MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 76


__ADS_3

"Selesai makan, main sama Ayah. Oke." ucap Aldi seraya mengusap kepala putranya dengan lembut.


Tak terasa Lisa, Aldi dan Davin sudah sampai di meja makan.


"Takto (bakso)." Davin langsung menunjuk menu makanan kesukaannya saat melihat bakso daging sapi yang mengambang di dalam kuahnya. Aldi terkekeh mendengarnya.


"Mau makan nggak?" tanya Aldi. Davin hanya mangut-mangut, membuat Lisa dan Aldi tersenyum.


"Sini duduk di sebelah Ayah ya." ucap Aldi seraya mendudukkan putranya di samping kanannya. Sehingga Davin tidak bisa melihat makanan yang ada di atas meja makan sana, karena tingginya di kursi hanya sebatas meja makan. Davin cuma keliatan matanya aja dari atas meja.


"Yayah takto (Ayah bakso)." ucap Davin menatap Aldi.


"Iya, Ayah ambilin dulu ya." Aldi mengambilkan mangkuk kecil, lalu mengambilkan makanan untuk putranya.


"Atan yiyi, atan yiyi (makan sendiri)." celoteh Davin seraya memukul-mukul meja makan.


"No Davin. Ayah yang suapi." ucap Aldi.


"No Apin. Yayah papapin (Ayah suapi)." ucap Davin lagi-lagi menirukan larangan Aldi. Membuat Aldi tertawa mendengarnya.


"Pinter nya anak Ayah." Aldi mengusap kepala Davin pelan.


"Atan yiyi Yayah (makan sendiri Ayah)." ucap Davin lagi.


"Disuapi Bunda aja ya, biar nggak kotor bajunya." ucap Lisa.


"Papapin Undaa (disuapi Bunda)." ucap Davin menatap Lisa. Lisa tersenyum dan mengangguk.


Lalu Lisa menatap suaminya yang berada di sebelah kiri Davin. Sedangkan ia berada di sebelah kanan Davin.


"Biar aku aja yang suapi Davin. Kamu makan aja duluan." ucap Lisa. Aldi tersenyum.


"Nanti kamu biar aku aja yang suapi." ucap Aldi sambil menoel hidung Lisa.


"Apa sih." gumam Lisa tersipu. Aldi terkekeh melihat wajah Lisa yang memerah.


"Hayo loh, pipinya pake blush on otomatis ya neng." ucap Aldi yang mencoba menggoda Lisa.


"Aldi apa sih." Lisa memukul lengan Aldi pelan. Membuat Aldi tertawa.


"Udah sana makan." ucap Lisa. Aldi menurut lalu menyantap menu pagi yang menurutnya sangat menggiurkan karena yang masak adalah sang istri.


"Davin, sini aaaa." Lisa menyuapi Davin dengan sendok kecil. Davin menerimanya lalu mengunyah dengan pipi yang sedikit ia gembung kan. Membuat Lisa semakin gemas dengan bocah tampan itu.


"Takto (bakso)." Davin menunjuk baso yang berada di mangkuknya dengan mulut yang masih mengunyah.


"Iya udah nak." ucap Lisa tersenyum.

__ADS_1


"Heemmm.. Gemes deh." Aldi memencet hidung Davin gemas.


"Eeeemm!" Davin langsung menepis tangan Ayahnya


"Gemes tau nggak." Aldi malah melipat tangannya di atas meja dan menatap putranya.


"Auu (nggak mau)." Davin geleng-geleng kepalanya.


"Gemessss." Aldi beralih mencubit gemas pipi putranya itu.


"Ataaannn (nakal)!" teriak Davin seraya memukul tangan Aldi. Ia memajukan bibir bawahnya ingin menangis.


"Eh, jangan nangis." Aldi ingin mengangkat tubuh mungil Davin. Namun, Davin menolak matanya sudah berkaca-kaca. Lihat saja, pipi dan hidungnya sudah memerah akibat cubitan Aldi. Yaaa~ walaupun tidak sakit.


Aldi menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya menatap Lisa yang diam tanpa ekspresi.


"Kalo dia nangis, aku nggak akan diemin." ucap Lisa datar.


"Jangan gitu dong Bun. Ini mau nangis anaknya." ucap Aldi dengan wajah memelas.


"Siapa suruh jail! Udah dibilangin, kalo gemes sama Davin, jangan suka cubit kulitnya!" omel Lisa.


"Khilaf Bunda."


"Adiknya kek gitu dimarahin. Lah ini, kakaknya sama aja!" omel Lisa lagi. Aldi hanya diam.


"Undaa." ucap Davin sedikit bergetar karena ingin menangis. Lisa menatapnya.


"Sana gih, minta tanggung jawab sama Ayah." ucap Lisa. Davin menggeleng.


"Sama Ayah yuk, maafin ayah." ucap Aldi.


"Auu (nggak mau)!" ucap Davin langsung menangis saat Aldi memangku nya.


"Eh, jangan nangis dong. Maafin ayah ya."Aldi mencoba menenangkan Davin.


"Undaaa.. Hiks." Davin terisak seraya menatap Lisa dan Lisa hanya diam menatapnya.


"Sama Ayah aja ya." Aldi menimang putranya yang tengah menangis itu.


"Auu (nggak mau) Hiks, Undaaa.. Apiinn... hiks hiks." Davin semakin terisak membuat Aldi kewalahan.


"Ck, nggak bisa diemin kan? Makanya jangan dibuat nangis terus." omel Lisa lalu menggendong Davin yang menangis sesegukan.


"Ya maaf Bun." lirih Aldi, tetapi Lisa menghiraukannya.


"Makan disana ya." Lisa menunjuk ke arah ruang tengah. Tepatnya, ruang keluarga. Davin mengangguk dengan wajah yang ia sembunyikan di leher sang Bunda.

__ADS_1


"Udah ya, cup cup. Jagoan Bunda nggak boleh nangis." ucap Lisa menegakkan kepala Davin lalu menghapus air matanya.


"Diem ya sayang. Tuh wajahnya makin merah loh." Lisa menunjuk wajah putranya yang memerah.


"Hiks." Davin diam walau masih sesegukan. Lisa tersenyum.


"Pinter anak Bunda. Ayo kita pindah ya." Lisa mengambil mangkok berisi makanan Davin lalu membawanya menuju ruang tengah.


"Lah, gue malah ditinggalin." gumam Aldi menatap Lisa yang menjauh darinya.


"Lagian dia anak gue, tapi kulitnya kok kayak anak orang China aja. Putih banget, gue aja yang keturunan bule kalah. Ke tekan dikit udah merah. Duhileh.. anak gue, anak gue." gerutu Aldi seraya menatap kulit tangannya. Lalu ia mengambil piringnya dan berjalan menuju ke tempat Lisa dan Davin berada.


********


"Eh, kamu ngapain kesini?" tanya Lisa sedikit kaget saat tiba-tiba Aldi duduk di sampingnya.


"Makan bareng kalian dong." jawab Aldi santai.


"Ngapain sih? Sana deh! Entar Davin nangis lagi kalo deket-deket sama kamu." cetus Lisa meliriknya sinis.


"Enggak sayang. Maaf deh, janji nggak bakal rusuh lagi." ucap Aldi. Lisa diam menatap putranya yang tengah bermain robot-robotan.


"Davin." panggil Lisa, dengan cepat Davin menatapnya.


"Papa (apa)?" jawab Davin.


"Sini mamam lagi." ucap Lisa. Davin merangkak mendekati Lisa yang berada di sofa, lalu ia berdiri dengan berpegangan pada kaki Lisa.


"Mamam." Davin mangut-mangut menatap Lisa. Lisa tersenyum lalu menyodorkan sesendok nasi bakso ke mulut Davin.


"Aeemm.. Pinter."


"Yayah." Davin menunjuk sang Ayah yang berada di samping Bundanya.


"Hai Davin." dengan watadosnya (wajah tanpa dosanya) Aldi menyapa putranya dengan senyum manis. Davin tidak menjawab, ia malah berjalan menghampiri mainannya kembali.


"Davin iihh, Ayah sapa malah nggak di jawab." Aldi meletakkan piringnya dan ingin menghampiri putranya.


"Nggak usah kesana. Udah, sana habisin sarapan kamu." cegah Lisa. Aldi kembali duduk di samping istrinya itu


"Tapi Bun..."


"Diem atau aku suruh makan dimeja makan?" Lisa menatap Aldi sedikit tajam.


"Iya-iya." pasrah Aldi lalu mengambil piringnya kembali. Lisa sedikit tersenyum melihatnya. Suami Ganteng Takut Istri, pikirnya.


Bersambung ..

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏


Ig : @mutiakim


__ADS_2