MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 67


__ADS_3

*********


Aldi memasuki ruang rawat Lisa dengan air mata yang terus mengalir. Ia langsung memeluk erat tubuh Lisa yang terbaring lemah di atas ranjang rawat rumah sakit itu.


"Maafin aku sayang. Maaf hiks." ucap Aldi lirih.


"Aku nyesel udah percaya sama pelayan itu. Kamu bener, aku emang bodoh, Bodoh! Hiks hiks." ucap Aldi sambil menatap Lisa.


"Kamu harus cepet bangun. Kamu nggak mau kan anak kedua kita pergi lagi? Ayo bangun. Aku janji kalo kamu bangun, kamu boleh hukum aku seberat apapun." ucap Aldi lalu mengecup kening dan kedua pipi Lisa.


TES


air matanya pun jatuh ke pipi Lisa. Kini hanya penyesalan yang ia rasakan.


"Yayah.. hiks." Aldi menoleh ke arah sumber suara. Terlihat Davin yang menangis di gendongan Claudia, diambang pintu sana.


"Astaga Davin." Aldi langsung menghampiri putranya, lalu menggendongnya.


"Hiks, Yayah atan! Apin nana (Ayah nakal! tinggalin Davin disana)." Davin menunjuk ke arah luar.


"Maaf ya, tadi Ayah udah ninggalin Davin. Ayah minta maaf." Aldi mendekap putranya penuh kasih sayang.


"Hiks, Unda bobo (Bunda bobo)." ucap Davin masih sedikit terisak.


"Iya, Bundanya lagi istirahat sayang “ lirih Aldi.


"Apin au bobo mama Undaa (Davin mau bobo sama Bunda)." ucap Davin.

__ADS_1


"Bundanya lagi sakit, Davin sama Ayah dulu ya." ucap Aldi serak.


"Undaa anun ( Bunda bangun)." panggil Davin. Aldi memeluknya erat. Menyembunyikan air matanya dari sang putra. Aldi takut kehilangan Lisa, karena ia sangat mencintai Lisa. Itu yang membuatnya tidak pernah menyakiti Lisa dengan tangannya.


Aldi juga takut kehilangan janin yang tengah Lisa kandung. Kehilangan janin beberapa bulan lalu membuatnya menanggung beban yang cukup berat. Terlebih Lisa terpuruk selama bulan. Bagaimana jika ini terjadi lagi ? Entahlah..


********


Hari adalah hari terakhir Dokter menentukan. Namun, sampai saat ini Lisa belum juga sadar dari komanya. Itu membuat semua menjadi tegang, terlebih Aldi yang tidak menginginkan calon buah cintanya itu pergi lagi untuk yang kedua kalinya.


"Jika sampai besok pagi pasien belum sadar. Kami terpaksa harus mengambil janinnya Tuan, karena kandungan istri anda semakin lemah." jelas Dokter wanita yang menangani Lisa. Aldi menggeleng pelan.


"Jangan Dokter. Saya mohon, selamatkan kandungan istri saya." lirih Aldi. Terlihat dari penampilan Aldi yang sedikit kucel. Matanya berkantung dan wajahnya sedikit pucat karena selama 2 hari ini ia jarang tidur dan makan.


"Kami sudah berusaha maksimal Tuan. Namun, kecelakaan yang istri Anda alami cukup parah, sehingga membuat kandungannya sangat lemah." jelas Dokter itu lagi. Aldi tertunduk dalam. Haruskah ia kehilangan calon anaknya lagi? Bagaimana jika suatu saat Lisa sadar dan tau semua ini?


"Sabar nak, mungkin ini cobaan buat keluarga kamu." ucap Tante Nila mengusap punggung menantunya.


"Lebih baik kamu mandi dulu Al. Setelah itu kita sholat bersama dan berdoa semoga Lisa cepet sadar dari komanya." ucap Tante Anne. Terlihat semua keluarga besar Lisa dan Aldi tengah berkumpul disana. Aldi hanya mengangguk pasrah.


********


Aldi, Rama, Ika, dan orang tua Lisa dan Aldi baru saja selesai melaksanakan sholat Isya'. Dengan Om Hendra yang menjadi imam, beliau memanjatkan doa sesudah sholat lalu berdoa untuk kesembuhan Lisa. Setelah itu semua saling bersalaman.


"Aldi ayo." ucap Om Darwin yang ingin beranjak keluar mushollah.


"Kalian duluan aja, Aldi masih mau disini." ucap Aldi lirih.

__ADS_1


"Ya udah, kita duluan ya. Kasian Claudia jagain Lisa sendirian sama Davin dan Raka." ucap Rama. Aldi mengangguk.


"Titip Davin ya kak." Rama mengangguk lalu melangkah pergi bersama yang lain. Setelah itu, Aldi kembali menghadap kiblat.


"Ya Allah.. Hamba mohon, sadarkan istri hamba secepatnya. Hamba tidak mau kejadian beberapa bulan lalu terulang lagi sampai membuatnya terpuruk, hiks." lirih Aldi mulai menangis.


"Hamba siap Kau hukum apapun. Tapi hamba mohon, jangan siksa istri hamba seperti ini.. Hiks." ucap Aldi sambil terisak. Aldi terus memanjatkan doa hingga tengah malam.


********


Malam berganti menjadi pagi. Dan Aldi kembali tak tidur demi menunggu istrinya itu sadar. Namun, saat ini ia sudah pasrah dengan keadaan. Lisa yang belum juga sadar membuat tim medis harus melakukan operasi untuk mengeluarkan janin Lisa pagi ini juga.


"Mom..." Aldi memeluk Tante Anne erat. Menumpahkan segala kepedihan yang ia alami.


"Kamu yang sabar nak." ucap Tante Anne mencoba menenangkan putranya seraya mengusap punggung Aldi.


"Gimana Aldi mau sabar Mom. Janin Lisa akan diangkat. Apa yang akan Aldi katakan jika dia bertanya nanti, hiks." ucap Aldi yang kembali terisak.


"Katakan yang sebenarnya nak. Mama akan bantu kamu bicara sama Lisa." ucap Tante Nila. Aldi menatap mama mertuanya itu.


"Tapi kalo dia nggak terima seperti dulu gimana Ma? Aldi nggak mau Lisa terpuruk seperti dulu. Aldi sakit liat dia seperti itu Ma, Aldi nggak kuat." ucap Aldi serak. Semua yang berada disana menatapnya iba.


CEKLEK


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗

__ADS_1


Ig : @mutiakim


__ADS_2