
"Sebenarnya ini rumah siapa? Kamu.. kamu nikah lagi?" tanya Lisa dengan sedikit terputus dan detak jantungnya yang berdegup kencang.
Aldi langsung menatap Lisa dan tersenyum
"Sini deh." ucap Aldi menyuruh Lisa untuk duduk di sampingnya dan Lisa hanya menurut. Lalu Aldi menggenggam tangan istrinya itu.
"Kamu tau? Ini rumah siapa?" tanya Aldi. Lisa hanya menggeleng pelan
"Ini rumah kita." ucap Aldi membuat Lisa langsung tersentak.
"A..apa?" pekik Lisa.
"Rumah ini aku beli 2 bulan sebelum Davin lahir dulu. Saat aku berhasil memenangkan proyek waktu itu. Aku merenovasi rumah ini agar terlihat lebih nyaman. Dan 2 hari sebelum ultah Davin, rumah ini sudah kelar direnovasi. Niat aku ingin aku buat kado pernikahan kita dan juga Davin, tapi..." Aldi menggantungkan ucapannya.
"Tapi apa?" tanya Lisa penasaran.
"Melihat Mommy begitu menyayangi kalian. Aku menjadi ragu untuk memberikan kado ini untuk kamu dan Davin." ucap Aldi pelan. Lisa terdiam agar Aldi melanjutkan ceritanya.
"Pernah aku putus asa dan ingin menjual rumah ini saat kita hampir bercerai. Tapi, Tuhan berkata lain sayang. Tuhan kembali menyatukan kita." ucap Aldi. Lisa meneteskan air matanya, karena ia merasa sangat bahagia. Bagaimana tidak? Aldi melakukan ini semua semata-mata hanya untuk dia dan Davin.
"Aldi..." lirih Lisa. Aldi menghapus air mata Lisa dan menggeleng pelan.
"Makasih untuk semuanya." ucap Lisa lirih.
"Untuk apa?"
"Untuk semua perhatian, ketulusan, dan kasih sayang yang kamu berikan untuk aku dan Davin selama ini. Kamu memang suami dan Ayah yang terbaik untuk aku dan Davin." ucap Lisa. Aldi tersenyum.
"Semua akan aku lakukan asal kalian bahagia." ucap Aldi tulus. Lisa langsung memeluk Aldi, walaupun ia masih dengan memangku Davin.
"Aku sudah sangat bahagia Aldi. Aku punya suami sebaik kamu, dan anak sepintar Davin."
"Tapi masa laluku cukup buruk." lirih Aldi.
"Aku tau masa lalu kamu. Sifat dan kebiasaan kamu memang buruk. Tapi hati kamu tetap sama seperti Aldi kecil, sahabat aku dulu." ucap Lisa. Aldi tersenyum lalu mencium kening Lisa.
"Kita bicarakan ini dengan orang tua kita ya. Kita izin untuk hidup mandiri." ucap Aldi. Lisa tersenyum dan mengangguk.
"Yayah." Panggil Davin. Aldi melepas pelukannya lalu menatap putranya yang masih bersandar di dada istrinya itu.
"Apa sayang?" tanya Aldi mengusap kepala Davin lembut.
"Apin atit (Davin sakit)." ucap Davin pelan.
"Uuuhhh, capek ya nak." Aldi beralih memangku Davin dan mendekapnya.
"Papek (capek)." gumam Davin pelan.
"Kita istirahat ya sebentar lagi." Aldi mencium kepala Davin. Davin hanya diam di dekapan Ayahnya.
"Kita nginep disini Yah?" tanya Lisa. Aldi mengangguk.
"Nggak papa kan?"
"Tapi kalo orang rumah nyariin gimana?" tanya Lisa lagi.
"Aku udah izin. Cuma aku bilangnya nginep dirumah orang tua kamu." ucap Aldi. Lisa mengerutkan keningnya
"Kenapa nggak jujur aja?" tanya Lisa
"Aku masih menyembunyikan rumah ini dari mereka. Aku butuh waktu yang tepat untuk memberitahunya, sekalian izin untuk pindah ke rumah ini." jelas Aldi. Lisa tersenyum.
__ADS_1
"Tapi kan kita nggak bawa baju Yah." ucap Lisa. Aldi tersenyum.
"Tenang, disini ada beberapa baju kok sayang."
"Kamu sering kesini?" tanya Lisa sedikit terkejut. Aldi mengangguk.
"Sekedar hanya untuk memantau aja kok yang." jelas Aldi
"Terus? Bajunya dapat darimana?" tanya Lisa
"Kalo aku lagi free, aku nyempetin buat belanja sedikit buat ditaruh sini." ucap Aldi. Lisa tersenyum.
"Permisi Tuan Nyonya, ini minumannya. Silahkan diminum." ucap Bi Marni.
"Makasih Bi." ucap Aldi. Lisa hanya tersenyum ramah.
"Sama-sama. Ini Nyonya Lisa ya, istri Tuan Aldi?" ucap Bi Marni.
"Iya dong Bi. Cantik kan istrinya Aldi Bi?" ucap Aldi dengan percaya dirinya. Bi Marni tersenyum.
"Sangat cantik Tuan." jawab Bi Marni membuat Lisa sedikit tersipu.
"Bibi ngurus rumah ini sendiri?" tanya Lisa
"Tidak Nyonya, ada suami saya juga disini." jawab Bi Marni
"Cuma berdua Bi?" tanya Lisa lagi
"Tidak, ada 2 pelayan lagi disini Nyonya." jelas Bi Marni. Lisa mengangguk. Ya, Bi Marni dan Pak Rahmat bekerja di rumah baru Aldi itu. Beliau ditugaskan untuk merawat rumah sebesar itu dibantu dengan 2 pelayan yang lainnya.
"Ini anak Tuan?" tanya Bi Marni.
"Iya Bi, ini jagoannya Aldi." jawab Aldi tersenyum.
"Kan saya baru pertama kali Bi bawa mereka kesini." ucap Aldi. Bi Marni tersenyum dan mengangguk, lalu menatap Davin.
"Kok diam saja Den?" tanya Bi Marni seraya mengusap kepala Davin. Namun, Davin hanya diam menatapnya.
"Dia lelah Bi. Maklum, habis sakit." jawab Aldi.
"Dia yang habis diculik itu ya Tuan?" tanya Bi Marni lagi. Aldi mengangguk.
"Papa (Siapa)?" Davin menunjuk Bi Marni.
"Itu Bibi sayang." ucap Aldi seraya mengusap kepalanya.
"Pipi (Bibi)." ulang Davin.
"Iya." ucap Aldi. Davin kembali diam.
"Saya permisi dulu ya Tuan, Nyonya." pamit Bi Marni.
"Iya Bi." balas Lisa dan Aldi kompak. Bi Marni langsung pergi menuju dapur.
"Diminum dulu gih." ucap Aldi pada istrinya. Lisa mengangguk. Tiba-tiba saja Davin merengek.
"Yayah bobo, bobo.." rengek nya.
"Apa nak? Capek ya? Mau bobo hem?" tanya Aldi lembut.
"Boboo.. Yayaah." rengek Davin lagi. Aldi langsung berdiri.
__ADS_1
"Sini Yah, biar aku tiduri." ucap Lisa.
"Udah aku aja." ucap Aldi seraya menyandarkan kepala putranya di pundaknya lalu menimangnya.
"Uust, uust, uust, bobo ya nak."
"Laras... Clara..." panggil Aldi sedikit berteriak. Tak lama 2 gadis berseragam pelayan datang.
"Iya, ada apa Tuan?" tanya Clara sopan.
"Tolong bereskan kamar saya ya. Malam ini saya akan menginap disini." ucap Aldi.
"Baik Tuan." ucap Clara lalu berbalik. Ia menatap Laras yang masih diam dengan posisinya.
"Laras ayo." ucap Clara menarik tangan temannya itu.
"Pelayan kamu yang satunya kok kayak aneh ya." ucap Lisa heran.
"Aneh gimana sayang?" tanya Aldi yang masih menimang Davin.
"Dia natap aku serius banget gitu." ucap Lisa polos. Aldi terkekeh.
"Kan dia masih pertama ketemu sama kamu. Mungkin masih asing." ucap Aldi.
"Iya kali ya." ucap Lisa mencoba untuk berfikir positif.
********
"Jadi itu istri sama anaknya Tuan Aldi." ucap gadis yang tengah membersihkan kamar majikannya bersama temannya. Ya, dia adalah Laras
"Cantik ya Ras. Dan sepertinya anaknya juga ganteng dan lucu banget." ucap gadis satunya yang bernama Clara.
"Andai aja Tuan Aldi belum nikah, pasti udah aku gebet tuh." ucap Laras membuat Clara menoleh cepat dan menatap Laras dengan tajam
"Jangan macam-macam deh kamu Ras. Ingat, kita disini itu buat kerja bukan buat cari masalah." ucap Clara dan Laras menghiraukan semua ucapan dari temannya itu.
********
Malam harinya..
Aldi yang tengah menggendong Davin memasuki kamar di rumah barunya bersama Lisa. Ia menidurkan Davin di box bayi yang juga terdapat disana. Sedangkan Lisa tengah mengganti bajunya dengan piyama di kamar mandi.
Benar saja, Aldi menyimpan beberapa pakaian di rumah ini.
CEKLEK
"Ayah." panggil Lisa yang duduk di samping Aldi yang tengah berbaring memejamkan mata untuk melepas sedikit lelahnya.
"Apa sayang?" tanya Aldi yang kini sudah membuka matanya.
"Ganti baju gih, baru tidur. Atau mau mandi dulu." ucap Lisa. Aldi tersenyum lalu bangkit dan memeluk Lisa.
"Buat apa ganti baju? Bentar lagi juga dilepas." ucap Aldi dengan senyuman evil nya. Mata Lisa seketika membulat lalu menatap Aldi cepat.
"Nggak usah pura-pura lupa deh sayang. Mumpung Davin udah tidur loh." ucap Aldi yang sudah mendekatkan wajahnya pada Lisa. Lisa hanya diam memejamkan mata menunggu apa yang akan dilakukan Aldi selanjutnya.
Cup . .
Aldi mencium Lisa dengan sangat lembut, membuat Lisa terbawa suasana dan menikmati malam pertama yang panas di rumah baru mereka itu.
Bersambung ..
__ADS_1
Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗