MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 55


__ADS_3

*********


"Ayo Ayah ajarin." ucap Aldi.


"Ayalin (ajarin), ayalin Yayah (ajarin Ayah)." Davin mangut-mangut membuat Lisa dan Aldi terkekeh.


"Sini tangan Davin." pinta Aldi.


"Ninih Yayah (ini Ayah)." Davin mengulurkan tangannya seperti ingin meminta. Aldi langsung terkekeh


"Tangannya di balik. Setelah itu pegang mouse nya." Aldi menuntun tangan putranya ke atas mouse.


"Terus, yang ini ditekan dan ditahan." Tangan Aldi yang sudah di atas tangan putranya lalu memencet kan tangan Davin pada tombol kiri mouse.


"Mouse nya digeser ke kiri sedikit. Terus dilepas." Aldi menjelaskan dengan mempraktekkan caranya.


"Eeeeehhhhh." Davin bertepuk tangan saat permainannya tepat sasaran dan berhasil meruntuhkan semuanya. Melihat reaksi dari putranya itu membuat Aldi tertawa.


"Udah bisa?" tanya Aldi.


"Isa (bisa)." ucap Davin mangut-mangut.


"Nah sekarang coba Davin main sendiri." ucap Aldi.


"Ain yiyi (main sendiri)." Davin mangut-mangut lagi seraya memegang mouse untuk memainkan permainannya. Namun...


"Aaaahh atan (nakal)!" Davin memukul keyboard laptop Ayahnya saat angry bird nya jauh dari sasaran.


"Yayah.." Davin menatap Ayahnya dengan wajah ingin menangis.


"Nggak papa nak. Jagoan nggak boleh nangis. Nanti Ayah ajarin lagi." Aldi memeluk putranya.


Davin diam di pelukan Ayahnya. Lisa yang melihat itu tersenyum dan menghampiri suami dan anaknya.


"Davin ikut Bunda yuk. Ayahnya harus kerja. Oke." ucap Lisa mengusap kepala Davin lembut. Davin langsung menatap sang Bunda.


"Undaa." Davin merentangkan tangannya pada Lisa. Lisa tersenyum lalu meraih tubuh mungilnya.


"Uh, anaknya Bunda." Lisa menciumi pipi Davin.


"Ani bibit atan Undaa. Au ain mama Apin (Angry Bird-nya nakal Bunda. Nggak mau main sama Davin)." Adu Davin sambil menatap sang Bunda. Lagi-lagi Lisa tersenyum.


"Kita main berdua ya. Davin main sama Bunda aja. Oke." ucap Lisa. Davin mangut-mangut.


"Ain mama Bunda (main sama Bunda)." ucap Davin, membuat Lisa dan Aldi terkekeh dengan tingkah lucunya.


"Ayo kita kesana." ucap Lisa sedikit mengguncangkan tubuh Davin di gendongannya, Davin tertawa kecil dengan tangan yang ia kalung kan dileher Lisa.


"Nana (kesana)." celoteh Davin menirukan nada bicara sang Bunda.

__ADS_1


"Uuuhh gemes." Lisa menciumi wajah Davin yang tampan seperti Ayahnya ini


"Nana Unda (kesana Bunda)." ucap Davin menunjuk ke arah sofa.


"iya sayang, ayo kita kesana." ucap Lisa yang berjalan menuju sofa. Aldi tersenyum menatap istri dan putranya itu.


TOK, TOK, TOK


"Masuk." sahut Aldi dari dalam ruangannya


CEKLEK


"Maaf mengganggu waktunya pak, saya kesini mau memberikan schedule Bapak hari ini." ucap Mark, asisten pribadi Aldi. Aldi mengangguk


"Tolong kamu bacakan apa saja schedule saya hari ini." titah Aldi


"Baik pak, schedule Bapak hari ini tidak banyak. Jam 10 nanti Bapak ada meeting dengan Bapak Doni dari Shining Star Group, dan jam 12 nanti ada pertemuan dengan Ibu Rosa dari PT. Indah Permata di restauran Western Foodies, sekalian untuk lunch bersama. Itu saja schedule Bapak hari ini." jelas Mark.


"Untuk pertemuan dengan PT. Indah Permata, tolong kamu cancel saja Mark. Saya tidak mau meninggalkan istri sama anak saya disini." ucap Aldi.


"Baik Pak, akan saya sampaikan nanti dengan Ibu Rosa." ucap Mark


"Oh ya Mark, tolong persiapkan semua yang di butuhkan pada saat meeting nanti." titah Aldi


"Baik pak, ada yang bisa saya bantu lagi pak?"


"Tidak ada Mark, terimakasih." ucap Aldi tersenyum


"Kok kamu cancel sih pertemuan dengan PT Indah Permata itu Yah?" tanya Lisa yang ternyata sedari tadi menyimak percakapan antara Aldi dan Mark. Aldi langsung menatap ke arah istrinya yang duduk di sofa itu


"Nggak papa Bun, soalnya aku nggak mau ninggalin kamu cuma berdua disini sama Davin." ucap Aldi


"Siapa tau itu klien penting loh Yah."


"Nggak ada yang paling penting di hidup aku selain kamu dan Davin." ucap Aldi tulus. Mendengar ucapan dari Aldi itu membuat Lisa tersenyum dan di dalam hatinya sangat bahagia memiliki suami seperti Aldi.


**********


Pagi berganti siang,


Lisa tengah menidurkan Davin di kamar yang berada di ruangan Aldi.


Aldi memang telah mendekor kembali ruangannya yang bisa dibilang cukup luas itu, ia mendekor saat Davin baru berusia 6 bulan. Ia mengambil sedikit bagian ruangannya untuk dibuat sebuah kamar kecil. Niatnya hanya 1, yakni agar istri dan anaknya bisa istirahat jika ia ikut bersamanya ke kantor.


Lisa keluar setelah Davin tertidur. Terlihat jika Aldi tengah sibuk mengetik di laptopnya, sesekali ia menatap komputernya yang juga menyala. Setelah Lisa tadi pergi menidurkan Davin, Aldi langsung bergegas pergi ke ruang meeting di kantornya untuk menemui kliennya.


"Tampan banget sih suami aku kalo lagi fokus kayak gitu." batin Lisa tersenyum, lalu ia menghampiri Aldi.


"Sayang." panggil Lisa seraya memeluk leher Aldi dari belakang.

__ADS_1


"Apa?" tanya Aldi yang masih fokus menatap layar komputer.


"Banyak banget ya kerjaannya?" tanya Lisa mensejajarkan pipinya dan pipi Aldi.


Aldi menoleh menatap wajah Lisa yang cukup dekat dengannya.


"Emangnya kenapa hem?" tanya Aldi seraya mengusap pipi Lisa.


"Makan siang dulu Ayah, jangan kerja terus. Kamu juga butuh makan agar tetap sehat." ucap Lisa. Aldi tersenyum lalu melepas tangannya di pipi istrinya itu.


"Sini deh yang." Aldi menarik tangan Lisa ke depan sampai terduduk di pangkuannya.


"Selow dong bang." protes Lisa sedikit kesal karena Aldi menariknya tiba-tiba ke pangkuannya. Aldi langsung terkekeh.


"Abang udah selow banget malah ini neng." balas Aldi. Lisa mendengus kesal.


"Udah ah, aku mau beli makanan dulu." ucap Lisa yang ingin berdiri, namun ditahan oleh tangan Aldi yang melingkar di perutnya.


"Mau kemana sih yang? Jangan kemana-mana, disini aja. Aku kan pengen sayang-sayangan sama kamu." ucap Aldi yang mendekap erat perut Lisa, seraya mencium aroma shampo di rambut Lisa.


"Aku mau beli makan buat kita Yah." ucap Lisa. Tiba-tiba Aldi menekan 3 nomor di tombol teleponnya.


"Halo."


"......"


"Tolong belikan saya makanan, dan bawakan langsung ke ruangan saya!"


"......"


"Ya, seperti biasanya saja."


"......"


"Baik, terima kasih."


"......"


Tut , Tut , Tut ..


Aldi memutuskan sambungan teleponnya.


"Nah selesai kan?" Aldi tersenyum sambil menatap Lisa.


"Kebiasaan deh suka menyuruh!" cetus Lisa.


"Lah itu memang tugasnya kan?" balas Aldi santai. Lisa hanya geleng-geleng kepala dengan sikap suaminya ini.


"Sayang." panggil Aldi begitu lembut

__ADS_1


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


__ADS_2