
Hari ini adalah hari kepulangan Lisa, Aldi dan Davin kembali ke Jakarta, setelah menghabiskan seminggu lamanya berlibur di pulau Bali.
Mereka pun sudah mengelilingi banyak destinasi wisata yang terkenal di Bali, seperti Pantai Kuta, Bali safari & Marine Park, Desa Penglipuran, Monkey Forest Ubud, dan banyak lagi.
Tak lupa pula mereka membawakan oleh-oleh untuk keluarganya yang ada di Jakarta.
Butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai di Jakarta dan kini mereka telah sampai di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Tepat pada pukul 12 siang mereka sampai di rumah dengan di jemput oleh Pak Rahmat.
"Kok sepi banget ya?" tanya Lisa heran. Aldi hanya mengangkat kedua bahunya.
'"Aaa bocil akhirnya pulang juga," sorak Claudia yang sudah berpakaian rapi, begitu juga dengan Bella. Bahkan mereka berdua sudah seperti saudara kembar karena pakaian yang mereka pakai sama. Hanya beda warna saja.
Selama Lisa, Aldi dan Davin pergi liburan ke Bali, Claudia dan Bella memang menginap di rumah Aldi. Aldi menatap heran kedua adiknya ini.
"Kalian mau kemana?" tanya Aldi.
"Jalan-jalan dong," jawab Claudia dan Bella dengan kompak.
"Ck, hobi kalian berdua."
" Yang penting kita happy, iya kan kak?" Claudia meminta pendapat ke Bella.
"Yupz betul." Bella mengacungkan 2 jempolnya.
"Apin itut (Davin ikut)." Davin jingkrak-jingkrak di gendongan Aldi.
"Ye si bocil, masih kecil mau ngikut aja. Istirahat sana baru pulang dari Bali juga. Nggak capek apa?" ucap Claudia.
"Anja ain Ante, iyi obil (belanja mainan Tante, beli mobil)," ucap Davin mangut-mangut.
"Ih enggak! Nanti bisa bangkrut lagi Tante," protes Claudia.
"Itut Ante (ikut Tante)!" teriak Davin.
"Cempreng banget sih, jangan teriak bisa kali!" ucap Claudia kesal.
"Yayah, nana oyeh itut (Ayah, nggak boleh ikut)," adu Davin pada Aldi.
''Davin perginya sama Ayah dan Bunda aja ya nanti sore." Aldi mencoba untuk membujuk putranya.
"Au yayah, itut Ante (nggak mau Ayah, mau ikut Tante)." Davin menggeleng.
"Ya udah sini, ayo ikut sama Tante." Bella meraih tubuh mungil Davin.
"Ih nggak usah ngajak bocil kak. Dia mah suka beli mainan terus," protes Claudia tak suka.
PLETAK!
"Kamu sama ponakan sendiri perhitungan banget sih. Uang bulanan kamu minta sama siapa hah?" Omel Aldi setelah menjitak pelan kepala adiknya. Claudia langsung memanyunkan bibirnya.
"Orang mau kencan juga, malah suruh ngajak si bocil." batin Claudia mendumel tak jelas.
"Udah ah, nanti biar aku yang bayarin kalo dia minta sesuatu," ucap Bella.
"Nah, contoh tuh kayak dia.'' Aldi menunjuk Bella. Claudia mendengus kesal.
"Iya-iya, kakak mah bawel kayak bapak-bapak rempong," ucap Claudia membuat mata Aldi membulat.
"Kamu ..."
"Udah ah, nggak usah pada berantem deh. Udah pada besar juga," potong Lisa menatap adik kakak ini sedikit kesal. Membuat Bella terkekeh geli.
"Ayo kak Bel, kita pergi sekarang." Claudia menarik tangan Bella untuk pergi.
"Eh bentar, kakak mau nanya," pekik Aldi. Namun, mereka tidak menyahut.
"Heh, dasar adik durhaka," dumel Bisma. Lisa langsung memeluknya dan mengusap dadanya.
"Udah biarin aja," ucap Lisa.
"Ke kamar yuk," ucap Aldi pada Lisa. Lisa pum langsung menatapnya.
"Ngapain?" tanya Lisa.
"Istirahat lah sayang."
"Ih, nggak mau. Masih siang juga," protes Lisa.
"Ya maka dari itu. Kamu harus bobo siang, nggak capek apa?"
"Aku nggak mau Aldi," ucap Lisa menggeleng. Aldi menghela nafasnya, lalu merangkul Lisa berjalan menaiki tangga.
__ADS_1
Semua barang bawaan Lisa dan Aldi sudah di taruh di kamar mereka, di bantu oleh semua asisten rumah tangganya.
"Ih Aldi nggak mau." protes Lisa.
"Diem deh kamu ini paling susah kalo disuruh istirahat." ucap Aldi. Lisa memanyunkan bibirnya.
CEKLEK!
"Sekarang kamu tidur biar aku siapkan bantal kamu. Nah, udah se ..."
"Ya ampun, dia kemana coba," gumam Aldi saat berbalik namun ia tidak menemukan Lisa.
Memang tadi Aldi melepas rangkulannya pada Lisa, saat ia akan membuka pintu kamarnya. Dan ternyata, istrinya itu malah kabur.
"Sayang," panggil Aldi lalu berjalan keluar.
"Sayang kamu dimana sih?" Panggilnya lagi. Namun, tak ada sahutan dari Lisa.
Tiba-tiba telinganya mendengar suara dari ruang keluarga. Aldi berjalan menuju ruang keluarga.
"Ya Allah, malah liat TV." Aldi geleng-geleng saat melihat istrinya itu anteng di depan TV.
"Sayang ayo istirahat," ucap Aldi
"Nggak mau Aldi, kamu jangan ngeyel deh," kesal Lisa.
"Kamu tuh yang ngeyel. Disuruh tidur malah kabur kesini," ucap Aldi tak mau kalah.
"Aku mau nonton TV ih," ucap Lisa.
"Di kamar ada TV kan? Ayo ke kamar sekarang. Nggak usah banyak alasan deh." Aldi menarik pelan tangan Lisa.
"Nggak mau Aldi," rengek Lisa. Aldi menghela nafasnya, lalu duduk di samping kanan Lisa.
"Kalo kamu nggak mau, terpaksa aku gendong kamu." Aldi langsung mengangkat tubuh Lisa dan membawanya menuju kamar. Namun sebelumnya, ia sudah mematikan TV yang ada di ruang keluarga tersebut.
"Iihh Aldi, aku nggak mau! Huuwwaah Mama, Aldi pemaksaan." Lisa terus saja berontak.
"Kalo kamu gerak terus dan aku hilang keseimbangan, jangan salahkan aku kalo kamu sama baby kita kenapa-napa." ancam Aldi. Seketika Lisa langsung diam dengan muka cemberut.
"Nah tidur, nggak usah protes. Mau nonton TV kan? Nih aku nyalain." Aldi menyalakan TV nya setelah membaringkan Lisa di ranjang.
''Drama Korea Naughty Kiss," ucap Lisa yang masih manyun. Aldi terkekeh melihat ekspresi istrinya itu.
"Mesum dasar!"
Aldi tertawa lalu melepas kemejanya, ia berjalan menuju lemari mengambil kaos oblong untuk dipakainya.
"Ih Aldi mau ngapain?" tanya Lisa saat Aldi melepas ikat pinggangnya.
"Ya mau ganti celana lah." ucap Aldi yang ingin membuka resleting celananya.
"Aldi ganti di kamar mandi nggak?!"
"Apa sih, udah sering liat juga. Jangan bilang malu deh," ucap Aldi
"Aaaa Aldi, masuk ke kamar mandi nggak?" Lisa bangun dari tidurnya lalu menghampiri Aldi.
"Enggak."
"Aldi masuk, masuk!" Lisa mendorong Aldi agar masuk ke kamar mandi.
"Kamu nyuruh aku masuk percuma. Entar keluarnya juga nggak pake celana," ucap Aldi. Lisa langsung mengerutkan keningnya.
"Kok bisa?" tanya Lisa heran.
"Orang aku belum ambil celana gantinya."
"Ih dasar! Nih sana masuk." ucap Lisa setelah memberi Aldi bokser yang ia ambil dari lemari. Aldi malah tertawa melihat ekspresi lucu istrinya itu. Lalu ia memasuki kamar mandi untuk mengganti celananya.
"Malah ketawa lagi." dumel Lisa, lalu duduk di pinggir kaki ranjang untuk menonton. Lisa mengganti channel TV-Nya dan kini ia menonton drama Nevertheless.
"Iihh, Han So Hee kayak aku." gumam Lisa tersenyum dengan rasa percaya dirinya.
"Eh itu ngapain?" pekik Lisa saat melihat adegan ranjang antara Han So Hee dan Song Kang
"Duh, untung nggak ada Aldi. Kalo dia liat pasti minta juga sama aku. Dia kan nafsuan kalo udah dikamar berdua sama aku. Mungkin karena aku seksi, eh tapi.. aku kan gemuk sekarang." cerocos Lisa tanpa henti, diakhiri dengan Lisa yang memanyunkan bibirnya.
CEKLEK!
"Ya ampun sayang, disuruh tidur malah duduk disitu." ucap Aldi tiba-tiba yang membuat Lisa menoleh.
"Aku nggak ngantuk." ucap Lisa ketus.
__ADS_1
"Tidur nggak?"
"Enggak!"
"Aku cium nih." Aldi mulai mendekati Lisa.
"Iiihh nggak mau Aldi." Lisa langsung naik ke ranjang dan berbaring seraya menutupi wajahnya dengan selimut. Aldi malah menahan tawanya.
BRUKKK !
Aldi ikut berbaring di samping Lisa. Ia memeluk pinggang Lisa dan menghadapnya.
"Ih Aldi aku nggak mau." ucap Lisa masih menutupi wajahnya dengan selimut. Aldi terkekeh.
"Polos banget sih." gumam Aldi. Lisa membuka selimut yang menutupi wajahnya.
DEG!
Jantung Lisa berdegup saat matanya dan Aldi bertemu pada satu titik.
"Aku kangen kamu." gumam Aldi yang membuat Lisa tersadar.
"Apa sih?! Tiap hari ketemu juga." ucap Lisa.
"Bukan kangen itu." ucap Aldi. Membuat dahi Lisa mengernyit.
"Terus?"
"Kangen ini, kangen..." Aldi menunjuk bibir Lisa dan berhenti sejenak.
"Tubuh kamu." bisiknya kembali berucap. Membuat mata Lisa langsung melotot.
"Iihh omes!" ucap Lisa sambil memukul dada Aldi.
"Ayolah sayang." bujuk Aldi.
"Enggak! Kemarin kan udah di Bali." tolak Lisa sedikit kesal.
"Ada satu kali doang, lagi lah yang. Itu juga bermanfaat loh buat proses persalinan kamu 2 bulan lagi." ucap Aldi seraya mengusap perut besar Lisa.
"Enggak Aldi. Kamu kan tadi nyuruh aku tidur. Bukan malah minta jatah." protes Lisa kesal.
"Lah kamunya nggak tidur-tidur dari tadi." ucap Aldi.
"Iya ini mau tidur." ucap Lisa. Aldi menghela nafas.
"Ya udah sana tidur '' ucap Aldi pasrah. Lisa menatap Aldi yang mulai memejamkan matanya.
"Kasian juga sih, semenjak hamil kan aku nggak pernah ngasih jatah dia. Itu pun ada sekali waktu kita pergi ke Bali kemarin." batin Lisa.
"Aldi." panggil Lisa seraya mengusap pipi Lisa.
"Heemm..." balas Aldi masih memejamkan matanya. Lisa yang sedikit kesal langsung mencium bibir Aldi, membuat Aldi tersentak kaget dan membuka matanya. Mata mereka berdua saling memandang sesaat sebelum Lisa memejamkan matanya dan Aldi menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.
******
"Nggh~ '' Aldi melenguh. Ia mulai terusik dari tidurnya dan meregangkan ototnya yang kaku. Ia tersenyum saat melihat Lisa masih tertidur di sampingnya dengan balutan selimut sampai lehernya.
CUP
"Makasih sayang." Aldi mengecup pipi kiri Lisa sekilas. Ternyata Lisa dan Aldi benar-benar melakukannya siang itu.
"Jam berapa ya? Kok belum ada suara anak gue." gumam Aldi lalu melirik jam tangan.
Aldi mamakai kaosnya lalu beranjak keluar kamar.
"Clara." panggil Aldi saat melihat Clara ingin menuruni anak tangga.
"Iya Tuan, ada apa?" balas clara sopan.
"Davin sama Tantenya sudah pulang?" tanya Aldi.
"Sepertinya belum Tuan, saya tidak melihat mereka pulang." ucap Clara. Aldi mengangguk.
"Yasudah, kamu boleh kembali bekerja." Clara membungkuk hormat.
"Kalo gitu saya permisi Tuan."
Bersambung ..
Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏
Ig : @mutiakim
__ADS_1