MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 95


__ADS_3

"Aku cium nih, bilang somplak-somplak sama suami."


"Nggak mau ih, kamu mah main nyosor aja." Lisa memukul-mukul lengan Aldi, membuat Aldi sedikit meringis.


"Davin bangun loh entar," ucap Aldi, membuat Lisa berhenti memukul Aldi dengan memanyunkan bibirnya.


"Udah, makan dulu. Keburu dingin loh," ucap Aldi, lalu Lisa menatap nugget ayam buat suaminya itu.


"Namanya mana?!'' ketus Lisa menatap kesal Aldi.


''Ya ampun, disusun sendiri lah sayang. Masa nggak bisa,'' ucap Aldi. Lisa mendengus kesal, lalu mengambil piring lain untuk menyusun rangkaian nugget ayam berbentuk huruf itu.


"Iihh, mana huruf depan nama aku?!''


"Kalo nyari itu dengan hati tenang dan sabar. Jangan kesel gitu dong," ucap Aldi sedikit gregetan dengan istrinya itu. Lisa berdecak kesal lalu kembali mencari huruf yang akan ia susun itu.


"Nah ini dia," ucap Lisa tersenyum saat menemukan huruf depannya itu, lalu ia kembali menyusun nugget ayam itu hingga menjadi namanya.


"Ih bagus." ucap Lisa tersenyum sumringah.


"Tapi kok Lisa Eadric sih," ucap Lisa menatap Aldi heran.


"Sekarang aku tanya, kamu istrinya siapa?'' tanya Aldi.


"Istri kamulah, masa lupa," ucap Lisa manyun.


''Namanya siapa?''


''Riyaldi Darien Eadric," ucap Lisa dengan polos.


"Ya udah sih, jadi nggak salah dong kalo nama kamu Lisa Eadric. Masa iya jadi Lisa Kusuma," celetuk Aldi sedikit menyindir Lisa dengan nama Kusuma yang ternyata itu adalah nama marga dari Kiki, mantan kekasih Lisa.


''Iya-iya. Eh, tapi kok Lisa Kusuma sih. Kan itu namanya Kiki Al,'' ucap Lisa sedikit protes.


''Ya kali aja masih ada rasa gitu sama dia,'' ucap Aldi mengalihkan tatapannya ke arah lain, membuat Lisa mengerutkan keningnya.


''Ih enggak, apaan sih kamu!''


''Iya juga nggak papa.''


''Cemburu ya, hayo,'' goda Lisa pada Aldi.


''Enggak lah, siapa juga yang cemburu?'' elak Aldi. Padahal mah dalam hati "iya".


''Beneran nih nggak cemburu?'' goda Lisa lagi. Aldi menghela nafasnya, lalu ia memeluk Lisa dari samping.


''Sedetik saja kamu mikirin dia, aku udah cemburu banget. Apalagi kalo kamu bahas tentang dia," ucap Aldi lirih. Lisa tersenyum.


''Kiki kan sekarang pacarnya Claudia. Lagian aku cuma sayang sama kamu sekarang,'' ucap Lisa. Aldi menghela nafasnya.


''Tapi mereka kok bisa taken ya?'' heran Aldi. Kenapa adiknya itu bisa pacaran dengan sahabatnya sendiri, yang tak lain adalah Kiki. Lisa langsung menghendikan bahunya.


''Jodoh nggak ada yang tau. Allah mempunyai banyak cara untuk mempertemukan jodoh kita.'' ucap Lisa. Aldi tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.


''Tapi cara Allah mempertemukan kita malah begitu ya yang?'' Lisa menatap suaminya itu sedikit kesal.


''Itu cara kamu sendiri jerapah.'' kesal Lisa, membuat Aldi membulatkan matanya.


''Omongan kamu dari tadi jelek mulu. Ngatain aku somplak lah, jerapah lah, bentar lagi nih kamu bakalan bilang aku mirip Brontosaurus lagi.'' protes Aldi yang tak terima istrinya itu mengejek dirinya. Lisa langsung tertawa. Brontosaurus, yakni salah satu jenis dinosaurus yang ciri khasnya memiliki leher yang panjang.


''Kamu sendiri yang bilang ya. Aku enggak.'' ucap Lisa masih tertawa. Aldi langsung mendengus kesal.


''Udah ah, makan dulu tuh, nanti dingin jadi nggak enak," titah Aldi menyuruh Lisa untuk memakan nugget ayam buatannya itu


''Aku suapi kamu ya.''


''Enggak, aku makan masakan bibi aja,'' tolak Aldi.


''Ih, aku suapin !'' kekeh Lisa.


''Sayang, aku makan masakan bibi aja. Kasian kali bibi udah masak tapi nggak ada yang makan masakannya.'' Aldi mencoba memberi pengertian pada istrinya itu.


''Ya udah deh, aku makan sendiri aja,'' ucap Lisa mulai melahap nugget ayam buatan suaminya itu. Aldi tersenyum, lalu menatap putranya yang sedang tertidur pulas itu. Ia meniup pelan wajah Davin.


''Heh, bangun dong jagoan. Kok tidur sih.'' Aldi berbisik ditelinga putranya.

__ADS_1


''Davindra Eadric, ayo bangun, nggak pengen main sama Ayah hem.'' Aldi menggesekkan hidungnya ke hidung putranya.


''Eeeemmh ...'' Bocah kecil ini menggeliat di pangkuan Ayahnya.


''Ayo bangun, hey.'' Aldi menyentil pelan hidung putranya.


''Aldi jail banget sih, jangan diganggu deh,'' protes Lisa.


''Kangen kali yang, seharian nggak main sama dia.'' Aldi terus saja mengusik tidur putranya.


''Besok kan bisa,'' ucap Lisa kesal.


''Eeemm... Yayah,'' gumam Davin dengan suara parau nya. Ia menatap sang Ayah dengan mata sedikit menyipit.


''Aldi!'' kesal Lisa menatap wajah tampan suaminya itu. Aldi sendiri malah nyengir dengan wajah tanpa dosanya.


''Udah terlanjur bangun sayang, maaf ya. Hehe,'' ucap Aldi sambil mengangkat jari telunjuk dan tengahnya.


''Anak lagi tidur pules dibangunin. Awas aja kalo dia rewel lagi,'' ucap Lisa kembali memakan nugget ayamnya. Tak mau peduli dengan kelakuan jail suaminya itu.


''Yayah,'' panggil Davin membuat Aldi menatapnya.


''Halo jagoan Ayah, kok udah bobo sih? hem?'' tanya Aldi menegakkan tubuh putranya. Davin mengucek matanya.


''Apin tatuk (Davin ngantuk),'' ucapnya parau. Aldi terkekeh.


''Mau bobo lagi nak?'' tanya Aldi. Davin mengangguk.


''Bobo aji Yayah (tidur lagi Ayah).''


''Nggak mau main sama Ayah?'' tanya Aldi lagi, ia sangat ingin bermain dengan malaikat kecilnya ini


''Ain papa (main apa)?'' tanya Davin.


''Main kuda-kudaan,'' ucap Aldi membuat mata Lisa membulat dan langsung menatap suaminya itu kesal.


''Tuta-tutaan (kuda-kudaan).'' Mata Davin yang tadinya sedikit menyipit karena ngantuk, kini terbuka lebar mendengar ucapan dari ayahnya itu.


''Aldi apa-apaan sih kamu?!'' protes Lisa menatap kesal suaminya itu.


''Papassih (apa sih),'' celoteh Davin ikut menatap Lisa juga.


''Kamu ngajarin anak nggak ada yang bener deh perasaan,'' omel Lisa.


"Tuta-tutaan Undaa (kuda-kudaan Bunda)." Davin menatap Bundanya itu dengan tatapan polos.


''Jangan dengerin Ayah ya. Davin bobo lagi aja,'' ucap Lisa.


''Au (nggak mau)!'' Davin menolak cepat ucapan dari Lisa.


''Tuh denger. Dia itu mau main kuda-kudaan sama aku. Kamu sih mikirnya jangan kesitu deh, kuda-kudaan nya beda kok sama kuda-kudaan kita.''


PUK!


''Maksudnya apa kuda-kudaan kita?!'' ketus Lisa setelah menjitak kepala Aldi yang omes nya sudah akut itu.


''Yaa, ekhem... Apa perlu aku dijelasin?'' goda Aldi.


''Nggak perlu! Dasar omes,'' cibir Lisa kembali melahap nugget ayamnya.


''Dih, ngatain suaminya omes, tapi sendirinya yang mulai,'' ucap Aldi.


''Apa?! Enak aja,'' sewot Lisa yang tak mau disalahkan.


''Situ duluan sih emang yang mikirnya omes. Orang aku mau ngajak main kuda-kudaan dipunggung, kamu tuh yang mikirnya kemana-mana,'' ucap Aldi.


''Eh, ah enggak. Enak aja.'' elak Lisa sedikit salah tingkah.


''Idih, malu-malu keong. Jangan khawatir, entar malam aku yang kasi jatah ke kamu,'' ucap Aldi membuat mata Lisa kembali membulat.


''Undaa tatah Yayah ayam (Bunda dijatah Ayah malam),'' ucap Davin mangut-mangut. Lisa menatap geram Aldi.


''Kamu itu kalo ngomong bisa di jaga kenapa?! Udah tau anaknya suka ngikutin,'' kesal Lisa.


''Cuma ngikutin doang jugaan,'' ucap Aldi.

__ADS_1


''Tapi ngikutin nya nggak bener!''


''Nggak bener gimana coba? Kan bener, kamu nanti malam aku jatah uang bulanan.''


TETOT !


Lisa langsung terdiam mendengar ucapan dari suaminya itu. Lisa mah suudzon aja sama suaminya sendiri.


''Hayo loh, mikirnya udah kemana-mana kan?'' goda Aldi.


''Iiihh enggak.'' Lisa kembali menyantap makanannya untuk menutupi kegugupannya.


''Hayo loh, siapa coba yang omes sekarang?'' goda Aldi.


''Apa sih? Tau ah, kesel sama kamu!'' Lisa meraih piring bekas makanannya, lalu pergi ke arah dapur. Aldi yang melihat Lisa salah tingkah langsung tertawa.


''Ain tuta-tutaan Yayah (main kuda-kudaan Ayah).'' ucap Davin membuat Aldi kembali menatap putranya.


''Main ya? Ayo let's go.'' Aldi mengangkat tubuh mungil putranya dan menaruh Davin di atas punggungnya, membuat bocah kecil ini bertepuk tangan.


Setelah 1 jam lamanya Aldi mengajak putranya itu bermain, akhirnya Davin meminta untuk tidur pada Ayahnya, karena kantuknya menyerang dirinya lagi.


Lalu Lisa membawa Davin menuju ke kamarnya untuk di tidurkan. Sedangkan Aldi pergi ke ruang makan untuk makan malam sendiri, tanpa Lisa dan putranya. Karena Lisa sudah kenyang memakan nugget ayam buatan Aldi tadi.


******


Davin kembali tertidur pulas di pelukan Lisa. Lisa tersenyum menatap wajah polos putranya saat tidur.


''Tidur nyenyak ya nak.'' ucap Lisa seraya mencium pipi sang putra.


CEKLEK !


Aldi masuk ke dalam kamarnya, ia tersenyum melihat 2 malaikatnya yang tengah berbaring di ranjang.


''Udah makannya Yah?'' tanya Lisa sedikit menoleh ke arah Aldi. Aldi menutup pintu kamarnya.


''Udah sayang.'' jawab Aldi seraya menghampiri Lisa, lalu ia ikut berbaring di samping Davin.


''Sayang.'' panggil Lisa menatap Aldi.


''Hem?'' balas Aldi dengan berdehem, ia juga menatap ke arah Lisa.


''2 bulan lagi kan ultahnya Davin yang ke-2,'' ucap Lisa.


''Ya terus?''


''Kamu nggak ada gitu rencana buat ngerayainnya?'' tanya Lisa. Aldi tersenyum.


''Bahkan semua sudah siap sayang.'' jawab Aldi.


Lisa menatap suaminya itu dengan serius.


''Kamu serius?'' tanya Lisa lagi. Aldi mengangguk.


''Aku udah survei sekitar rumah kita ini. Berhubung halaman rumah kita ini cukup luas. Aku sudah putuskan kalo acara ulangtahun Davin bakal aku adain dihalaman rumah.


Aku sudah pesan dekorasi, catering, dan undangannya. Kita tinggal tunggu harinya aja.'' jelas Aldi yang ternyata sudah mempersiapkan jauh-jauh hari acara ulangtahun untuk putranya itu. Lisa yang mendengar itu langsung tersenyum.


''Kamu bener-bener the best father deh pokoknya.'' ucap Lisa seraya mengusap pipi suaminya itu. Aldi tersenyum.


''Davin tidur sini?''


''Terserah kamu,'' jawab Lisa tersenyum.


''Aku pindah aja ya. Kan aku pengen peluk kamu yang,'' ucap Aldi


''Kenapa nggak pengen meluk Davin aja?'' tanya Lisa.


''Kalo bobo enakan meluk kamu dong yang. Kalo pas Davin bangun pengennya meluk dia, soalnya lucu kalo udah aku peluk, pasti teriak-teriak gitu gara-gara nggak bisa gerak,'' ucap Aldi. Lisa menggeleng kecil.


''Jail banget sih kamu ini. Ya udah sana pindahin Davin ke box-nya,'' ucap Lisa. Aldi terkekeh lalu bangkit dari tidurnya untuk memindahkan putranya ke box bayi.


Bersambung ..


Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏

__ADS_1


Ig : @mutiakim


__ADS_2