MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 32


__ADS_3

**********


Lisa tertidur di dekapan Aldi. Mungkin Lisa benar-benar lelah dengan aktivitas hari itu. Bukan aktifitas siang menjelang sore itu, karena Aldi tidak melakukan apa-apa pada Lisa. Ia hanya mencium Lisa saja. Setelah itu Aldi membiarkan istrinya itu untuk beristirahat


“Yayah (Ayah).” Aldi yang memang tidak tidur mendengar suara imut khas putranya ketika bangun tidur. Aldi menoleh menatap putranya


“Halo jagoan. Udah bangun?” tanya Aldi


“Yayah (Ayah).” Davin merentangkan kedua tangannya, meminta di gendong oleh sang Ayah. Aldi tersenyum lalu memindahkan kepala Lisa yang tertidur di lengannya ke atas bantal dengan perlahan.


Aldi mengangkat jagoan kesayangannya itu lalu menciumnya


“Udah tidurnya nak? Hem?” ucap Aldi seraya menciumi pipi Davin


“Mimi Yah mimi.” ucap Davin menatap Aldi


“Tapi Bundanya lagi tidur sayang. Gimana dong?”


“Mimi tatat ntuh Yah (Minum cokelat disitu Yah).” ucap Davin sambil menunjuk arah luar kamar


“Susu coklat?” tebak Aldi mengingat Lisa pernah memberinya susu coklat


“Tatat.. Mimi tatat.” ucap Davin mengangguk-anggukkan kepalanya. Aldi terkekeh lalu mencium pipi Davin lagi


“Ayo kita cari di kulkas.” Aldi membawa putranya menuju dapur


********


“Yah susunya habis sayang.” ucap Aldi saat membuka kulkas namun tak menemukan sekotak susu pun


“Mimi tatat Yah.” ucap Davin menatap Ayahnya


“Kita pergi beli ke minimarket ya.” ajak Aldi seraya menutup kembali pintu kulkasnya lalu berjalan untuk keluar


“Mau kemana Al?” tanya Tante Anne yang berada di ruang tengah


“Mau ke minimarket mom, cari susu formula buat Davin. Soalnya tadi dia minta susu cokelat.” jawab Aldi


“Tatat Mama (cokelat Oma).” Davin berucap menatap Omanya dengan suara khasnya. Membuat siapapun yang mendengar pasti gemas


“Heemm.. Cucu Oma pinter ya.” ucap Tante Anne mencium pipi Davin, sedangkan yang dicium hanya mangut-mangut polos


“Mau ke minimarket sama siapa Al? Bundanya Davin mana?” tanya Tante Anne menatap putranya


“Berdua aja kok Ma. Bundanya Davin masih tidur, mungkin karena dia kelelahan Mom.” jawab Aldi.


“Jangan bawa mobil sendiri. Kamu itu bawa anak. Nanti kalo kalian kenapa-napa, gimana?” omel Tante Anne


“Yaelah Mom, deket gang depan juga. Sepi disana.” ucap Aldi


“Nggak Aldi! minta dianter sama sopir aja.” kekeh Tante Anne. Aldi mendengus kesal


“Iya udah deh Mom.” pasrah Aldi


********

__ADS_1


Sesampainya di Minimarket ..


“Tatat (cokelat).” Davin menunjuk berbagai merk cokelat yang berjajar di minimarket


“No sayang. Beli susunya aja ya.” ucap Aldi menggeleng membuat Davin diam


“Tatat (cokelat).” gumam Davin pelan lalu sedikit menunduk. Aldi tersenyum melihatnya


“Muuacchh, ya udah Ayah beliin 1 deh.” ucap Aldi seraya mencium pipi Davin dan mengambil 1 buah cokelat berukuran kecil


“Nih.” Aldi memberikan cokelat itu pada putranya, dengan cepat bocah kecil ini mengambilnya


“Yee tatat tatat.” ucap Davin girang lalu bertepuk tangan membuat Aldi terkekeh melihat tingkah menggemaskan putranya itu


“Ayo sekarang kita pergi bayar.” ajak Aldi. Lalu Aldi dan Davin pergi ke Kasir untuk membayar belanjaan mereka. Sehabis dari Minimarket, Aldi dan Davin langsung pulang ke rumah.


*********


“Bunda udah bangun?” tanya Aldi saat melihat Lisa berada di dapur sedang mengambil minum


“Darimana Yah?” tanya Lisa yang masih menuang minuman tanpa menoleh ke Aldi yang berada dibelakangnya


“Cari susu formula nih buat Davin. Dia minta susu coklat.” jawab Aldi. Lisa meneguk air putih lalu berbalik badan


“Unda tatat (Bunda cokelat).”


“Uhuk.. Uhuk..” Lisa langsung tersedak saat melihat mulut Davin yang belepotan karena cokelat, Davin juga memegang cokelatnya yang sudah tinggal sedikit


“Bunda hati-hati dong kalo minum.” ucap Aldi. Lisa langsung menatap Aldi dengan tajam


“Hah? Eemm.. Itu.. Tadi itu.. Eenggh tadi itu Davin minta cokelat Bunda.” jawab Aldi gelagapan


“Terus?” tanya Lisa lagi


“Ya aku beliin. Kasian mukanya melas tadi. Sekali-sekali kan nggak papa lah Bun.” jawab Aldi


“Kamu tuh ya terlalu manjain dia. Sampai-sampai makanan yang dilarang pun kamu turuti. Kamu seneng ya kalo Davin sakit?!” omel Lisa. Aldi langsung menggeleng cepat


“Aku selalu jaga kesehatan Davin. Mana pernah aku ngasih makanan yang bikin dia sakit.” bela Aldi


“Buktinya kamu ngasih dia cokelat. Nanti kalo dia sakit gigi gimana?!” kesal Lisa membuat Aldi terdiam. Lisa mendengus kesal lalu mengambil alih Davin


“Davin buang ya cokelatnya.” Lisa mencoba melepas cokelat yang digenggaman Davin


“Auuu.. Auuu.. (Nggak mau).” Davin menggeleng dan menahan cokelatnya


“Buang sayang, nanti Davin sakit gigi loh.” Lisa terus berusaha mengambilnya


“Au.. Yayaahh.” teriak Davin dengan bibir bergetar seperti ingin menangis dan Aldi yang melihat itu hanya diam


“Davin jangan bandel. Bunda nggak suka!” Lisa merebutnya paksa sampai Davin menangis Lalu membuang sisa cokelatnya ke tempat sampah


“Tataaatt.” tangis Davin kencang


“Bisa nggak bilang baik-baik!” ucap Aldi dengan suara sedikit tinggi. Lisa menatap Aldi tajam

__ADS_1


“Kalo kamu nggak mau aku maksa anak kamu. Jangan dimanjain terus makanya! Dia itu laki-laki Aldi!” kesal Lisa


“Dia masih kecil! Kamu ngerti nggak sih?!” bentak Aldi. Lisa terdiam karena sebenarnya ia sedikit takut jika Aldi sudah membentaknya. Itu artinya Aldi benar-benar sedang marah


“Kamu tau? Anak akan lebih susah diatur jika apa-apa selalu dilarang!” ucap Aldi meluapkan kekesalannya pada istrinya. Lisa hanya bisa tertunduk


“Yayaahh hiks.” isak bayi tampan ini dalam gendongan sang Bunda. Aldi memejamkan matanya untuk meredakan emosinya


“Masuk kamar.” titah Aldi datar. Tanpa basa-basi lagi Lisa langsung pergi menuju kamar


Aldi mengacak-acak rambutnya frustasi. Aldi mengusir Lisa itu karena satu alasan. Ia tidak ingin menyakiti Lisa dengan tangannya, jika kesabarannya sudah habis. Padahal jika kalian ketahui, Aldi memiliki sifat keras seperti Fandi, walaupun tidak separah Fandi sih -_-


“Ada apa Al? Kamu apakan Davin sampai nangis gitu? Lisa juga sepertinya menangis tadi Mommy liat.” Aldi langsung menatap Mommy nya itu. What? Lisa menangis? Benarkah? Aldi sungguh menyesali perbuatannya tadi


“Ngapain kamu teriak-teriak tadi? Atau kamu habis bentak mereka, iya?” selidik Tante Anne


"Mom, salah ya kalo Aldi beliin Davin cokelat. Toh juga nggak sering kan." lirih Aldi


"Kamu beliin Davin cokelat?" tanya Tante Anne. Aldi langsung mengangguk


"Lagian kamu ngapain beliin Davin cokelat. Nggak baik buat giginya yang baru tumbuh." omel Tante Anne


“Mom, kalo sekali dua kali kan nggak papa. Lagian Aldi beliin dia cokelat yang kecil kok. Anak kalo terlalu dilarang, kelak pas dia besar nanti malah suka menentang ke orang tuanya. Itu yang Aldi takuti Mom." jelas Aldi


"Hhmm.. Iya Mommy tau. Tapi kamu juga jangan terlalu memanjakan dia Al." ucap Tante Anne


"Davin masih usianya baru 1 tahun. Dimanjain sedikit kan nggak papa. Nanti kalo usianya udah 3-4 tahun Aldi pasti ngajarin dia mandiri kok Mom." Aldi membuang mukanya dan mencoba menahan amarahnya.


Ia tidak suka jika ada yang melarang memanjakan putra kesayangannya itu. Aldi tau kapan harus memanjakan dan mengajarkan putranya mandiri


"Yasudah kalo menurut kamu itu yang terbaik . Selesaikan masalah keluarga kamu dengan baik-baik. Kamu sudah dewasa nak, tau mana yang baik dan mana yang buruk." ucap Tante Anne seraya mengusap bahu putranya


*********


"Davin diem ya. Bunda minta maaf nak." ucap Lisa yang berusaha menenangkan putranya itu, karena Davin belum juga berhenti menangis


"Yayah.. hiks."


"Sama Bunda aja ya nak." ucap Lisa lembut


"Au (nggak mau), hiks Yayah Apin (Ayah Davin,)." Davin merangkak untuk menjauhi Bundanya, Lisa langsung menahannya


"Bunda minta maaf nak. Davin jangan marah ya. Bunda sayang kamu." lirih Lisa


“Hiks.. Unda atan (Bunda nakal).” isak Davin sambil menatap sang Bunda. Lisa menggeleng lalu memangku nya


“Mimi ya? Bunda janji nggak akan buang makanan Davin lagi. Maaf ya.” ucap Lisa seraya membuka kancing baju atasnya. Davin diam sambil menatap sang Bunda, sesekali sesenggukan


“Ayo mimi.” ucap Lisa. Perlahan bayi tampan ini meminum ASI sang Bunda. Lisa mengusap air matanya lalu mencium pipi Davin


“Maafin Bunda ya nak.” gumam Lisa. Davin hanya menatap sang Bunda seraya terus meminum ASI-Nya


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗

__ADS_1


Ig : @mutiakim


__ADS_2