MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 42


__ADS_3

Setibanya di taman, Aldi turun dengan menggendong Davin dan merangkul Lisa


"Pak tolong bawain bolanya Davin ya." ucap Aldi


"Baik Den." balas Pak Maman sopan


Aldi mengajak Lisa dan Davin mencari tempat duduk yang sepi dan diikuti juga oleh Pak Maman.


"Makasih ya Pak." ucap Aldi tersenyum kecil


"Sama-sama Den. Kalo gitu Pak Maman balik ke mobil dulu." pamit Pak Maman. Aldi tersenyum dan mengangguk, setelah itu Pak Maman kembali ke mobil


Aldi menuntun Lisa untuk duduk. Pandangan Lisa tetap kosong ke depan


"Ain Unda Yah (main sama Bunda Yah)." Davin menatap wajah Ayahnya. Aldi hanya bisa tersenyum miris


"Nanti ya, sekarang Davin main sendiri dulu. Nih bolanya." ucap Aldi lembut. Ia melempar pelan bolanya lalu menurunkan Davin.


Davin yang memang sudah bisa berjalan pun, berlari sempoyongan mengambil bolanya. Ia terlihat riang walau sebenarnya ingin sekali bermain dengan sang Bunda.


"Kamu lihat sayang. Dia anak kita. Anak yang selama ini selalu buat kita tersenyum dan tertawa. Apa kamu lupa dengan dia?" ucap Aldi seraya merangkul pundak istrinya itu. Lisa menatap Aldi setelah mendengar ucapannya


"Dia kehilangan perhatian kamu akhir-akhir ini sayang."


"Dia sering minta main di temenin sama kamu loh. Dia pengen kamu perhatikan seperti dulu sayang. Apa kamu nggak kasian sama dia?" ucap Aldi lagi


"Davin." lirih Lisa. Aldi menatap istrinya itu lalu tersenyum, ini pertama kalinya Lisa berbicara setelah kejadian 2 bulan yang lalu.


"Aku tau kamu terpukul karena kandungan kamu nggak selamat. Tapi kamu harus bisa ikhlasin itu semua. Kita masih bisa berusaha lagi sayang. Tapi satu hal yang harus kamu ingat. Davin adalah putra pertama kesayangan kita. Jangan buat dia sedih dengan kamu seperti ini." Aldi meraih kedua pipi Lisa, agar Lisa menatapnya. Air mata Lisa mulai mengalir, dengan cepat Aldi mendekap tubuh istrinya itu.


"Kamu lihat dia! Dia terlihat sangat ceria. Tapi dibalik keceriaannya dia membutuhkanmu sayang. Kamu mau kan nemenin dia main." Aldi memejamkan mata merasakan air matanya yang mengalir di kepala Lisa. Lisa tersenyum menatap putranya lalu mengangguk. Aldi membuka matanya


"Jangan sedih lagi." lirih Aldi mencium lembut kepala Lisa. Namun, tiba-tiba senyuman Lisa memudar


"Davin!" teriak Lisa

__ADS_1


Aldi langsung menoleh ke arah Davin saat mendengar teriakan istrinya itu


"Davin." pekik Aldi saat melihat putranya dibawa masuk ke mobil oleh 2 orang laki-laki berbadan besar. Ia langsung berlari mengejar orang-orang itu. Namun, mereka sudah melesat dengan cepat


"Daviiinn!" teriak Aldi. Aldi menjambak kuat rambutnya. Ia tidak bisa mengejarnya, karena mobilnya berada jauh dari jalan dari tempatnya singgah.


"Aaarrghh! cobaan apalagi ini Tuhan." teriak Aldi frustrasi.


"Ya Allah.. Aku mohon jaga putraku dimana pun dia berada." batin Aldi berdoa. Ia kembali menghampiri Lisa yang tengah menangis cukup keras


"Sayang." lirih Aldi


"Davin.. hiks, hiks.. Aldi Davin Al." isak Lisa cukup kuat. Aldi langsung memeluk istrinya itu


"Tenang ya, dia pasti baik-baik saja." Aldi mencoba menenangkan istrinya walau hatinya pun juga khawatir dengan putranya


"Aldi! Davin itu diculik! Hiks, kenapa kamu nggak kejar mobil itu Al? hiks, hiks Davin."


"Mobil kita cukup jauh dari sini sayang. Kalaupun aku kejar pasti aku kehilangan jejaknya." jelas Aldi


"Kita pulang ya. Kita cari solusi yang tepat buat nyari Davin. Aku yakin pasti yang culik Davin adalah orang yang pernah dekat dengan kita." ucap Aldi. Lisa hanya diam menuruti ucapan Aldi


*******


Sesampainya di rumah


"Loh Lisa kenapa menangis? Davin nya mana?" tanya Tante Anne saat melihat Lisa menangis di pelukan Aldi


"Davin diculik Mom." ucap Aldi lirih namun , membuat Tante Anne, Om Darwin dan Claudia yang tengah berkumpul menjadi tersentak


"Apa? Diculik? Bagaimana bisa diculik Al?" tanya Anne terkejut


"Aldi juga nggak tau Mom. Kejadiannya berlalu begitu cepat." jelas Aldi


"Kamu ini kenapa bisa ceroboh sih? Apa kamu nggak memantau dia sampai-sampai bisa diculik?! Ngapain aja kamu hah?! Jadi Ayah tidak becus sekali!" bentak Tante Anne

__ADS_1


"Terus aja Mommy salahkan Aldi! Terus Mom! Kenapa selalu Aldi yang salah?! Aldi juga nggak tau! Karena Davin ada di depan kita, saat aku lagi menghibur Lisa. Mommy nggak pernah ngerasain beban yang Aldi rasain! Enggak kan Mom!" ucap Aldi dengan suara yang agak di tinggikan. Tante Anne terdiam mendengar ucapan dari putranya itu


"Mommy pikir enak berada di posisi seperti ini? Aldi juga tertekan Mom.. Istri Aldi baru bangkit dari keterpurukannya, tapi anak Aldi malah diculik. Mommy pikir Aldi kuat hadapi masalah seperti ini?" ucap Aldi dengan menahan tangisnya. Tante Anne tetap diam, ia menatap putranya itu lirih.


"Aldi..." lirih Lisa menatap Aldi. Aldi memejamkan matanya, dan ia segera pergi menuju kamarnya sebelum air matanya jatuh. Lisa pun langsung menyusul Aldi ke kamarnya


*******


"Aaarrggh! Gue nggak kuat seperti ini terus. Kenapa selalu gue yang disalahin." teriak Aldi. Ia terduduk lemas di ranjangnya dengan air mata yang sudah menetes


"Tuhan.. Kenapa kau beri cobaan seberat ini untukku? Kenapa Tuhan, hiks." Aldi menenggelamkan wajahnya di kedua tangannya yang dilipat di lutut.


"Hamba tidak kuat memendam kesakitan ini Tuhan..." lirih Aldi


"Aldi..." lirih Lisa yang berdiri di samping Aldi. Aldi mendongak menatap Lisa. Ia langsung menghapus air matanya


"Tenang ya, aku janji akan cari anak kita." ucap Aldi parau. Lisa duduk di samping Aldi, lalu menggenggam tangannya


"Jangan dimasukin ke dalam hati ya ucapan Mommy. Mungkin Mommy terlalu khawatir dengan anak kita." ucap Lisa lembut. Aldi tersenyum miris


"Mungkin benar yang dibilang Mommy. Aku ini nggak becus jaga kalian. Aku selalu buat kamu nangis dan kecewa, aku..." ucapan Aldi terhenti saat Lisa menempelkan jari telunjuknya ke bibir Aldi


"Jangan bilang seperti itu.. Kamu adalah imam yang baik buat keluarga kecil kita. Aku sadar, walau bagaimanapun kamu adalah manusia biasa yang kapan pun bisa tergoda dengan godaan seperti itu." ucap Lisa lirih. Aldi diam menatap istrinya itu. Ia sangat beruntung memiliki istri yang bijaksana dan pemaaf seperti Lisa.


"Kita cari solusi sama-sama buat nyari Davin." ucap Lisa membuat Aldi tersenyum


"Aku seneng kamu udah mau bicara lagi." ucap Aldi. Lisa langsung memeluknya erat tubuh Aldi, mencoba mengalihkan rasa kekhawatiran yang berkecamuk di hatinya. Aldi yang tau betul apa yang istrinya itu rasakan mulai membalas pelukannya


"Jangan khawatir, anak kita pasti baik-baik saja ditangan mereka." ucap Aldi memberi Lisa sedikit ketenangan.


Bersambung ..


Masalah baru datang lagi, nyesek hati author😭


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗

__ADS_1


Ig : @mutiakim


__ADS_2