MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 72


__ADS_3

"Kakak tunggu di bawah ya sama yang lain. Kita makan malam bersama sebentar lagi." Lisa mengangguk. Edwin tersenyum, ia mengusap kepala Lisa, lalu keluar dari kamar Lisa dan Aldi.


Lisa kembali berbaring menghadap 2 malaikat hatinya itu.


"Ayah bangun." Lisa mengusap pipi Aldi dengan lembut. Lisa tau jika Aldi sangat kelelahan menjaganya dirumah sakit. Bahkan saat Lisa koma Aldi memang jarang tidur.


"Ayah bangun sayang." ucap Lisa lagi. Kali ini membuatnya terusik.


"Ngghh~" Aldi menggeliat dan menyipitkan matanya.


"Ngantuk sayang." lirihnya. Lisa tersenyum.


"Cuci muka dulu biar nggak ngantuk. Nanti dilanjutin lagi tidurnya. Sekarang masih magrib soalnya." ucap Lisa. Aldi bangun dengan muka bantalnya sembari mengumpulkan nyawanya kembali. Dengan langkah malas ia memasuki kamar mandi. Lisa tersenyum lalu menatap putranya yang tengah menghisap jempolnya itu.


"Nggak boleh iihh, ada kumannya." gumam Lisa seraya melepas tangan Davin dari mulutnya. Tetapi Davin kembali menghisap jarinya.


"Nggak boleh sayang, ayo bangun." Lisa kembali menarik tangannya.


"Eemm..." Davin menampakkan wajahnya yang ingin menangis, membuat Lisa terkekeh.


"Bangun Davin." gumam Lisa menepuk bibir Davin dengan telunjuknya.


Berhasil! Kali ini Davin membuka mata dengan wajah polosnya. Ia mengucek matanya membuat Lisa gemas melihatnya.


"Eiitzz, nggak boleh dihisap jarinya lagi. Ada kumannya." Lisa memegang tangan Davin, saat ia ingin menghisap jarinya lagi. Davin mengubah posisinya menjadi tidur tengkurap dengan wajah yang menghadap Lisa.


"Ngantuk ya nak?" tanya Lisa sambil mengusap pipi Davin lembut.


"Undaa (Bunda)." gumam Davin pelan. Lisa tersenyum.


"Iya Davin." balas Lisa. Davin diam, mungkin ia masih lesu, karena efek bangun tidur.


CEKLEK !


Aldi keluar dari kamar mandi dengan wajah yang basah. Ia mengambil handuk kecil di gantungan dekat lemari untuk mengusap wajahnya.


"Davin udah bangun sayang?" tanya Aldi


"Udah, cuma dia masih lesu." jawab Lisa. Lalu Aldi menghampiri putranya.


"Davin..." Panggil Aldi.


"Yayah (Ayah)." gumam Davin pelan.


"Bangun yuk nak."


"Apin anun (Davin bangun)." gumam Davin lagi.


"Iya, sini sama Ayah." Davin beralih menatap sang Ayah.


"Ayo sini." Aldi mengulurkan tangannya. Davin bangun dan merangkak mendekati Aldi.


HAP !


Davin meraih lengan Aldi, dengan cepat Aldi langsung mendekapnya. Davin menyandarkan kepalanya di bahu sang Ayah. Lisa tersenyum lalu ikut bangun.


"Mau kemana?" tanya Aldi.


"Kita kan mau makan malam bersama dibawah." ucap Lisa.


"Kamu istirahat aja ya. Biar aku ambilin makanannya, terus kita makan disini aja." Lisa menggeleng.


"Aku mau ketemu kak Edwin sama kak Maura." ucap Lisa.


"Kak Edwin sama kak Maura?" ulang Aldi. Lisa mengangguk.


"Emang dia ada disini?" tanya Aldi.


"Ada. Tadi yang bangunin aku kak Edwin kok. Ayo kita kebawah." Ajak Lisa. Aldi berdiri lalu menghampiri Lisa.


"Pelan-pelan berdirinya." Aldi mengulurkan tangannya pada Lisa.

__ADS_1


"Iihh, apa sih Yah. Aku udah nggak papa." protes Lisa dan membalas uluran tangan Aldi.


"Jangan ngeyel, nanti kalo pusing lagi gimana?" ucap Aldi.


"Nggak akan." Aldi menghela nafasnya.


"Ya udah, ayo kita turun."


******


Saat ini, keluarga besar Lisa dan Aldi tengah makan malam bersama diruang makan. Tanpa 3 bocah kecil yang asyik bermain sedari tadi. Mereka adalah Raka, Wina dan Davin.


Wina adalah putri kecil Edwin bersama Maura yang berusia 2 tahunan saat ini. Davin yang tadinya mengantuk langsung antusias ketika melihat 2 kakak sepupunya tengah bermain. Dan akhirnya ia pun ikut bermain.


"Kalian nginep disini semua kan?" tanya Lisa menatap semua keluarganya.


"Iya sayang. Tapi, apa kamarnya cukup?" tanya Tante Nila.


"Cukup kok Ma, Tenang aja. Kamar ini banyak yang kosong." sahut Aldi. Lisa mengangguk.


"Lo bangun rumah segede ini, emang lo sekalian mau buat tempat kosan juga ya." celetuk Edwin meledek adik iparnya ini.


"Gue pengertian juga kali kak. Biar kalo kita ngumpul gini bisa nginep semua. Kali aja entar anak gue nambah 5 lagi." ucap Aldi asal. Lisa menatap suaminya itu dengan mata melotot.


"Iya, suaminya aja omes (otak mesum). Pantesan aja, adek gue udah pernah hamil sampe 3 kali." celetuk Rama.


"Syirik ya kak? Bikin dong sana sama bininya." ucap Aldi. Rama melotot mendengar ucapan adik iparnya ini.


"Sorry ya, gue nggak omes kayak lo."


"Ya udah, jangan syirik dong. Adek lo aja nggak keberatan kok gue ajak begituan." ucap Aldi santai.


PLAKKK !


Lisa memukul paha sebelah kiri Aldi sedikit keras.


"Aduh! Sakit tau." rintih Aldi menatap Lisa seraya mengusap pahanya yang memerah akibat pukulan dari Lisa, karena ia tengah mengenakan celana pendek sebatas lutut.


"Ngomong gitu doang juga." lirih Aldi.


"Ngomong gitu, ngomong gitu. Omongan yang nggak penting, tau nggak?!" Kesal Lisa.


"Iya-iya maaf “ Aldi. Lisa mendengus kesal. Semua terkekeh melihatnya.


"Mami, Laka mau makan." ucap Raka yang berlari menghampiri Ika.


"Ina juda au (Wina juga mau)." ucap Wina yang duduk di pangkuan Maura.


"Adek Davin nya mana?" tanya Maura pada putrinya itu.


"Tuh, ain mobil. Ina panggil ndak liat." ucap Wina. Aldi menoleh menatap putranya. Ia langsung terkekeh melihat putranya asik bermain mobil-mobilan yang bisa di naikin, yang diberikan oleh Fandi dulu saat ia sakit.


"Anak ini kalo udah keasyikan main, lupa segalanya." ucap Aldi berdiri, lalu menghampiri putranya.


"Davin, makan dulu yuk." ucap Aldi seraya menahan mobil-mobilan yang dijalankan putranya.


"Auu, auu ain obil (nggak mau, mau main mobil)." Davin menggeleng dan berusaha melajukan mobil-mobilannya lagi.


"Kakak Raka sama kakak Wina aja lagi makan loh, Davin mau disini sendiri?" tanya Aldi. Davin menatap Ayahnya.


"Hayoo, bocil ponakan Tante yang unyu-unyu lagi ngapain." Tiba-tiba Claudia mengagetkan Davin dari sebelah kanannya. Membuat Davin dan Aldi tersentak kaget lalu menatapnya.


"Claudiaaa." geram Aldi sedikit kesal.


"Atan (nakal)!" teriak Davin kesal.


"Hahaha, kaget ya? Kacian..." ledek Claudia.


"Ante atan (Tante nakal)! Nana (sana)!" usir Davin.


"Eh, ngusir-ngusir. Berani sama Tante, hem?"

__ADS_1


"Papa (apa)?" Davin berkacak pinggang di atas mobil-mobilannya.


"Oh nantangin nih ceritanya." Claudia mangut-mangut pelan.


"Eeehhhmmm... Kena deh." Claudia mencium gemas pipi Davin. Seketika Davin langsung menangis dan meninggalkan bekas merah di pipinya.


"Claudia rese banget sih kamu!" pekik Aldi kesal saat putranya dibuat nangis oleh sang adik.


"Yayaaahh.. Hiks." tangis Davin terdengar cukup keras di ruangan itu. Aldi langsung menggendong putranya dan mengusap punggungnya.


"Ssstt.. Diem ya nak." Aldi mencoba menenangkan putranya.


"Hiks, Ante atan (Tante nakal). Hiks, ninih Apin." Davin menunjuk pipinya yang merah sambil terisak.


"Merah ya pipinya. Tantenya nakal?" tanya Aldi sambil mengusap air mata Davin.


"Hiks, hiks." Davin mengangguk sambil terisak.


"Iya, jangan sama Tante lagi ya." ucap Aldi.


"Eh, enak aja. Nggak bisa gitu dong." Protes Claudia. Aldi menatapnya tajam.


"Sini kamu!" titah Aldi.


"Kagak mau!" tolak Claudia cepat.


"Ya udah, kalo gitu kamu jangan nginep disini malam ini!" ancam Aldi ingin berbalik menuju meja makan.


"Elah, iya-iya. Bisanya ngancem doang." dumel Claudia lalu mendekati Aldi yang sudah berhenti menghadapnya lagi.


"Hiks, hiks." Davin masih sesenggukan di gendongan Aldi sambil bersandar di bahunya.


"Pukul gih Tantenya." bisik Aldi tepat di telinga Davin.


"Hiks, Ante." ulang Davin, lalu menegakkan kepalanya dan menatap Claudia.


"Waduh, perasaan aku nggak enak nih." batin Claudia was-was.


"Maaf ya ganteng." ucap Claudia. Davin diam menatapnya.


"Davin, Tante udah minta maaf ini, kok kamu di.. Awwhh." protesan Claudia terhenti saat Davin memukul wajahnya.


"Atan (nakal)! hiks." ucap Davin yang masih sesenggukan.


"Rese iihh, anaknya Aldi emang." dengus Claudia kesal.


"Ataaann!" Davin langsung menjambak rambut Claudia, membuat Claudia berteriak kesakitan dan Aldi langsung tertawa.


"Aduh Vin, sakit. Lepasin rambutnya tante iihh." Claudia memegang rambutnya yang dijambak ponakannya ini.


"Terus Vin, jangan dilepas.. Aadaaww!" Kini Aldi yang berteriak dan menggeliat kesakitan saat tiba-tiba Lisa mencubit perutnya.


"Undaa (Bunda)." Davin melepas jambakan nya dan merentangkan tangannya pada Bundanya.


"Kamu ini. Ngajarin anaknya yang nggak bener." ucap Lisa lalu mengambil alih Davin dari gendongan Aldi.


"Nggak bener gimana maksud kamu? Sakit tau nggak sih cubitan kamu." protes Aldi kesal.


"Ngajarin yang nggak baik sama anaknya sendiri!" omel Lisa.


"Lah? Claudia duluan tadi yang bikin nangis Davin. Aku kan cuma mau belain anak kita."


"Nggak seperti itu kalo belain anak Aldi!" kesal Lisa.


"Salah terus perasaan! Terserah lah." Aldi langsung pergi menaiki tangga menuju kamarnya. Ini yang sensi siapa coba sebenernya.


Bersambung ..


Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2