MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 39


__ADS_3

1 Bulan sudah Valerie menjadi sekretaris Aldi. Dan dalam bulan ini perusahaan Aldi semakin berkembang pesat. Valerie benar-benar gadis yang cerdas dalam bidang bisnis ini, dan itu membuat Aldi terus mempertahankan posisinya. Walaupun Lisa selalu mendesak Aldi untuk memecatnya.


And you know? Semakin hari pakaian Valerie ini malah semakin menjadi. Ia sering memakai pakaian seksi yang kekurangan bahan. Aldi dan Mark bahkan sering memperingatkannya, agar ia memakai pakaian lebih sopan. Tapi, sepertinya ucapan Aldi dan Mark itu dianggapnya sebagai angin lewat saja. Sudah tau bosnya ini otak mesumnya nggak ketulungan.


Tok Tok Tok


"Masuk." sahut Aldi dari dalam ruangannya


CEKLEK


"Permisi Pak, ada berkas yang harus anda tanda tangani hari ini." ucap Valerie seraya berjalan berlenggak lenggok mencoba untuk menggoda sang atasan. Sekarang ia telah berdiri di hadapan Aldi dengan rok mini dan juga baju blouse dengan belahan dada yang lumayan rendah, yang memperlihatkan kedua buah dadanya.


"Enghh, iya yang mana Val?" Aldi mencoba untuk mengontrol kefokusan nya.


Lalu Valerie menyerahkan map yang ia bawa ke atas meja Aldi dan Aldi pun langsung membuka isi dari map itu.


Tolonglah Aldi jaga kau punya mata, kalo tak mau di congkel sama para readers nantinya. Eh sama Lisa maksudnya.


"Dimana saya harus tanda tangan?" tanya Aldi lagi


"Disini Pak." ucap Valerie sedikit menunduk dan itu membuat belahan dadanya semakin terlihat di mata Aldi


Fokus Aldi benar-benar pecah dibuatnya. Matanya terus menatap ke arah dada Valerie yang terbuka itu. Astaghfirullah Aldi, tolong istighfar Al. Ingat istri sama anak dirumah.


"Pak." panggil Valerie. Aldi tak mendengarkan sama sekali panggilan dari Valerie, membuat Valerie tersenyum licik


"Yeah, langkah pertama gue berhasil." batin Valerie seraya menatap wajah tampan suami Lisa itu. Perlahan wajah Valerie semakin ia dekatkan ke wajah Aldi, membuat dadanya semakin terlihat. Dan..


"EKHEM!" suara deheman yang sedikit keras membuat Valerie berdiri tegak dan menyadarkan Aldi dari pandangannya tadi


"Astagfirullah Hal'adzim." batin Aldi beristighfar seraya memejamkan mata sejenak ketika tersadar dari perbuatannya tadi. Valerie dan Aldi langsung menoleh bersamaan. Terlihat di ambang pintu Lisa berdiri dengan wajah datarnya. Dan itu mampu membuat mereka tersentak


"Lisa!" pekik Aldi. Lisa menatap Aldi sekilas lalu menatap Valerie dari atas sampai bawah


"Kamu disini mau kerja atau mau menggoda suami saya? Oh atau jangan-jangan kamu mau ngejal*ng disini ya?" tanya Lisa sambil berjalan menghampiri Aldi dan Valerie. Dan tetap dengan ekspresi wajah santai walau hatinya sudah berkecamuk antara marah dan nyesek.


"Sa.. Saya.. Saya tadi..." ucap Valerie terbata-bata


"Bitchh." umpat Lisa. Dan..

__ADS_1


PLAKKK


PLAKKK


Lisa menampar pipi Valerie dengan bertubi-tubi


"Awwwhh, ssttt." rintih Valerie sambil memegang kedua pipinya yang terasa panas karena tamparan dari Lisa


"sekarang kamu keluar!" sentak Lisa


"Bu saya bisa je..."


"TELINGA KAMU TULI YA! KELUAR SAYA BILANG! ATAU MAU SAYA BUAT MUKA KAMU RUSAK HAH!" bentak Lisa memotong ucapan Valerie. Valerie menatap Lisa dengan kesal, lalu ia pun keluar dari ruangan Aldi


BRAKKK


Lisa mendorong pintu ruangan Aldi cukup kencang hingga tertutup rapat. Lalu Aldi menghampiri istrinya itu


"Sayang aku bisa..." ucapan Aldi terhenti, saat ia ingin memegang lengan Lisa tapi malah ditepis dengan cepat oleh Lisa


"Sayang..." lirih Aldi


"A..Aku nggak ngapa-ngapain sumpah yang." ucap Aldi gugup. Hadeh udah ketahuan masih aja ngelak lagi si Aldi.


"Terus tadi apa yang kamu lihat?" tanya Lisa lagi dan mampu membuat Aldi bingung harus menjawab apa


"Jawab aku Aldi!" desak Lisa


"A..Aku.. Aku..." ucap Aldi gelagapan. Aldi takut jika ia jujur akan lebih besar lagi masalahnya


"Aku butuh kejujuran kamu! Jangan buat kepercayaan aku ini hancur ke kamu, cuma karena satu kebohongan kamu Aldi!" ucap Lisa dengan suara yang agak meninggi


"Aku..." Aldi menghela nafasnya


"Aku nggak sengaja ngeliat dadanya tadi." lirih Aldi nyaris tak terdengar. Namun, Lisa masih bisa mendengarnya


"Dan itu kamu terusin, iya?" tanya Lisa menatap Aldi dengan tajam. Aldi mengangguk pelan dengan kepala tertunduk.


Lisa langsung meremas amplop yang ada ditangannya itu. Dan menjatuhkan amplop itu. Entah amplop apa yang dibawa oleh Lisa itu.

__ADS_1


TES


Air mata Lisa seketika menetes


"Kamu nggak bisa ya jaga sedikit aja iman kamu?" tanya Lisa


"Maaf." lirih Aldi


"Maaf, maaf dan maaf terus yang kamu ucapkan. Hiks, kamu inget nggak sih kalo kamu itu udah punya istri dan anak hah!" sentak Lisa. Aldi hanya diam, ia menyadari kesalahannya.


"Kamu boleh mesum terus sama aku. TAPI JANGAN KE ORANG LAIN. KAMU ANGGAP AKU APA SIH AL! APA?! Hiks, hiks." teriak Lisa menggebu-gebu saking emosinya


"Kamu istri aku. Selamanya istri aku yang sangat aku cintai." ucap Aldi menatap Lisa


"Istri? Tapi kenapa kamu nggak bisa jaga iman kamu? Oke, aku percaya kamu bisa jaga hati kamu. Tapi iman kamu itu lemah Aldi! Apa jadinya jika aku nggak datang kesini tadi. Kamu pasti sudah bertindak lebih jauh lagi!" bentak Lisa. Aldi menggeleng pelan menatap istrinya itu.


"KAMU ITU NGGAK BISA TEGAS SEMENJAK ADA DIA ALDI!" teriak Lisa. Aldi langsung memeluk istrinya itu dengan erat. Untung saja ruangan Aldi itu kedap suara, jadi tidak bisa di dengar oleh orang diluar.


"Maaf, tolong maafin aku. Aku emang cowok brengs*k !! Maaf sayang, maaf..." lirih Aldi


"Hiks, hiks." terdengar isakan Lisa ditelinga Aldi


"Aku akan turuti semua kemauan kamu. Tapi please maafin aku." Aldi berucap lirih. Lisa mendorong tubuh Aldi pelan, membuat pelukan mereka terlepas.


"Mana kunci brankas kamu?" tanya Lisa sedikit meredakan isakan nya


"Kunci brankas? Buat apa?" tanya Aldi heran


"Sini mana kuncinya? Katanya kamu mau nurutin semua keinginan aku." ucap Lisa yang masih tanpa ekspresi. Dengan wajah bingung Aldi mengambil kunci brankasnya dan menyerahkan pada istrinya itu. Lisa membuka brankas yang memang berada di dekat laci meja kerja Aldi lalu ia mengambil 5 gepok uang Aldi


"Kamu ngapain ngambil uang sebanyak itu?" tanya Aldi bingung. Bukannya menjawab, Lisa malah keluar membawa uang itu. Aldi melangkah mengikuti istrinya itu. Namun, langkahnya terhenti saat menginjak sesuatu . Ia mendapati amplop yang Lisa remas tadi lalu mengambilnya


"Ini amplop apa?" gumam Aldi. Tanpa pikir panjang ia langsung menyusul Lisa keluar. Ia takut terjadi sesuatu pada istrinya itu.


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2