
*********
1 minggu sudah Lisa berada di rumah sakit. Lisa yang tidak betah berada di rumah sakit lama-lama pun akhirnya diizinkan oleh Dokter pulang dengan syarat harus istirahat total di rumah.
"Kalian yakin nggak mau tinggal sama Mommy lagi?" tanya Tante Anne sedikit khawatir dengan anak mantunya itu.
"Nggak usah Mom. Udah nggak ada juga kan yang jahat sama Lisa. Aldi juga udah suruh anak buah Aldi buat ngawasin rumah kok." ucap Aldi mencoba menenangkan ke khawatiran Mommy nya itu.
"Ya sudah kalo itu mau kamu." ucap Tante Anne pasrah.
"Ayo kita berangkat." ucap Claudia yang tengah menggendong Davin.
"Tatat (berangkat)." celotehnya menirukan ucapan Claudia, membuat semua terkekeh dengan tingkah lucunya.
"Davin duluan gih." ucap Rama.
"Apin yuyu (dulu)." ucap Davin lalu merosot ingin turun dari gendongan Claudia.
"Eh mau ngapain Vin?" tanya Claudia.
"Apin yuyu Ante (Davin dulu Tante). Yayan yiyian (jalan sendirian)." ucap Davin dengan gaya imutnya.
"O..oke.. Awas hati-hati nanti jatuh." ucap Claudia sambil menurunkan Davin dari gendongannya.
"Ntut Apin (ikut Davin)." celoteh Davin lalu berjalan sempoyongan menyusuri lorong rumah sakit. Semua terkekeh melihatnya lalu mengikutinya berjalan.
"Eh, Eh.. Mau kemana?" Claudia sedikit berteriak saat Davin kebablasan hampir ke ujung lorong sana.
"Yayan nana (jalan kesana)." Davin menunjuk ke depannya.
"Kita kan mau naik lift, belok sini." ucap Claudia. Davin berbalik menatapnya. Lalu Davin berlari kecil menghampirinya.
"Ante atan (Tante nakal)!" Davin memukul kaki Claudia.
"Loh? Kok Tante nakal sih? Yang jalan siapa coba?" tanya Claudia.
"Papa (apa)?" Davin malah berkacak pinggang seolah menantang Tantenya.
"Dih, songong nih bocah." celetuk Claudia.
"Sudah, sudah.. Ayo jalan lagi “ lerai Tante Nila.
"Apin incet Mama (Davin pencet Oma) Apin incet." Davin merentangkan tangannya pada Tante Nila, sesekali ia menunjuk tombol liftnya. Maksudnya, ia ingin memencet tombol open pada liftnya.
"Uuuh, ayo Oma gendong." ucap Tante Nila menggendong cucunya ini. Dengan cekatan Davin memencet tombol open liftnya. Tak lama pintu lift terbuka. Semua keluarga masuk walau hanya tersisa sedikit cela di dalam sana.
"Pencet yang ini sayang." Tante Nila menunjuk tombol angka 1. Davin langsung menurut, dan seketika pintu liftnya tertutup.
"Pinter banget sih. Belajar dari mana hem? Bisa mencet-mencet tombol lift kayak gitu?" tanya Om Hendra menatap gemas cucunya.
"Yayah." jawabnya.
"Dimana Vin?" tanya Om Darwin kali ini.
"Tantol (kantor)." jawab polos Davin membuat semua mengerutkan keningnya.
"Di kantor maksudnya." ucap Lisa membenarkan sambil terkekeh kecil.
"Owalah hahaha." Semua tertawa. Memang, ucapan dan tingkah Davin yang polos itulah yang selalu membuat keluarga Lisa dan Aldi gemas dengannya.
Kling
Pintu lift terbuka, Davin meminta turun lagi. Dan kembali berjalan keluar lift duluan.
"Vin, ramai diluar. Sini Om pegangin sama kak Raka." ucap Rama seraya menggandeng putranya dan juga ponakannya ini.
__ADS_1
"Dadaa, Tante duluan wlee." Claudia berlari kecil mendahului Davin sambil menjulurkan lidahnya ke arah Davin.
"Ante Apin yuyu (Tante Davin duluan)." ucap Davin sedikit merengek dan ingin melepas tangannya dari Rama.
"Nggak boleh Vin, disana banyak mobil. Tantenya biarin duluan." ucap Rama
"Dapin cama Laka aja ya." ucap Raka menatap adik sepupunya itu. Davin langsung menatap Raka.
"Ante atan tatak (Tante nakal kakak)." ucap Davin sambil memajukan bibir bawahnya seperti ingin menangis. Entah mengerti atau tidak ucapan Davin, Raka melambaikan tangannya ke Davin.
"Cini cama aku aja." Davin berjalan menghampiri kakak sepupunya itu. Lalu Raka menggandeng tangan adiknya.
"Cama aku aja ya." ucap Raka. Davin mangut-mangut membuat semua terkekeh melihat tingkah 2 bocah ini.
"Ayo kita jalan ke parkiran." Alhasil, Rama menggandeng tangan Davin. Dan Raka yang tengah menggandeng Davin pun juga digandeng oleh Ika. Agar dikedua sisi ada yang mengawasi 2 bocah ini. Intinya dua bocah tampan ini berada di tengah-tengah Rama dan Ika
********
"Davin naik mobil sama Ayah yuk. Sama Bunda juga." ajak Aldi saat mereka sudah berada di parkiran. Memang mereka membawa 3 mobil. Aldi dengan keluarga kecilnya, Rama dan keluarga kecilnya dengan Om Hendra dan Tante Nila, dan terakhir Claudia dengan Om Darwin dan Tante Anne.
"Yayaahh." Davin berjalan sempoyongan dan langsung memeluk kaki Lisa dan Aldi.
"Ntutt Undaa mama Yayah (ikut Bunda sama Ayah)." Davin menatap Aldi. Aldi tersenyum lalu menggendongnya.
"Eemm, sekarang makin pinter ya jalannya." ucap Aldi sambil mencium pipi Davin. Lisa hanya tersenyum menatapnya.
"Masuk Bun." ucap Aldi setelah membukakan pintu untuk Lisa dan Lisa menurut.
"Pelan-pelan sayang."
"Iya." ucap Lisa lalu masuk. Setelah itu Aldi menutup pintunya lalu ikut masuk di sisi pengemudi.
"Davin biar sama aku aja, kamu kan mau nyetir Yah." ucap Lisa.
"Tapi sayang..." Aldi menggantungkan ucapannya saat Lisa menggeleng.
"Ya sudah." pasrah Aldi. Lisa tersenyum lalu mengambil alih Davin.
"Davin sama Bunda yuk." ucap Lisa.
"Undaaa." Davin dengan senang hati langsung merentangkan tangannya dan langsung memeluk Bundanya.
"Manja banget sih." Aldi terkekeh melihat tingkah putranya.
"Ninih Undaa Apin Yayah (ini Bunda Davin Ayah)." ucap Davin menatap Aldi dengan kepala yang masih bersandar di dada Lisa dan tangannya memeluk perut Lisa.
"Itu Bundanya Ayah juga, wlee." ucap Aldi sambil menjulurkan lidahnya dan mulai menjalankan mobilnya.
"Auu (nggak mau)! Ninih Undaa Apin (ini Bunda Davin)." protes Davin.
"Kan yang bikin Davin juga Ayah sama Bunda." celetuk Aldi membuat mata Lisa melotot.
"Husstt! Ayah ngomongnya iihh." Lisa langsung memukul lengan Aldi. Membuat Aldi terkekeh.
"Keceplosan Bun." ucap Aldi. Lisa mendengus kesal.
"Yayah atan (Ayah nakal)!" Davin menatap Ayahnya kesal.
"Nakal apa sih?" tanya Aldi sewot. Davin menghela nafas.
"Yayaaahhh ataaaaa mmpph!!!"
"Hussttt, nggak boleh teriak Vin." ucap Lisa yang langsung membekap mulutnya. Davin diam menatap Lisa polos. Lisa tersenyum lalu melepas bekapannya.
"Yayah atan Undaa (Ayah nakal Bunda)." Adu Davin.
__ADS_1
"Ayah nakal kenapa emang?" tanya Lisa.
“Ninih Unda Apin, utan Yayah (Ini Bunda Davin, bukan Ayah)." Davin menggeleng saat mengucap kata terakhir.
"Iya Bunda Davin, bukan Bunda Ayah kok." ucap Lisa lembut
"Undaa Apin, wlo wlo wlo." ucap Davin sambil menjulurkan lidahnya tapi dengan mulut membulat dan menggerakkan lidahnya ke kanan dan kiri. Aldi malah tertawa.
"Ngga bisa melet aja pake melet segala." Ejek Aldi.
"Papa (apa)?!" Davin menantang menatap Aldi.
"Uusstt, udah jangan didengerin ya." Lisa menatap wajah Davin dengan tangan Lisa menutup telinga Davin.
"Yayah atan Undaa (Ayah nakal Bunda)." ucap Davin menatap Lisa lagi dan Lisa langsung melepas tangannya dari telinga Davin.
"Biar Bunda jewer ya nanti Ayahnya." ucap Lisa.
"Wewel." Davin mangut-mangut.
"Wewel, wewel. Davin bawel." celetuk Aldi membuat Davin menatapnya. Lisa segera mengalihkan wajah Davin dari suaminya itu.
"Jangan jail deh Yah." ucap Lisa. Aldi terkekeh.
"Seneng tau Bun, liat mukanya yang kesel gitu. Lucu." ucap Aldi.
"Entar kalo nangis nggak mau diemin!" ucap Lisa sedikit kesal.
"Mau, mau yang.."
"Mau, mau.. Davin yang jadi nggak mau sama kamu!" potong Lisa dengan kesal
"Iya deh maaf." ucap Aldi. Lisa menggeleng pelan dengan tingkah Aldi ini.
*******
Selang 20 menit, Lisa, Aldi dan Davin sudah sampai di teras rumah yang hampir 2 bulan ini mereka tempati.
Aldi keluar lebih dulu lalu membuka kan pintu untuk Lisa.
"Davin sama Ayah dulu yuk." ucap Aldi.
"Auu (nggak mau)!" Davin terus memeluk perut Lisa.
"Vin..."
"Auu ! Auu ! Auu ! Yayah atan!" Davin menatap Aldi seraya menyandarkan kepalanya di dada Lisa. Aldi menghela nafasnya.
"Iya deh, Ayah minta maaf." ucap Aldi. Davin hanya diam.
"Davin mau jalan lagi nak?" tanya Lisa. Davin langsung menatap Bundanya.
"Yayan aji (jalan lagi), yayan yiyi Undaa (jalan sendiri Bunda)." ucap Davin antusias. Lisa tersenyum dan mengangguk. Davin menggeliatkan tubuhnya ingin turun, Lisa segera menurunkan putranya itu.
"Yayan yiyi, Yayan yiyi (jalan sendiri)." celotehnya lalu berjalan sempoyongan.
Lisa menyandarkan kepalanya di jok mobil lalu memejamkan mata sejenak.
"Kenapa sayang?" tanya Aldi mengusap kepala Lisa yang diperban itu dengan lembut.
"Pusing Yah. Sakit, jangan di pegang." ucap Lisa lirih.
"Aku gendong ke kamar ya?" ucap Aldi sedikit khawatir. Lisa menggeleng pelan.
Bersambung ..
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk di like, komen dan di vote ya teman-teman. Dan jangan lupa untuk di favorit kan juga, agar author nya lebih semangat lagi dalam membuat novelnya. Terimakasih banyak🙏
Ig : @mutiakim