MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 45


__ADS_3

********


"Hiks Davin.. Bangun sayang." ucap Lisa terisak. Davin terkulai lemas di dekapan Aldi. Dan lihat saja, baju Aldi sudah penuh dengan darah yang terus mengalir dari kepala Davin


"Ambil selendang Davin yang kamu bawa tadi. Cepet!" ucap Aldi pada istrinya itu. Lisa segera membuka tasnya dan mengambil selendang batik yang biasanya ia buat untuk menggendong Davin


"Ini." ucap Lisa parau. Aldi menidurkan Davin di sampingnya, lalu merobek selendang itu untuk dililitkan di kepala putranya. Ia tidak memperdulikan tangan kirinya yang juga terluka akibat kaca mobil yang ia pecahkan tadi.


"Fan.. lebih cepet lagi..." suruh Aldi


"Ini udah kenceng banget Al. Dan gue juga udah cari jalan pintas biar kita cepet sampai ke rumah sakit." ucap Fandi yang tetap fokus ke jalan


"Tangan kamu luka Al." ucap Lisa lirih. Aldi mencoba tersenyum


"Aku nggak papa sayang.. Biarin aja."


Tak lama kemudian, mereka berempat sampai di Rumah Sakit. Mereka langsung turun dan memasuki Rumah sakit itu


"Dokter! Suster! Tolongin anak saya!" teriak Aldi.


Tak lama dua orang perawat datang membawa ranjang dorong. Mereka segera membawa Davin ke ruang IGD


"Davin harus kuat ya? Ayah yakin Davin itu jagoan. Davin harus bisa bertahan demi Ayah dan Bunda." ucap Aldi parau seraya menggenggam tangan mungil Davin


"Hiks Davin..." lirih Lisa terisak


"Maaf, anda tidak boleh masuk." ucap salah satu Suster itu saat akan membawa Davin masuk ke dalam ruangan IGD


"Suster..." ucap Lisa yang ingin ikut masuk, namun Aldi menahannya


"Biarkan mereka menangani putra kita dengan maksimal." ucap Aldi lembut


"Hiks, aku takut denger hal buruk tentang dia Al.. Aku takut..." Lisa langsung memeluk Aldi erat. Fandi yang juga berada disana menatap Lisa dan Aldi dengan iba


"Kita harus percaya kalo anak kita itu kuat. Dia pasti bisa bertahan untuk kita sayang." ucap Aldi membalas pelukan Lisa dengan sebelah kiri tangannya, karena tangan kanannya terluka dan banyak bekas darah


"Davin anak kita satu-satunya yang selalu aku bangga-banggakan selama ini. Dia separuh dari nyawaku setelah kamu.. hiks, hiks." isak Lisa. Aldi memejamkan mata dan meloloskan air matanya kembali yang ia tahan sedari tadi.


"Ya Allah.. Hamba tidak sanggup lagi menahan sakit ini.." batin Aldi. Terlalu banyak beban masalah Aldi saat ini. Masalah 1 baru selesai, ia kembali ditimpa cobaan lagi.

__ADS_1


"Kita berdoa ya.. Semoga anak kita lukanya tidak terlalu parah." ucap Aldi


"Hiks, hiks." Lisa masih tetap terisak


"Udah ya, jangan nangis lagi sayang." ucap Aldi menghapus air mata istrinya itu dengan tangan kirinya. Lisa meraih pergelangan tangan kanan Aldi lalu mengangkatnya


"Tangan kamu terluka Aldi. Biar aku obati ya." ucap Lisa masih sedikit terisak. Aldi mengangguk, setelah itu Lisa pergi untuk meminjam kotak P3K.


********


1 jam lebih sudah mereka menunggu. Namun, belum juga ada tanda-tanda Dokter keluar. Dan itu membuat Lisa semakin khawatir dengan keadaan putranya. Kedua orang tua Lisa dan Aldi juga sudah berada disana setelah Aldi menghubunginya tadi


"Dokter ini, kenapa lama sekali sih." ucap Lisa yang sedari tadi cemas menunggunya


"Sabar sayang." ucap Aldi menenangkan istrinya itu


"Gimana aku bisa sabar Al. Anak aku belum juga ada kabar sampai saat ini dari Dokter! Aku nggak mau dia pergi, cukup janin aku yang pergi kemarin. Davin nggak boleh ikut pergi! Aku nggak mau.. Hiks." ucap Lisa yang mulai menangis lagi. Aldi mendesah pelan. Pikirannya juga bener-bener kalut saat ini.


CEKLEK


Tiba-tiba pintu ruang IGD terbuka, seorang Dokter keluar seraya melepas masker yang menutupi mulut dan hidungnya. Semua orang yang menunggu Davin disana, langsung menghampiri Dokter itu.


"Gimana keadaan anak saya dokter? Dia nggak papa kan? Nggak ada luka parah kan Dok?" Lisa langsung menyerbu Dokter itu dengan berbagai pertanyaan. Dokter itu menghela nafas berat dan menggeleng


JEDERRR


Bak di sambar petir, seketika tubuh Lisa langsung lemas dan hampir ambruk. Beruntung Aldi segera menahannya. Tangis Lisa langsung pecah mendengar keadaan putranya yang sangat menyedihkan ini


"Dia kekurangan banyak darah, dan kami membutuhkan darah bergolongan B karena persediaan darah disini sedang kosong." lanjut Dokter itu


"Darah saya B Dok, ambil darah saya saja." ucap Aldi. Lisa langsung menatapnya


"Aldi.. hiks..." lirih Lisa terisak. Aldi tersenyum kecil


"Demi keselamatan anak kita aku rela." ucap Aldi seraya menghapus air mata Lisa


"Apakah anda yakin Tuan?" tanya Dokter itu. Aldi mengangguk mantap lalu menatap istrinya itu


"Kamu tunggu sini ya sama yang lain." ucap Aldi lembut. Lisa mengangguk dan

__ADS_1


Aldi langsung masuk ke dalam mengikuti Dokter itu


"Hiks Mama..." Lisa memeluk Tante Nila dengan erat. Tante Nila pun ikut menangis dan membalas pelukan putrinya itu


"Sabar ya sayang. Lebih baik kita sholat magrib dulu, kita berdoa agar anak kamu bisa melewati komanya." ucap Tante Nila lembut


"Aku nggak mau Davin pergi Ma. Hiks, Aku nggak mau kehilangan anak kesayangan aku Ma. Hiks, hiks." isak Lisa


"Sudah sayang, kita sholat ya. Biar hati kamu lebih tenang." sambung Tante Anne seraya mengusap rambut menantunya itu. Ia pun juga ikut menangis mendengar ucapan Dokter tadi


"Mommy..." Lisa beralih menatap mertuanya itu. Tante Anne mencoba tersenyum lalu mengangguk


*********


Di dalam ruangan IGD, Aldi terbaring di ranjang yang bersebelahan dengan Davin. Terlihat jelas jika keadaan putra pertama Lisa dan Aldi itu sangat memperihatinkan. Aldi tidak tega melihatnya, anak sekecil dia harus terbaring lemah dengan selang oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya


"Ayah akan lakukan apapun agar kamu selamat nak. Ayah janji." batin Aldi menatap Davin lirih


"Wajah anda sedikit pucat. Apakah anda sedang sakit Tuan?" tanya Dokter itu saat melihat wajah Aldi yang berubah sedikit pucat. Aldi menggeleng pelan


"Terusin aja Dok. Ambil darah saya sebanyak mungkin asal anak saya bisa sembuh." ucap Aldi yang sesekali meringis karena merasakan cenat-cenut di tangannya, karena aktivitas donor darahnya yang masih berjalan


"Tangan anda terluka Tuan?" tanya Dokter itu lagi


"Iya Dok, tadi terkena serpihan kaca waktu nolongin anak saya." jawab Aldi. Membuat Dokter itu sedikit terkejut


"Anak anda kecelakaan? Bagaimana bisa?"


"Dia baru saja menjadi korban penculikan. Saat saya mengejar penculik itu, saya melihat mobilnya nabrak pohon. Dan seusai saya mengambil anak saya dari dalam mobil, mobil itu langsung meledak. Entahlah, bagaimana nasib penculik itu sekarang." Aldi menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa putranya


"Mungkin itu hukuman dari Tuhan untuk dia. Mobil itu meledak setelah anda menyelamatkan anak anda." ucap Dokter itu. Aldi mengangguk


"Anda yang sabar ya. Semoga setelah ini keadaan anak anda bisa membaik."


"Aamiin Dok..." ucap Aldi tersenyum tipis


Bersambung ..


Semoga Davin cepat sadar dari komanya😭

__ADS_1


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim


__ADS_2