
"Oke, kita kesana." Aldi memutar balik mobilnya menuju tempat yang Lisa inginkan tadi.
*******
Bibir Lisa tersenyum lebar saat Aldi benar-benar kembali ke warung mie ayam tadi. Lisa langsung keluar dan berjalan pelan ke warung kecil itu. Aldi menggeleng kecil melihat tingkah Lisa yang seperti mulai mengidam ini. Ia ikut keluar untuk menyusul istrinya itu.
"Pak pesan mie ayamnya ya." ucap Lisa.
"Mau pesan berapa neng?" tanya penjual mie ayam itu. Lisa menatap Aldi yang sudah berada di sampingnya itu.
"Kamu mau?" tanya Lisa. Aldi tersenyum dan menggeleng.
"Kamu aja." ucap Aldi. Lisa mengangguk.
"Satu aja Pak." ucap Lisa.
"Silahkan duduk sambil ditunggu ya neng." ucap penjual mie ayam itu ramah. Lisa mengangguk lalu duduk di kursi panjang yang tersedia disana. Aldi pun ikut duduk di samping Lisa.
"Udah nggak panas badannya?" tanya Aldi. Lisa menggeleng.
"Coba sini aku pegang." Aldi meletakkan telapak tangannya di kening Lisa.
"Enggak Aldi, aku udah nggak panas." ucap Lisa sedikit menolak. Aldi tersenyum.
"Iya deh percaya." ucap Aldi. Lisa memeluk lengan Aldi dengan manja.
"Manja banget sih? Hem?" Aldi mengusap kepala Lisa lembut.
"Emangnya nggak boleh?" tanya Lisa langsung melepas pelukannya dari lengan Aldi.
"Boleh banget dong sayang." Aldi yang kini mendekap tubuh Lisa. Heh kalian ini mesra-mesraan nggak tau tempat 😌
"Permisi, ini pesanannya sudah siap '' ucap penjual mie ayam yang datang membawa semangkuk mie ayam. Aldi melepas langsung dekapannya.
"Makasih ya Pak." ucap Aldi tersenyum.
"Sama-sama Mas." balas penjual mie ayam itu ramah, lalu pergi dari hadapan Lisa dan Aldi.
Lisa tersenyum sumringah lalu mengambil semangkuk mie ayam yang berada di hadapan Aldi. Tangannya beralih mengambil sambal yang tersedia di meja itu.
"Eits no! Biar aku yang ngasih sambalnya." ucap Aldi yang tiba-tiba mencegah tangan Lisa yang akan menyendok sambal.
"Aku aja." ucap Lisa memelas.
__ADS_1
"Enggak sayang. Aku tau kamu mau ngambilnya banyak." Aldi tetep kekeuh mencegah Lisa.
"Aldii..." rengek Lisa. Aldi meraih kedua pipi Lisa agar menatapnya.
"Kamu ini sedang hamil sayang. Kalo kamu makan yang pedas, kasihan anak kita. Pasti dia nanti kepanasan di dalam perut kamu. Kamu mau anak kita kenapa-napa di dalam perut kamu?" ucap Aldi. Lisa menggeleng pelan.
"Ya udah, mulai sekarang nggak boleh makan yang pedes-pedes ya. Boleh makan, tapi sedikit aja." ucap Aldi.
"Iya deh." pasrah Lisa. Aldi tersenyum lalu menuangkan 1 sendok teh sambal ke mangkuk mie ayam Lisa. Lisa menatap mie ayamnya itu.
"Mana kerasa." lirih Lisa. Aldi terkekeh.
"Mie ayam itu lebih enak dimakan kuahnya beningan loh. Tanpa saos, kecap ataupun sambal." Aldi mencoba membujuk Lisa.
"1 sendok lagi ya." pinta Lisa. Aldi menggeleng.
"Cobain dulu deh, pasti enak yang." Aldi meraih sendok dan garpu lalu mengaduk mie ayam itu. Setelah itu ia melilitkan mie ayamnya di garpu lalu beralih menyuapkan ke mulut Lisa. Lisa hanya diam menatap mie itu.
"Ayo dicoba dulu." ucap Aldi. Dengan terpaksa Lisa menurutinya. Lisa mengunyahnya dengan malas. Namun, tiba-tiba Lisa menghentikan kunyahan nya.
"Enak." ucap Lisa tersenyum lalu mengambil garpu dari tangan Aldi. Membuat Aldi langsung terkekeh.
"Gimana hem? Enak kan?" Aldi menopang dagunya dengan tangan kanannya seraya menatap Lisa.
"Lucu deh." ucap Aldi seraya mencubit hidung Lisa pelan.
"Kamu mau?" tanya Lisa. Aldi menggeleng.
"Habisin gih, biar Bundanya tambah endut." ucap Aldi. Lisa menghentikan makannya lalu menatap Aldi.
"Aku nggak mau gendut." ucap Lisa memanyunkan bibirnya.
"Kenapa?"
"Entar kamu selingkuh gara-gara aku makin gendut." ucap Lisa, membuat Aldi tertawa.
"Iihh jangan ketawa!" protes Lisa.
"Ngapain aku selingkuh? Kamu itu makin seksi tau kalo endut gitu." ucap Aldi.
"Bohong banget iihh! Nggak percaya." ucap Lisa kembali memanyunkan bibirnya dengan bersedekap dada.
"Ngapain bohong sih? Kamu inget waktu hamil Davin dulu. Beehh, kamu itu..." Aldi menggantungkan ucapannya. Lisa mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Bikin nggak nahan, pengennya bawa kamu ke ranjang aja tau nggak sih." bisik Aldi membuat mata Lisa langsung membulat.
"Iiihh Aldii." Lisa langsung memeluk tubuh Aldi. Menyembunyikan wajahnya di dada Aldi.
"Loh, kenapa?" tanya Aldi heran.
"Aku malu, kamu kok ngomong gitu sih." ucap Lisa polos. Membuat Aldi menahan tawanya.
"Kenapa? Emang mau kalo entar perutnya besar aku terkam semalaman?" ucap Aldi ngasal.
"Jangaaan. entar anak kita kesakitan di dalam." ucap Lisa menggeleng. Aldi yang tadinya menahan tawanya, langsung tertawa mendengar ucapan dari istrinya itu.
"Aku bercanda sayang. Nggak mungkin dong anaknya masih proses di dalam sini, mau bikin lagi. Entar kalo udah keluar yang ini, kita bikin lagi kembar 6 gimana?" canda Aldi.
"Iiihh Aldi ngaco banget sih ngomongnya!" Lisa memukul dada Aldi. Aldi kembali tertawa.
"Udah ah, dihabisin dulu." Aldi melepas pelukannya. Lisa mangut-mangut, lalu melanjutkan makannya. Aldi tersenyum menatap istrinya itu.
20 menit kemudian..
"Aldi." panggil Lisa pada Aldi yang tengah berkutat dengan ponselnya.
"Apa sayang? Udah selesai?" Aldi beralih menatap Lisa.
"Lagi..." ucap Lisa manja.
"Haahh?" Aldi tercengang mendengar ucapan istrinya itu.
"Kenapa? Nggak boleh ya?" ucap Lisa sedikit menunduk.
"Hhhmm, nggak papa kok. Pak, pesan mie ayamnya 1 lagi ya." ucap Aldi cepat.
"Baik Mas, mohon di tunggu." balas penjual mie ayam itu ramah. Lisa menatap Aldi antusias.
"Iihh Aldi baik deh." ucap Lisa senang dan langsung memeluk Aldi. Aldi tersenyum dan membalas pelukan Lisa.
"Biarin deh nambah. Yang penting perutnya ke isi." batin Aldi
Bersambung ..
Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏
Ig : @mutiakim
__ADS_1