MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 50


__ADS_3

********


"Aku kangen banget sama kamu Na. Udah lama nggak pernah ketemu kamu." ucap Lisa yang tengah memeluk Nana, sahabatnya.


"Sama Lis. Aku juga kangen sama kamu. Maaf ya, setelah aku nikah sama Fandi tinggal di Surabaya ikut mertua aku. Dan 2 bulan yang lalu aku baru pindah ke Jakarta lagi. Itu pun Fandi ngelarang aku keluar sendiri karena aku lagi hamil besar." jelas Nana. Lisa melepas pelukannya. Lisa dan Nana sepakat untuk memakai panggilan aku-kamu agar terlihat lebih sopan dan agar kelak anak-anaknya bisa mencontoh ibunya dengan baik.


"Hamil." lirih Lisa yang tiba-tiba memegang perutnya sendiri. Ia teringat dengan kehamilannya 2 bulan yang lalu, namun semua itu sirna setelah kejadian di kantor Aldi yang membuatnya keguguran


"Hiks." Lisa terisak dengan kepala tertunduk membuat Aldi tersentak dan berdiri menghampiri istrinya itu


"Sayang." Aldi langsung merangkul pundak Lisa. Air mata Lisa semakin deras mengalir


"Lisa... Aku turut prihatin atas musibah yang menimpa kamu. Kamu jangan sedih.. Ingat Lis, kamu masih punya Davin. Anak kamu yang sangat lucu dan pintar itu." ucap Nana seraya menyentuh pundak Lisa dan mengelusnya. Lisa menghapus air matanya


"Maaf ya, aku jadi cengeng gini. Kamu bener Na, aku masih punya Davin. Mungkin Allah lebih sayang dia." ucap Lisa mencoba tersenyum.


Aldi memalingkan wajahnya untuk menahan air matanya yang ingin keluar. Bagaimanapun ia merasa bersalah karena saat kejadian itu ia dan Lisa tengah berdebat


"Gitu dong, ini baru namanya sahabat aku yang selalu tegar dan kuat." ucap Nana ikut tersenyum. Diambang pintu sana, Fandi tersenyum melihatnya. Ia menganggap persahabatan Lisa dan Nana itu bukan hanya sekedar sahabat saja, tapi mereka itu sudah seperti saudara.


"Yayah Unda." panggil Davin yang sudah masuk dulu dengan mobil-mobilannya yang ia setir sendiri


"Davin, ini punya siapa nak?" tanya Lisa yang berjongkok menyamai tinggi Davin


"Om Didi." jawab Davin serak seraya menunjuk Fandi yang berjalan mendekatinya


"Lo repot-repot banget sih Fan, nggak perlu kali bawa apa-apa kalo kesini." ucap Aldi merasa tidak enak


"Sesuai janji Al, gue akan ngasih Davin ini, kalo dia udah sembuh." ucap Fandi


"Tapi ini ngerepotin banget Fan, pasti mahal kalo mobil-mobilannya seperti ini." ucap Lisa merasa tidak enak juga


"Nggak papa lah Lis, ini mah nggak seberapa harganya. Hitung-hitung gue amal gitu." ucap Fandi terkekeh. Lisa tersenyum mendengar ucapan Fandi yang tak berubah dari dulu.


"Bilang apa sama Om Fandi?" tanya Lisa pada Davin


"Tatacih Om (makasih Om)." ucap Davin dengan suara imutnya. Fandi terkekeh


"Sama-sama ganteng. Cepet sembuh ya." Fandi mengusap pelan kepala Davin


"Om Didi ninih (Om Fandi sini)." Davin berdiri di lantai lalu menyuruh Fandi untuk duduk di atas mobilnya, membuat semua tertawa


"Ya nggak muat dong Vin, masa Om di suruh naik mobilnya Davin. Kalo mobil Om yang diluar sana." Fandi menunjuk keluar rumah


"Om Didi obil nana? (mobil Om Fandi disana)?" ucap Davin juga sambil menunjuk keluar. Fandi tersenyum dan mengangguk


"Ninih Obil Apin (ini mobil Davin)?" Davin menunjuk mobil-mobilannya sendiri


"Iya ganteng, gemes deh." ucap Fandi. Davin kembali naik dan bermain lagi dengan mobil-mobilan barunya


"Thanks bro, udah buat anak gue diem. Dia udah setengah jam-an nangis terus nggak mau diem. Gue makasih banget sama lo." ucap Aldi seraya beralih merangkul Fandi ala lelaki


"Yoi bro. Gue udah anggap anak lo seperti anak gue sendiri. Jadi santai aja." Fandi membalas rangkulan Aldi. Lisa dan Nana tersenyum melihat keakraban 2 sahabat itu

__ADS_1


******


Pagi menjelang..


Jam menunjukkan pukul 05.30 pagi. Lisa terbangun dari tidurnya yang terbilang cukup sebentar, hanya 3 jam setengah karena diajak oleh suami tercintanya untuk begadang. Tau lah begadang ala-ala suami istri, jadi author tidak perlu menjelaskannya.


"Nggh~ pegel semua." lirih Lisa sedikit menggeliat dalam pelukan Aldi. Ia menatap Aldi yang masih tertidur pulas dengan mendekap tubuhnya hangat


"Tampan banget sih suamiku ini." gumam Lisa tersenyum kecil menatap suaminya itu


"Makasih udah jadi suami terbaik buat aku sampai saat ini. Kamu selalu ada disaat aku terpuruk, kamu selalu sabar menjaga dan merawat aku saat itu." lirih Lisa seraya mengusap pipi Aldi


"I love you my husband." Lisa mencium bibir Aldi sekilas, lalu mengganti posisinya menjadi duduk


"Hemm.. Semoga pagi ini menjadi pagi yang cerah. Saatnya mandi & beraktifitas." Lisa sedikit menggeliat untuk meregangkan otot-ototnya, lalu beranjak ke kamar mandi menutupi tubuh polosnya dengan balutan selimut tebal


30 menit kemudian, Lisa sudah terlihat rapi dengan pakaian santai


"Saatnya masak buat kalian dan yang lain." ucap Lisa sambil menatap Aldi dan Davin bergantian


*********


Tepat pukul 07.00 Lisa sudah selesai menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Menu nasi goreng spesial, roti bakar yang atasnya udah di oles selai cokelat dan susu sepertinya cukup untuk sarapan pagi ini


"Selesai, tinggal bangunin Aldi sama Davin." ucap Lisa. Lalu beranjak menuju kamarnya


CEKLEK


Pintu terbuka, terlihat Aldi dan Davin yang masih tertidur pulas. di tempatnya masing-masing


"Nggh,1 jam lagi yang." balas Aldi membuat Lisa membulatkan matanya


"Hey ini udah jam 7. Kamu nggak kerja apa?!" kesal Lisa


"Males." jawab Aldi santai


"Aldi!"


"Hem..."


"Bangun nggak?!"


"Enggak."


"Iiihh Aldi bangun!" Lisa menarik tangan Aldi agar bangun


BRUKKK


Bukannya bangun, Lisa malah terjatuh di atas tubuh Aldi. Karena Aldi malah balik menarik tangan Lisa


"Tidur lagi enak loh yang." ucap Aldi sambil menggulingkan tubuh Lisa di sampingnya, dengan tangan yang melingkar di perut Lisa


"Enggak iihh! Lepas nggak?! Kamu harus kerja Aldi." ucap Lisa memberontak

__ADS_1


"Cium dulu dong." pinta Aldi


"Nggak! Kurang puas apa semalam." tolak Lisa cepat


"Kurang lah, orang cuma 3 jam doang." jawab Aldi yang masih memejamkan matanya


"Terus maunya berapa jam?!" tanya Lisa yang semakin kesal


"4 jam kek, atau 6 jam gitu." ucap Aldi sekenanya. Mata Lisa langsung melotot tajam kearah nya


"Aduhhhh." rintih Aldi saat Lisa mencubit perutnya. Membuat ia melepas pelukannya pada Lisa dan mengelus perutnya yang tadi dicubit. Lisa langsung berdiri di sampingnya


"Jangan mulai deh itu otaknya!"


"Sakit tau nggak sih?!" protes Aldi


"Nggak usah ngomel! Cepet bangun dan mandi." titah Lisa dan beralih menghampiri box bayi Davin. Lisa tersenyum menatap Davin yang masih tertidur pulas


"Davin sayang. Bangun yuk, udah pagi nih." Lisa mengusap lembut pipi putranya


"Giliran Davin aja di banguninnya kalem banget. Nah aku? Harus pake ngeluarin tanduk dulu." dumel Aldi kesal. Lisa menatap suaminya itu jengkel


"Kamu tadi udah aku bangunin lembut, malah kamu bertingkah. Ya udah sih, terpaksa aku paksain." omel Lisa. Diikuti bibir Aldi yang berkomat-kamit menirukan ucapan istrinya itu tanpa suara. Lisa mendengus kesal


Lisa memilih kembali membangunkan Davin, daripada harus meladeni suaminya yang otaknya yang mesum akut itu.


"Davin.. Bangun yuk nak." Lisa kembali mengusap lembut pipi Davin. Perlahan mata Davin mulai terbuka dan menatap sayu ke arah Lisa


"Undaa." gumam Davin parau. Lisa tersenyum


"Pagi sayang. mandi yuk, Bunda udah buatin roti bakar cokelat kesukaannya Davin loh." ucap Lisa


"Tatatt (cokelat)." Davin langsung bangun dan merentangkan tangannya pada Bundanya, walau berkali-kali hampir jatuh karena masih mengantuk


"Uuhh, anak Bunda." ucap Lisa sambil mengangkat tubuh Davin. Davin langsung menyandarkan kepalanya di bahu Lisa. Namun, kepalanya mulai ditegakkan dan menatap Bundanya itu


"Tatat Undaa." ucap Davin


"Iya, tapi mandi dulu ya nak." ucap Lisa


"Ninih atit (ini sakit)." Davin menunjuk kepalanya mengingat kemarin Lisa mengganti perbannya setelah mandi.


"Enggak, janji deh bunda nanti bakalan pelan-pelan ya." ucap Lisa lembut


"Iyan-iyan (pelan-pelan)." Davin mangut-mangut membuat Lisa gemas melihatnya


"Ipas atu Yayah (lepas baju Ayah)." Davin menunjuk Aldi yang memang tidak memakai baju dari semalam.


"Ayah mau mandi. Davin ikut nggak?" ajak Aldi


"Ntutt Yayah (ikut Ayah)." Davin merentangkan tangannya pada Aldi


"Ayok kita mandi." Aldi berjalan menghampiri Davin lalu menggendong tubuh mungilnya dan membawa Davin masuk ke kamar mandi. Lisa yang melihat itu hanya tersenyum, setelah itu ia beranjak membereskan kamarnya yang sedikit berantakan lalu menyiapkan baju untuk dikenakan oleh Aldi dan Davin.

__ADS_1


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


__ADS_2