
GLODAK !
Tiba-tiba terdengar suara dari kamar mandi yang sedikit tertutup. Lisa dan Aldi segera beranjak menuju ke kamar mandi.
"Astaghfirullah, Davin." pekik Lisa saat melihat Davin tengah duduk di lantai kamar mandi, sambil bermain air yang ia tampung menggunakan ember kecil yang biasanya ia pakai untuk bermain pasir dan ia juga sambil bermain dengan mobil-mobilannya yang berukuran sedang. Baju dan wajahnya pun sudah basah kuyup.
"Davin ngapain sih nak disini? Dingin loh." ucap Lisa segera menghampiri putranya.
"Yayah bobo aji, Apin ain ninih (Ayah tidur lagi, Davin main disini)." celotehnya.
Davin memang sempat lepas saat Aldi tertidur. Ia merosot turun dari ranjang lalu bermain mobil-mobilannya. Dan tanpa sengaja, ia berada di dekat pintu kamar mandi dan ia tertarik melihat air yang berada di bathtub kamar mandinya, yang sengaja Lisa isi untuk di pakai mandi oleh Aldi.
Lalu Davin masuk dan bermain disana dengan membawa ember kecil yang biasa ia pakai untuk bermain pasir serta membawa mobil-mobilannya.
Lisa menatap sinis Aldi lalu mengangkat tubuh mungil Davin agar berdiri.
"Ayo mandi, nanti Davin bisa masuk angin loh." ucap Lisa seraya melepas baju tidur putranya.
"Undaa ain ninih (Bunda main disini), ain ninih (main disini)." Davin menunjuk air yang masih tersisa di bathub kamar mandinya.
"Dingin nak, kamu udah berapa lama disini?" tanya Lisa sambil menyalakan shower untuk memandikan Davin. Davin diam menuruti Bundanya.
"Keluar kamu!" ucap Lisa pada Aldi.
"Tapi..."
"Apa? Mau ikut mandi juga?!" tanya Lisa ketus.
"Iya lah." lirih Aldi. Lisa mendengus kesal.
"Keluar! Aku mau mandi sama Davin." ucap Lisa.
"Ikut dong yang." ucap Aldi sambil memasang muka memelas nya. Lisa menatapnya dengan tajam.
"Keluar nggak!" Aldi menelan saliva nya.
"Iya-iya, keluar." pasrah Aldi lalu keluar kamar mandi. Lisa langsung menutup pintu kamar mandinya.
"Davin diajak mandi, nah gue? Enggak." dumel Aldi lalu duduk di sofa kamarnya. Ia menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.
"Tuh bocah gue ajak tidur malah ngilang. Ngambek dah tuh emaknya entar sama gue." gerutunya lagi.
*******
20 menit berlalu.
Lisa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono dan Davin pun memakai handuk kecil berwarna putih di tubuh mungilnya. Bocah kecil ini bertepuk tangan ria.
"Yayah Apin ain Undaa (Ayah Davin main sama Bunda)." celotehnya. Aldi malah diam seraya menatap Lisa yang memasang wajah datar.
"Duduk sini dulu ya. Bunda ambilin baju sama bedaknya." ucap Lisa seraya mendudukkan Davin di atas ranjang lalu beranjak menuju lemari untuk mencari baju si kecil. Davin sendiri malah asik menghisap jempolnya. Aldi menggeleng pelan menatap putranya, lalu menghampiri Davin dan duduk di sampingnya.
"Nggak boleh nak, ada kumannya nanti." ucap Aldi menarik jempol mungil putranya ini.
"Mimi Yayah." ucap Davin menatap Aldi.
"Mimi? Pake baju dulu ya sama Bunda." ucap Aldi lembut.
"Mandi sana! Jorok banget." ketus Lisa. Aldi sedikit bergeser agar Lisa bisa duduk.
__ADS_1
"Sini Bunda bedakin dulu ya." Lisa mulai membedakan wajah dan tubuh Davin. Tidak lupa Lisa oleskan sedikit minyak telon ditubuhnya.
"Undaa Mimi." ucap Davin.
"Pake baju dulu ya." Davin hanya mangut-mangut saja karena ia belum bisa meniru ucapan Lisa yang tadi.
"Bunda..." Aldi yang duduk di belakang Lisa, langsung memeluk leher Lisa dari belakang.
"Apa sih? Sana ah! Aku mau pakein baju Davin ini." ucap Lisa. Aldi menggeleng.
"Please, jangan marah. Iya-iya maaf, aku emang salah." ucap Aldi lembut seraya menempelkan pipi kanannya di pundak Lisa. Lisa menghela nafasnya.
"Apa susahnya sih jaga anak sebentar? Cuma aku tinggal masak aja, kamu malah tidur. Kalo anak kamu tadi kepeleset dan jatuh di kamar mandi, gimana Al?" ucap Lisa sedikit melirik Aldi.
"Iya maaf. Aku tadi ngantuk banget sayang. Kamu kan tau aku baru tidur jam 5 pagi gara-gara kamu minta dicariin mangga muda. Dan aku kebangun lagi jam 6 pas kamu bangunin lagi." jelas Aldi. Lisa hanya diam seraya memakaikan baju Davin.
"Sayang." panggil Aldi lagi.
"Seenggaknya kamu bisa bilang, dan bawa Davin ke bawah." ucap Lisa
"Iya aku janji, nggak akan diulangi. Maafin ya."
"Iya. Aku maafin." ucap Lisa membuat Aldi tersenyum dan mencium pipinya.
"Makasih sayang."
PUK !
Tiba-tiba Davin memukul wajah Aldi.
"Ssshh.. Apa sih Vin? Pake mukul Ayah segala." tanya Aldi seraya meringis.
"Mandi dulu sana. Setelah itu kita sarapan." ucap Lisa. Aldi melepas tangannya dari leher Lisa.
"Tadi aku nggak diajak mandi bareng." ucap Aldi seraya memasang wajah kusutnya.
"Kamu mah mau modus itu. Udah ah, sana cepet mandi." ucap Lisa. Aldi menghela nafas lalu berdiri dari duduknya. Ia berjalan ke arah kamar mandi seraya ngedumel tak jelas. Lisa terkekeh melihat tingkah suaminya itu.
"Nah sekarang udah wangi anak Bunda." ucap Lisa yang sudah selesai memakaikan pakaian putranya.
"Apin ani (Davin wangi)." ucap Davin sambil menatap Bundanya
"Iya, Davin udah wangi." ucap Lisa tersenyum dan Davin langsung bertepuk tangan. Membuat Lisa gemas dengan ucapan dan tingkah lakunya. Lisa mencium kepala Davin, lalu beranjak untuk mengganti baju.
*******
Aldi keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana bokser saja. Membiarkan badan atletisnya terpampang, terutama perut sixpack nya itu. Lisa yang sudah berganti pakaian pun juga sudah menyiapkan baju untuknya.
"Dipakai dulu bajunya Yah." ucap Lisa sambil memberikan pakaian ke Aldi.
"Makasih sayang." ucap Aldi seraya memakai baju kaos dan celana pendeknya. Setelah itu, ia berjalan ke meja rias, yang disana juga ada Lisa yang sedang merias wajahnya.
"Ngapain sih pake dandan segala?" ucap Aldi seraya mengalungkan tangannya dileher Lisa.
"Kenapa? Emangnya nggak boleh?" tanya Lisa menatap Aldi dari cermin.
"Kamu nggak dandan juga udah cantik." ucap Aldi membuat Lisa tersipu malu.
"Gombal dasar."
__ADS_1
"Nggak gombal sayang, ini memang kenyataannya. Aku lebih suka kamu yang natural." ucap Aldi. Lisa tersenyum. Davin yang sedari tadi berada di ranjang, menatap orangtuanya polos dengan mainan yang tengah ia pegang.
"Liat deh Bun, anak kita kalo natap lucu. Bikin gemes." bisik Aldi sedikit melirik putranya. Lisa menoleh dan tersenyum.
"Halo ganteng." panggil Lisa.
"Undaa Apin, nana Yayah (itu bunda Davin, bukan punya Ayah)." ucap Davin menggeleng. Membuat Lisa terkekeh.
"Iya-iya Bunda Davin. Ayah pinjem boleh kali." ucap Aldi.
"Titam (Pinjam)?" Aldi mengangguk.
"Yayah titam Undaa (Ayah pinjam Bunda)?" tanya Davin lagi.
"Iya ganteng." ucap Aldi terkekeh gemas.
"Apin yiyian (Davin sendirian)?" tanya Davin.
"Enggak dong. Kan sama Ayah sama Bunda juga disini." ucap Aldi.
"Apin yiyian (Davin mau sendirian)!" ucap Davin sedikit berteriak. Aldi mengernyitkan dahinya, tanda ia tak mengerti.
"Maksudnya itu, dia mau sendirian sayang." ucap Lisa yang mengerti maksud putranya itu.
"Oh, iya deh Apin yiyian." Aldi menirukan ucapan putranya dengan tersenyum geli. Davin langsung bertepuk tangan dan langsung turun dari ranjang.
"Eh, eh.. Mau kemana?." cegah Aldi saat Davin berjalan menuju pintu kamar.
"Ain nana (main disana). Tatak Yayah (buka Ayah)." ucap Davin menggedor-gedor pintunya.
"Nggak! main, disini aja sayang." Aldi menghampiri putranya lalu mengangkat tubuh mungilnya.
"Auu (nggak mau), ain nana (main disana)." rengek Davin.
"Nggak boleh. Ayo kita sarapan sama Bunda juga." ucap Aldi, lalu Lisa menghampiri suami dan putranya itu.
"Auu (nggak mau)!" teriak Davin. Aldi menatap putranya dalam, bukan tajam.
"Jangan nakal! Ayah nggak suka Davin teriak-teriak kayak gitu." ucap Aldi. Davin diam seraya memajukan bibir bawahnya, ingin menangis. Aldi tersenyum lalu mencium pipinya.
"Jagoan nggak boleh nangis. Ayo kita sarapan aja ya." ucap Aldi.
"Ain nana (main disana)." ucap Davin dengan mata berkaca-kaca.
"Nanti ya nak, kita sarapan dulu." ucap Lisa. Davin kembali diam. Lisa dan Aldi tersenyum lalu keluar kamar.
"Masak apa sayang?" tanya Aldi seraya berjalan berdampingan dengan Lisa.
"Nasi goreng ayam, roti bakar, sama bakso buat makan Davin." jawab Lisa.
"Waahh enak tuh. Davin, Bunda masak bakso kesukaan Davin loh nak." ucap Aldi seraya menatap putranya yang sedari tadi diam.
"Selesai makan, main sama Ayah. Oke." ucap Aldi seraya mengusap kepala putranya dengan lembut.
Bersambung ..
Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏
Ig : @mutiakim
__ADS_1