MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 24


__ADS_3

***********


“Kenapa Al?” tanya Lisa


“Maafin aku Lis,” ucap Aldi lirih. Lisa menautkan alisnya.


“Maaf untuk apa Al?" tanya Lisa bingung karena Aldi tiba-tiba meminta maaf kepadanya.


“Karena beberapa minggu ini aku nggak memperhatikan kesehatan kamu. Sampai kamu sempat drop tadi,” ucap Aldi menyesal. Lisa tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.


“Aldi, Aku sakit karena udah takdir dari Allah, bukan karena kamu,” ucap Lisa lembut.


“Tetap saja aku bukan suami yang baik Lis,” lirih Aldi. Lisa langsung menggeleng pelan.


“Kamu itu suami terbaik untuk aku. Kamu selalu sabar menghadapi sikap manja aku. Kamu selalu mengalah untuk aku, dan kamu nggak pernah berbuat kasar sama kamu. Yah, walaupun kadang kasar sama orang lain, termasuk sama cewek,” ucap Lisa sedikit bercanda di akhir perkataannya.


“Apapun yang menyangkut keselamatan kamu, aku akan berusaha melawannya,” ucap Aldi seraya mencium punggung tangan Lisa.


Lisa tersenyum haru mendengar ucapan dari suaminya itu.


“Makasih ya udah kasih aku jagoan yang tampan dan lucu kayak dia,” ucap Aldi seraya mengusap pipi mungil jagoan kecilnya.


“Allah yang memberi Aldi,” ucap Lisa membenarkan.


“Kita yang berusaha,” ucap Aldi juga tak mau kalah.


“Apaan? Ngasih obat perangsang gitu?” ketus Lisa.


“Tapi yang kedua sama ketiga kan nggak. Kamu menikmati malah,” ucap Aldi mencoba menggoda sang istri.


“Yang kedua kamu mabuk. Nggak sama sekali ya!” cetus Lisa.


“Ya udah yang ketiga deh,” ucap Aldi yang terus menggoda sang istri. Lisa pun langsung mendengus.


“Oh iya dong aku sangat menikmatinya. Kamu kan mainnya lembut ya,” balas Lisa sengaja memanas-manasi Aldi.


“Iya apalagi kamu sayang. Sangat menggairahkan,” bisik Aldi sensual di telinga Lisa. Dan itu membuat mata Lisa membulat. Lalu Lisa menatap tajam Aldi.


“Biasa aja nggak usah gitu juga kali ngeliatnya.”


“Mesum tau nggak sih!” ketus Lisa.


“Tau dong sayang. Inilah suamimu.” Aldi menjawabnya dengan santai.


“Aldi …” geram Lisa pelan karena takut Davin terusik lagi. Aldi tertawa kecil, lalu mencium pipi Lisa dan Davin bergantian.


“Walaupun seperti itu. Aku tetap sayang kalian berdua.” ucap Aldi. Lisa kembali tersenyum mendengar ucapan dari suami itu.

__ADS_1


***


3 hari pun berlalu. Sore tadi Lisa baru di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik.


Di tengah malam yang sunyi di dalam kamar Lisa dan Aldi. Aldi tidur dengan mendekap tubuh Lisa hangat. Dan hanya terdengar suara jarum jam yang berdetak.


"Oekk, oekk."


Tiba-tiba terdengar suara yang baru pertama kali Lisa dan Aldi dengar di dalam kamar mereka. Ya, Davin menangis di dalam box bayinya. Lisa dan Aldi yang terusik mulai membuka mata.


“Eugghhh …” Lisa dan Aldi menggeliat bersamaan.


“Oekk, oekk, oekk.” tangis Davin pun semakin kencang.


“Davin nangis Al,” ucap Lisa parau.


Aldi mengucek matanya sebentar, lalu bangkit dari tidurnya mendekati box bayi putranya . Sedangkan Lisa duduk bersandar di head board ranjang.


“Ust, ust, ust. Kenapa nangis sayang?” ucap Aldi seraya menggoyang pelan tubuh mungil putranya.


“Oekk, oekk.” Baby Davin tetap menangis


“Uh sayang, haus ya nak?” ucap Aldi seraya mengangkat tubuh mungil sang anak lalu mencium pipinya.


“Mimi ya nak. Cup, cup, cup.”


Lalu Aldi berjalan ke arah Lisa dan memindahkan baby Davin ke gendongan Lisa.


“Kok makin kenceng sih nangisnya dek,” ucap Lisa panik.


“Kenapa?" tanya Aldi. Lisa menggeleng.


“Davin nggak mau dikasih ASI,” ucap Lisa.


“Coba sini aku gendong,” ucap Aldi dan mengambil alih Davin lalu menimangnya.


“Cup cup cup, Davin kenapa nak? Diem ya sayang," ucap Aldi mencoba untuk menenangkan putranya. Namun tetap saja ia menangis.


“Sini Al. Taruh Davin sini,” titah Lisa. Dan Aldi meletakkan Davin di atas ranjang, lalu Lisa membuka bedongan nya dan seketika Davin mulai diam.



Seperti inilah yang namanya bedongan untuk bayi.


“Gerah ya nak? Nggak bisa gerak leluasa ya sayang?” ucap Lisa seraya mengusap keringat yang ada di kepala Davin.


“Mimi dulu ya nak.” Lisa berbaring menyamping dan memberikan ASI-nya kembali kepada baby Davin. Dan baby Davin pun menerimanya.

__ADS_1


“Em, pantesan nangis kejer. Ternyata nggak mau di bedong ya nak?” Aldi ikut berbaring dan mengusap pelan kepala Davin. Lisa pun tersenyum


Davin melepas ASI-nya dan tubuh Davin menggeliat. Sesekali ia membuka tutup mulutnya.


“Em, ngapain ini buka-buka mulut,” ucap Aldi seraya menepuk pelan bibir Davin dengan jari telunjuknya.


“Aldi dia lucu banget. Foto dia dong,” ucap Lisa menatap putra kecilnya itu gemas.


Aldi mengambil iPad di laci nakas-nya lalu mengaktifkan kamera untuk mengabadikan momen-momen bersama putranya. Dan seketika itu kantuk Lisa dan Aldi langsung menghilang. Sepertinya, bayi mungil tampan ini ingin mengajak orang tuanya untuk begadang.


“Foto aku juga sama Davin Al,” ucap Lisa antusias. Lisa memeluk tubuh mungil putranya lalu tersenyum ke arah kamera.


CEKREK!


CEKREK!


“Aku juga dong sayang, gantian,” ucap Aldi. Lisa menurut lalu mengambil foto suami dan putranya itu.


“Ih MasyaAllah anak aku,” ucap Lisa saat melihat hasil foto-fotonya.


"Eh anak kita dong sayang, kita yang buat." ralat Aldi tak terima. Lisa hanya mengiyakan ucapan dari suaminya itu.


“Kasih ASI sayang. kasian dia pasti haus,” ucap Aldi. Lisa mengangguk lalu membuka kancing atas atasnya dan memberikan ASI-nya pada Davin pun langsung meminumnya.


“Inilah alasan kedua aku menolak beasiswa di New York,” ucap Aldi menatap wajah putranya lekat. Lalu Lisa menatap suaminya itu.


“Aku ingin mempunyai buah hati dari rahim kamu. Dan Alhamdulillah sekarang sudah terwujud.” Lisa tersenyum mendengar perkataan dari suaminya itu.


***


Pagi ini Lisa tengah sibuk memakaikan pakaian untuk baby Davin. Sedangkan Aldi sendiri masih tertidur, karena ia baru tidur kembali pukul 4 pagi.


Pasalnya si kecil Davin tak kunjung tidur sehingga membuat Aldi menjaganya, beda dengan Lisa yang kembali tidur pada pukul 2 pagi, memang Aldi menyuruh istrinya itu untuk istirahat. Dan untuk baby Davin biar ia saja yang menjaganya.


Pagi harinya.


“Uh seger ya nak abis mandi,” ucap Lisa mengajak baby Davin berbicara seraya memberikan minyak telon dan bedak baby pada tubuh dan wajahnya. Bayi mungil itu diam sesekali menggerakkan kedua tangan dan kakinya.


“Aldi bangun, Ayah bangun ...” ucap Lisa mencoba membangunkan suaminya. Namun ia tak bergeming sama sekali.


“Ayah Aldi …” Panggil Lisa lagi seraya memakaikan pakaian ke tubuh mungil Davin


“Eeugghh, aku ngantuk banget yang,” ucap Aldi parau sambil menggeliat dan memeluk guling yang ada di sampingnya.


"Aldi awas ih ..."


Bersambung ..

__ADS_1


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim09


__ADS_2