
"Sepertinya belum Tuan, saya tidak melihat mereka pulang," ucap Clara.
"Ya sudah, kamu boleh kembali bekerja." Clara membungkuk hormat.
"Kalo gitu saya permisi Tuan." Aldi hanya mengangguk.
Aldi menghela nafasnya sesaat.
"Dibawa kemana coba anak gue? Jam segini belum di balikin ke rumah," gumam Aldi kembali berjalan ke kamar untuk mandi.
***
20 menit kemudian..
Aldi pun keluar dari kamar mandi. Ia tersenyum melihat istrinya yang yang masih tertidur, lalu ia kembali berbaring di samping Lisa.
"Imutnya kalo lagi tidur gini." Aldi tersenyum seraya mengelus pipi Lisa.
"Sayang, bangun yuk," ucapnya.
"Eugghhh, aku ngantuk." Lisa menepis pelan tangan Aldi.
"Udah jam setengah 5 loh ini sayang," ucap Aldi.
"Ngantuk Aldi," ucap Lisa parau.
Aldi tersenyum saat menatap kalung yang melingkar di leher jenjang Lisa. Lalu ia menyentuh kalung itu.
"Masih cantik aja," gumam Aldi membuat Lisa membuka matanya.
"Apanya?" tanya Lisa serak.
"Kalungnya," ucap Aldi. Lisa langsung memanyunkan bibirnya.
"Kenapa?" tanya Alis yang heran melihat ekspresi istrinya itu.
"Kirain aku yang cantik," ucap Lisa polos. Aldi yang mendengar itu langsung tertawa.
"Ya enggaklah. Kamu itu bukan masih cantik, tapi semakin cantik," ucap Aldi.
"Ih Aldi!" Lisa langsung menutupi wajahnya dengan selimut.
"Kenapa lagi?" tanya Aldi heran.
"Aku kan jadi malu, dipuji kayak gitu," ucap Lisa membuat Aldi lagi-lagi tertawa.
"Aku suka deh kalo kamu polos plus manja gini. Tapi sayang adanya cuma pas hamil doang," ucap Aldi seraya memeluk tubuh Lisa.
"Kalo nggak hamil memangnya kenapa?" tanya Lisa sambil menatap Aldi.
"Galak kayak emak-emak kemalingan tupperware," celetuk Aldi membuat Lisa kesal.
"Jahat banget sih!" Lisa memukul bahu Aldi.
Aldi kembali tertawa.
"Iya maaf, maaf sayangku," ucap Aldi menahan tawanya. Lisa langsung memanyunkan bibirnya.
"Makasih udah jaga kalung ini sampai sekarang," gumam Aldi. Lisa hanya terdiam. Aldi memegang kalung yang bertuliskan inisial LE itu.
"Aku senang kalung ini masih menggantung indah di leher kamu," ucap Aldi lagi. Lalu Lisa ikut menyentuhnya.
"Ini kalung hadiah dari kamu buat aku, waktu kita pergi honeymoon dulu. Aku pasti akan selalu jaga semua pemberian dari suamiku," ucap Lisa. Aldi tersenyum mendengarnya.
"Jadi keinget waktu honeymoon dulu. Saat kita menghabiskan waktu di beberapa kota di Paris. Itu indah banget," ucap Aldi membayangkan masa honeymoon-nya dengan Lisa dulu.
"Aku suka waktu di kapal pesiar. City of light-nya itu indah banget," gumam Lisa.
"Bagusan mana sama di menara Eiffel?" tanya Aldi.
"Waktu di kapal pesiar Sungai Seine," ucap Lisa.
"Paling berkesan ya sayang?" Lisa tersenyum dan mengangguk. Aldi pun ikut tersenyum, lalu mencium kening Lisa.
"Mandi gih," ucap Aldi.
"Nggak mau." Lisa malah memeluk leher Aldi dan bersembunyi disana.
"Udah sore loh ini."
"Nggak mau Aldi, ngantuk," ucap Lisa
"Ngantuk-nya telat. Dari tadi udah nyerocos aja perasaan," ucap Aldi.
"Ih nggak mau!" tolak Lisa lagi.
__ADS_1
"Tadi disuruh tidur nggak mau. Sekarang disuruh mandi nggak mau juga."
"Aku kan tadi udah tidur," ucap Lisa yang masih bersembunyi di leher Aldi.
"Terus mandinya?" tanya Aldi.
"Nggak mau." Lisa menggeleng kecil. Aldi menghela nafasnya.
"Kotor loh, abis olahraga siang tadi," ucap Aldi.
"Kan kamu yang buat jadi kotor," celetuk Lisa.
"Oh ceritanya pengen dibersihin gitu? Ayo dengan se... Aarrgghh!" Tiba-tiba Aldi berteriak di sela-sela ucapannya.
"Ssshh sayang, kamu ngapain sih?" tanya Aldi meringis saat lehernya terasa digigit oleh Lisa.
"Aaarrgghh... sshh!" teriak Aldi lagi.
"Muaachh, sekarang jadikan?" ucap Lisa setelah melepas gigitannya..
"Kamu ngapain gigit aku?" tanya Aldi.
"Ih, biar sama kayak aku. Kamu aja banyak bikinnya nih, aku cuma satu doang," ucap Lisa memanyunkan bibirnya seraya menunjuk leher dan dadanya yang penuh dengan tanda merah bekas gigitan Aldi.
"Sakit tau nggak? Kamu itu agresif kalo bikin kissmark," kesal Aldi.
"Biarin!" ketus Lisa.
"Aku terkam lagi, biar tau rasa kamu!" ancam Aldi.
"Aku gigit lagi kamu!" ancam Lisa balik.
"Oh nantang nih ceritanya," ucap Aldi.
"Nggak mau." Lisa kembali bersembunyi di dada Aldi. Aldi terkekeh dengan sikap istrinya itu.
"Labil ah kamu." Lisa hanya diam di pelukan Aldi.
"Ayo mandi, ini udah sore sayang. Nggak pengen jalan-jalan sore, hem?" tanya Aldi. Lisa menggeleng.
"Capek, di rumah aja. Aku juga mau beresin baju-baju yang ada di koper," ucap Lisa.
"Ya udah, tapi harus mandi dong. Keburu malem, nggak boleh ibu hamil mandi malam." ucap Aldi, Lisa langsung menatapnya.
Aldi langsung terkekeh, manja sekali istrinya ini. Ayah muda ini bangun dan menarik lengan Lisa pelan. Lisa bangun dengan tangan kanan menahan ujung selimut agar tidak merosot.
"Ambilin handuk kimono aku, Al," ucap Lisa. Aldi mengacak rambut istrinya itu.
"Manja sekali istriku ini," ucap Aldi tersenyum.
"Ambilin," ucap Lisa manja.
"Iya sayang." Aldi beranjak untuk mengambilkan Lisa handuk kimono di lemari.
"Nih." Aldi memberikan kimono berwarna biru muda pada Lisa. Lisa mengambil dan langsung memakainya.
"Ih keliatan," celetuk Aldi membuat Lisa melotot kearahnya. Aldi nyengir dan mengangkat jari telunjuk dan tengahnya.
"Bantuin." Lisa merentangkan tangannya ke Aldi. Lalu Aldi meraih kedua tangan Lisa dan menariknya untuk berdiri. Bukannya langsung melepas, Aldi malah merangkul pinggang Lisa dengan tangan kirinya.
"Duh, perutnya makin besar aja." Aldi mengusap perut besar Lisa dengan tangan kanannya.
"Berat nggak bawanya?" tanya Aldi.
"Ya lumayan, mau coba?" ucap Lisa ngasal.
"Nggak lucu dong kalo perut dungdung kayak kamu," ucap Aldi. Lisa sedikit terkekeh
"Udah ah, aku mau mandi dulu." Lisa melepas tangan Aldi yang melingkar di pinggangnya.
Setelah itu berjalan masuk ke kamar mandi. Aldi tersenyum lalu keluar dari kamar.
***
"Bi." panggil Aldi saat menghampiri Bi Marni yang tengah mencuci piring.
"Iya Tuan, ada apa?" tanya Bi Marni.
"Tadi siang bibi masak nggak?" tanya Aldi.
"Iya Tuan, tapi berhubung Tuan dan Nyonya tadi tidak makan, jadi saya taruh di kulkas," jelas Bi Marni.
"Ya udah, nanti dipanasin aja ya Bi," ucap Aldi.
"Baik Tuan," ucap Bi Marni sedikit membungkuk patuh.
__ADS_1
"Eemm, tapi buat Davin nggak ada ya Bi? Maksud saya bakso untuk Davin?" tanya Aldi lagi.
"Maaf Tuan, tadi saya belum sempat buat karena pekerjaan banyak. Sebentar lagi akan saya buatkan," ucap Bi Marni
"Eh nggak usah Bi, biar saya aja yang buat. Daging sapinya ada kan?"
"Tuan yakin? Ada kok Tuan di kulkas," ucap Bi Marni.
"Iya yakin Bi. Ya udah, biar saya yang buat. Bibi nanti panaskan makanan yang tadi aja," ucap Aldi.
"Baik Tuan, kalo begitu bibi lanjutin cuci piring dulu ya," ucap Bi Marni. Aldi tersenyum dan mengangguk.
"Kapan lagi masakin anak gue? sekalian gue belajar." batin Aldi dengan semangat menyiapkan bahan-bahan yang akan dibuat bakso.
***
30 menit kemudian, Lisa keluar dengan handuk kimono yang tadi ia pakai. Rambutnya juga terlihat basah karena ia juga baru saja selesai keramas.
"Aldi kemana?" gumam Lisa heran saat tak melihat suami tercintanya yang omes itu.
"Ganti baju dulu deh." gumam Lisa lagi seraya berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya.
***
"Aldi iihh, aku cariin juga." ucap Lisa yang langsung menghampiri Aldi, saat ia melihat Aldi tengah berada di dapur.
"Sayang, udah selesai mandinya?" tanya Aldi yang tengah mengaduk masakannya dan ia pun menatap Lisa sekilas.
"Udah, kamu bisa masak?" tanya Lisa heran karena ini pertama kalinya ia melihat suaminya itu memasak.
"Ya ini sekalian belajar. Udah mateng kayaknya, coba gih." Aldi menyendok kuah bakso, lalu meniupnya. Setelah itu ia menyuapkan ke arah Lisa.
"Enak nggak?" tanya Aldi was-was.
"Huuekk." Lisa seperti mual setelah mencicipinya.
"Kenapa? nggak enak ya? sini minum dulu." Aldi beranjak ingin mengambil air putih. Namun, Lisa menahannya.
"Enak kok, banget malah." ucap Lisa tersenyum jail.
"Serius?" tanya Aldi. Lisa mengangguk, membuat Aldi bernafas lega.
"Jadi, tadi kamu bercanda?"
"Hehe, maaf. Salah sendiri ninggalin aku!" ucap Lisa ketus setelah beberapa detik nyengir ke arah Aldi.
"Ya ampun, aku ke dapur doang ini." ucap Aldi.
"Sama aja kamu udah ninggalin aku." ucap Lisa cemberut. Aldi menghela nafasnya.
"Iya deh maaf." ucap Aldi.
"Maafnya ngga ikhlas." celetuk Lisa.
"Ikhlas sayang, ya ampun kamu ini." ucap Aldi sambil mencubit Lisa gemas. Lisa tersenyum penuh kemenangan di wajah cantiknya itu.
"Davin mana?" tanya Lisa.
"Belum pulang." jawab Aldi seraya menuangkan baksonya di mangkuk.
"Hah? Belum pulang ?" tanya Lisa. Aldi mengangguk.
"Aaaaa Aldi..."
"Kenapa lagi?" Aldi kembali menatap Lisa.
"Nanti kalo Davin diculik orang jahat gimana?" ucap Lisa memasang wajah sedih.
"Ya nggak mungkinlah, orang dia sama Tantenya. Kamu ini ada-ada aja." ucap Aldi.
"Iihh jangan menyepelekan masalah. Entar kalo beneran diculik orang jahat kayak di film Baby's Day OutĀ itu gimana?" ucap Lisa polos, membuat Aldi menepuk keningnya.
"Kamu kebanyakan nonton film. Udah ya diem, cup." ucap Aldi membungkam mulut Lisa dengan mencium bibirnya sekilas.
"Iihh kamu mah modus." ucap Lisa memanyunkan bibirnya, membuat Aldi sedikit terkekeh
"Yayaaahh, Undaaa." Tiba-tiba terdengar suara teriakan anak kecil yang sedari tadi ditunggu-tunggu oleh orang tuanya ini.
"Davin." ucap Lisa antusias lalu berjalan ke arah ruang utama. Aldi melihat itu hanya tersenyum dan menggeleng kecil.
Bersambung ..
Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyakš
Ig : @mutiakim
__ADS_1