MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 61


__ADS_3

********


"Unda bobo Yayah." ucap Davin yang berada di pangkuan Aldi yang tengah duduk di kursi rias milik Lisa yang sengaja ia taruh di samping ranjang agar ia bisa memantau istrinya.


"Iya, Bunda sakit. Lagi istirahat." ucap Aldi yang tengah menggenggam tangan Lisa.


"Unda atit (Bunda sakit)." ucap Davin.


"Iya, soalnya disini ada dedek nya Davin ." ucap Aldi menyentuh perut datar Lisa.


"Dedek Apin." ucap Davin. Aldi mengangguk.


"Ninih Yayah, dedek Apin ninih." ucap Davin sambil menunjuk-nunjuk perut Lisa.


"Iya nak." ucap Aldi.


"Ninih iyut (ini perut), iyut Undaa (perut Bunda)." ucap Davin polos.


"Kan dedek nya di dalam sini nak." jelas Aldi. Davin yang tidak mengerti pun langsung diam menatap perut Lisa dengan tatapan polosnya


*********


"Nggh..." Lisa mulai mulai tersadar dari pingsannya.


"Undaa." panggil Davin saat melihat sang Bunda membuka mata.


"Davin." ucap Lisa lirih.


"Unda anun (Bunda bangun)." ucap Davin yang ingin merangkak naik ke atas perut Lisa.


"Davin jangan..." Aldi menahan tubuh putranya itu.


"Unda Apin Yayah." ucap Davin menatap Aldi.


"Kan Bunda lagi sakit nak, nanti dedek nya juga kesakitan loh." ucap Aldi.


"Dedek? Maksud kamu apa Yah?" tanya Lisa pelan. Aldi tersenyum lalu mengusap perut Lisa.


"Disini ada calon anak kita sayang. Makasih kamu udah kasih aku keturunan lagi." ucap Aldi seraya mencium perut datar istrinya itu.


"A..apa?" tanya Lisa tak percaya. Aldi tersenyum dan mengangguk.


"Aku janji akan jagain kamu dan dia dengan baik. Aku nggak mau kejadian lalu terulang lagi." ucap Aldi. Lisa tersenyum seraya meneteskan air mata.


"Jadi aku beneran hamil." ucap Lisa yang juga bahagia. Walaupun ia juga sedikit trauma akan kejadian yang dulu terjadi terulang kembali padanya.

__ADS_1


"Iya sayang." Aldi mengusap kepala Lisa lalu mencium kening Lisa.


"Kata Om Revan kamu harus istirahat yang cukup, nanti kalo kamu udah sembuh baru kita pergi periksa ke Dokter kandungan." lanjut Aldi


TOK, TOK, TOK


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.


"Masuk." sahut Aldi dari dalam.


CEKLEK


"Permisi Tuan, saya ingin mengantarkan makanan ini." ucap Laras yang tengah membawakan bubur dan segelas susu.


"Kamu taruh situ saja Ras." ucap Aldi seraya menunjuk meja kecil di dekatnya. Laras tidak menyahut karena pandangannya tertuju pada tangan Lisa dan Aldi yang saling menggenggam.


"Laras..." Panggil Aldi karena merasa ucapannya diacuhkan oleh Laras.


"Eh iya Tuan maaf." ucap Laras lalu meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja kecil.


"Makasih ya." ucap Aldi. Laras mengangguk.


"Saya permisi." pamit Laras lalu keluar dengan perasaan sedikit jengkel dan kesal.


"Kamu makan dulu ya." Aldi mengambil mangkuk yang berisi bubur itu untuk menyuapi Lisa.


"Jangan membantah! Kamu dari tadi malem nggak makan. Sekarang harus makan." titah Aldi. Lisa menghela nafas pasrah dan mengangguk


**********


BRAKKK !


Laras meletakkan nampan sedikit keras membuat Clara yang tengah mencuci piring tersentak.


"Laras apaan sih kamu?!" protes Clara menatap Laras kesal


"Aku kesel sama Tuan Aldi. Masak pas aku ke kamarnya tadi, dia lagi mesra-mesraan sama istrinya." ucap Laras dengan wajah kesalnya. Idiihh emangnya situ siapa sok-sok cemburu gitu


"Ya wajarlah, mereka kan suami istri." balas Clara santai.


"Tapi aku nggak suka liatnya!"


Clara menatap sahabatnya itu.


"Aku kan udah bilang. Buang jauh-jauh perasaan kamu sama Tuan Aldi. Dia udah punya istri sama anak Ras." nasehat Clara.

__ADS_1


"Emang aturan darimana, kalo aku harus jauhi Tuan Aldi?" ucap Laras menatap Clara sinis.


"Kita cuma pelayan di rumah ini Ras. Tolong jangan buat masalah, kita jauh-jauh ke kota buat kerja bukan cari masalah." ucap Clara lirih.


"Terus kalo kita cuma jadi pelayan kenapa Ra? Banyak kok majikan yang nikahin pelayannya sendiri." ucap Laras songong. Clara menggeleng pelan.


"Istighfar Ras. Jangan merusak rumah tangga orang lain yang sudah bahagia. Banyak cowok lain yang lebih baik dari Tuan Aldi." nasehat Clara lagi.


"Udah deh Ra, kamu kalo nggak suka ya udah diem aja sih. Jangan ngerusak rencana yang bakal aku buat nantinya, ngerti kamu!" ucap Laras lalu pergi. Clara menatap nanar sahabatnya yang terobsesi itu


*********


"Udah ah, kenyang." ucap Lisa.


"Baru setengah loh ini." ucap Aldi. Lisa menggeleng.


"Ya udah, kalo gitu minum susunya dulu." ucap Aldi memberikan segelas susu pada Lisa. Lisa hanya menurut, lalu meminum susu itu


"Davin mau?" tanya Lisa menawarkan pada putranya.


"Auu, Apin auu tatat (nggak mau, Davin mau cokelat)." ucap Davin geleng-geleng. Lisa tersenyum.


"Undaa.. Apin undaa." ucap Davin merentangkan tangannya pada Lisa.


"Sini nak." Lisa menepuk tempat disebelahnya. Lalu Aldi menurunkan Davin di samping Lisa. Davin langsung memeluknya, membuat Lisa tersenyum dan membalas pelukannya.


"Unda atit (Bunda sakit)?" tanya Davin menatap sang Bunda.


"Engga kok, Bunda nggak sakit." elak Lisa.


"Unda atit Undaa." ucap Davin tetap ngeyel.


"Kata siapa?" tanya Lisa.


"Yayah." jawab Davin. Lisa tersenyum.


"Enggak kok sayang. Bunda nggak sakit." ucap Lisa seraya memeluk Davin. Davin bingung dengan jawaban Bunda dan Ayahnya yang berbeda. Namanya juga anak kecil, ngomong ribet dikit pasti udah bingung.


Aldi yang melihat dan mendengar percakapan Lisa dan Davin itu pun tersenyum. Ia yang kini sedang duduk di ranjang samping Lisa pun kembali mengusap perut Lisa yang kini tengah membelakanginya. Lisa pun langsung menoleh ke arah Aldi


"Makasih sayang.. Makasih." lirih Aldi. Lisa tersenyum dan mengangguk.


Bersambung ..


Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏

__ADS_1


Ig : @mutiakim


__ADS_2