MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 6


__ADS_3

********


BRAKKK


Ucapan Lisa terhenti saat terdengar suara pintu kamar terbuka cukup keras.


“Aldi!” pekik Lisa melihat Aldi yang bersandar di pintu dalam keadaan berantakan. Dengan segera ia menghampiri suaminya itu.


“K-kamu mabuk Al?” tanya Lisa lirih saat tercium bau alkohol di badan dan mulut suaminya itu. Aldi menegakkan tubuhnya dan menatap Lisa.


“Haha, nggak sayang. Aku nggak mabuk kok,” ucap Aldi yang setengah sadar. Lisa pun menutup pintu kamar mereka, lalu memapah Aldi ke ranjang.


Lisa membaringkan tubuh Aldi lalu melepas sepatunya.


BRUKKK


Tiba-tiba saja Aldi menarik tangan Lisa dengan kasar, sehingga Lisa jatuh di atasnya.


“Al-Aldi …” ucap Lisa ketakutan saat Aldi membalikkan tubuhnya, hingga ia sekarang di bawah kungkungan Aldi.


“Kamu tau nggak sayang, Aku tuh sayang banget sama kamu. Aku cinta mati sama kamu Lisa,” ucap Aldi parau sambil membelai wajah cantik Lisa.


“Aldi jangan. Aku nggak mau,” ucap Lisa bergetar karena ketakutan.


“Uusstt, malam ini kamu milik aku sayang,” bisik Aldi sensual di telinga Lisa


“Hiks Aldi jangan, ALDI ...” teriak Lisa, ia tidak bisa bergerak sama sekali karena kungkungan aldi sangat erat.


Aldi pun langsung mencium bibir Lisa dengan kasar dan rakus.


“Mmmhhh, Aldi lepas, mmmhh ...” berontak Lisa. Semakin Lisa memberontak semakin kuat pula Aldi mengungkung Lisa dibawahnya.


“Al lepasin akuhh ahh.” ciuman Aldi turun ke leher Lisa sambil menggigit lehernya Lisa. Hingga meninggalkan banyak tanda merah keunguan disana.


"Uusstt diem dan nikmati saja sayang, biar aku yang bermain," bisik Aldi di telinga Lisa seraya mencium dan menggigit telinga Lisa.


Dalam satu sentakan dress tidur yang Lisa kenakan pun langsung terbuka dan Aldi pun langsung membuka semua pakaiannya. Kini mereka berdua sudah polos. Lisa hanya bisa menangis, untuk memberontak pun akan percuma. Dan malam yang panjang dan bergairah pun terjadi lagi di antara mereka berdua.


******


Pagi ini Lisa sudah rapi untuk berangkat kuliah. Terlihat dari mata Lisa yang sembab akibat menangis semalam. Aldi yang baru bangun tersentak melihat tubuhnya yang hanya berbalut bed cover saja.


"Kenapa gue nggak pake baju gini?"


“Lisa,” panggil Aldi. Lisa hanya diam seraya merapikan rambutnya di depan cermin meja rias. Lalu Aldi mengingat kejadian semalam.


“Ck, bodoh lo Al!” decak Aldi sambil mengusap wajahnya kasar, ia memakai celana bokser nya yang tergeletak di lantai, lalu beranjak dari ranjangnya dan menghampiri Lisa.


“Lisa maaf, dengerin aku dulu please,” ucap Aldi memohon sambil memegang tangan Lisa.


“Lepas!” Lisa menepis tangan Aldi dengan kasar.


“Kamu beneran marah?” tanya Aldi.


“Kamu pikir aja sendiri!” ucap Lisa ketus dan ingin berjalan keluar. Namun Aldi menahan tangannya.


“Salah ya kalo aku nyentuh istri aku sendiri?!” Aldi berucap sedikit menekan.


“Nggak! Kamu nggak salah kok,” balas Lisa menatap Aldi.


“Terus kenapa kamu marah?” tanya Aldi. Lisa kembali menghempaskan tangan Aldi.


“Kamu boleh nyentuh aku Al! Tapi aku nggak suka kalo kamu sentuh aku dalam keadaan mabuk. Aku paling benci sama cowok pemabuk!” sentak Lisa lalu keluar dari kamar.


“Aaargghh gara-gara Fandi nih! Rese memang tuh anak,” teriak Aldi frustrasi seraya mengacak rambutnya.

__ADS_1


************


Di kantin kampus ..


DUG!


“Eh, apaan sih lo? Dateng-dateng lo main timpuk gue aja, bukannya ucap salam kek,” protes Fandi saat Aldi menimpuk kepalanya dengan sebuah tas ransel yang Aldi bawa.


“Ini gara-gara lo gue jadi mabuk semalem!” ucap Aldi kesal.


“Ya elah, gitu aja rempong banget sih lo kek emak-emak. Palingan cuma diomelin doang sama Lisa,” ucap Fandi santai.


“Shitt! You know, gue jadi kebablasan tau nggak sih semalam!” ucap Aldi geram.


“Lah enak dong, dapet second night," ejek Fandi pada sahabatnya itu.


“Ya enak sih. Tapi asal lo tau tadi pagi Lisa ngamuk woy sama gue! Ah lo resek banget dah! Gue nggak mau kesana lagi lah, tobat dah gue,” cerocos Aldi tanpa rem.


“Lo kira gue enggak? Gue di campakkan nih di kantin sendiri, gara-gara gue ketahuan dugem,” ucap Fandi. Aldi mendengus kesal.


“Mampus! Rasain lo. Emangnya enak,” ejek Aldi. Fandi hanya diam dan memasang muka cemberutnya, ia sangat malas menanggapi Aldi yang tengah mengejeknya itu.


*****


Sementara itu, Lisa tengah berjalan sendiri di koridor kampus yang cukup sepi. Sungguh Lisa menjadi pendiam, sejak Kiki mulai tak ada kabar dan akhirnya ia menikah dengan Aldi.


“Ikut gue.” Tiba-tiba saja seorang gadis menarik tangan Lisa cukup kencang


“Aww shh.. Apaan sih lo Jess, lepasin gue!” protes Lisa saat melihat orang itu adalah Jessica.


“Udah diem aja deh lo!” sentak Jessica yang terus menarik Lisa menuju taman belakang kampus.


“Awwww…” rintih Lisa saat Jessica menghempaskan Lisa didekat danau.


“Berani lo ya rebut Aldi dari gue!” Jessica menunjuk wajah Lisa dengan tatapan sinis.


“Terus ngapain lo nikah sama dia hah? Dasar perempuan murah*an lo! Ngakunya udah punya pacar, tapi Aldi diembat juga heh,” maki Jessica ke Lisa.


“Gue bukan perempuan murah*n ya! Jaga omongan lo.” Lisa menekan ucapannya


“Oh bukan perempuan murah*an ya, terus perempuan apaan dong? Oh berarti perempuan jal*ng gitu?” sinis Jessica dan ia maju mendekati Lisa.


“Mau apa lo?” tanya Lisa seraya mundur.


“Mau bikin lo lenyap dari kehidupan Aldi, biar Aldi bisa jadi milik gue,” ucap Jessica tersenyum sinis.


“A-apa? Jangan gilak lo Jess,” pekik Lisa terkejut dengan ucapan Jessica itu.


“Oh ya, lo kan gak bisa berenang nih. Gimana kalo gue dorong lo kesana,” ucap Jessica sambil menunjuk ke arah danau yang lumayan dalam itu.


"Jangan berani macem-macem lo Jess," ucap Lisa yang sudah ketakutan. Jessica menghiraukan ucapan Lisa itu, ia semakin mendekati Lisa. Dan...


BYURRR


Jessica langsung mendorong tubuh Lisa ke Danau.


“To-long, tolong …” ucap Lisa dan ia mencoba untuk menyeimbangkan tubuhnya dengan kedua tangannya agar dirinya tidak tenggelam.


“Hahaha, mampus lo. Salah sendiri main-main sama JESSICA CHARLOTTE!” Jessica tertawa puas seperti orang kerasukan.


“Tolong.. Hlluurrpp.. Tolong ...” teriak Lisa, ia pun sampai meminum air danau tersebut.


“Teriak aja sampe lo mampus, nggak akan ada yang bakalan nolongin lo.” Jessica tersenyum puas karena tempat ini sangat sepi.


“Tolooonngg …” teriak Lisa dengan sekuat tenaganya.

__ADS_1


BYURRR


Tiba-tiba saja seseorang datang dan menceburkan dirinya untuk menolong Lisa. Ia membawa Lisa ke pinggir danau lalu seseorang itu pun ikut naik.


“Aldi,” gumam Jessica saat melihat orang yang menolong Lisa itu adalah Aldi


“Kamu nggak kenapa-napa Lis?” tanya Aldi lirih kepada istrinya itu.


“Hiks hiks aku takut Al …” Lisa langsung gemetaran sambil menangis dan teringat saat ia tenggelam di pantai semasa ia kecil dulu. Waktu ia pergi berlibur bersama keluarganya dan keluarga Aldi.


Aldi yang melihat Lisa ketakutan itu langsung memeluknya dengan erat. Setelah itu Aldi membantu Lisa berdiri, lalu ia pun menghampiri Jessica yang diam mematung.


PLAKKK


Aldi menampar pipi sebelah kanan Jessica cukup kencang hingga hampir akan terjatuh.


“Lo mau bunuh istri gue hah?!” sentak Aldi dengan rahang yang sudah mengeras.


“Itu salah dia karena udah rebut kamu dari aku Al,” balas Jessica seraya memegangi pipinya yang merah.


PLAKKK


“Bitchh! Emang lo siapa gue hah? Gue nggak pernah punya hubungan sama lo ya! Dan lo tau? Gue aja nggak pernah nyakitin dia sama sekali, tapi lo malah hampir bunuh dia!” sentak Aldi seraya menampar pipi sebelah kiri Jessica. Dan Jessica hanya diam.


“Hiks, hiks, hiks.” suara isakan Lisa terdengar


“Sekarang juga lo pergi sana, atau gue bakal laporin lo ke Rektor karena lo sudah hampir membunuh Lisa!” Ancam Aldi, Jessica mendengus kesal lalu pergi.


“Awas lo Lisa. Tunggu pembalasan dari gue,” batin Jessica. Setelah Jessica pergi dari hadapan Aldi dan Lisa, Aldi kembali memeluk tubuh Lisa dengan erat.


“Hiks, hiks.” isak Lisa dalam pelukan Aldi.


“Udah ya, jangan nangis please ...” lirih Aldi mencoba menenangkan Lisa.


“Aku takut Al hiks,” ucap Lisa. Aldi tau pasti Lisa trauma dulunya kembali lagi, pasca Lisa tenggelam di pantai saat berlibur bersama keluarganya dan keluarga Lisa itu.


“Kita pulang aja ya,” ajak Aldi. Lisa langsung melepas pelukan Aldi.


“Nggak usah, aku pulang sendiri aja,” lirih Lisa lalu melangkah perlahan. Aldi menghela nafas, lalu mengejar Lisa kembali dan memeluknya dari belakang.


“Jangan anggap aku seperti orang lain. Aku ini suami kamu. Tolong hargai aku sedikit saja,” lirih Aldi.


“Aku udah berusaha menerima kamu sebagai suami aku. Tapi kamu yang selalu buat aku marah dengan kelakuan buruk kamu,” ucap Lisa yang terus memberontak dari pelukan Aldi.


“Oke aku tau aku salah, mulai dari cara aku dapetin kamu sampai kejadian semalam. Aku minta maaf, aku janji nggak akan ulangi itu semua. Aku akan berubah demi kamu Lis,” ucap Aldi seraya menahan Lisa dan semakin memeluk erat Lisa dari belakang.


“Beneran kamu bakalan berubah? Kamu nggak bohong kan?” tanya Lisa meyakinkan. Aldi mengangguk.


“Kita mulai semua dari awal. Walaupun perasaan kamu ke aku belum ada. Tapi aku akan tetap mencintai kamu,” ucap Aldi lembut


Lisa tersenyum kecil mendengar ucapan dari suami nya itu. Aldi membalikkan tubuh Lisa lalu memeluknya kembali dengan erat.


“Aku sayang kamu,” lirih Aldi sambil mengecup pucuk kepala Lisa. Lisa hanya diam dalam pelukan Aldi.


“Kamu kedinginan ya?” Aldi merasakan tubuh Lisa yang bergetar. Lisa hanya mengangguk pelan. Aldi segera membawa Lisa ke mobilnya.


“Loh Lisa kenapa Al? Kok kalian basah semua?” tanya Fandi saat berpapasan dengan Aldi dan Lisa.


“Ceritanya panjang Fan, gue balik dulu ya,” ucap Aldi. Fandi mengangguk dengan keinginan tahuannya.


“Ada yang nggak beres nih, gue harus selidiki ini,” batin Fandi


Bersambung..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗

__ADS_1


Ig : @mutiakim09


__ADS_2