MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 40


__ADS_3

*********


BRUKKK


Lisa melempar sejumlah uang itu ke meja kerja Valerie. Membuat Valerie yang tengah mengetik itu tersentak dan menatap Lisa


"Saya rasa uang 50 juta sudah cukup untuk kamu keluar dari kantor ini." ucap Lisa menatap Valerie dengan wajah datar dan dengan kedua tangannya dilipat di depan dadanya


"Maksud anda, saya dipecat?" tanya Valerie. Lalu Ia menatap ke arah Aldi yang diam berdiri di ambang pintu ruangannya


"Nah itu kamu sudah tau kan? Silahkan kamu keluar dari kantor ini, dan itu sebagai uang pesangon kamu." ucap Lisa. Valerie menatap Lisa dengan tajam, lalu ia berdiri di hadapan Lisa dengan membawa uang yang Lisa lempar tadi. Beruntung ini jam makan siang, sehingga suasana disana terlihat sepi.


"Gue nggak butuh uang ini!" ucap Valerie melempar balik uangnya pada Lisa. Dan..


BRUKKK


"Aaahh, ssttt." rintih Lisa saat Valerie mendorong tubuhnya cukup keras, hingga membuat Lisa terjatuh dan perut Lisa menabrak ujung meja yang berada di dekat dengan sofa tempat biasa para tamu menunggu. Aldi yang melihat itu segera menghampiri Lisa


"Valerie apa yang kamu lakukan!" bentak Aldi menatap tajam gadis itu. Valerie tersenyum sinis lalu meraih tasnya


"Tunggu pembalasan dari gue!" ucap Valerie lalu pergi dengan sedikit berlari


"Aww sshh." Lisa mencengkram perutnya yang terasa sangat sakit


"Kamu kenapa?" tanya Aldi mulai panik


"P..perut aku sakit..." rintih Lisa kesakitan, lalu


Aldi menyanggah tubuh Lisa dengan posisi setengah duduk. Ia tersentak melihat darah mengalir di betis istrinya itu


"K..kamu kenapa sayang? Apa yang terjadi?" tanya Aldi benar-benar panik


"Sakiitt Al sshhh.. Aahhh." rintih Lisa terus mencengkeram perutnya


Aldi melihat tangannya yang masih memegang amplop. Dengan cepat ia membuka isi dari amplop itu dan matanya langsung membulat saat melihat isi dari surat itu


"Kamu ha..hamil." lirih Aldi. Aldi langsung menggeleng pelan


"Enggak, ini nggak boleh terjadi! Please kamu harus bertahan sayang." Aldi yang panik itu segera mengangkat tubuh Lisa dan berlari untuk membawa Lisa ke rumah sakit


Kalo kalian nanya Mark kemana? Memang hari itu Mark sedang tidak ada di kantor. Ia sedang menggantikan Aldi untuk bertemu dengan client nya di luar kantor.


Aldi tidak bisa bertemu dengan client itu, dikarenakan Aldi bener-bener sedang banyak kerjaan di kantornya. Maka dari itu Aldi menyuruh Mark saja untuk menggantikannya bertemu dengan client tersebut.


*********


Sudah hampir 1 jam Aldi menunggu Lisa di depan ruang IGD. Kertas yang ia baca tadi cukup membuat Aldi senang dan juga takut. Senang karena sebentar lagi ia akan memiliki buah hati lagi. Dan takut, jika kandungan Lisa terjadi hal yang tidak diinginkan


"Ya Allah, hamba mohon selamatkan mereka." batin Aldi yang terus berdoa, dan ia terus mondar mandir di depan ruang IGD


Tak lama pintu IGD itu terbuka dan keluarlah Dokter yang menangani Lisa


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Aldi menghampiri Dokter yang menangani Lisa itu. Dokter itu menghela nafas berat


"Kandungan istri anda baru memasuki usia 4 minggu. Dan janin itu masih sangat rentan Tuan." jelas Dokter itu. Aldi diam menatapnya bermaksud agar Dokter itu melanjutkan ucapannya


"Dan maaf. Dengan berat hati saya ucapkan jika kandungan istri anda tidak bisa diselamatkan." lanjut Dokter itu


DEG


"Ma..maksud Dokter gimana?" tanya Aldi dengan bibir bergetar


"Istri anda mengalami keguguran karena benturan pada perutnya cukup keras. Dan kami sudah mengambil tindakan kuretase untuk mengangkat janin pada istri anda Tuan." Aldi memejamkan mata. Tenaganya langsung melemah seketika mendengar ucapan dari Dokter itu

__ADS_1


TES


Air mata Aldi jatuh seketika


"Kami akan pindahkan pasien ke ruang rawat dahulu. Setelah itu anda boleh menjenguknya." pamit Dokter itu lalu masuk kembali ke dalam ruang IGD


"Ya Allah, cobaan apa lagi yang kau berikan pada keluarga kecil hamba ini." lirih Aldi sedikit terisak. Aldi bersandar di tembok dengan menjambak rambutnya sendiri. Keinginannya untuk memiliki buah hati lagi telah pupus. Memang sakit Aldi menerima kenyataan ini . Sangat sakit dan sesak rasanya, bagaikan ditusuk oleh seribu pedang.


"Apa yang harus aku ucapkan ke dia nanti." lirih Aldi menatap kosong ke depan


Lalu dengan cepat Aldi merogoh saku kantongnya untuk mengambil ponselnya, dan segera menghubungi Mark, asisten pribadinya.


"Halo, kamu sekarang ada dimana Mark?"


"......."


"Sekarang kamu cari Valerie sampai ketemu."


"......."


"Dia udah buat istri saya celaka, sampai istri saya mengalami keguguran. Pokoknya kamu cari dia sampai ketemu! Dan bawa dia kehadapan saya bagaimana pun caranya. Kamu bisa bawa anak buah saya untuk membantu kamu mencarinya." Aldi pun langsung mematikan telpon nya secara sepihak


Ditempat lain Mark yang di telpon oleh Bosnya itu terkejut mendengar kejadian yang telah menimpa istri dari atasannya itu.


"Sudah berapa kali saya peringatkan sama kamu Valerie. Tapi ternyata peringatan dari saya itu hanya angin lewat bagimu. Dan sekarang kamu tunggu saja pembalasan dari pak Aldi." ucap Mark seraya memandang ke depan dengan tatapan mata yang tajam dan rahang yang sudah mengeras.


Mark memang sudah berjanji pada dirinya sendiri, terutama pada sang Papa. Dia akan selalu mengabdi pada keluarga Eadric sama halnya seperti yang dilakukan oleh Papanya itu.


*********


Lisa sudah dipindahkan ke ruang rawat 1 jam yang lalu. Sedari tadi Aldi terus menunggu kesadaran Lisa dengan menggenggam tangan istrinya itu


"Aku tau aku salah. Seandainya aku bisa tahan iman aku. Calon anak kita pasti masih ada." ucap Aldi lirih. Air matanya terus mengalir menyesali perbuatannya itu, memang penyesalan selalu berada diakhir.


"Nggh.." Lisa melenguh, tanda jika ia sudah mulai sadar.


Aldi segera menghapus air matanya dan menatap istrinya itu


"Sayang." ucap Aldi.


Perlahan Lisa membuka matanya. Lalu ia menatap di sekelilingnya dan matanya tertuju pada Aldi


"Aku dimana?" tanya Lisa parau


"Kamu ada di rumah sakit." jawab Aldi. Lisa terdiam, mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya


"Aku punya kabar bahagia buat kamu." ucap Lisa tersenyum kecil. Sepertinya Lisa lupa dengan kejadian beberapa jam lalu


"Oh ya? Apa?" tanya Aldi mencoba untuk tersenyum


"Aku hamil lagi Al. Buah cinta kedua kita yang kamu inginkan selama ini." ucap Lisa tersenyum


DEG


Aldi langsung terdiam. Matanya menatap Lisa iba. Bagaimana ini? Lisa masih menganggap janin itu masih tumbuh di rahimnya.


"Aldi kok diem? Kamu nggak seneng ya denger aku hamil?" tanya Lisa sedikit kecewa


"Bukan gitu, aku.. a..aku..." Aldi terlihat gugup untuk menjelaskan


"Kenapa Al?" tanya Lisa penasaran


"Aku.. aku udah tau kalo kamu hamil." ucap Aldi. Dan itu membuat Lisa tersenyum

__ADS_1


"Jadi kamu udah tau? Kamu seneng kan? Aku juga seneng tau." ucap Lisa antusias seraya mengusap perut datarnya. Aldi menatap nanar perut istrinya itu


"Ya Allah.. Hamba harus bagaimana untuk menjelaskannya?" Aldi menjerit di dalam hatinya. Ia memejamkan matanya kembali, untuk menahan air mata yang ingin keluar


"Kamu kenapa Al?" tanya Lisa. Aldi sedikit mengatur nafasnya untuk berucap.


"Kandungan kamu nggak bisa diselamatkan sayang."


Lisa langsung terdiam, menatap Aldi tak percaya


"Kamu ngomong apa sih? Jangan ngaco gitu deh. Kandungan aku masih ada. Disini ada anak kita Al." Lisa meraih tangan Aldi lalu diletakkan di atas perutnya. Aldi menggeleng pelan dengan tatapan sendu


"Kandungan kamu keguguran sayang." ucap Aldi lirih. Lisa menggeleng tak percaya


"Enggak! Kamu jangan bercanda Aldi! Aku baru aja periksa kesini tadi." ucap Lisa mengelak


"Iya aku tau. Tapi kamu sempat mengalami pendarahan sehingga membuat kandungan kamu tidak bisa diselamatkan." jelas Aldi dengan suara lirih nya. Lisa terus menggeleng dengan air mata yang mulai mengalir


"Kalo kamu nggak suka aku hamil, nggak usah bilang gitu! Dulu kamu yang menginginkan aku hamil lagi, tapi sekarang apa? Kamu jahat tau nggak! Hiks." ucap Lisa yang mulai terisak


"Sayang, nggak seperti itu maksud aku. Mungkin Allah lebih sayang dia, sehingga Allah lebih dulu mengambilnya." Aldi untuk mencoba menjelaskannya


"Enggak! Janin aku masih ada! Kamu yang nggak sayang dia! Hiks hiks." tangis Lisa semakin pecah. Aldi langsung memeluk Lisa dengan erat


"Maaf, tapi memang itu kenyataan sebenarnya." ucap Aldi mencoba menenangkan istrinya itu. Tiba-tiba memori otak Lisa berputar saat kejadian di kantor siang tadi. Membuat Lisa langsung mendorong tubuh Aldi


"Semua ini gara-gara kamu! Hiks, aku benci sama kamu!" Lisa berteriak histeris membuat Aldi tertunduk. Posisi Lisa saat ini sudah duduk bersandar di ranjang rumah sakit


"Maaf." lirih Aldi


"Hiks! Percuma saja kamu minta maaf! Hiks, hiks. Niat aku ke kantor kamu itu buat ngasih tau kabar bahagia itu. Tapi apa yang aku lihat?! Kamu malah berduaan sama sekretaris gatel kamu itu!" sentak Lisa. Aldi menggeleng


"Sumpah aku nggak ngelakuin apa-apa Lisa." ucap Aldi lirih


"Tapi mata dan pikiran kamu nggak bisa dijaga! Aku bener-bener kecewa sama kamu Al!" ucap Lisa emosi


"Iya maaf, aku minta maaf. A..aku khilaf Lis." ucap Aldi yang juga sudah banjir dengan air mata


"Hiks, hiks." Lisa terus terisak


"Kamu harus ikhlasin kepergian janin kamu." ucap Aldi menyentuh tangan Lisa lembut. Lisa langsung menepisnya kasar


"Janin aku masih ada! Jaga ucapan kamu Aldi!" sentak Lisa. Sepertinya ucapan Lisa sudah mulai ngelantur


"Sayang please jangan seperti ini." Aldi terus mencoba meraih tangan Lisa, tetapi Lisa terus menepisnya


"PERGI DARI SINI! Aku nggak mau liat muka kamu lagi." teriak Lisa histeris


"Lisa, aku mohon tenang." ucap Aldi


"ENGGAK! KAMU JAHAT! JANIN AKU MASIH ADA!" teriak Lisa histeris


Grepp


Aldi langsung menarik tangan Lisa dan mendekapnya erat. Namun Lisa terus saja memberontak


"LEPASIN ALDI!" teriak Lisa semakin histeris. Aldi menggeleng, air matanya semakin deras mengalir melihat istrinya histeris seperti itu.


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2