MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU

MAHKOTAKU DIRENGGUT OLEH SAHABATKU
Bab 43


__ADS_3

Malam menjelang..


Di sebuah rumah besar, terlihat seorang gadis memasuki salah satu kamar. Dia melihat anak kecil tampan berusia satu tahunan merengek ingin menangis dengan membawa mainannya. Ya benar, dia Valerie dan Davin. Dan benar saja, putra Lisa dan Aldi ini diculik olehnya.


"Halo ganteng. Gimana disini? Enak kan?" tanya Valerie seraya duduk di depan Davin


"Yayah Apin." ucap Davin menatap Valerie


"Ayah? Ayah kamu nggak sayang sama kamu. Makanya dia biarin kamu disini." ucap Valerie


"Unda Apin." ucap Davin lagi dengan bibir yang bergetar


"Apa? Bunda? Bunda lo yang gila itu ya? Nggak ada! Dia lagi nikmatin masa gilanya." ucap Valerie sedikit keras membuat Davin menangis. Valerie sangat benci jika sudah mendengar nama Lisa


"Undaa.. Yayaah.." Davin terus menangis seraya memanggil Ayah dan Bundanya


"Diem deh! Nggak usah nangis!" bentak Valerie membuat tangis Davin semakin kencang


"Undaa.."


"Bunda lo udah mati!"


"Unda atit.. hiks hiks." isak Davin


"Nggak usah jawab deh bocah!" bentak Valerie lagi


"Hiks, hiks.. Yayaahh atut (Ayah takut)." Davin terus menangis. Sudah pasti ia sangat takut jika dibentak seperti itu


"Mau Ayah? Iya? Nih gue telponin."


********


Sementara itu di kediaman keluarga Eadric. Semua keluarga Lisa dan Aldi tengah berkumpul untuk mencari solusi bagaimana menemukan Davin. Edwin, kakak kedua Lisa yang berada di Hongkong itu pun langsung melesat mencari penerbangan pesawat paling tercepat untuk datang ke Indonesia, setelah mendapat kabar jika ponakannya itu diculik


Di tengah perbincangan mereka yang cukup serius ini, tiba-tiba ponsel Aldi berbunyi. Ia mengernyit saat tertera nama Valerie disana. Untuk apa dia nelpon? Pikir Aldi.


"Halo."


"Halo Pak Aldi yang terhormat. Masih ingatkah dengan saya." ucap Valerie sok manis


Mata Aldi langsung terbelalak. Bukan karena Valerie yang menelfon, tapi ia mendengar tangisan sang putra disana.


"Davin." pekik Aldi membuat semua orang disana tersentak menatapnya


"Eitz, anda dengar ya pak? Suara anak kesayangan anda itu, haha."


Aldi menyalakan loud speaker ponselnya agar semuanya bisa mendengar


"Jadi lo yang culik anak gue?!"


"Kalo iya, emang kenapa?"


"Balikin anak gue Valerie! Dia nggak tau apa-apa!"


"Emang iya dia nggak tau apa-apa. Makanya gue culik dia."


"Lo punya dendam apa sih sama gue hah?!"


"Dendam gue ya? Karena lo udah jebloskan adik gue ke penjara!"


"Ja..jadi lo.. kakaknya Jessica?"


"Iya kenapa? Kaget lo hah?!"


"Gue jebloskan dia, karena dia udah bertindak kriminal!"

__ADS_1


"Dan gue culik anak lo karena tindakan lo juga!"


Aldi mengeram kesal, rasanya ia ingin sekali mencincang tubuh Valerie dan langsung memberikan potongan tubuh Valerie itu pada buaya.


"Yayah.." terdengar suara Davin yang menangis. Lisa tercengang dan menutup mulutnya agar tidak bersuara


"Davin.. Davin dimana nak?"


"Yayah.. Atuutt Yayaahh (takut Ayah) hiks, hiks."


"Davin." ucap Aldi lirih


"Lo denger kan suaranya? Berarti udah puas dong, haha."


"Gue mohon balikin anak gue Valerie."


"Oke, gue akan balikin anak lo. Setelah lo memenuhi 3 syarat dari gue."


Aldi menatap keluarga besarnya. Semuanya mengangguk menyetujui.


"A..Apa?"


"Pertama, lo harus cabut tuntutan adik gue dari penjara."


"Apa? Nggak! Gue nggak mau!"


"Oke. Berarti lo nggak akan ketemu lagi sama anak lo yang tampan ini." ancam Valerie disana


Rama mengisyaratkan Aldi agar mengiyakan permintaannya. Aldi menghela nafas


"O..oke gue turuti permintaan lo."


"Bagus. Syarat kedua, lo harus ikut gue dan tinggalin istri lo setelah anak ini gue kembalikan."


"Oke, gue mau."


TES


Lisa melepas genggamannya, lalu berlari ke lantai atas menuju kamar. Aldi menatap istrinya itu dengan lirih


"Oke. Syarat ketiga gampang. Lo jangan bawa siapapun termasuk polisi. Gue tunggu persyaratan itu sampai besok sore. Dan gue jamin anak lo selamat ditangan gue, selama lo patuh dengan semua perintah gue."


Tut, Tut, Tut ..


Aldi menghela nafas, lalu beranjak dari duduknya


"Aldi mau susul Lisa dulu." ucap Aldi lalu menaiki anak tangga dan menuju ke kamarnya


*********


"Hiks, hiks." Lisa menangis dengan menyembunyikan wajahnya di atas bantal


"Sayang." panggil Aldi lembut


"Hiks, kamu pergi aja." ucap Lisa terisak. Aldi berbaring di samping istrinya itu lalu memeluknya


"Kamu kenapa? Jangan dianggap serius ucapan ku tadi." ucap Aldi


"Hiks, nyatanya kamu lebih memilih dia dibandingkan aku." Aldi menarik Lisa agar menghadapnya


"Hey, dengerin aku. Kamu nggak bodoh kan sayang? Kita bisa cari cara lain buat mengelabuhi dia. Yang kita penting itu kan keberadaannya dia." jelas Aldi


"Beneran?" tanya Lisa serak. Aldi menghapus air mata istrinya itu


"Mana bisa aku tinggalin kamu hanya demi wanita iblis seperti dia." lirih Aldi. Membuat Lisa tersenyum kecil. Lalu Aldi bangun dari tidurnya

__ADS_1


"Sekarang kita kebawah ya. Kita rundingkan dengan keluarga kita." Aldi membantu Lisa untuk bangun, setelah itu ia merengkuh pinggang Lisa. Lalu berjalan keluar kamar dan menuju ruang tamu.


********


"Lo beneran mau nyerahin diri lo ke cewek itu Al?" tanya Rama saat Aldi dan Lisa sudah berada disana kembali.


"Ya nggak lah kak, amit-amit dah. Ya kali gue mau ninggalin bidadari surga gue, demi wanita iblis itu." ucap Aldi seraya menggenggam tangan Lisa, semua yang ada disana tersenyum mendengar ucapan dari Aldi itu.


"Kalian tolong bantu gue untuk datang kesana besok. Gue yakin kita bisa hadapin anak buah Valerie." lanjut Aldi menatap Rama dan Edwin bergantian


"Kita langsung keluar barengan gitu?" tanya Edwin. Aldi menggeleng, lalu mulai menjelaskan rencananya


"Oke gue setuju." ucap Rama. Edwin pun juga ikut mengangguk


"Nanti gue bakalan minta bantuan Fandi juga."


"Kalian semua hati-hati ya nak." pesan Tante Nila


"Iya Ma. Kita pasti bisa saling jaga satu sama lain." ucap Edwin meyakinkan Tante Nila. Rama dan Aldi mengangguk, agar mereka lebih meyakinkan Tante Nila.


"Ya udah Al, lo bawa Lisa istirahat aja. Biar gue sama Edwin yang urus ke polisi." ucap Rama. Aldi pun mengangguk


"Thanks ya kak, kalian udah mau bantu gue." ucap Aldi


"Davin itu kan ponakan kita Al dan kita udah anggap Davin itu sudah seperti anak kandung kita sendiri. Jadi wajar kalo kita saling membantu." ujar Edwin. Ucapan Edwin itu membuat Aldi tersenyum


"Ya udah, gue pamit ke kamar duluan." pamit Aldi


"Tunggu Aldi." cegah Om Hendra membuat semua menoleh. Om Hendra dan Tante Nila berjalan mendekati Lisa


"Papa senang kamu bisa kembali berinteraksi seperti dulu nak." ucap Om Hendra seraya mengusap kepala putri kesayangannya itu


"Jangan terpuruk seperti itu lagi ya nak. Mama sedih liat kamu seperti kemarin." lirih Tante Nila. Lisa tersenyum kecil dan mengangguk


"Istirahat yang cukup ya. Kami sayang kamu sayang." Tante Nila mencium kening dan kedua pipi Lisa. Diikuti pula dengan Om Hendra yang mencium kening putrinya itu


"Lisa sama Aldi mau ke kamar dulu ya, selamat malam semua." ucap Lisa. Membuat semua tersenyum mendengarnya


"Selamat malam juga Lisa." balas mereka bersamaan. Aldi tersenyum mendengar istrinya bisa berangsur kembali seperti dulu lagi


"Ayo sayang." ucap Aldi seraya berjalan menuju kamar dengan merengkuh pinggang Lisa


*********


Jam menunjukkan pukul 12 malam. Namun, mata Lisa belum juga terpejam. Berbeda dengan Aldi yang sudah tidur dengan nyenyak


"Davin lagi apa nak? Kamu nggak di apa-apain kan sama dia." gumam Lisa lirih. Ternyata ini yang membuat Lisa tak bisa tidur. Memikirkan nasib putranya saat ini.


"Davin udah makan belum? Apa kamu tidur dengan nyenyak disana nak? Hiks." ucap Lisa yang tiba-tiba menangis dan terisak


"Sayang..." ucap Aldi parau, mungkin ia terusik karena mendengar isakan dari Lisa


"Hiks..." Lisa tetap terisak


"Hey, kamu kenapa nangis?" tanya Aldi yang kini sudah menghadap Lisa


"Hiks, aku kepikiran Davin. Dia tadi nangis Al. Pasti dia nyariin kita, tadi juga Valerie bentak-bentak Davin. Dia disana pasti ketakutan.. Hiks hiks." ucap Lisa yang semakin terisak. Aldi langsung mendekap tubuh Lisa


"Kita berpikir positif aja ya. Habis ini kita sholat tahajud. Berdoa sama Allah agar anak kita selalu dalam lindungannya." ucap Aldi seraya mengusap rambut istrinya itu. Lisa hanya bisa mengangguk dengan air mata yang terus keluar dari matanya.


Bersambung ..


Jangan lupa untuk di like, komen, beri hadiah dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏🤗


Ig : @mutiakim

__ADS_1


__ADS_2