
“Iiihh Aldi kamu mau ngapain sih!” kesal Lisa. Aldi malah menindih tubuh Lisa
“Kamu mau aku tambah sampe pagi hem?” ucap Aldi seraya menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Lisa
“Aldi sayang.. Besok aja ya. Aku capek.” ucap Lisa memelas
“Nggak bisa sayang. Ini hukuman karena kamu udah habisin uang aku. Dan jangan salahkan aku jika kamu tidak bisa tidur malam ini karena tolakan kamu dan entah besok pagi kamu bisa berjalan dengan baik atau tidak.” Aldi tersenyum evil seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Lisa dan itu membuat Lisa menjadi gugup
CUP
Aldi mencium bibir Lisa dengan lembut, Lisa pun langsung mengalungkan tangannya ke leher Aldi dan membalas ciuman Aldi. Ciuman Aldi pun turun ke leher Lisa, membuat Lisa menggelinjang sakit bercampur nikmat karena gigitan dari Aldi.
"Aahh Al pe..lan-pelanhh." Des*ah Lisa, Aldi pun membuat banyak tanda merah di leher istrinya itu
Tak terasa piyama tidur Lisa udah di lepas oleh Aldi dan tubuh Lisa pun sekarang udah polos tanpa sehelai benangpun. Aldi pun segera membuka semua pakaian yang ia kenakan, sehingga tubuhnya juga polos. Dan adegan itu dilanjutkan ke yang lebih panas dan menggairahkan
*********
“Undaaa…” suara Davin mampu menghentikan aktivitas orang tuanya yang belum juga selesai. Padahal sudah pukul 03.30. Aldi benar-benar tidak bisa di tolerir lagi, jika sudah menyangkut olahraga malam bersama Lisa.
Lisa menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Lisa dan Aldi sama-sama mengatur nafasnya yang tak beraturan
“Undaa…” suara Davin membuat Aldi yang hanya memakai bokser bangkit dan menghampiri box bayinya
“Kenapa nak, kok bangun?” tanya Aldi
“Mimi Undaa.” Davin yang masih berbaring di box bayinya menatap Ayahnya dengan wajah khas bangun tidur. Aldi mengangkat tubuh putranya lalu menidurkan disebelah Lisa
“Davin haus sayang.” ucap Aldi. Lisa yang tadi memejamkan mata langsung membuka mata dan menatap Davin yang tengah ngemut jarinya
“Nggak boleh pake jari ya. Sini mimi Bunda.” Lisa sedikit membuka selimut lalu menutup tubuh Davin juga setelah ia mulai menyusui. Aldi tersenyum berjalan menuju kamar mandi.
15 menit kemudian Aldi keluar dari kamar mandi dan melihat putranya sudah tertidur kembali di pelukan sang istri
“Davin udah tidur lagi?” tanya Aldi. Lisa mengangguk dengan mata terpejam. Aldi tersenyum lalu menghampiri Lisa untuk mengangkat Davin. Setelah dipindahkan ke box bayinya, Aldi berbaring di samping Lisa dan Aldi mendekap tubuh Lisa
“Capek ya?”
“Eeeemm..” Lisa bersembunyi di dada Aldi dan melingkarkan tangannya di leher Aldi. Aldi tersenyum lalu mencium kepala Lisa
“Makasih ya jatahnya.” ucap Aldi tersenyum jail. Lisa berdecak kesal di dalam dekapannya. Lalu memejamkan matanya untuk beristirahat
*********
Pagi menyapa..
Lisa dan Aldi masih tertidur pulas dibalik bedcover. Mungkin kelelahan karena aktifitasnya semalam
“Nggh...” Aldi terusik karena sinar matahari yang masuk cela-cela jendela kamarnya. Ia menatap sang istri yang masih tidur nyenyak. Ia tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Lisa
“Bunda sayang.. Bangun yuk.” bisik Aldi tepat ditelinga Lisa. Namun, Lisa tak terusik sama sekali
“Yang.. Sayang.. Ayo bangun.. Fiuhh…” Aldi meniup wajah Lisa pelan
“Nggh, ngantuk Al.” Lisa menggeliat lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut sampai kepala
“Kenapa ngantuk?” tanya Aldi sok polos seraya kembali memeluk Lisa
“Capek tau nggak.”
“Emang habis ngapain?” sepertinya Aldi sengaja ingin menggoda Lisa. Oke, memangnya Lisa tidak bisa seperti itu, saatnya pembalasan.
"Habis mendesah, menikmati sentuhan kamu, Dan..."
“Seperti inikah?” tangan Aldi menjalar ke tubuh Lisa
“Enghh mmm.. Aldi!” sentak Lisa
“Apa sayang?” tangan Aldi terus menjahili tubuh Lisa.
Lisa berdecak kesal lalu menarik tengkuk Aldi untuk mencium lehernya, Namun...
“Aaaarrghh.” teriak Aldi saat Lisa menggigit lehernya kencang
“Gimana? Enak kan?” ucap Lisa tersenyum sinis
__ADS_1
“Kamu aku gigit balik, mampus kamu nanti.” kesal Aldi
“Oh ya?” Lisa bangkit dari tidurnya dengan balutan selimut
“Siapa takut.” ucap Lisa cuek lalu berjalan menuju kamar mandi. Aldi segera bangkit juga dan berlari menyusul sang istri
“ALDI!!!” teriak Lisa kaget saat Aldi menerobos masuk ke dalam kamar mandi
“Apa sih?” tanya Aldi dengan wajah tanpa dosanya
“Keluar sana!”
“No sayang.” Aldi memeluk Lisa dari belakang dan menciumi lehernya. Aldi membalikkan tubuh Lisa menghadapnya, dan membuka selimut yang membungkus tubuh Lisa.
Lalu ia mencium bibir Lisa dengan dengan rakus, tidak membiarkan Lisa membalas ciumannya. Lisa sampai mentok ke tembok kamar mandi, karena tak bisa menahan ciuman suaminya yang ganas itu.
Lisa memukul dada Aldi, karena ia merasa pasokan oksigennya berkurang dan membuat Aldi melepaskan ciumannya
"Kamu mau bunuh aku?" kesal Lisa sambil mengatur nafasnya
"Maaf sayang, soalnya bibir kamu itu manis bikin aku kecanduan ingin terus menciumnya." ucap Aldi dengan pandangan yang sayu, menahan gairahnya. Lisa pun mendengus kesal.
"Awas deh, aku mau mandi."
"Mandi samaan ya."
"Nggak, nanti lama kalo mandi sama kamu!" tolak Lisa, karena ia tau apa yang akan di perbuat oleh Aldi, kalo ia mandi dengannya.
"Please sayang, bantu aku tiduri itu." Aldi menunjuk "itu" nya yang terbangun akibat perbuatannya tadi
"Dih nggak mau, siapa suruh kamu main nyosor aja tadi."
Tanpa basa-basi lagi, Aldi langsung membopong tubuh polos Lisa ke dalam bathtub kamar mandi
"Kamu mau ngapain sih?! Aku capek Al."
"Uusstt kamu nikmati aja yang, biar aku yang main." ucap Aldi, membuat mata Lisa langsung membulat. Dan entah apa yang terjadi di dalam kamar mandi itu selanjutnya.
********
Lisa keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono dan handuk kecil yang melilit di rambutnya dengan perasaan kesal. Dan Aldi keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya hanya terkekeh
“Lisa cantik.”
“Aldi nyebelin!”
“Lisa ngangenin.”
“Aldi...”
“Ganteng kan.” potong Aldi yang membekap mulut Lisa. Lisa langsung menepisnya
“Gilak dasar! PD akut!” pekik Lisa
“Gini-gini suami kamu loh.” ucap Aldi
“Iya suami somplak, omes, gila, dan lain-lain.” cetus Lisa
“Emang.” Aldi malah menggoda istrinya itu. Lisa mendengus kesal lalu menghampiri box bayi jagoannya itu. Terlihat bayi tampan ini masih tertidur pulas
“Eeemm.. Masih tidur.” Lisa mengusap pipi Davin dengan lembut. Davin menggeliat lalu membuka mata menatap Bundanya
“Undaa.” ucap Davin dengan suara pelan yang terdengar imut
“Apa nak? Maaf ya Bunda ganggu.” ucap Lisa
"Mimi Unda." Davin merentangkan tangannya pada Lisa. Lisa tersenyum lalu mengangkatnya
“Masih ngantuk ya?” tanya Lisa. Davin hanya diam menyandarkan kepalanya di bahu sang Bunda
“Yayah.” Davin menunjuk Aldi saat melihat sang Ayah dibelakang Lisa sedang mengambil baju
“Pagi ganteng. Bentar ya, Ayah ganti baju dulu.” ucap Aldi lalu masuk ke kamar mandi
“Davin..” panggil Lisa
__ADS_1
“Undaa..” Davin membalas ucapan Lisa dengan nada yang sama tapi dengan suara imutnya
“Katanya mau mimi hem?” tanya Lisa. Davin yang tadi bersandar di pundak Lisa kembali tegak dan menatap Lisa
“Apin mimi Undaa.” ucap Davin. Lisa tersenyum lalu membuka sedikit handuk kimono nya untuk menyusui Davin
“Ayo mimi.” titah Lisa lembut. Bayi tampan ini tersenyum memperlihatkan giginya, lalu mulai meminum ASI sang Bunda. Lisa terkekeh lalu mengusap lembut kepalanya
“Anak pintar Bunda.” gumam Lisa pelan
CEKLEK
Aldi keluar dengan celana jeans hitam dan kaos cokelat moka. Dengan rambut yang masih basah menambah ketampanan Ayah muda ini
“Nah kan itunya di buka-buka.” ucap Aldi yang melihat Lisa tengah menyusui Davin
“Aldi nggak usah mulai deh kamu.” kesal Lisa
“Emang bener kan? Kamu lagi buka-buka itu.” ucap Aldi sambil menunjuk ke arah dada Lisa
“Aku lagi nyusuin Davin. Nggak usah omes kenapa sih!”
“Omes apa sih sayang?” ucap Aldi yang sengaja menggoda istrinya itu. Lisa mendengus kesal
“Lebih baik kamu diem daripada aku sumpal mulut kamu pake...”
“Bibir kamu, beehh aku mau banget Bunda sayang.” potongnya membuat mata Lisa membulat
“Aldi gilak iihh!” pekik Lisa. Tiba-tiba Davin melepas ASI-nya
“Adi yiyak (Aldi gila).” Davin menirukan ucapan Bundanya itu, membuat mata Aldi membulat
“Davin bilang apa barusan?” tanya Aldi mendekati putra tampannya itu
“Kamu mau apa? Minggir sana! Jangan mulai deh kamu.” Lisa berdiri ingin menjauhkan Aldi dari Davin. Tetapi Aldi menahan Lisa, lalu ia mengambil alih Davin
“Aldi!” pekik Lisa
“Apa sih. Orang aku mau main sama Davin wle.” ucap Aldi seraya menjulurkan lidahnya membuat Davin yang melihatnya tertawa
“Ketawa hem.. Nakal ya Davin.” Aldi menjatuhkan tubuhnya ke ranjang sehingga membuat Davin sedikit terpental di dekapan nya
“Aldi!! Ya Tuhan, bener-bener bapak somplak.” pekik Lisa kesal
"Istri kurang ajar."
“Kamu tuh yang kurang ajar! Anak masih kecil kamu jatuhin kayak begitu ke ranjang. Iya kalo kamu yang di gituin sih terserah!” omel Lisa. Beginilah akibatnya kalo kita menikah dengan sahabat sendiri.
“Orang aku dekap juga. Nggak aku jatuhin sendiri.” bela Aldi
“Tetep aja dia itu masih kecil. Kamu kalo mau jungkat jungkit terus sampe terbentur lantai pun sih nggak papa. Tapi kalo Davin yang terbentur, kamu yang aku benturkan balik.” cerocos Lisa
“Lah, nggak adil dong kalo gitu.” protes Aldi
“Kenapa enggak? Kamu kalo terbentur nangis nggak?”
“Enggak.” dengan polosnya Aldi menjawab
“Ya udah. Tapi kalo Davin terbentur kan nangis.” ucap Lisa
“Aku juga nangis kalo kehilangan kamu.” ucap Aldi
“Iihh apaan, nggak usah gombal deh.” ketus Lisa
“Siapa yang gombal? Ini fakta Bunda sayang.” ucap Aldi. Lisa yang sedikit malu langsung berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju . Aldi terkekeh melihat wajah sang istri sedikit memerah, lalu Aldi beralih menatap putranya yang sedari tadi diam menatap polos cekcok orang tuanya tadi
"Hey." panggil Aldi ke putranya itu
“Yayah.” ucap Davin. Aldi terkekeh lalu menggulingkan Davin ke sampingnya
“Sayang Davin.” ucap Aldi seraya memeluk putranya lalu mencium pipinya
“Yayan Yayah (sayang Ayah).” Davin menirukan ucapan sang Ayah membuat Aldi tersenyum
Bersambung ..
__ADS_1
Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗
Ig : @mutiakim