MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 44


__ADS_3

*********


SKIP


Sore menjelang . .


Sesuai dengan rencana, Aldi akan menjebak Valerie bersama dengan polisi juga. Namun, semua akan berjalan sesuai rencana yang Aldi jelaskan kemarin malam. Dan Aldi juga mengajak sahabatnya, yakni Fandi untuk membantunya.


"Kamu tunggu di mobil aja ya." ucap Aldi. Saat ia, Lisa dan juga Fandi sudah sampai di markas yang Valerie kirimkan alamat nya tadi.


"Aku ikut." ucap Lisa


"Jangan Lisa, disana bahaya. Lo nggak liat apa? Anak buah Valerie berbaris rapi di belakangnya." sahut Fandi. Memang benar, di depan markas itu ada Valerie dan ditemani oleh beberapa anak buahnya sedang menunggu kedatangan Aldi.


"Tapi aku mau liat Davin Fan." lirih Lisa


"Sayang dengerin aku. Aku janji akan bawa Davin kembali bersama kita. Dibelakang sana, ada kakak-kakak kamu sudah bersama polisi, kamu jangan khawatir ya." ucap Aldi seraya menyentuh kedua pipi Lisa. Lisa menghela nafasnya


"Kalian hati-hati ya. Dia itu perempuan licik." nasehat Lisa. Aldi dan Fandi mengangguk mengerti


"Aku keluar dulu ya." ucap Aldi lalu keluar diikuti Fandi


"Yayah." ucap Davin antusias saat melihat Aldi


"Davin." lirih Aldi. Ia melihat mata Davin yang menyipit di gendongan Valerie. Sudah pasti karena ia menangis terlalu lama


"Lo bawa siapa?" tanya Valerie sinis saat melihat Fandi yang stay cool di samping Aldi dengan kacamata hitamnya


"Lo bilang gue harus ikut lo, ya udah gue bawa dia buat bawa pulang anak gue." ucap Aldi. Valerie tersenyum sinis


"Istri lo nggak ikut?" tanya Valerie lagi


"Dia sakit." jawab Aldi singkat


"Sakit jiwa ya? Haha." tawa Valerie diikuti keempat anak buahnya yang berjejer di belakangnya


"DIAM ! Gue datang kesini bukan untuk bercanda!" sentak Aldi. Membuat mereka semua terdiam


"Oke-oke. Oh ya mana syarat pertama lo?" tanya Valerie


"Nih! Gue bawa sesuai permintaan lo!" jawab Aldi menunjukkan secarik kertas pembatalan tuntutan Jessica yang sebenarnya hanya direkayasa


"Bagus." Valerie tersenyum puas


"Sekarang balikin anak gue." ucap Aldi


"Eiitz, lo yang harus kesini dulu." ucap Valerie. Aldi mendengus kesal lalu berjalan mendekatinya


"Yayah." Davin merentangkan tangannya pada Aldi. Aldi tersenyum dan ingin menggendongnya, namun Valerie menepisnya


"Lo nggak boleh gendong dia, karena anak lo bakal langsung ada ditangan cowok itu." ucap Valerie sinis sambil menunjuk Fandi

__ADS_1


"Gue cuma pengen gendong dia bentar." ucap Aldi


"Nggak!" tolak Valerie lalu mendekat ke arah Fandi sambil menggendong Davin


BUGH!


BUGH!


Langkah Valerie terhenti saat mendengar suara pukulan. Dan benar saja, saat ia berbalik 2 anak buah nya tergeletak pingsan karena pukulan Edwin dan Rama. Sontak 2 anak buah Valerie yang lain langsung menyerang kedua kakak dari Lisa itu


"Lo! AARRGGHH!" pekik Valerie diakhiri dengan teriakannya, saat Fandi menjambak kuat rambutnya yang tergerai


"Bener-bener perempuan licik! Sama kaya adik lo!" sentak Fandi


"Lepas brengsek !! Aasshh..." Fandi semakin kuat mencengkram rambut Valerie. Dia tidak tau apa, kalo sekarang Fandi lagi berubah menjadi singa yang kelaparan. Yang siap untuk menerkam mangsanya itu secara hidup-hidup. Author aja sampai takut sama Fandi *eh


"Ambil anak lo Al." titah Fandi. Aldi mengangguk


Namun, saat Aldi ingin mengambil Davin. Valerie sudah menodongkan sebuah pistol di kepala Davin. Membuat Aldi dan Fandi langsung tersentak. Gadis ini bergerak sangat cepat


"Menjauh lo berdua atau peluru pistol ini melesat di kepala anak ini!" ancam Valerie. Aldi langsung melepas tangannya untuk mengambil alih Davin dari gendongan Valerie


"Lo jangan macem-macem sama anak gue Valerie!" sentak Aldi


"Lepasin gue bilang!" teriak Valerie membuat Davin langsung menangis mendengar teriakannya


"Fan..." lirih Aldi menatap Fandi lalu menggeleng. Fandi langsung melepas jambakan pada rambut Valerie


"Kalian yang jangan bergerak! Atau anak ini mati sekarang juga." ancam Valerie


"Hiks, atuut Yayah (takut Ayah)." isak Davin


"Diem bocah!" sentak Valerie pada Davin membuatnya menangis semakin kencang


"Jangan bentak anak gue Valerie!" sentak Aldi


"Makanya lo suruh semua polisi turunkan senjatanya!"


Aldi memberi isyarat kepada semua polisi agar mereka meletakkan pistolnya masing-masing. Mereka pun langsung menurut.


"Jangan ada yang bergerak! Kalo kalian bergerak sedikit aja, gue pastiin peluru ini akan tembus di kepala anak ini!" ancam Valeri lagi seraya berjalan menjauhi Aldi dan yang lain


Saat Valeri masuk mobilnya, Aldi dan Fandi langsung berlari ke mobilnya untuk mengejarnya diikuti yang lain juga


"Aldi anak kita mau dibawa kemana?" tanya Lisa yang mulai panik


"Tenang ya, kita kejar dia." ucap Aldi mengusap rambut Lisa sebentar, lalu tancap gas dengan kecepatan tinggi


"Hati-hati Al, fokus ke jalanan. Jangan sampai lo oleng karena pikiran lo sedang kacau." nasehat Fandi yang berada di jok mobil belakang


"Iya Fan." jawab Aldi

__ADS_1


**********


Di dalam mobil Valerie, Davin terus saja menangis di samping Valerie. Ia terus meminta ikut dengan Aldi. Sedangkan Valerie, terus melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi


"Diem bocah!" bentak Valerie


"Yayah, hiks hiks." isak Davin


"Gue bilang diem ya diem!" sentak Valerie lagi dengan menatap Davin. Tanpa ia disadari, ada sebuah truk melaju kencang di depannya. Valerie yang baru sadar langsung membanting setirnya ke arah kanan


BRAKKK


Mobil Valerie menabrak pohon cukup keras hingga depan mobilnya mengeluarkan asap


"DAVIN..." teriak Lisa dan Aldi saat tau mobil yang ditumpangi oleh Valerie dan Davin menabrak pohon


Aldi, Fandi dan Lisa langsung keluar dari mobil


"Davin.. Hiks." isak Lisa ingin berlari menghampiri Davin yang berada di dalam mobil Valerie itu, namun ditahan oleh Aldi


"Fan, jagain istri gue disini." ucap Aldi dengan suara sedikit bergetar. Fandi hanya mengangguk


"Aldi hiks.. Ikut." isak Lisa


"Jangan ya, biar aku aja." ucap Aldi lalu berlari menuju kesana. Terlihat banyak orang yang mengerumuni tempat itu, tapi dengan jarak sedikit jauh


"Davin..." lirih Lisa dengan air mata yang langsung menetes. Ia dapat melihat putranya yang tertunduk di samping Valerie dengan darah yang mengalir di kepalanya.


"Ya Allah bau bensin." gumam Aldi. Ia langsung naik ke bagian depan mobil, ia memegang pecahan kaca mobil depan dan memecahkan kaca mobil itu dengan batu untuk melebarkan ruang untuk Aldi mengambil putranya


"Aarrgghh sshh..." rintih Aldi saat tangannya terkena pecahan kaca mobil hingga berdarah. Namun, itu tidak mematahkan semangatnya untuk menyelamatkan putranya itu.


"Ya Allah, lindungilah anak hamba. Hamba mohon, jangan ledakkan mobil ini." batin Aldi berdoa


Setelah cukup lama, akhirnya kaca itu dapat Aldi pecah cukup lebar. Dengan segera ia melepas sabuk pengaman Davin dan mengangkatnya untuk segera membawanya menjauh dari mobil itu. Dan tiba-tiba..


DUAARRR


Tepat saat Aldi menyingkir. Mobil itu langsung meledak, membuat Aldi sedikit terpental dan jatuh terguling bersama Davin


"Hiks, Davin bangun nak. Kamu nggak boleh tinggalin Ayah sama Bunda." ucap Aldi yang sudah menangis terisak


"Kamu harus bertahan ya nak. Ayah mohon.." Aldi segera bangkit, lalu mendekap putranya dan segera sedikit berlari menuju mobil.


Entahlah bagaimana nasib Valerie, yang Aldi pentingkan adalah keselamatannya Davin. Bukan memikirkan orang yang sudah membuat putranya seperti ini.


"Setir mobil gue Fan, cepetan!" ucap Aldi panik seraya masuk ke jok belakang diikuti oleh Lisa. Sedangkan Fandi langsung masuk ke jok pengemudi, lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak lama setelah mobil Aldi pergi, polisi datang bersama kedua kakak Lisa, yakni Rama dan Edwin.


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗

__ADS_1


Ig : @mutiakim


__ADS_2