MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 46


__ADS_3

*********


2 Jam kemudian ..


Aldi keluar dengan tubuh yang sedikit lemas. Wajahnya juga terlihat sangat pucat. Sebelum donor darah untuk Davin, wajah Aldi memang sudah terlihat pucat.


Namun itu tak masalah baginya, bahkan ia pun rela kehilangan nyawanya demi keselamatan istri dan anaknya.


"Aldi..." panggil Lisa lirih. Aldi sedikit tersenyum kecil


"Ada apa sayang?" tanya Aldi lembut


"Wajah kamu pucat banget Al." ucap Lisa. Lagi-lagi Aldi tersenyum


"Aku nggak papa. Nanti juga hilang." elak Aldi. Lisa menggeleng


"Makan dulu ya. Tadi aku beliin kamu makanan di kantin rumah sakit." ucap Lisa menuntun Aldi untuk duduk.


Lisa membuka bungkusan nasi yang ia beli tadi, lalu menyuapi suaminya itu. Aldi tersenyum lalu beralih menatap keluarganya dan disana juga ada Mark, asisten pribadinya.


"Kak Rama, kak Edwin." pekik Aldi saat melihat kedua kakak dari Lisa itu


"Iya kenapa Al?" tanya Rama


"Gimana keadaan disana tadi?" Aldi menanyakan tempat kejadian sore tadi


"Valerie tewas setelah mobilnya meledak." ucap Edwin


"Innalilahi wainnailaihi rojiun." gumam Aldi.


Author mau pergi melayat dulu ke rumahnya Valerie, takutnya Valerie nanti gentayangan. Kan jadi ngeri.


"Gimana keadaan Davin sekarang Al?" tanya Rama. Aldi menggeleng pelan


"Kita tunggu kabar selanjutnya dari Dokter." ucap Aldi. Lisa menunduk mendengar ucapan dari suaminya itu. Aldi yang melihat istrinya sedang menunduk itu, lalu menyentuh tangan Lisa dan menggenggamnya


"Jangan sedih. Berdoa yang terbaik buat anak kita." ucap Aldi lembut. Lisa menatap Aldi, ia hanya mengangguk dan tersenyum tipis


*********


CEKLEK


Pintu terbuka, terlihat Davin yang terbaring di atas ranjang dorong itu dan dibawa keluar oleh beberapa suster ..


"Davin." gumam Lisa lirih. Ia langsung berdiri diikuti yang lain


"Cucu saya mau dibawa kemana Dok?" tanya Om Darwin


"Cucu anda akan dipindahkan ke ruang ICU Tuan." jawab Dokter itu


"Memangnya ada apa dok?" tanya Aldi

__ADS_1


"Alhamdulillah putra anda sudah melewati masa kritisnya setelah mendapat darah dari anda. Tetapi ia masih tetap harus mendapatkan perawatan yang intensif." jelas Dokter itu. Membuat semua orang yang menunggu Davin itu sedikit lega.


"Apa kami bisa menjenguknya Dok?" tanya Om Hendra


"Boleh Tuan. Tapi hanya 2-3 orang saja ya." ucap Dokter itu


"Baiklah. Terima kasih banyak Dokter." ucap Om Hendra. Dokter itu pun tersenyum dan mengangguk


"Saya permisi dulu Tuan, Nyonya." pamit Dokter itu lalu pergi


"Kalian masuk saja duluan, biar kita gantian. Aldi sama Lisa belakangan aja sekalian jaga dia nanti." ucap Aldi. Mereka semua pun mengangguk paham


********


Jam menunjukkan pukul 10 malam. Lisa, Aldi dan Fandi baru saja memasuki ruang rawat Davin. Kemana yang lain? Mereka baru saja pulang setelah Aldi menyuruhnya agar mereka beristirahat. Mau menyuruh Lisa pun sudah pasti ia bakalan menolaknya. Pikir Aldi


"Davin..." lirih Lisa. Air matanya pun tak segan untuk menetes melihat Davin yang kepalanya terbalut perban, bernafas menggunakan selang oksigen, dan juga tangan yang diinfus. Lalu Lisa duduk di kursi samping ranjang rawat putranya


"Kenapa jadi seperti ini nak? Maafin Bunda, nggak bisa jaga kamu dengan baik.. hiks." ucap Lisa seraya mengusap puncak kepala Davin


"Cepet sadar ya nak. Hiks, Bunda nggak suka Davin yang seperti ini. Bunda lebih suka Davin yang ceria dan suka berceloteh, hiks.. hiks." isak Lisa semakin pecah.


Aldi yang berdiri di samping Lisa itu, langsung memeluk istrinya itu agar bisa lebih tenang. Ia menatap sendu putranya yang sedang terbaring lemah di ranjang rawat rumah sakit itu


"Ya Allah.. Hamba mohon, sadarkan lah putra hamba ini.. Jika hamba bisa menggantikan posisinya, hamba rela Ya Allah." batin Aldi lirih


"Al, gue balik dulu ya. Gue nggak tega ninggalin istri gue sendirian." pamit Fandi setelah melihat jam tangannya. Fandi memang sudah menikah dengan Nana, sahabat Lisa semasa SMA dan kuliah dulu. Dan kini Nana tengah hamil 5 bulan. Fandi dan Nana menikah 8 bulan setelah pengumuman kelulusan wisuda mereka.


"Oke nggak papa. Thanks ya Fan, udah bantu gue. Lo bawa mobil gue aja nih. Salam ya buat Nana.” balas Aldi seraya memberikan kunci mobilnya pada Fandi. Fandi mengangguk menerimanya lalu mendekati Davin


"Gue duluan ya Al, Lisa." pamit Fandi lagi. Aldi mengangguk


"Hati-hati ya Fan." Fandi mengacungkan jempolnya lalu keluar dari ruang rawat Davin


"Hiks, hiks." terdengar suara isakan Lisa yang masih belum berhenti


"Udah ya. Jangan nangis lagi. Lebih baik sekarang kita istirahat dulu." ucap Aldi seraya mengusap lembut rambut Lisa.


"Davin..." gumam Lisa lirih


"Anak kita juga butuh istirahat sayang. Kasian dia." Lisa menatap Davin lirih dan mengusap air matanya


"Istirahat ya nak. Good Night, Bunda sayang Davin." lirih Lisa seraya mencium kening Davin lembut. Aldi tersenyum lalu ikut mencium kening putranya itu


"Selamat malam jagoan Ayah." ucap Aldi pelan. Setelah itu ia merangkul Lisa menuju sofa


"Kamu tidur disana gih." Aldi menyuruh istrinya itu berbaring


"Kamu nggak tidur?" tanya Lisa. Aldi menggeleng


"Nanti aja tidur di kursi atau di lantai." jawab Aldi. Lisa berbaring di sofa lalu bergeser merapat di punggung sofa

__ADS_1


"Kamu tidur sini aja." ucap Lisa menepuk sisa tempat di sampingnya


"Nggak usah, nanti yang ada kamu nggak bisa gerak." tolak Aldi


"Kamu pikir aku akan biarin kamu tidur lantai? Enggak, inget sama alergi kamu Aldi." lirih Lisa. Aldi menghela nafasnya.


Aldi memang memiliki alergi, yaitu alergi terhadap dingin. Apalagi ketika masuk musim dingin, Aldi bakalan merasakan gatal-gatal, muncul ruam kemerahan pada kulitnya dan muncul bentol-bentol merah pada kulitnya. Makanya kalo ia ingin pergi ke luar negeri yang memiliki musim dingin yang ekstrim, lebih baik ia pergi kesana waktu di negara itu sedang musim panas.


"Oke, aku tidur disitu." ucap Aldi lalu berbaring di samping istrinya itu. Ia memeluk Lisa dan mencium keningnya


"Good Night. Have a nice dream my wife." ucap Aldi


"Night and nice dream too my husband." lirih Lisa, lalu bersembunyi di dada Aldi untuk menuju alam mimpi


********


Pukul 04.40 pagi


Aldi terbangun dari tidurnya, ia mengerjapkan matanya sejenak lalu menatap istrinya yang masih terlelap di pelukannya itu


"Pukul 04.40 pagi. Nggak tega banguninnya." gumam Aldi setelah melihat jam tangannya


"Sholat subuh sendiri deh." lanjut Aldi. Lalu melepas tangannya yang berada di perut Lisa, setelah itu ia beranjak untuk mengambil wudhu


********


"Ya Allah.. Hamba mohon sadarkan lah putra hamba. Hamba tidak tega melihatnya seperti ini." Aldi berdoa setelah melaksanakan sholat subuh. Air matanya pun ikut menetes seketika


"Jika ini memang karma hamba di masa lalu, hukumlah hamba. Jangan kau hukum orang-orang yang hamba sayangi. Davin masih terlalu kecil untuk mengalami semua ini Ya Allah." Air mata Aldi mengalir deras. Ia memejamkan mata untuk memanjatkan doa terakhir. Setelah itu ia menghapus air matanya lalu berdiri sambil melipat sajadahnya


"Davin." Aldi langsung memekik dan membulatkan matanya saat menatap putranya.


Why? Apa kalian tau? Aldi melihat Davin sudah membuka matanya. Dan ia langsung menghampiri putranya itu


"Davin udah sadar nak." Aldi mengusap lembut kepala putranya


"Yayah..." gumam Davin nyaris tak terdengar karena tertutupi selang oksigen dan suaranya yang masih lema. Aldi tersenyum lalu memeluknya pelan


"Ya Allah terima kasih." Aldi mengucap syukur dengan wajah bahagianya


"Sebentar ya nak, tunggu Ayah sebentar." Aldi mencium kepala putranya lalu bergegas keluar


Tak lama Ia kembali dengan seorang Dokter. Dokter itu langsung memeriksa keadaan Davin


"Bagaimana Dokter?" tanya Aldi seusai Dokter itu memeriksa keadaan Davin


"Alhamdulillah.. Sungguh keajaiban dari Tuhan. Anak anda sadar dengan cepat dan kondisinya juga semakin membaik Tuan." jelas Dokter itu


“Alhamdulillah Ya Allah.. Terima kasih." Aldi lagi-lagi berucap syukur


Bersambung ..

__ADS_1


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim


__ADS_2