
"Davin." panggil Lisa saat melihat putra, dan kedua adik iparnya itu berada diruang tengah.
"Undaa." Davin merentangkan tangannya pada Lisa. Lisa tersenyum lalu berjongkok di depannya, tidak mungkin kan ia menggendong Davin dalam keadaan perut besar seperti itu. Bocah bule nan tampan itu langsung berjalan dan memeluk sang Bunda.
"Undaa, Apin yiyi ain (Bunda Davin beli mainan)." Davin menunjuk beberapa paper bag yang salah satunya berisi mainannya.
"Oh ya? mainan apa nak?" tanya Lisa.
"Ain... Ain... Ain papa Ante (mainan apa Tante)?" Davin yang tidak tau namanya langsung menatap Claudia dan Bella yang duduk di sofa.
"Mobil transformer." jawab Claudia.
"Ya ya, obil papomel Undaa (mobil Transformers Bunda)." ucap Davin mangut-mangut seraya menatap Lisa. Lisa terkekeh mendengarnya.
"Kamu kasih makan apa anak kakak, makanya kamu pulangin jam segini?" ucap Aldi yang tiba-tiba datang.
"Aku kasih makan kuaci." celetuk Claudia, membuat mata sang kakak melotot kearahnya.
"Kamu pikir anak kakak hamster apa, kamu kasih makan kuaci segala." ucap Aldi kesal.
"Lagian kakak banyak tanya. Ya aku kasih makan nasi lah kak." ucap Claudia.
"Yayah." Panggilan Davin membuat Aldi mengalihkan pandangannya ke arah putranya yang tengah berjalan menghampirinya. Aldi tersenyum lalu mengangkat putranya.
"Puas ya jalan-jalannya?" tanya Aldi.
"Uas Apin yiyi ain (puas Davin beli mainan)." ucap Davin mangut-mangut.
"Oh ya? Mainannya dibeliin siapa? '' tanya Aldi lagi?.
"Om Cici." ucap Davin. Membuat Lisa dan Bisma mengerutkan keningnya.
"Cici?" ulang Lisa seraya melirik Claudia yang terlihat sedang salah tingkah.
"Ya ya, Om cici mama Om Ical." ucap Davin.
"Cici? Ical?" gumam Aldi.
"Eeh, aku pulang dulu ya. Ayo kak." Claudia ingin menarik lengan Bella. Namun, Aldi menahannya.
"Kamu pacaran sama Kiki?" tanya Aldi menatap serius adiknya.
"Aaaahh eng..."
"Iya Al, Claudia mah pacarnya Kiki. Waktu ke Mall tadi kita jalan sama dia." sahut Bella, membuat semua terkejut.
"Kakak iih." Claudia menatap kesal Bella yang cekikikan.
"Kamu pacarnya Rifqi Hadi Kusuma, mantannya Lisa?" tanya Aldi lagi.
"Bukan." elak Claudia.
"Nah iya Rifqi Hadi Kusuma." celetuk Bella lagi. Claudia langsung menatap tajam kakak sepupunya ini
"Bilang aja kali, nggak usah malu-malu gitu." Aldi menjitak kepala Claudia dengan sedikit terkekeh.
"Iihh apa sih?! Iya, kak Kiki emang pacar aku, kenapa? Masalah gitu buat kakak?" sewot Claudia.
"Kalo buat kakak sih nggak masalah, coba tanya mantannya." ucap Aldi sedikit melirik Lisa. Membuat Claudia ikut menatap kakak iparnya itu.
"Hah? Apa? Nggak papa kok. Justru aku seneng kamu pacaran sama Kiki." ucap Lisa sedikit gelagapan.
"Iya seneng, kan entar bisa deket lagi." sindir Aldi. Membuat Lisa menatapnya.
"Enggak iihh, kamu mah negatif terus sama aku." kesal Lisa.
"Kak Aldi itu jealous kak, ah kakak ipar nggak peka nih." ucap Claudia.
"Jealous nya keterlaluan. Main sindir-sindiran." ketus Lisa.
__ADS_1
"Kakak cinta banget nggak sama kak Aldi?" tanya Claudia.
"Kalo nggak cinta sama dia, nggak bakalan aku pertahankan Davin waktu hamil dulu." cetus Lisa. Aldi tersenyum.
"Iya ya aku percaya. Kalo nggak cinta, nggak bakalan mau di apa-apain tuh leher kakak sama kak Aldi." ucap Claudia membuat Lisa melotot.
"Kakak habis diapain sama kak Aldi?" tanya Claudia.
"Eemm, eng.. enggak di apa-apain kok." elak Lisa sedikit gugup
"Yakin? Tadi sebelum berangkat Claudia nggak liat apa-apa deh di leher kakak." ucap Claudia. Lisa hanya diam, tak tau harus menjawab apa.
"Kok diam kak." Selain menggoda, Claudia juga tengah mengalihkan pembicaraan tentang hubungannya dengan Kiki tadi.
"Iihh, enggak Clau." ucap Lisa sedikit malu.
"Ah bohong, hayo abis ngapain?" goda Claudia lagi.
"Habis main kuda-kudaan dong sama aku?" celetuk Aldi membuat wajah Lisa memerah.
"Aldi, omongan kamu iihh. Ada anak kecil ini." protes Bella.
"Duh, kayak nggak tau dia aja kak. Bini lagi bunting aja masih sempet begituan." ucap Claudia geleng-geleng.
"Ya tapi Clau, disini tuh ada Davin." ucap Bella.
"Tuta-tutaan (kuda-kudaan)." ucap Davin tiba-tiba.
"Jangan didengerin ya Vin. Ayah kamu eror otaknya." ucap Bella.
"Apin au ain tuta-tutaan Ante (Davin mau main kuda-kudaan Tante)." ucap Davin mangut-mangut membuat orangtuanya dan kedua Tantenya membulatkan matanya.
"Eh masih kecil." ucap Aldi.
''Apin auu Yayah (Davin mau Ayah).'' Davin menarik-narik baju sang Ayah.
"Aaaa!! Apin ain tuta-tutaan, yiyi Unda. Iyi nana (Davin main kuda-kudaan, beli Bunda. Beli disana)." rengek Davin sambil menunjuk kearah luar.
"Itu bukan mainan sayang. Bunda kan udah bilang '' ucap Lisa.
"Auu (nggak mau)!" teriak Davin lalu diiringi tangis. Lisa menatap kesal Aldi. Selalu saja membuat ulah dengan menangis kan putranya.
"Kamu tuh kalo ngomong dipikir dulu dong." omel Lisa.
"Ya maaf, kan ngga tau kalo bisa kek gini." lirih Aldi. Lisa mendengus kesal.
"Hiks, ain tuta-tutaan (main kuda-kudaan)!" isak Davin.
"Nggak ada nak, itu bukan mainan." ucap Aldi mencoba menjelaskan pada sang putra.
"Auu (nggak mau)! Yayah atan (ayah nakal)! hiks hiks." Bocah tampan ini memukul wajah Aldi dengan tangis yang semakin kencang.
"Sssshh, sakit Vin." Aldi sedikit meringis kesakitan.
"Kita mamam ya, tadi Ayah buatin bakso loh buat Davin." ucap Aldi.
"Hiks, hiks.. Aiinn (main)." isak Davin.
"Ayo ah, mamam. Nanti keburu dingin loh baksonya." Aldi membawa putra kecilnya ini ke ruang makan dan menunjukkan bakso yang ia buat tadi pada putranya.
"Hiks, Apin au mamam ninih (Davin mau makan ini)." ucap Davin yang masih terdengar sesenggukan. Aldi menghela nafas lega.
"Ayah ambilin bentar ya. Uuhh, pinter nya anak Ayah." Aldi membenarkan duduk putranya di kursi makan khusus untuk bayi yang sengaja di beli Aldi untuk Davin, lalu ia mengambil mangkuk kecil untuk menyiapkan makan putranya.
"Eh, enak nih. Tante ambil ya." Claudia yang tiba-tiba datang ingin mengambil bakso di mangkuk Davin.
"Takto Apin (bakso Davin)!" Davin menepis kecil tangan Claudia.
__ADS_1
"Yee, pelit lo. Awas aja kalo minta apa-apa ke Tante." ucap Claudia, lalu duduk di kursi makan.
"Nggak usah bikin ulah deh kamu. Ini baru aja diem." ucap Aldi kesal dengan adiknya itu.
"Itu mah masalah kakak! Udah ah aku mau balik aja."
"Ya udah sih pulang aja sono!" usir Aldi.
"Jeehh, ngusir." ucap Claudia. Ia menatap Lisa yang duduk di sampingnya.
"Kak, jangan mau ya kalo diajak kuda-kudaan." ucap Claudia yang sengaja mengeraskan ucapannya. Pipi Lisa langsung memerah seketika.
"Kamu!"
"Kabuuurr." Claudia langsung ngacir pergi menarik Bella saat Aldi menatapnya tajam.
"Dasar adek somplak, nggak ada akhlak!" pekik Aldi.
"Tuta-tutaan (kuda-kudaan)." Davin menatap Ayahnya dengan wajah ingin menangis.
"Nggak ada sayang, makan aja ya. Nih, mau makan sendiri hem?" Aldi mencoba membujuk putranya.
"Mamam yiyi (makan sendiri)." ucap Davin dengan ekspresi yang sama. Aldi tersenyum lalu memberikan sendok kecil pada putranya. Bocah kecil ini menerimanya dan mulai menyendok satu bakso dan langsung memakannya. Aldi tersenyum lagi melihat putranya itu yang semakin pintar. Ia beralih menatap Lisa yang tengah menunduk.
"Kenapa?"
"Malu, sama Claudia." ucap Lisa masih menunduk. Aldi terkekeh lalu mengangkat wajah Lisa agar menatapnya.
"Udah pergi tu si kunyuk. Udah, sini makan juga." Aldi menarik Lisa agar duduk di sampingnya. Lisa terdiam menatap makanan di hadapan.
"Mau diambilin?" tanya Aldi. Lisa menatapnya lalu menggeleng.
"Ya udah ambil sendiri gih." Lagi-lagi Lisa menggeleng, membuat Aldi mengerutkan keningnya.
"Terus mau makan apa?" tanya Aldi yang heran.
"Mau makan nugget ayam." ucap Lisa menatap putranya yang anteng dengan makanannya.
"Hah nugget?" tanya Aldi sedikit terkejut, Lisa mengangguk
"Iya nugget yang bentuknya huruf-huruf gitu." ucap Lisa
"Terus gimana dong yang? Kita beli aja ya di supermarket." Lisa menggeleng
"Nggak mau, kamu yang buatin."
"Hah? Aku mana bisa buat kayak gitu." Aldi tersentak mendengar ucapan Lisa.
"Iihh, buatin aku pokoknya. Kamu kan bisa liat di YouTube cara buatnya, mumpung ada daging ayam giling di kulkas." ucap Lisa
"Ya tapi kalo nanti hasilnya nggak enak gimana? Kita beli yang udah jadi di supermarket aja ya, biar tinggal di goreng aja."
"Aku maunya di buatin sama kamu langsung Al." rengek Lisa
"Tapi.."
"Ya udah, nggak usah dibuatin! Biar anaknya ngeces mulu entar." ketus Lisa. Aldi menelan saliva nya
"Masa iya Ayahnya ganteng, Bundanya cantik, kakaknya juga ganteng, terus si jabang bayi ileran? Nggak lucu ah." batin Aldi sambil geleng-geleng kecil.
"Iya-iya aku buatin." pasrah Aldi. Seketika wajah Lisa yang tadinya murung menjadi antusias
"Cepetan ya Al." ucap Lisa tersenyum sumringah. Aldi hanya bisa menghela nafasnya dan langsung mengangguk.
Bersambung ..
Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏
Ig : @mutiakim
__ADS_1