ia masih ragu untuk memakainya. Sedangkan Aldi tengah memainkan ponselnya di sofa, ia sedang membalas pesan dari Mark membahas tentang pekerjaan.


CEKLEK


Lisa keluar dari kamar mandi. Lisa keluar menggunakan lingerie berwarna merah berbahan satin yang cukup tipis dan transparan, dan ditambah dengan aksen renda yang menghiasi setiap ujungnya.


Membuat lekuk tubuh Lisa sangat jelas dan kulitnya yang putih itu pun semakin kontras terlihat. Apalagi pada bagian dada dan perut Lisa, membuat Aldi yang melihat sampai susah menelan saliva-nya.


Ketika Lisa akan naik ke atas ranjang, dengan cepat Aldi menghampirinya.


"Eh mau ngapain naik ke ranjang?"


"Ya aku mau tidur lah," jawab Lisa ketus.


"Jangan lupa sama perjanjian kita yang tadi ya," ucap Aldi.


"Perjanjian apa sih? Kita nggak pernah ya bikin perjanjian."


Tanpa basa-basi lagi, Aldi langsung menggendong Lisa ala bridal style dan Lisa pun langsung memeluk leher Aldi agar ia tidak terjatuh.


"Ih turunin aku Aldi!" ucap Lisa memberontak


"Diem nanti kamu bisa jatuh," ucap Aldi. Lisa pun hanya bisa diam.


"Nah gitu dong diem."


Aldi membawa Lisa ke sofa panjang yang ada di kamar penginapannya itu. Lalu membaringkan tubuh Lisa disana. Dengan cepat Aldi mengungkung tubuh Lisa dibawahnya.

__ADS_1


Aldi berusaha agar ia tidak menindih perut besar istrinya itu, ia mengusap pipi Lisa dengan lembut, beralih mengusap bibir Lisa dengan ibu jarinya. Lalu Aldi mencium bibir Lisa dengan lembut, dengan tangannya berusaha untuk membuka lingerie yang Lisa pakai.


Hingga lingerie itu sudah tersingkap sempurna dari tubuh Lisa dan membuat tubuh Lisa kini sudah polos dan Lisa hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu.


Aldi pun beralih mencium dan menggigit leher Lisa, hingga meninggalkan bekas keunguan disana. Tangan Aldi pun tidak bisa diam, ia memegang semua bagian-bagian sensitif tubuh Lisa. Membuat Lisa mendes*ah dan menggelinjang karena ulah Aldi.


Dengan cepat Aldi pun juga langsung membuka semua pakaiannya, dan melanjutkan kegiatannya dengan Lisa. Malam panjang dan bergairah pun terjadi antara mereka berdua.


Semenjak Lisa hamil Aldi tak pernah menyentuhnya, karena ia takut terjadi apa-apa dengan kandungan istrinya itu. Hingga 3 jam lamanya, akhirnya kegiatan panas mereka selesai.


Aldi langsung membopong tubuh Lisa ke atas ranjang, lalu membaringkan Lisa di samping kanan Davin dan Aldi pun ikut berbaring di kiri Davin, membuat Davin tidur di tengah-tengah mereka.


"Makasih ya untuk jatahnya sayang, aku sangat puas." ucap Aldi mengedipkan sebelah matanya sambil mengelus pipi Lisa.


Lisa hanya bisa mendengus kesal tanpa menanggapi ucapan Aldi, karena ia dibuat lemas tak berdaya oleh kelakuan suaminya itu. Lalu mereka berdua pun memejamkan matanya untuk menuju ke alam mimpi.


***


Pagi harinya, Lisa dan Aldi udah bangun dari tidurnya, mereka berdua pun sudah mandi membersihkan tubuhnya mereka dari bekas pertempuran panas mereka semalam.


CEKLEK!


Pintu kamar mandi terbuka, keluar lah Lisa menggunakan bikini dan hot pant. Aldi yang tadi sedang berbaring di atas ranjang sambil memainkan ponselnya itu, langsung melihat ke arah Lisa.


Rasanya Aldi ingin menerkam istrinya itu lagi, tapi ia menahannya. Aldi tak tega membuat istrinya itu kelelahan karena ulahnya.


"Al ayo kita berenang," ajak Lisa, memang tadi Aldi sempat mengajak Lisa untuk berenang dan sarapan disana.


"Oke, ayo yang," ucap Aldi menghampiri Lisa dan merengkuh pinggang istrinya itu.


Sesampainya di kolam renang, Lisa dan Aldi disuguhkan dengan pemandangan perbukitan hijau penuh pepohonan yang rindang, dan laut biru yang sangat menyejukkan.


Lisa dan Aldi langsung menenggelamkan sebagian tubuh mereka ke dalam kolam renang yang cukup dangkal. Dan mereka langsung menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh staf villa.


Beberapa makanan terlihat berjejer di atas tray yang mengambang di permukaan air, biasanya disebut dengan Floating breakfast.


Floating breakfast adalah layanan sarapan yang disajikan di kolam renang atau sarapan terapung. Karena villa itu tempat private, jadi hanya ada Lisa dan Aldi saja disana.



Suara decakan air sesekali terdengar, pun dengan suara deburan ombak dan kicauan burung yang hinggap ke sana kemari terdengar sangat merdu.


Serasa dunia milik mereka berdua, sampai-sampai mereka lupa bahwa mereka juga membawa Davin untuk liburan bersama.


"Unda Yayah." Davin yang sudah bangun langsung celingak-celinguk mencari orangtuanya.


Davin melihat pintu yang terhubung dengan kolam renang itu terbuka dan langsung merosot turun dari ranjang. Lalu ia pun keluar mencari Ayah Bundanya kesana.


Benar saja, Ayahnya itu tengah berenang dan Bundanya tengah duduk di kursi pinggir kolam renang itu. Davin langsung menghampiri kedua orangtuanya.


"Unda Yayah," ucap Davin dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Davin!" ucap Lisa dan Aldi terkejut. Lisa pun menghampiri putranya itu. Aldi pun juga langsung naik dari kolam renang dan langsung menghampiri putranya.


"Udah bangun ya nak? Ayo sini Bunda gendong," ucap Lisa sambil merentangkan tangannya ke Davin. Namun dicegah oleh Aldi.


"Biar Ayah aja yang gendong Bun," ucap Aldi langsung menggendong Davin.


"Unda Yayah atan, Apin yiyian disana (Bunda sama Ayah nakal, Davin ditinggal sendirian disana)," ucap Davin memajukan bibir bawahnya khas bayi ingin menangis.


"Uh maafin Ayah sama Bunda ya nak," ucap Lisa mengusap air mata Davin yang sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Ikut Ayah berenang, mau?" tanya Aldi pada Davin. Davin mengangguk dengan suaranya yang masih sesenggukan.


"Ayo kita berenang." Aldi langsung menenggelamkan sebagian tubuhnya ke dalam kolam renang yang cukup dangkal sambil menggendong Davin.


***


Kini Lisa, Aldi dan Davin sudah rapi dengan pakaian mereka masing-masing.


"Yah hari ini kita mau kemana?" tanya Lisa.


"Gimana kalo kita ke kebun binatang?"


"Au Yah (mau Yah)," ucap Davin dengan antusias.

__ADS_1


"Oke ayo sekarang kita berangkat."


"Yayo (Ayo)!" ucap Davin dengan semangat empat lima. Membuat Lisa dan Aldi tersenyum melihat putranya itu.


***


Sesampainya di Bali safari & Marine Park.


Bali safari & Marine Park adalah salah satu tempat wisata di Bali yang beralamat di Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra No.km 19, Serongga, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali.


Bali safari ini mulai di buka dan mulai beroperasi pada tanggal 13 November 2007. Saat ini Bali Safari and Marine Park memiliki 400 satwa dengan jumlah spesies kurang lebih 140.


"Unda mimi," pinta Davin kepada Lisa.


"Astaga Bunda lupa bawa susu untuk Davin."


"Gimana dong ini Yah?" tanya Lisa pada Aldi


"Sini biar Ayah beliin Davin susu yang bisa langsung diminum di minimarket depan itu," ucap Aldi.


"Biar Bunda aja yang pergi beli Yah. Ayah tunggu disini sama Davin," ucap Lisa.


"Ya udah, kamu hati-hati ya sayang. Kalo ada apa-apa langsung hubungi aku," ucap Aldi.


"Iya Ayah sayang."


Lisa pun pergi sendirian menuju ke minimarket yang berada di depan kebun binatangnya itu.


10 menit kemudian, Lisa pun telah membeli susu dan barang lainnya yang ia butuhkan.


Ketika Lisa keluar dari pintu minimarket, ia tak sengaja di tabrak oleh seorang laki-laki.


BRUKKK!


"Awww."


Untung saja laki-laki itu memegang tangan Lisa, kalo tidak Lisa bisa tersungkur.


"I'm sorry Miss. Are you okey?" tanya laki-laki itu.


"Ya, I'm okey." Lisa mencoba melihat seseorang yang telah menabraknya itu.


"Kamu!" ucap Lisa dan laki-laki itu serempak.


"Hai, kita bertemu lagi cantik." ucap laki-laki itu. Dan laki-laki itu bernama Rio Ferdinand, laki-laki yang pernah menabrak Lisa di rumah sakit dulu.


Rio Ferdinand atau biasa dipanggil dengan nama Rio, ia adalah seorang pengusaha muda baru berumur 27 tahun. Usahanya bergerak dalam bidang kuliner dan food & beverage. Usahanya itu sudah mempunyai banyak cabang hampir di seluruh Indonesia.


"Dan kita bertemu karena saya menabrak kamu lagi." ucap Rio tersenyum.


"Maaf Tuan saya harus pergi, permisi," ucap Lisa ingin pergi, tetapi Rio malah menahan tangan Lisa.


"Tolong lepaskan tangan anda Tuan," ucap Lisa dengan tegas. Membuat Rio melepaskan tangan Lisa.


"Sorry-sorry, saya tidak sengaja."


Lalu Mata Rio tak sengaja melihat ke arah perut Lisa.


"What?! Dia hamil?" batin Rio berteriak.


"Sepertinya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, saya permisi Tuan," ucap Lisa pergi meninggalkan Rio yang terdiam seperti orang linglung itu.


"Jadi selama ini cewek yang gue harapkan jadi jodoh gue itu udah punya suami dan mau punya anak?" ucap Rio tak percaya.


"Arrgghh sial!" teriak Rio, membuat orang-orang yang berlalu-lalang disana melihat ke arah Rio.


"Pupus sudah harapan gue buat ngedapetin hatinya si cantik."


"Tuhan, kenapa kisah percintaan hamba seperti ini terus sih." ucap Rio frustrasi.


Bersambung ..



Tuan Aldi, suami tampan dan omes milik Lisa🤣

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyakšŸ™


Ig : @mutiakim


__ADS_2