MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 25


__ADS_3

***


“Aldi awas ih. Nanti kena Davin!” pekik Lisa. Aldi langsung membuka matanya dan tersenyum melihat putra kecilnya yang sudah tampan di sampingnya.


“Pagi anak Ayah," ucap Aldi sambil mencium pipi Davin


“Awas! Bau ih, jangan cium-cium!” Aldi langsung bangun dan memeluk leher Lisa dari belakang. Menyandarkan kepalanya di pundak sang istri.


“Kamu tidur jam berapa?” tanya Lisa pada Aldi seraya mengusap pipi sang suami.


“Jam 4 yang,” jawab Aldi sambil memejamkan mata di pundak Lisa.


“Davin juga tidur jam segitu?” Aldi hanya mengangguk.


“Pantesan masih molor sampai sekarang,” ucap Lisa.


“Iya tadi bangun sholat subuh bentar, terus aku tidur lagi. Sekarang aku masih ngantuk banget yang,” ucap Aldi parau.


“Davin bangun setengah 6 loh Al,” ucap Lisa


“Iya, dia kan masih bayi. Jadi wajar kalo dia dikit-dikit bangun,” ucap Aldi.


“Kamu nggak kerja hari ini Al?” tanya Lisa. Aldi menggeleng.


“Aku cuti 1 minggu.” ucap Aldi. Lisa hanya mangut-mangut. Bos mah bebas, pikirnya


“Sekarang di bedong ya dek.” ucap Lisa yang mulai membedong tubuh mungil Davin. Namun, baru saja Lisa menutup bagian atas, wajah bayi mungil ini terlihat ingin menangis.


“Loh kenapa? Kok mau nangis sih,” ucap Lisa bingung.


“Dia nggak mau di bedong deh kayaknya . Buktinya semalam dia nangis, terus pas di buka bedongan-nya dia langsung diem,” ucap Aldi menatap wajah putranya yang ingin menangis.


“Terus gimana dong?” tanya Lisa.


“Sepertinya dia bayi yang aktif. Dia lebih suka gerak-gerak sayang. Kamu selimuti aja nggak usah dililitkan. Dia juga kan udah pake kaos kaki sama sarung tangan,” jelas Aldi . Sepertinya Aldi lebih mengerti tentang bayi daripada Lisa.


“Kamu tau banget sih soal bayi?” tanya Lisa menatap Aldi heran


“Kamu sih lola (loading lama). Sejak kamu hamil, aku sedikit-sedikit mempelajari tentang kehamilan dan bayi. Itu aku pelajari biar aku tau dan bisa memantau kehamilan kamu dulu,” jelas Aldi lagi.


“Oh gitu. Pinter banget suamiku ini,” puji Lisa. Aldi pun tersenyum mendengar pujian dari istrinya itu.


“Di selimuti aja ya dek kalo nggak mau di bedong. Bentar lagi kita berjemur. Oke,” ucap Lisa. Baby Davin kembali tenang sesekali mengerjabkan matanya.


“Yuhu ponakan, ponakan Claudia mana, ponakan Claudia.” Tiba-tiba Claudia masuk kamar Lisa dan Aldi. Membuat pasangan suami istri itu menoleh kearahnya.


“Claudia! Kakak gampar kamu lama-lama!” kesal Aldi. Entahlah memang dari dulu kakak beradik itu jarang sekali yang namanya akur.


“Aldi …” ucap Lisa menatap suaminya dan menggeleng


“Hehe maaf-maaf. Claudia cuma mau gendong Davin kak. Mau ngajak dia berjemur di taman belakang,” ucap Claudia.


“Baru aja mau kakak bawa berjemur,” ucap Lisa tersenyum.


“Sama Claudia aja ya kakak ipar?” ucap Claudia sumringah.


“Nggak kamu ngerepotin nih?” tanya Lisa.


“Enggak lah kak, nanti Claudia juga di temani sama mommy disana. Sini Davin sama Tante ya?” ucap Claudia seraya mengangkat perlahan tubuh Davin.


“Kok nggak di bedong kak?” tanya Claudia.


“Dia nggak mau Clau. Soalnya tadi pas dia mau di bedong malah mau nangis gitu, makanya kakak nggak bedong dia.” jelas Lisa dan Claudia hanya mangut-mangut mengerti.


“Aku bawa ya kak,” ijin Claudia.


“Iya,” jawab Lisa tersenyum. Lalu Claudia berjalan sambil menatap Aldi.


“Kak Aldi kebo ih. Kayak Davin dong udah wangi dan ganteng.” ucap Claudia mengejek kakaknya.


“Berisik! Sana keluar,” usir Aldi pada adiknya itu.

__ADS_1


“Iya-iya tau deh yang mau berduaan,” cetus Claudia lalu keluar dari kamar Aldi dan Lisa.


Setelah Claudia keluar Lisa menatap Aldi yang kini memeluk pinggangnya sambil menyenderkan kepala di pundak Lisa.


“Kamu ini sama adik sendiri judes banget sih,” ucap Lisa.


“Bercanda doang itu mah. Aku kan suka gitu sama dia dari dulu,” ucap Aldi. Lisa menggeleng pelan.


“Mandi gih Al,” ucap Lisa seraya mengusap pipi Aldi yang berada di pundaknya.


“Aku kangen kamu tau.” Bukan membalas ucapan Lisa, Aldi malah mengucapkan kata itu.


“Aku kan disini Al,” ucap Lisa lembut.


“Hari-hari kemarin kita jarang bertemu,” lirih Aldi. Lisa pun tersenyum.


“Itu karena kita sedang ada masalah. Sekarang kamu harus janji sama aku,” ucap Lisa.


“Apa?” tanya Aldi.


“Kalo kita punya masalah. Kita harus selesain baik-baik dengan kepala dingin. Nggak boleh saling egois. Ingat sekarang kita sudah jadi orang tua Aldi,” tutur Lisa. Aldi pun langsung tersenyum dan mengangguk.


“Iya aku janji bunda sayang.“


Lisa tersenyum dan mengangguk. Aldi malah semakin mengeratkan pelukannya. Lalu ia menarik Lisa hingga berbaring, dan kini ia berada di atas Lisa saat ini.


“Sayang ...” ucap Lisa sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Aldi saat ini. Aldi malah tersenyum.


“Baru kali ini kamu manggil aku sayang,” ucap Aldi seraya menyingkirkan poni yang menutupi wajah Lisa.


“Kamu mau apa?” tanya Lisa menghiraukan ucapan suaminya itu


“Mau kamu sayang.” Aldi mendekatkan wajahnya ke wajah Lisa.


“Ka-kamu mmmphh.” ucapan Lisa terhenti saat Aldi mencium bibirnya. Ia melum*tnya lembut, sampai membuat Lisa terbawa suasana dan membalasnya.


5 menit berlalu. Aldi melepas ciumannya.


“Untung aja kamu nggak keterusan,” ucap Lisa yang masih mengatur nafasnya itu. Aldi pun terkekeh.


“Aku tau sayang kalo kita nggak boleh berhubungan badan sebelum 40 hari pasca kamu melahirkan,” ucap Aldi seraya duduk di samping Lisa dan diikuti oleh Lisa.


Lisa tersenyum lalu memeluk erat tubuh Aldi.


“Mandi dulu sana Ayah,” titah Lisa.


“Tapi mandinya sama kamu ya?” ucap Aldi mencoba menggoda istrinya itu.


“Nggak! Aku udah mandi,” tolak Lisa cepat. Aldi pun tertawa.


“Muaacchh, tunggu aku ya sayang.” ucap Aldi seraya mencium pipi Lisa, lalu berlalu ke kamar mandi. Lisa tersenyum lalu berjalan menuju meja riasnya.


TOK!


TOK!


TOK!


“Aldi ... Lisa ...” panggil Tante Anne dari luar kamar anak dan menantunya.


“Masuk aja Mom, pintunya nggak di kunci kok.” sahut Lisa dari dalam kamar.


CEKLEK!


"Sayang ..." panggil Tante Anne setelah membuka pintu kamar Aldi dan Lisa.


“Iya Mom, ada apa?” tanya Lisa.


“Di bawah ada Kiki,” ucap Tante Anne. Lisa langsung terdiam menatap mertuanya itu.


“Dia hanya ingin menjenguk kamu dan Davin sayang. Aldi pasti bakalan mengerti kok,” ucap Tante Anne mengerti apa yang membuat menantunya itu terdiam. Lisa menghela nafasnya.

__ADS_1


“Ya udah, suruh tunggu Lisa sebentar ya Mom?”


Tante Anne tersenyum dan mengangguk lalu keluar dari kamar Aldi dan Lisa.


***


“Hai,” sapa Kiki canggung saat melihat Lisa datang.


“Em hai, ada apa ya Ki ?” tanya Lisa lembut seraya duduk di sofa hadapan Kiki.


“Em, aku kesini cuma mau jenguk kamu dan baby kamu aja kok. Nggak apa-apa kan?” tanya Kiki sedikit ragu. Lisa langsung tersenyum.


“Iya nggak apa-apa kok. Asal jangan buat salah paham lagi ya,” canda Lisa. Kiki langsung tersenyum getir mendengarnya.


“Aku janji nggak akan ngerusak kebahagiaan mu lagi Lis.” batin Kiki menatap mantan kekasihnya itu dengan tatapan lirih.


“Eh iya, di minum dulu Ki,” ucap Lisa. Kiki mengangguk lalu meminum minuman yang sebelumnya sudah di suguhkan oleh Bi Jum.


“Ngomong-ngomong Aldi sama baby kamu mana?” tanya Kiki.


“Aldi masih mandi, kalo anak aku lagi berjemur sama Claudia,” jawab Lisa. Kiki ber-oh ria sambil mangut-mangut.


“Eh iya. Ini ada beberapa perlengkapan bayi buat bayi kamu,” ucap Kiki memberi Lisa sepaket perlengkapan baby yang besar untuk si kecil Davin.


“Wah, makasih ya Ki. Jadi ngerepotin aja nih,” ucap Lisa menerimanya.


“Nggak ngerepotin sama sekali kok Lis,” ucap Kiki tersenyum.


“Bunda kamu dima …” ucapan seseorang terhenti saat melihat Lisa dan Kiki . Wajahnya yang tadi ceria berubah menjadi datar. Ya, dia Aldi.


“Maaf ganggu,” ucap Aldi dingin lalu berbalik


“Sayang.” Lisa segera berdiri dan memeluk Aldi dari belakang. Hal itu membuat Kiki membuang muka saat melihatnya.


“Disini aja sama aku,” lirih Lisa. Aldi hanya diam ditempat.


“Em sorry Al, kalo kedatangan gue bikin lo nggak nyaman. Gue kesini cuma mau jenguk Lisa dan anak lo doang kok. Kalo lo keberatan biar gue pergi aja,” ucap Kiki yang sudah berdiri dari duduknya. Ia membalikkan tubuhnya dan mulai berjalan.


“Ki.” Suara itu menghentikan langkah Kiki yang ingin keluar.


“Kalo lo pulang. Gue pastiin lo bukan sahabat gue lagi.”


Ya, Aldi lah yang berbicara. Kiki tersenyum dan berbalik. Dilihatnya Aldi sudah berada dihadapannya.


“Maafin gue Al, sempat buat keluarga lo berantakan. Gue sadar, kebahagiaan Lisa saat ini hanya lo,” ucap Kiki seraya memeluk Aldi, tapi meluknya ala pria loh ya.


“Maafin gue juga Ki, udah merebut Lisa dari lo,” lirih Aldi. Kiki tersenyum lalu melepas pelukannya.


“Mungkin dia bukan ditakdirkan buat gue Al,” ucap Kiki pelan.


“Sorry Ki,” lirih Aldi. Kiki menggeleng.


“Kak, Davin nangis nih,” ucap Claudia yang tiba-tiba datang. Lalj Aldi mengambil alih putranya itu.


“Davindra Eadric. Jagoan gue nih Ki,” ucap Aldi memperkenalkan sang anak sambil tertawa kecil. Kiki pun ikut tertawa.


"Tampan banget sih kamu. Om yakin, kelak Ayahmu akan kalah sama ketampanan kamu," canda Kiki sesekali menatap Aldi.


"Enak aja lo! Tetep gantengan gue lah!" ucap Aldi tak mau kalah. Membuat Kiki, Lisa dan Claudia tertawa.


“Selamat ya Al, sekarang lo udah jadi ayah,” ucap Kiki tulus.


“Thank you Ki,” ucap Aldi tersenyum. Lisa yang melihat itu ikut tersenyum, bahagia melihat kedua sahabat yang kembali akur lagi.


Dan inilah awal kebahagiaan Lisa bersama keluarga kecilnya.


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim09

__ADS_1


__ADS_2