MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 34


__ADS_3

**********


“Nggh.” Lisa mulai terbangun dari tidurnya


“Unda (Bunda).” ucap Davin yang sedari tadi memeluk perut Bundanya, langsung menatap Bundanya yang sudah terbangun itu


“Davin.” lirih Lisa dengan suara parau


“Unda Apin atit (Bunda Davin sakit)?” tanya Davin. Lisa yang mendengar itu langsung tersenyum


“Davin nggak marah lagi sama Bunda?” tanya balik Lisa pada putranya itu


“Enggak dong, Davin kan sayang sama Bunda.” sahut seseorang yang baru masuk dengan membawa nampan berisi bubur Ayam dan air putih. Dan dia adalah Aldi


“Ayah.” ucap Lisa lirih. Aldi tersenyum dan langsung menghampiri Lisa dan Davin yang berada di atas ranjang, dengan menaruh nampan yang berisi bubur dan air yang ia bawa itu ke atas meja, dekat dengan ranjang tempat tidur.


“Sudah bangun?” tanya Aldi. Lisa mengangguk


“Kamu makan dulu ya sayang, setelah itu minum obat.” titah Aldi. Lisa menggeleng


“Aku nggak lapar.” ucap Lisa pelan


“Harus makan dong sayang. Kamu nggak mau Davin sakit, tapi kenapa malah kamu yang sakit.” ucap Aldi. Lisa hanya terdiam


“Makan ya, biar cepet sembuh.” bujuk Aldi lembut


“Unda atan (Bunda makan), Apin au (Davin mau).” ucap Davin merangkak mendekati Aldi


“Davin mau ngapain?” tanya Aldi


“Au ntuh Yah (mau itu Ayah).” ucap Davin menunjuk bubur yang tengah Aldi pegang


“Ini kan punya Bunda.” ucap Aldi sengaja ingin menggoda putranya itu


“Yayah au ntuh (Ayah mau itu).” ucap Davin terus menunjuk mangkok itu


"Nggak boleh, ini punya Bunda." Aldi terus menggoda putranya itu


"Undaaa." Davin mengadu pada Bundanya. Lisa tersenyum


"Makan berdua ya sama Bunda." ucap Lisa


"Au ntuh (mau itu)." Davin menunjuk mangkok bubur yang dibawa Aldi


"Iya sayang." balas Lisa. Aldi tersenyum lalu menyuapi istrinya itu


"Buka mulutnya Bun." titah Aldi. Lisa hanya menurut dan menerima suapan dari suaminya itu


"Apin Yah.. Apin." protes Davin pada Aldi


"Iya sabar dong jagoan." Aldi menyuapi putranya juga. Davin pun langsung bertepuk tangan ria


"Lucunya." Aldi mencubit gemas pipi Davin


"Sekarang Bunda lagi." ucap Aldi ingin menyuapi Lisa lagi


"Apin." ucap Davin cepat membuat Lisa dan Aldi menoleh


"Cepet banget." gumam Aldi lirih


"Apin Yayah (Davin Ayah), au ntuh Apin (mau itu Davin)." ucap Davin. Aldi menghela nafasnya lalu segera menyuapi Lisa


"Yayah Apin!" protes Davin sambil memukul lengan Aldi


"Iya gantian nak. Yang sakit kan Bunda, kenapa malah kamu yang doyan." ucap Aldi heran


"Au Yah Au (mau Yah mau)." kekeh Davin


"Nih aaaaa..." Aldi menyuapi Davin lagi. Davin langsung menerimanya. Lisa tersenyum melihat ekspresi putranya itu ketika mengunyah


"Enak ya nak?" tanya Lisa


"Enat Unda (enak Bunda)." ucap Davin mangut-mangut membuat Aldi terkekeh


Tiba-tiba saja ponsel Aldi berbunyi saat ia, Lisa dan Davin sedang bercanda ria. Tertera nama Nara, sekretaris sekaligus asisten pribadi Aldi di kantor


"Halo."


“ .... “


"Saya tidak bisa masuk hari ini."

__ADS_1


“ .... “


"Kalo bisa dipending dulu saja meeting nya."


“ .... “


"Nggak bisa? Meeting nya dimulai jam berapa?" Aldi melirik jam tangannya


“ .... “


"Yasudah, kamu persiapkan semuanya."


“ .... “


Tut , Tut , Tut


Aldi mematikan sambungan teleponnya


"Kamu nggak ngantor Yah?" tanya Lisa


"Aku cuma hadir meeting aja jam 12 nanti." jawab Aldi


"Kenapa? Aku nggak papa kok disini. Kan ada Mommy sama Bibi. Davin juga ada." ucap Lisa. Aldi menggeleng


"Aku mau jagain kamu dulu sayang. Dan nanti biar Davin ikut aku ke kantor." ucap Aldi


"Jangan Yah, nanti yang ada Davin malah ganggu kamu lagi kerja. Biar dia dirumah aja sama aku." ucap Lisa


"Enggak sayang. Kamu harus banyak istirahat biar cepet sembuh. Davin anak pintar, dia nggak akan rewel dan nyusahin aku di kantor kok." ucap Aldi


"Tapi..."


"Jangan membantah, aku nggak suka." potong Aldi membuat Lisa diam dan sedikit menunduk. Lisa takut kalo Aldi marah lagi dengannya


"Ayo makan lagi." ucap Aldi. Lisa menggeleng


"Aku udah kenyang." ucap Lisa lirih. Aldi menghela nafasnya ia menaruh mangkuk yang berisi bubur itu di atas meja, lalu mengusap rambut istrinya itu


"Maaf ya, aku bilang gitu demi kebaikan kamu sayang. Aku nggak tega liat kamu ataupun Davin jika sudah sakit." ucap Aldi lembut. Lisa mengusap punggung tangan Aldi yang berada di pahanya


"Nggak papa kok. Maaf ya udah nyusahin kamu." ucap Lisa. Aldi menggeleng


So sweet banget sih Aldi, jadi pengen punya suami kek Aldi. Tuhan, tolong sisain satu laki-laki seperti Aldi di dunia ini.


"Makasih atas semua kasih sayang yang kamu berikan sama aku dan Davin. Aku beruntung punya suami seperti kamu." ucap Lisa lirih. Aldi tersenyum


"Itu memang tujuan aku mendapatkan kamu dulu. Membangun keluarga kecil yang bahagia." ucap Aldi mengusap air mata Lisa


"Unda anis (Bunda nangis)." ucap Davin saat melihat Bundanya itu menangis. Lisa dan Aldi menanggapinya dengan senyuman


"Makasih ya kamu udah rawat anak kita dengan sangat baik. Sampai kamu rela sakit karena setiap hari mengurusi dia." ucap Aldi menatap Lisa lagi


"Itu memang tugas seorang Ibu Ayah." ucap Lisa. Aldi tersenyum dan mengangguk


"Kamu beneran nggak mau makan lagi buburnya?" tanya Aldi. Lisa menggeleng


"Pahit, aku juga udah kenyang kok." ucap Lisa


“Ya udah, sekarang kamu minum obat sama vitaminnya dulu ya." titah Aldi seraya mengambil obat dan vitamin yang tadi sempat ia beli di apotik. Lisa pun hanya menurut perkataan dari suaminya itu.


"Davin mau ikut Ayah ke kantor nggak?" tanya Aldi pada putranya itu


"Apin ntut Yah (Davin ikut Yah)." ucap Davin dengan antusias, karena ia sangat suka jika diajak ke kantor sang Ayah. Lisa dan Aldi terkekeh melihat ekspresi putranya itu


"Kalo gitu ayo Davin mandi dulu." Aldi merentangkan lengannya pada Davin, dengan cepat Davin merangkak mendekati sang Ayah untuk di gendong.


**********


Pukul 12.10 Aldi baru sampai kantornya dengan menggendong jagoan kecilnya yang sudah terlihat tampan seperti Ayahnya ini. Ia berjalan cepat menuju ruang meeting karena ia sudah telat 10 menit


CEKLEK


“Maaf saya terlambat.” ucap Aldi karena semua sudah berkumpul menunggunya


“Oh tidak apa-apa Pak Aldi.” ucap salah satu client nya yang bernama pak Reyhan yang sudah berumur 40 tahunan itu. Yang lain hanya tersenyum. Aldi membalasnya dengan senyuman juga


“Oh iya, maaf juga karena saya membawa anak saya ikut kesini.” ucap Aldi lagi


“Tidak masalah pak Aldi.” jawab pak Ilham yang juga client Aldi yang yang sudah berumur 30 tahunan itu. Aldi kembali tersenyum, lalu mendudukkan Davin di kursi yang seharusnya ia duduki


“Davin diem disini ya, Ayah mau meeting dulu. Nih biskuitnya Davin.” ucap Aldi seraya memberikan biskuit rasa cokelat kesukaan Davin. Daripada makan cokelat aslinya langsung, makan biskuit kan lebih baik. Toh sama-sama ada cokelatnya juga

__ADS_1


"Tatat (cokelat)." Davin dengan antusias mengambilnya membuat semua yang berada disana terkekeh melihat tingkah lucunya termasuk Aldi


"Baiklah, bisa kita mulai meeting nya?" tanya Aldi. Semua langsung mengangguk. Dan akhirnya Aldi memulai meeting nya mengenai proyek yang akan ia bangun bersama para client nya ini


2 jam pun berlalu ..


Aldi baru saja mengakhiri meeting nya. Dan selama meeting itu berjalan, si kecil Davin sangat anteng dengan biskuitnya. Sesekali ia menatap polos orang-orang di sekitarnya


"Anak anda anteng sekali pak Aldi." ucap client Aldi yang bernama pak Deni, yang duduk di dekat Davin


"Dia kalau sudah dikasih makanan berbau cokelat pasti diam pak." jawab Aldi terkekeh


"Yayah nih." ucap Davin menawarkan biskuitnya pada Aldi. Aldi hanya tersenyum mengangguk


"Namanya siapa ganteng?" tanya pak Ilham


"Atu Apin (aku Davin)." jawab Davin dengan mulut yang sedikit penuh dengan biskuitnya. Pak Ilham langsung mengerutkan keningnya tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Davin


"Nama panjangnya siapa?" Davin menatap client Ayahnya itu tanda ia tidak mengerti. Aldi terkekeh lalu berjongkok di samping putranya itu


"Siapa sayang nama panjangnya? Davindra Ead..."


"Apindla edlik (Davindra Eadric)." potong Davin dengan suara imut khasnya. Semua client Aldi yang berada di dalam ruang meeting itu saling pandang


"Davindra Eadric." ucap Aldi membenarkan ucapan putranya itu


"Owalah hahaha..." Semua orang di dalam ruang meeting itu langsung tertawa


"Jadi namanya Davin ya?" tanya pak Ilham


"Apin." ucap Davin sambil mangut-mangut


"Mama Davin mana?" tanya pak Deni menatap gemas Davin. Ia seumuran dengan Aldi, yang merupakan pengusaha muda juga.


"Mama?" Davin menatap Pak Deni seolah bertanya


"Bundanya Davin sayang, kemana Bunda? Hem?" sahut Aldi


“Oh manggilnya Bunda ya?" tanya pak Deni seraya terkekeh. Aldi tersenyum dan mengangguk


“Kalo Mama itu sebutan dia buat Omanya pak." jelas Aldi. Membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu terkekeh dan mangut-mangut


"Bundanya Davin kemana?" tanya Pak Deni lagi


"Unda atit, Apin ntut Yayah (Bunda sakit, Davin ikut Ayah)." ucap Davin polos


"Oh sakit.. Sakit apa sayang?" tanya pak Reyhan


"Anas. Nih anas (ini panas)." Davin menunjuk pipinya sendiri. Hal itu membuat Aldi terkekeh


"Istri saya sedang sakit, mungkin karena dia kelelahan dan memang sempat demam tadi pagi waktu putra saya menyentuh wajahnya. Jadi untuk sementara saya yang menjaga jagoan ini." ucap Aldi seraya mengusap lembut kepala putranya itu


“Oh begitu. Anak anda pintar sekali ya pak. Biasanya anak usia 1 tahun cara bicaranya masih sedikit susah. Tapi putra Anda tidak." ucap pak Ilham kagum


"Sejak usianya 10 bulan, dia sudah saya latih berbicara dan Alhamdulillah dia bisa memahami dengan cepat." ucap Aldi


"Oh pantas saja. Tapi anak anda tergolong sangat pintar karena sekecil ini sudah mengerti beberapa kata yang orang ucapkan." ucap Pak Deni. Aldi hanya tersenyum menanggapinya


"Yayah mimi (Ayah minum)." Davin merentangkan tangannya pada Aldi. Dengan senang hati Aldi mengangkat dan memangku nya. Ia duduk di kursi yang tadi putranya duduki, lalu mengambil botol susu yang ia simpan di dalam tas kerjanya.


"Nih mimi nya." Aldi memberikan sebotol susu cokelat yang berada di dalam dot yang sudah ia buka tutupnya


"Mimi tatat (minum cokelat)." ucap Davin antusias, lalu mulai meminum susunya. Semua orang dalam ruangan itu terkekeh gemas melihat tingkah lucunya


"Ini kan yang lusa lalu berulang tahun pak?" tanya pak Deni. Karena waktu Davin berulangtahun itu, ia datang bersama anak dan istrinya. Ia juga menikah muda sama seperti Aldi.


"Iya benar pak." jawab Aldi tersenyum seraya mencium pipi Davin. Davin melepas dot nya lalu mengambil biskuit yang tersisa setengah itu


"Nih." Davin memberikan biskuitnya pada Nara yang juga duduk di dekatnya itu


"Makasih Davin." ucap Nara tersenyum. Davin mengambil biskuitnya lagi


"Nih." Davin memberikan pada pak Deni


"Makasih ya ganteng." pak Deni ikut tersenyum dan Davin juga memberikan biskuitnya pada pak Ilham dan pak Reyhan.


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2