
********
20 menit pun berlalu ..
Aldi keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Ia juga menggendong Davin yang sudah ia balut dengan handuk kecilnya
"Undaa.. Ain nana (main disana)." ucap Davin riang seraya menunjuk ke dalam kamar mandi. Lisa tersenyum dan menghampirinya
"Habis main air ya? Udah selesai?" tanya Lisa
"Isai.. isai ain (selesai main)." Davin mangut-mangut membuat Lisa dan Aldi terkekeh
"Pake baju yuk, biar ganteng." Lisa beralih mengambil Davin dari gendongan Aldi
"Atu Apin obot (baju Davin robot)." ucap Davin saat melihat baju bergambar robot Transformer di ranjang tempat tidur orangtuanya
"Iya, robot Transformer." ucap Lisa
"Obot lanomel (Robot Transformer)." Davin bertepuk tangan riang. Membuat Lisa terkekeh geli mendengar celotehan Davin itu.
Lalu Lisa memakaikan baju bergambar robot Transformer itu ke tubuh mungil Davin. Tak lupa Lisa mengoleskan minyak telon di beberapa tubuhnya dan juga memberi bedak pada wajahnya
"Udah ganteng dan wangi anak Bunda." ucap Lisa tersenyum. Davin bertepuk tangan
"Yayah." Davin menunjuk Aldi yang diam menatap Lisa dan Davin dengan balutan handuk yang masih di pinggangnya tadi
"Kok kamu belum pake baju sih Yah." ucap Lisa menatap suaminya itu heran
"Kan aku nungguin kamu selesai pakein baju Davin." jawab Aldi
"Lah terus? Emangnya mau apa?" tanya Lisa
"Di pakein baju sama kamu juga dong. Biar adil kayak Davin." ucap Aldi membuat mata Lisa melotot ke arahnya
"Apaan sih? Udah besar juga, sana! Pake baju sendiri." ucap Lisa ketus
"Kok gitu sih Bun. Ayo dong..." rengek Aldi seperti anak kecil. Lisa berdecak kesal lalu mengambil pakaian Aldi yang telah ia siapkan tadi
"Masuk kamar mandi, ganti baju, terus setelah itu sarapan." Lisa mendorong Aldi untuk masuk ke kamar mandi dan memberikan pakaian kantornya
__ADS_1
"Sayang..." rengek Aldi
"No Aldi!" Aldi memanyunkan bibirnya lalu menutup pintu kamar mandinya. Lisa menggeleng pelan lalu menghampiri Davin lagi
"Perbannya diganti ya nak." ucap Lisa pada Davin yang tengah menatapnya itu
"Aauu (nggak mau), atit (sakit)." Davin menggelengkan kepalanya
"Enggak, kan pelan-pelan sayang ." ucap Lisa lembut
"Auu (nggak mau)." Davin merangkak menjauhi Bundanya
"Davin... Perbannya udah basah loh nak. Harus diganti." bujuk Lisa
"Auu, auu, auu (nggak mau)." Davin terus menggeleng. Lisa menghela nafasnya
CEKLEK
"Davin nanti jatuh, jangan minggir-minggir gitu." pekik Aldi saat melihat putranya merangkak ke pinggir ranjang
"Yayah." Davin langsung merangkak mendekati Aldi. Lalu Aldi meraih tubuhnya
"Kamu mau kemana sih nak?" tanya Aldi
"Diganti dulu ya perbannya. Udah kotor loh ini." ucap Aldi
"Auu (nggak mau)." Davin tetap menggeleng
"Nanti tambah sakit loh kalo nggak diganti."
"Auu Yayah, atiitt (nggak mau Ayah, sakit)." tolak Davin. Aldi menghela nafas lalu duduk di samping Lisa
"Lepas aja perbannya Bun." titah Aldi. Lisa mengangguk.
Lisa mulai melepas perban Davin dengan perlahan. Namun Davin memberontak
"Auu atiit.. atitt."
"Kalo Davin gerak terus pasti sakit. Makanya Davin diem dulu ya." Aldi memberikan Davin penjelasan
__ADS_1
"Atiitt (sakit)!" teriak Davin terus memberontak
"Davin.. bisa diam nggak?" Aldi menatap putranya dalam namun tetap dengan suara lembut. Davin terdiam dengan bibir bergetar ingin menangis
"Hiks atit." Davin mulai menangis saat Lisa meneteskan obat ke kepala Davin yang terluka itu.
"Bentar ya nak, sedikit lagi." ucap Lisa seraya mulai menempelkan perban di kepala Davin, setelah itu merekatkannya dengan plester
"Nah, udah selesai." ucap Lisa lalu mencium lembut kepala Davin
"Atan (nakal)! Hiks hiks." isak Davin
"Siapa yang nakal?" tanya Aldi
"Unda atan (Bunda nakal)! Yayah atan (Ayah nakal)! hiks." balas Davin sesenggukan. Aldi tersenyum dan mendekap putranya itu
"Kan biar Davin cepet sembuh nak. Nanti biar bisa main lagi sama Ayah." Aldi mengusap punggung putranya agar diam. Benar saja bocah kecil ini diam walau sesekali masih terdengar isakan nya
"Mau ikut Ayah kerja nggak?"
"Ntut Yayah (ikut Ayah)." ucap Davin dengan raut wajah yang masih ingin menangis
"Makanya Davin diem, jangan nangis lagi." ucap Aldi mengusap air mata putranya
"Nih mainin tablet dulu." Aldi memberikan tablet miliknya ke Davin lalu mendudukkannya di atas ranjang
"Ain ani bibit Yah (main angry bird Yah)." ucap Davin mendongak menatap Aldi. Aldi tersenyum lalu mencari permainan kesukaan putranya yaitu ANGRY BIRD. Entah bocah kecil ini bisa memainkannya atau tidak.
"Nih." Davin mengambilnya lalu mulai berkutat dengan tablet Ayahnya
"Dasi kamu Yah." ucap Lisa yang sudah memegang dasi Aldi.
Aldi tersenyum lalu berdiri di hadapan Lisa dan menarik pinggang Lisa hingga menempel pada tubuhnya. Lisa hanya geleng-geleng karena ini memang kebiasaan Aldi jika ia sedang memakaikan dasinya
"I love you my lovely wife." Aktifitas Lisa terhenti ketika mendengar ucapan Aldi. Lisa menatap bola mata Aldi yang juga sedang menatapnya. Sedetik kemudian Lisa tersenyum manis dan menyudahi memasang dasi suaminya.
"Love you too my husband." Balas Lisa seraya mengalungkan tangannya ke leher Aldi. Lalu Aldi mencium kening, kedua pipi dan bibir Lisa secara bergantian. Membuat Lisa memejamkan matanya dan tersenyum karena di perlakukan seperti itu oleh suaminya.
Bersambung ..
__ADS_1
Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗
Ig : @mutiakim